(One Shot) Kim Family Story : Be 5th Wife????

Standard

[Kim Family Story ] Be 5th Wife????

Author : Asuchi

Cast :

*) Kim Seorin [Jewelie/OC]

*) Kim Boram [OC]

*) Yesung/Kim Jongwoon [Super Junior]

*) Han Yoori [Jewelie/OC]

*) Eunhyuk/Lee Hyukjae [Super Junior]

*) Jino [SM The Ballad]

Oter Cast :

*) Han Sora [Jewelie/OC]

*) Choi Yooeun [jewelie/OC]

*) Kim Chunhee [Jewelie/OC]

Genre : AU, Humor Nanggung, Family

a/n : Kim Family series, random, gak selalu sesuai dengan aturan silisilah yg ada, dibuat sesuai kebutuhan aja… kekeke~~ hapy reading ^^

“Seoriiiinnnn….”

“Mwo?”

Brukk..

Yoori langsung melompat ke arah Seorin yang sedang asik menonton doramanya Tamaki Hiroshi. Seorin terpental beberapa senti dari tempat sebelumnya dengan dilatari suara beberapa tulang yang patah. Tak lama kemudian Seorin merasa tak mampu untuk bernafas karena tubuh Yoori berada di atas tubuh Seorin.

“Ma.. Ju.. Mma.. Ah.. Ju.. Mma.. Se.. Sak..” Kata Seorin putus-putus.

“Hah?” Tanya Yoori babo. “Aish, kau kangen padaku yaa? Baik, ahjumma akan peluk kamu lebih erat. Eemmpphh..” Katanya sambil memeluk erat tubuh Seorin yang berada di bawahnya.

Beberapa detik kemudian Seorin tak sadarkan diri.

Ngung nging ngung nging ngung nging *suara ambulans*

“Jino, jangan bermain disana sayang!” Boram memperingatkan Kim Jihno, putra bungsunya, yang asik bermain dengan mobil-mobilan di dekat pintu dapur. Dia mendatangi ruang tengah karena tadi merasa mendengar seseorang berteriak memanggil nama putrinya.

“Omoo.. YA! Yoori, cepat kau menyingkir dari tubuh Seorin. Kau tak lihat dia pingsan?” Perintah Boram begitu melihat putrinya terkapar di bawah tubuh Yoori.

Yoori yang tak sadar dengan keadaan Seorin langsung melihat keponakannya itu. “Hyaa.. Seorin, ayo bangun..” Katanya panik sambil bangun dari atas tubuh Seorin kemudian mengguncang tubuh Seorin dengan ‘sedikit’ kasar. Merasa tak ada reaksi dari keponakannya itu, Yoori kemudian menepuk ‘pelan’ pipi Seorin yang memerah setelah beberapa kali ditepuk olehnya.

“YA! Apa yang kau lakukan? Awas menyingkir, aku akan beri dia nafas buatan.” Seru Boram kemudian. Dia berjalan menuju tubuh Seorin yang masih tak sadarkan diri sambil menarik nafas panjang untuk diberikan kepada Seorin. Mulutnya mengembung, dadanya membusung. Siap memberikan nafas buatan pada putrinya yang terkulai di tangan Yoori.

“Aku pulang..”

Mulut Boram yang sudah tinggal beberapa senti dari mulut Seorin langsung berbalik arah dan dia berlari menuju pintu untuk menyambut suaminya. “Kau sudah pulang yeobo.” Kata Boram mesra.

Yesung tersenyum melihat istrinya yang datang kemudian melepaskan dasi dan jasnya. Boram juga membawakan tas yang dibawa Yesung. Yesung bersiap memberikan kecupan pada istrinya itu, tapi terpotong teriakan Yoori.

“EONNI.. SEORIN OTTOHKE???”

Boram langsung membelalakkan matanya. Dia melupakan putrinya. “Yeobo, uri Seorin pingsan.” Lapor Boram.

“Mwo?” Tanya Yesung.

Boram langsung menarik tangan Yesung dan membawanya ke ruang tengah, tempat Seorin dan Yoori berada.

