(Short Story) Change of Heart [1]

Standard

Change of Heart[1]

Author : Asuchi

Cast :

*) Choi Siwon [Super Junior]

*) Lee Donghae [Super Junior]

*) Yoo Haewon [OC]

Other Cast :

*) Kim Boram [OC]

*) Kim Bitna [OC]

*) Yesung/Kim Jongwoon [Super Junior]

*) Lee Sungmin [Super Junior]

*) Kim Kibum [Super Junior]

Genre : AU, Romance

a/n : ini ff paling pertama yg aku bikin, kekeke~~ tapi endingnya lama banget beres gara2 gak pinter bikin jalan ceita. Happy reading ^^

 

Apa yang terjadi padaku? Mengapa bayangannya selalu muncul. Bahkan ketika aku sedang mengkhayalkan Siwon, justru wajahnya yang muncul di pikiranku. Sudah gilakah aku? Hanya karena namja itu sekarang aku tak bisa menghentikan pikiran ini.

Siwonnie, jagiya, mianhae. Aku tak pernah berniat seperti ini. Tapi aku tak bisa mengendalikan pikiranku sendiri. Aku yakin itu hanya perasaan sesaat. Aku yakin tak lama lagi aku tak akan seperti ini. Cepatlah kau pulang, agar aku bisa memelukmu dan meyakinkan diriku kau memang segalanya untukku. Hatiku ini memang untukmu.

“Bogoshippo jagiya.” Aku berbicara setengah berteriak sambil membenamkan diri ke boneka kuda laut yang sedang kupegang.

Sudah lima hari aku tak bertemu pacarku, Choi Siwon. Dia sedang menemani orang tuanya ke Paris. Ada kerabat mereka yang menikah di sana. Pernikahannya sudah dilangsungkan tiga hari yang lalu tapi dia menemani eommanya jalan-jalan. Dan rencananya mereka akan pulang lusa.

Orang itu, orang yang sedang mengganggu pikiranku adalah.. Aish, dia itu pengganggu.

-o0o-

Flashback

 

Siwon datang menjemputku untuk berangkat ke kampus bersama. Seperti biasa, pangeranku selalu terlihat tampan.

“Jagi, sore ini Boram mengajak kita nonton pertandingan sepak bola. Tepatnya memaksa. Kau tau kan kapten tim sepak bola kita itu siapa.” Terangku pada Siwon ketika kami dalam perjalanan.

Siwon mengangguk, matanya tetap fokus melihat jalan. “Yesung hyung. Siapa lagi. Jam berapa? Sore ini aku ada kelas. Aku tak bisa bolos. Kau tau lusa aku mau pergi seminggu.” Jawabnya.

“Pertandingannya mulai jam tiga jagi. Kau ada kelas jam empat kan?” Tanyaku.

Dia mengangguk lagi. “Kalau begitu aku temani kau satu babak saja. Tak apa kan?”

Aku tersenyum senang. “Ne, gwenchana. Gomapta.”

 

Sorenya…

Waktu masih menunjukkan pukul setengah tiga begitu kami tiba di lapangan. Ini karena Boram terus merengek ingin melihat Yesung oppa pemanasan sebelum pertandingan. Kami memilih tempat duduk yang teduh. Kata Boram, tim kampus kami akan melakukan pertandingan persahabatan dengan tim dari kampus lain. Tapi dia lupa nama kampus lain itu, dasar pikun!

Saat kami tiba di lapangan, tim lawan juga sedang melakukan stretching di pinggir lapangan yang lain. Aku tak bisa melihat mereka karena terlalu jauh. Tak masalah. Aku juga tak mengerti tentang sepak bola. Yang aku tahu hanya menonton. Dan aku berada di sini murni karena Boram.

-o0o-

Author PoV

Pukul tiga kurang lima menit semua pemain dari kedua tim sudah bersiap di tempatnya masing-masing. Yesung dan kapten tim lawan menghampiri wasit. Mereka sedang mengundi siapa yang akan melakukan kick off lebih dulu. Wasit melemparkan koin lalu meletakkannya di punggung tangan, mereka melihat posisi koin tersebut. Tim Yesung yang mendapatkan kesempatan untuk melakukan kick off pertama. Yesung berlari ke posisinya sebagai gelandang kiri, begitupun kapten dari tim lain yang berposisi sebagai kiper.

Wasit meniupkan peluit pertama tanda kick off dimulai. Suara riuh penonton langsung terdengar. Ini memang pertandingan kecil tim antar universitas, tapi penonton tetap saja banyak.

