(One Shot) My BoyFriend is My CloseFriend

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Choi Siwon [Super Junior]

*) Yoo Haewon [Rahayu / OC]

Genre : AU, OOC, Romance

 

My BoyFriend is My CloseFriend

Yoo Haewon, gadis ceria, pandai bergaul dan disukai banyak orang. Itu pendapat orang-orang terhadapku. Impianku sangatlah sederhana, membangun masa depan yang indah bersama kekasihku tercinta, Choi Siwon. Bagiku, tak ada manusia yang mampu memberikan kebahagiaan untukku lebih dari yang dia berikan padaku. Kini, 3 tahun sudah perjalanan kisah cinta kami. Dalam benakku aku tak pernah menyangka akan berjumpa dengan hari ini. Dia di sampingku, berdua kami menikmati langit sore di pantai. Aku menyenderkan kepalaku di pundaknya, seperti waktu itu. Ingatanku kembali ke masa lampau. Saat kisah cinta kami baru akan dimulai.

***

Aku punya sifat buruk sejak aku kelas 2 SMP, playgirl. Memiliki pacar lebih dari satu adalah kebiasaanku. Dan sifat itu aku bawa hingga SMA. Aku tak pernah ketahuan oleh pacar-pacarku kalau aku selingkuh. Itu salah satu keahlianku. Satu hal, prinsipku, meski aku memiliki lebih dari satu pacar, tak pernah sekalipun aku yang menyatakan cinta. Meminta mereka menjadi pacarku. Cukup memperlihatkan kalau aku tertarik pada mereka, mereka akan dengan mudah terpancing. Begitu selalu.

Aku duduk di kursiku, berbincang dengan teman sebelahku. Suasana begitu ramai. Hari itu upacara penerimaan siswa baru. Artinya hari itu aku resmi menjadi murid SMA.

Seseorang di belakang menepuk pundakku, “boleh kita kenalan?” Tanya orang itu ketika aku menoleh. Dia mengulurkan tangannya. Orangnya tampan, senyumnya membuat lesung pipinya terlihat, juga ramah.

Aku menyambut tangannya, dan menyebutkan namaku. Diapun menyebutkan namanya, “Choi Siwon.” Katanya.

Awalnya kupikir dia sekelas denganku karena dia duduk di kursi di belakangku. Tapi rupanya itu salah. Ketika aku menoleh lagi ke belakang dia telah raib. Aku mencari sekeliling, dan mendapatinya ada di barisan kelas ke dua setelah kelasku.

Sejak perkenalan itu, dia sering menemuiku. Setiap bel berbunyi, entah itu istirahat, pergantian kelas, pulang, dia selalu mengunjungi kelasku. Meski hanya untuk menyapa. Dan lama kemudian kami jadi sahabat. Aneh sebenarnya, orang sepertinya bisa jadi sahabatku, bukan pacar. Tapi begitulah.

Aku bersahabat dengannya sejak 3 bulan aku mengenalnya. Dan dia tahu tentangku, sifatku. Bahkan aku laporan padanya setiap mendapatkan pacar baru.

“Mwo? Kau nambah pacar lagi? Jadi sekarang kau punya pacar lima? Omoo, kapan kau tobat?”

Aku hanya tersenyum. “Yaah, mereka yang mau. Aku sih oke oke aja. Yang penting tak ketahuan.”

Memang aku pernah ketahuan selingkuh, tapi mereka bukannya minta putus, malah minta aku memilih satu di antara mereka. Mungkin karenanya aku melunjak, merasa aku mampu mendapatkan berapapun namja asal aku mau. Berkali-kali Siwon menasehatiku, tak pernah sekalipun kuhiraukan.

Hingga pada suatu hari Siwon menghilang dari kehidupanku.

“Aku ikut program pertukaran pelajar dengan sekolah di Jepang. Seminggu lagi aku disini. Hanya untuk tiga bulan.” Katanya sebelum awal ajaran kelas tiga SMA dimulai.