“Omoo.. Omoo.. Omoo..” Yesung kaget melihat keadaan putrinya yang tak sadarkan diri.

“Bukan omoo oppa! Tapi kita harus segera menyadarkan Seorin. Dia pingsan tadi.” Kata Yoori panik. Dia lagi-lagi menepuk ‘pelan’ pipi Seorin. Membuat pipi Seorin menjadi sedikit chubby.

“Ddangkoma mungkin tahu solusinya.” Kata Yesung lalu pergi ke kamarnya dan mengambil seekor dari tiga ekor kura-kura yang ada di akuarium. Yesung lalu kembali ke ruang tengah dan meletakkan Ddangkoma di meja. “Ottohke Koma?” Tanyanya pada Ddangkoma.

Pletakk..

Sebuah jitakan berhasil mendarat di kepala Yesung.

“Beri Seorin nafas buatan!” Perintah Boram. “Aku akan mengambil air minum. Kau cari minyak kayu putih atau alkohol di kotak obat.” Perintahnya pada Yoori.

“Kau haus eonni?” Tanya Yoori tanpa dosa.

Boram melakukan hal yang sama pada Yoori, seperti yang baru saja dilakukannya pada Yesung. Tanpa berkata apa-apa dia langsung pergi ke dapur. Yoori mengikuti saja apa perintah Boram sambil meringis karena kepalanya sakit. Sedang Yesung berusaha untuk memberi Seorin nafas buatan.

“Ottohke?” Tanya Boram dan Yoori pada Yesung begitu mereka kembali.

Yesung menggeleng pelan.

Boram mulai menangis melihat keadaan putrinya. Yoori terlihat sangat bersalah.

Srekk..

Seorin terlihat bergerak. Tanpa membuka mata, dia membalikkan tubuhnya ke samping.

Satu kesimpulan muncul di tiga kepala yang sedang memandang lekat Seorin itu.

“SEORIIINNN….” Teriak ketiganya membuat Jino terjungkal dari truk mainan yang ditumpanginya dan kaca buffet yang tak jauh dari mereka pecah.

“Hmm..” Gumam Seorin tetap tak sadarkan diri.

“Aish, jinjja. Putri kalian ini tidur tak bisa lihat situasi.” Keluh Yoori. Dia menghempaskan tubuhnya ke sofa yang kosong.

“Ini gara-gara aku waktu mengandung Seorin merasa sangat benci pada Jungsoo oppa. Jadi sifat tukang tidur dia menular pada Seorin.” Terang Boram lemas. Tenaganya habis karena dia panik dan menangis tadi.

“Sudahlah. Aku capek, baru pulang.” Kata Yesung yang terlihat sangat lelah di sofa yang lain.

“Huwaa.. Huwaa..” Tangis Jino yang sangat kencang mengagetkan tiga orang yang baru saja berdiskusi. Ketiganya langsung berlari ke arah sumber suara. Khawatir terjadi sesuatu yang tak diinginkan pada si youngest di rumah itu.

“Waeyo?” Tanya Boram sambil memeluk si magnae.

“Tadi aku jatuh. Tapi tak ada yang kuatir padaku. Lalu kepalaku kena bola tenis pas aku lempar bola itu ke tembok gara-gara kesal tak dipedulikan. Karena masih saja tak ada yang datang, aku memukul-mukul mainan robotku ke lantai dan sekarang rusak. Huwaa.. Robotku..” Jino menangis lagi setelah mengakhiri ceritanya.

Yoori bisa melihat dengan jelas memar merah di pelipis Jino. Yesung memandang mainan robot Jino yang patah jadi beberapa bagian.

“Cup.. Cup.. Eomma sudah disini sayang.” Hibur Boram sambil mengelus rambut putranya itu.

Jino masih sesenggukan. Tapi tangisnya sudah reda. Dia malah kemudian tertidur di pelukan Boram.

“Lalu.. Sedang apa kau disini? Bukankah kau bisa dibilang pengantin baru? Kau dan suamimu baru menikah dua bulan kau malah datang kemari.” Tanya Yesung pada yeodongsaengnya.