Seorang striker dan target man dari SU FC (Seoul University Football Club) *ngarang bgt gue bikin namanya* melakukan serangan dengan taktik one-two. Mereka berlari ke daerah pertahanan lawan dengan menghindari beberapa pemain yang menghadang. Kedua orang ini adalah Sungmin dan Kibum. Skill individu mereka terkenal paling baik di SU FC. Beberapa pemain tim lawan melakukan tackling untuk menghentikan serangan kedua bintang itu, tapi mereka bisa menghindarinya. Tak lama mereka sudah beberapa meter di depan mulut gawang. Pemain belakang lawan segera merapatkan diri, beberapa pemain tengah ikut mundur menjaga pertahanan mereka.

Sungmin melirik Kibum, Kibum mengerlingkan matanya menunjuk pada Yesung yang mengikuti lari mereka di belakang. Pemain belakang lawan terlalu fokus pada keduanya dan beberapa pemain SU FC yang lain, posisi Yesung bebas. Tak ada yang menjaga. Sungmin mengoper keras bola di kakinya pada Yesung. Yesung yang melihat sedikit celah langsung melakukan tendangan ke arah gawang.

Penonton Sunyi. Tapi kemudian suara yang lebih riuh membahana di lapangan. Komentator pertandingan berteriak dengan keras di speaker. “GOOOLLLL… TENDANGAN FIRST TOUCH SANG KAPTEN BERSARANG DENGAN MULUS DI GAWANG LAWAN. Satu kosong untuk SU FC di menit ke-17.”

Gol itu satu-satunya gol yang tercipta di babak pertama.

-o0o-

Haewon PoV

Aku benar-benar tak mengerti ucapan komentator. Aku buta pengetahuan soal sepak bola. Tapi ketika gol terjadi aku berteriak girang. Saat hampir kebobolan aku was-was. Ketika bola yang ditendang tim kami tak jadi gol, aku ikut kecewa.

“Jagi, aku pergi sekarang ya. Sebentar lagi masuk kelas. Nanti kita pulang bareng. Kau tunggu saja.” Ucap Siwon sambil beranjak dari duduknya. Dia mengecup pipiku sekilas sebelum pergi.

“Ya, Boram. Bilang pada Yesung sisi kiri lawan itu agak lemah. Coba dia serang dari sana.” Ucap Bit Na pada Boram.

Boram mengambil ponselnya, menekan speed dial 3. “Tak aktif.”

“Bukannya kau bilang kalau selama pertandingan dilarang mengaktifkan ponsel.” Tanyaku pada Boram. Tadi sebelum pertandingan dia sempat mengeluh karena dia tak bisa menghubungi Yesung oppa.

“Aku lupa.” Jawab Boram polos.

Bit Na menggetok pelan kepala Boram, “kau ini.”

Boram mengusap kepalanya. “Kau juga sama saja. Kau yang menyuruhku memberi saran pada Yesung oppa.” Protesnya.

Selama waktu istirahat, aku bertanya pada Bit Na beberapa hal yang tak aku mengerti di sepak bola. Tapi kadang yang menjawab pertanyaanku adalah Boram. Dia memang mendadak menyukai sepak bola semenjak pacaran dengan si kapten tim. Ingatannya cukup bagus untuk mengingat hal seperti itu, tapi untuk hal lain dia sangat payah.

Kick off babak kedua dimulai. Aku sudah tak bisa mengajak kedua sahabatku bicara banyak. Bit Na tak peduli pada hal lain ketika menonton pertandingan seperti ini, dan Boram konsentrasi memandang kemanapun sosok namjachingunya pergi.

Sepanjang pertandingan SU FC mendapat perlawanan sengit dari IU FC (Incheon University Football Club) *yg ini gue juga ngarang*. Menit 68 IU FC menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

“Tendangan voli pemain bernomor punggung sepuluh itu bagus. Aish, tapi gara-gara dia kita jadi kembali ke awal.” Keluh Bit Na sesaat setelah gol tersebut tercipta.

“Ya, apa itu tendangan voli?” Tanyaku pada kedua sahabatku, tapi tak ada yang menjawab. Mereka kembali sibuk dengan urusan masing-masing. Aku mendengus kesal.

Menit ke-87 lewat serangan yang dilancarkan Yesung oppa dari sisi kiri membuahkan hasil gemilang. Sungmin oppa yang menerima umpan dari Yesung oppa membuat gol dengan tendangan yang cukup keras. Itu gol terakhir yang mampu dibuat kedua tim.