Terang saja aku kaget. Dia tak memberitahuku dari awal.

“Mwo? Kenapa kamu baru memberitahu aku sekarang? Jahat sekali. Minggu depan kau pergi, dan aku baru tau sekarang.” Aku pasang muka ‘ngambek’ di hadapannya. Biasanya itu sangat ampuh untuk membuatnya merasa bersalah.

“Jeongmal mianhae Haewon-a. Hanya saja aku harus mempersiapkan semuanya, makanya aku tidak memberitahu kamu. Ayolah, jangan marah begitu.” Katanya dengan memasang muka bersalah. Itu ampuh untukku memaafkannya.

“Arasseo.. Kita harus senang-senang sebelum kau pergi. Aku akan batalkan kencan dengan pacar-pacarku.” Kataku. “Ku temani kau kencan selama seminggu. Kau harus bangga bisa kencan denganku seminggu penuh.” Lanjutku dengan wajah ceria.

Aku melihat senyuman terlukis di wajah tampannya.

Hari pertama, kami pergi ke taman ria. Menaiki wahana ekstrem sampai kepala kami pening dan perut kami mual.

Hari kedua, kami pergi ke bioskop. Menonton banyak film hingga mata kami tak sanggup dan tertidur.

Hari ketiga, kami kencan ke taman dengan sepeda. Aku membuatkan sushi untuknya.

Hari keempat, kami pergi ke tempat karaoke. Menyanyikan banyak lagu hingga suara kami habis.

Hari kelima, kami kembali ke taman ria. Kali ini khusus menaiki wahana-wahana untuk orang pacaran.

Hari keenam, kami pergi ke desa. Ikut memanen buah jeruk.

Hari ketujuh, kami pergi ke pantai. Bermain dengan ombak dan pasir, mencari kerang dan main kejar-kejaran.

“Lusa kamu berangkat. Haahhh.. Aku pasti akan sangat rindu padamu.” Kataku ketika kami duduk setelah capek bermain seharian.

“Gwenchana, aku akan menghubungimu tiap aku punya waktu.” Hiburnya.

Aku menyenderkan kepalaku di pundaknya. “Kau sahabat terbaik yang aku punya. Cuma kau yang selalu ada. Sekarang tak akan ada lagi yang menyelamatkan aku ketika aku malas kencan dengan pacarku.”

Aku merasa dia tersenyum. “Aku akan tetap meneleponmu, berpura-pura jadi oppa-mu saat kau kepepet.”

“Tidak akan pernah sama.” Kataku pelan.

Lalu bisu. Hanya debur ombak dan suara burung yang terdengar. Matahari masih setia menemani kami, karena memang baru pukul 4 sore. Hatiku sedih mengingat sahabat di sampingku akan pergi jauh untuk waktu yang lama. Tapi bersamanya saat itu, aku merasakan hangat. Hangat yang belum pernah kurasakan sebelumnya.

Pukul lima kami ke halte bis. Pantai yang kami datangi memang jauh dari rumah kami. Jadi kami tak menunggu hingga mentari benar-benar tenggelam.

Aku menghabiskan sebagian banyak perjalanan pulang dengan tertidur. Siwon juga sepertinya begitu. Terlalu capek untuk kami tetap terjaga.

Besoknya aku istirahat. Siwon pasti juga sibuk packing. Aku lelah seminggu penuh pergi jalan-jalan.

Aku menangis semalaman. Setiap ingat akan ditinggalkan oleh sahabatku itu. Hingga pukul 2 malam, aku masih saja menangisinya. Baru kali pertama aku menangis seperti itu. Untuk siapa air mataku? Sahabatku, atau orang yang kusuka?

Siwon berangkat dengan pesawat paling pagi. Pukul delapan pesawatnya take off. Dan aku melihat jamku menunjukkan pukul tujuh lebih sepuluh ketika mataku terbuka.