Raut muka Yoori berubah masam. “Yah, resiko punya suami seorang cassanova oppa. Sebulan terakhir dia menikah lagi dengan dua yeoja. Jadi maduku sekarang ada tiga. Dan malam ini, besok dan lusa bukan jatahku.” Terang Yoori.

“MWO? Si Lee Hyukjae itu menikah lagi? Aigoo.. Sudah kubilang kan, jangan menikah dengan suami orang! Walaupun istri pertama Hyukjae itu merestuimu, tapi lihat akibatnya. Hyukjae makin melunjak dan malah menikah lagi.” Oceh Yesung panjang lebar dengan geram.

“Tapi Hyukkie menikah juga atas ijin dariku oppa. Lagipula, Jooeun eonni dan Sora orangnya baik. Kami berempat akur dan akrab. Tak ada masalah. Jadi ya sudah. Hal itu tak usah diributkan lagi.” Lawan Yoori. Dia tak terima keputusannya untuk menikah dengan suami Chunhei, sunbaenya, diprotes oleh oppanya. Dia juga tak terima karena keputusannya mengijinkan suaminya menikah lagi dijadikan bahan cercaan oppanya itu. “Sudahlah. Kau lelah kan oppa? Sebelum istirahat, kau pindahkan dulu Seorin ke kamarnya. Aku akan tidur dengannya malam ini.” Lanjut Yoori sambil melenggang pergi menuju kamar Seorin.

***

“Ya, Seorin. Kau mau tidak berkenalan dengan suamiku? Kau belum pernah bertemu dengannya kan? Gara-gara appamu yang keras kepala itu melarangmu untuk datang ke pernikahan kami. Hh..” Kata Yoori ketika dia dan keponakannya sedang menonton acara musik di televisi.

Seorin tak memperhatikan ucapan ahjummanya itu, dia asik melihat perform Seunghyun ‘FT Island’. Yoori geram mendapati dirinya diacuhkan. Dia lalu mendaratkan satu jitakan di kepala Seorin.

“Kau ini. Kalau orang lain bicara, dengarkan!” Kata Yoori kesal.

Seorin terlihat hampir menangis. “Jumma jahat. Sakit tau.”

“Ne ara ara.. Mianhae.” Kata Yoori cepat begitu melihat genangan air di mata Seorin. “Kau mau menginap di rumahku?” Tawar Yoori.

Seorin terlihat berpikir. “Molla. Aku mau menonton film yang kemarin aku beli. Kurang nyaman kalau menonton di rumah orang lain.” Jawabnya kemudian.

“Aku akan membelikanmu poster jumbo Seunghyun kalau kau mau menginap di rumahku.” Kata Yoori yang diikuti pandangan mata Seorin yang bersinar kegirangan.

“Jeongmal? Ne, aku mau menginap di rumahmu jumma.” Seru Seorin semangat.

Dan keduanya pun sepakat.

“Eomma, aku akan menginap di rumah Yoori ahjumma satu minggu!” Kata Seorin pada eommanya yang sedang memasak.

“Boe? Appa pasti tak akan mengijinkanmu. Kau tahu kan dia tak menyukai adik iparnya.” Kata Boram panik hingga salah memasukkan gula menjadi garam ke masakannya.

“Eonni bilang saja Seorin sudah tidur kalau oppa pulang kerja. Lalu saat sarapan, eonni bilang dia masih tidur. Gampang kan? Oppa tadi pagi bilang dia akan sangat sibuk minggu ini. Jadi aku yakin tak akan ada masalah.” Kata Yoori sambil mencoba masakan Boram dan langsung memuntahkannya. “Asiiinnn..” Katanya sambil mengambil minum.

Boram tampak berpikir. Kampus Seorin lebih dekat dari rumah Yoori. Dia bisa menghemat uang ongkos Seorin. Tapi resikonya juga tak kecil. Jika Yesung tahu Seorin pergi ke rumah Yoori apalagi menginap hingga seminggu, dia yakin jatah bulanannya akan berkurang lebih dari setengah. Padahal dia sedang menginginkan pernak-pernik Chelsea yang dilihatnya di toko milik TrueBlue kenalannya.

“Bilang saja aku menginap di rumah temanku karena ada tugas kelompok kuliah. Ayolah eomma. Aku juga penasaran seperti apa Hyukjae ahjusshi itu.” Rayu Seorin dengan mata kura-kura yang memelas.

“Ya sudah. Tapi kalau ketahuan kalian yang harus tanggung jawab.” Kata Boram kemudian.

“Kyaaa.. Gomawo eomma.. Eonni..” Seru Seorin dan Yoori bersamaan sambil memeluk erat Boram. Dan kejadian Seorin kemarin kembali terulang.

***

Sepuluh hari kemudian

“Appa, tolong ijinkan aku menikah dengan Hyukjae ahjusshi.” Pinta Seorin pada Yesung ketika mereka sedang menonton bersama.

“Mwoya? Hyukjae nugu?” Tanya Yesung tak mengerti.

Seorin langsung memasang wajah seriusnya. “Appa, aku mau jujur sesuatu padamu. Waktu Yoori ahjumma pulang, aku ikut dengannya dan menginap di rumahnya selama seminggu. Aku berkenalan dengan Hyukjae ahjusshi, dan sudah kuputuskan aku akan menjadi istri kelima dia.”

Prang.. Satu gelas pecah.

Blopp.. Sekotak es krim jatuh.

“Wa.. Waeyo?” Tanya Boram tak percaya mendengar apa yang dikatakan putrinya. Gelas air minum untuk suaminya dan es krim untuk Seorin dan Jino kini berserakan di lantai. Boram terlihat syok.

“Aku juga tak mengerti dengan ucapan Seorin.” Kata Yesung begitu melihat keterkejutan istrinya.

Boram tak mendengar ucapan suaminya. Dia menatap Seorin dengan tatapan nanar. Bulir-bulir air mata sudah menggenang di pelupuk matanya. “Kenapa kau bilang kalau kau pergi menginap di rumah Yoori? Huwee.. Uang belanja pasti dipotong dan eomma tak akan bisa membeli pernak-pernik Chelsea yang eomma mau..” Kata Boram kemudian.

Yesung membelalak kaget. “Ya. Kim Boram! Neo..” Panggil Yesung setengah marah.

Boram langsung menghampiri Yesung dan memohon untuk dimaafkan. “Mianhae yeobo. Aku tak bermaksud merahasiakan hal itu darimu. Seorin dan Yoori begitu memohon padaku. Aku tak tega. Lagipula rumah Yoori lebih dekat dengan kampus Seorin, jadi kupikir kita bisa menghemat uang transport dia.” Jelas Boram cepat begitu sadar suaminya marah. Sambil berurai air mata dia berlutut di kaki Yesung.

Yesung tak tega melihat istrinya. Akhirnya Yesung membatalkan marah dia. Tapi Yesung memberikan hukuman yang lebih kejam untuk istrinya itu. Boram dilarang menonton tiga pertandingan Chelsea di televisi atau streaming. Yesung sudah memutuskan, walaupun Boram menangis histeris karena hukumannya itu Yesung tak peduli.

“Yeobo, jebal. Jangan kau siksa aku seperti ini. Petr Cech pasti sedih kalau aku tak melihat pertandingannya.” Mohon Boram masih tetap dengan berurai air mata.

“Eomma gwenchana? Jino tak ingin lihat eomma menangis seperti ini. Cup.. Cup.. Eomma.” Hibur Jino sambil mengelus rambut eommanya itu.

“Sekarang jelaskan pada appa! Mengapa kamu tiba-tiba ingin menikah dengan Hyukjae? Apa kau sudah jadi korban dia?” Interogasi Yesung pada Seorin. Yesung mengacuhkan Boram yang masih berusaha dihibur Jino.