Buru-buru aku mandi. Begitu melihat mataku yang bengkak jelek, aku memaki diriku sendiri. “Dasar kau Haewon! Harusnya kau tampil cantik di hari penting seperti ini.”

Tak ada waktu untuk memperbaiki kondisi mataku, aku memakai kacamata untuk menutupi bengkak di mataku. Ku ambil motor dan berangkat secepat motorku mampu berjalan. Sesekali kulirik jam dan jantungku semakin tak karuan setiap waktu berjalan mendekati waktu keberangkatannya. Aku menancap gas lebih kencang.

Aku hanya punya sisa 15 menit untuk mencari Siwon. Berlari kesana-kemari untuk menemukan tempatnya berada. Teleponnya sudah mati. Apa dia sudah naik pesawat? Pikiranku kacau. Aku tak melihat sisa waktu yang kupunya.

Lalu disana. Tepat di depanku, di seberang kaca, aku melihatnya. “Choi Siwon. Jangan pergi dulu!” Teriakku.

Banyak pasang mata melihatku, tapi aku tak peduli. Aku terus berlari menghampirinya. Berusaha masuk, tapi dihalangi petugas.

“Maaf nona, tapi ini khusus untuk penumpang.”

Siwon melihatku. Dia di depanku, kami hanya terpisah oleh sekat kaca.

“Mianhae aku telat.” Kataku padanya. Entah dia bisa mendengarku atau tidak.

Dia tersenyum kemudian menulis sesuatu di kaca. Dia meniup kaca itu agar aku bisa membacanya.

arasseo, saranghae Haewon-a. berhentilah jadi playgirl

Aku kaget dengan pernyataan cintanya, sehingga air mataku kembali jatuh. Tapi dalam hatiku aku merasa sangat gembira, aku pasti akan jingkrak-jingkrak jika situasinya berbeda.

tunggu tiga bulan lagi. aku akan memintamu dengan resmi untuk jadi pacarku

Dia menulis lagi. Aku membalasnya.

tak ada jaminan aku akan menerimamu

Dia tersenyum penuh makna.

“Aku yakin kau akan menerimaku, matamu itu buktinya.” Katanya. Sambil menunjuk kacamata yang menutupi mataku yang bengkak. Dia tahu.

Lalu dia melangkah mundur, perlahan menjauhiku. Dan menubruk seseorang di belakangnya. Aku tertawa melihat tingkahnya.

Aku menunggu hingga pesawat yang ditumpanginya menghilang di angkasa.

Aku mengikuti perintahnya. Kuputuskan semua pacarku. Aku Yoo Haewon, gadis playgirl sejak SMP, sejak saat itu menjadi jomblo selama tiga bulan.

***

Tiga bulan kemudian aku resmi jadi pacar sahabatku. Tiga tahun kemudian disinilah kami.

Di pantai, merayakan hari jadi kami yang ke-3.

“Meski mungkin kau bosan mendengarnya tiap tahun, tapi aku ingin bercerita padamu.” Kata Siwonnie yang duduk di sampingku.

Aku mengangkat kepalaku, memandangnya.

“Aku tertarik padamu sejak pertama kali melihatmu ketika upacara penerimaan siswa baru di SMA. Aku semakin menyukaimu meski aku tau sifat burukmu dulu. Aku bertekad membuatmu sadar. Menjadi sahabatmu, meski aku sakit setiap mendapatimu menjadi milik orang lain.” Katanya penuh makna.

Aku menutup mata. Meresapi kalimat yang diucapkannya setiap tahunnya.

Aku membuka mata, dia memandangku lekat. “Saranghae Haewon. Jeongmal saranghae.” Katanya penuh cinta. Tangannya menyentuh pipiku. Dia mendekatkan wajahnya padaku, aku memejamkan mata. Dan peri cinta bersorak memandang kami.

-End-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s