Seorin menggeleng. “Aku jarang bertemu dengannya saat menginap. Yoori ahjumma dan madu-madunya yang memintaku untuk menjadi istri kelima Hyukjae ahjusshi. Seminggu bersama mereka, aku merasa kami sudah sangat kompak. Bahkan kami sudah membuat nama Jewelie. Aku pikir akan menyenangkan jika tinggal bersama mereka, tapi apa kata tetangga jika aku tinggal disana tanpa ikatan dengan si kepala keluarga? Makanya aku setuju ajakan istri-istri Hyukjae ahjusshi untuk menjadi istri kelima suami mereka.” Terang Seorin panjang lebar.

Mata Yesung membelalak bulat, sebulat yang mampu dibulatkan matanya. Dia sulit untuk bicara. Yesung sangat tak mengerti jalan pikiran putrinya itu. Menikah dengan namja yang tak dicintainya, dan merupakan suami dari ahjummanya sendiri. Hati appa mana yang tidak merasa sedih mendengar hal itu?

“K.. Kau tau Kim Do Jin? Itu nama asli Won Bin, aktor terkenal. Dia tampan. Kau menikah dengannya saja..” Tawar Yesung.

“Yeobo, dia appaku. Appa mertuamu. Hiks..” Kata Boram disela isak.

Yesung menggaruk kepalanya yang tak gatal. “Ah, jinjja. Aku lupa. Choi Siwon, kau tahu kan? Dia tampan sekali. Dengan dia saja.” Yesung mencoba menawar lagi.

Jino menatap ke arah appanya dan menggeleng pelan sambil berdecak. “Appa, dia itu appanya appa. Nae haraboji.” Kata Jino. Tangannya masih setia mengelus rambut Boram.

“Jeongmal? Aish, nugu?” Tanyanya pada diri sendiri. Dia memasang pose berpikir. Mencoba mencari nama namja yang kira-kira bisa dia tawarkan. “Ryuzaki? Aish, dia hanya tokoh fiktif. Tak mungkin juga aku menikahkan Seorin dengan Kenichi Matsuyama, dia tak kenal aku. Sungmin? Dia pacar anakku dari istri yang lain. Ryeowook? Aish, kasihan dia kalau punya istri Seorin. Hah, kenapa aku tak bisa menemukan satu nama pun? Nugu?”

“Aku beri appa tiga pilihan. Menikahkan aku dengan Hyukjae ahjusshi, menikahkan aku dengan Seunghyun member FT Island, atau appa tak akan pernah menikahkan aku.” Kata Seorin kencang kemudian pergi ke kamarnya.

“Ya ya ya Ya YA.. KIM SEORIN, KEMBALI !!!” Teriak Yesung kencang membuat airmata Boram berhenti karena kaget.

***

Ribuan kali Yesung berpikir. Ratusan kali Seorin menolak tawaran-tawaran yang Yesung berikan.

“Hyukjae ahjusshi, Seunghyun atau aku tidak akan menikah sama sekali.” Jawab Seorin setiap Yesung menawarkan opsi-opsi.

“YA! Kim Seorin! Kenapa jadi appa yang harus mengikuti keinginan kamu?” Tanya Yesung frustasi.

“Sudahlah yeobo. Mungkin uri Seorin memang berjodoh dengan Hyukjae. Kau tak mungkin menikahkan dia dengan Seunghyun. Kau saja tak tahu FT Island. Dan apa kau tega membiarkan Seorin menjadi perawan tua? Aku tentu saja tak ingin hal itu.” Kata Boram.

“Jino juga senang kalau Hyukjae ahjusshi jadi hyung Jino. Asal Seorin noona bahagia, Jino juga bahagia.” Jino ikut nimbrung. Padahal dia sama sekali tak mengerti apa yang dibicarakan oleh orang-orang di sekitarnya.

Akhirnya Yesung memutuskan untuk bertapa di Bukanshan. Dan pulang setelah tiga hari. Yesung lalu mencari informasi tentang Seunghyun. Dia lebih baik menyerahkan putrinya kepada namja single daripada namja dengan empat istri. Sepanjang hari dia berada di depan laptopnya. Membuka yahoo, google, daum dan web browser yang lain untuk mencari tahu tentang Seunghyun. Yesung kemudian tahu kenyataannya kalau dia tak mungkin merelakan Seorin dengan Seunghyun yang seorang anggota band yang baru berumur 18 tahun. Tidak mungkin dia menyerahkan Seorin pada seorang bocah yang tak dikenalnya.

Setelah menganalisis semua kemungkinan dan mendapat jawaban, Yesung mengundang Yoori berikut suami dan madu-madunya. Dan dimulailah rapat hasil tapa Yesung selama tiga hari dan analisa terhadap Seunghyun. Mereka menjadikan meja makan sebagai tempat rapat. Yesung duduk di kursi utama berseberangan dengan Hyukjae. Boram dan Seorin duduk di samping Yesung. Sedang Yoori dan Chunhei, istri tua Hyukjae duduk sejajar dengan Seorin. Dan istri Hyukjae yang lain, Jooeun dan Sora, duduk sejajar dengan Boram. Sebenarnya Yesung tak mengijinkan Jino untuk rapat orang dewasa dan karena kursinya tak ada yang kosong, tapi Jino merengek dan mengancam akan membuang Ddangkoming. Yesung takluk dengan ancaman putranya yang baru berusia 5 tahun itu. Jadi Jino ikut rapat itu di atas pangkuan Boram.

“Baiklah. Sebelumnya aku ingin mengatakan maaf kepada keluargaku karena aku tak mampu menjadi kepala keluarga yang baik. Seharusnya aku bisa tegas pada putriku sendiri, seharusnya aku bisa memberikan masa depan yang lebih baik baginya. Tapi Seorin sudah memutuskan masa depannya sendiri. Dan aku sebagai appanya tak sanggup untuk melarangnya. Jadi, aku sebagai appa sekaligus wali dari Seorin dengan dekrit Kim nomor sekian memutuskan mengijinkan Kim Seorin untuk menikah dengan Lee Hyukjae. Sekian.” Kata Yesung. Dia kemudian menangis. Merelakan putri satu-satunya menikah dengan suami yeodongsaengnya.

“Kyaa.. Hore.. Asik.. Akhirnya..” Seru seluruh yeoja yang ada di ruangan makan. Mereka langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjingkrak ria. Yoori dan Sora langsung pergi ke ruang tamu, mengambil perlengkapan pesta yang mereka beli sebelum datang ke rumah Yesung. Mereka tahu akan ada pesta. Yoori memasangkan topi pesta ke semua orang yang ada di ruang makan, dan Sora membagikan terompet. Mereka bersorak ria. Bahkan Hyukjae mempertontonkan dancenya di depan seluruh penghuni rumah. Jino ikut-ikutan gila dengan loncat-loncat di atas meja makan. Boram dan Seorin berdansa diiringi tiupan terompet dari Chunhei dan Jooeun.

Yesung menangis makin kencang melihat kelakuan semua orang dihadapannya. Dia kemudian pergi ke kamar, menemui tiga kura-kuranya. “Ddangko brothers, aku gagal sebagai kepala keluarga, sebagai appa, juga sebagai namja. Huhuhu..” Curhatnya sambil terus menangis.

***

 

Epilog

Yesung menatap getir setiap orang yang berlalu di hadapannya sambil mengucapkan selamat. Dia memang tersenyum, tapi hatinya masih tetap bersedih. Yesung melihat ke samping, Boram, Jino, Chunhei, Yoori, Jooeun, dan Sora terlihat ceria menyambut orang-orang yang memberikan selamat pada mereka. Apalagi orang disamping mereka, Hyukjae dan Seorin. Mereka merupakan orang yang paling memancarkan kebahagiaan di dalam gedung itu. Meski masih belum sepenuhnya merestui, Yesung sudah menyerahkan Seorin pada Hyukjae. Yesung yakin putrinya akan bahagia dengan namja yang dipilih oleh putrinya itu.

-end-

 

Akhirnya, aku bisa bikin fanfic dengan keikutserrtaan keluarga aneh aku. Sebenernya ini semua belum masuk, kekeke.. mungkin di fanfic selanjutnya. J

Advertisements

4 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s