“Aku pergi duluan ya. Ada latihan taekwondo.” Pamit Bit Na. “Boram, bilang pada Yesung. Pertandingannya cukup menarik, tapi lain kali buat lebih banyak gol.” Pesannya sebelum dia benar-benar menghilang di antara kerumunan orang yang juga beringsut pergi dari bangku penonton.

Aku dan Boram tetap di tempat. Yah, tak ada hal lain yang akan aku kerjakan. Hanya menghabiskan waktu menunggu Siwon selesai dengan kuliahnya.

“Haewon, ayo kita turun. Aku ingin memberikan selamat pada oppa.” Ajak Boram setelah tak banyak orang di sekitar kami.

Aku menggeleng. “Aku tunggu kalian disini saja. Disana pasti bau keringat.” Jawabku.

Boram berusaha merayuku. Dia tak ingin aku sendirian disini. Tapi aku tetap menolak. Dia akhirnya menyerah. Membiarkanku tetap di tempatku, dan berjanji akan segera kembali. Aku mengangguk. Setelah itu dia menuruni tangga dan menghampiri Yesung oppa. Aku tak bisa melihat mereka karena terhalang atap bench pemain tempat Yesung oppa berada.

Ketika aku sedang melamun memandang lapangan yang telah kosong, aku merasa seseorang dari sisi lapangan sedang memperhatikanku. Ku edarkan pandangan mencari pelakunya. Tapi tak ada.

Aku mengambil ipod dari dalam tas. Memasangkan headsetnya di kedua telingaku. Mendengarkan lagu sambil menunggu Boram kembali.

Tak lama seseorang menepuk pundakku, aku menoleh ke arahnya. Kupikir dia Boram, ternyata bukan. Namja yang asing bagiku. Dia duduk di sampingku.

Dia bicara sesuatu tapi aku tak tahu apa yang diucapkannya. “Ye?” Tanyaku. Dia menunjuk ke arah telinganya, memberi isyarat. “Oh, mianhae.” Ucapku sambil membuka kedua headset dari telingaku. “Nuguseyo?” Tanyaku lagi padanya.

Dia tersenyum.

Serr.. Aku merasa darahku berdesir begitu melihat senyumannya.

“Boleh kita kenalan?” Tanyanya tanpa basa-basi. Kepalaku merefleksikan jawabanku. Aku mengangguk pelan. “Choneun Lee Donghae imnida.” Ucapnya mengenalkan diri.

“Yoo Haewon imnida.” Balasku.

“Kau tau siapa aku?” Tanyanya sok percaya diri.

‘Tentu saja aku tak mengenalmu.’ Jawabku dalam hati. Aku baru saja melihat dia. Aku menggeleng pelan.

“Aku pemain nomor sepuluh dari IU FC.” Terangnya.

“Aah.. Kau yang membuat gol tadi? Teman-temanku bilang itu gol yang sangat bagus.”

Dia mengerutkan dahi. “Teman-temanmu? Kamu tidak?” Tanyanya. Ada ketidakpuasan terlihat dari wajahnya.

Aku buru-buru menjelaskan padanya. “Mianhae. Aku tak terlalu mengerti tentang sepak bola. Aku juga tak terlalu bisa memilih mana gol yang hebat dan mana yang tidak karena bagiku setiap orang yang bisa mencetak gol itu hebat. Aku bilang mereka sebagai acuan karena teman-temanku pecinta sepak bola. Jadi kalau mereka bilang bagus, berarti benar-benar bagus.” Terangku panjang lebar. Dan hampir kehabisan nafas saat menjelaskan.

Dia, namja yang bernama Lee Donghae itu, tertawa keras mendengar penjelasanku. Aku memajukan bibirku mendengar gelak tawanya. Tersinggung.

“Hahaha.. Mianhae. Aku tadi bercanda. Tapi rupanya kau menanggapinya dengan serius.” Ucapnya. Masih ada sisa tawa di ucapannya. “Ternyata benar, kau menarik.” Ucapnya lagi.

Entah mengapa, ucapannya barusan membuat pipiku panas. ‘Kenapa kau jadi malu begini Haewon?’ Tanyaku dalam hati. Aku memalingkan wajahku, memandang lapangan. Berusaha menyembunyikan pipiku yang aku yakin sedang bersemu merah.

Setelah itu kami ngobrol. Dia pandai mengendalikan suasana dan membuatku tak bosan. Kami sempat bertukar nomor ponsel sebelum Boram dan Yesung oppa menghampiri kami.

“Ya. Lee Donghae. Tendanganmu tadi bagus sekali. Lain kali kalau kita berhadapan lagi, aku pasti akan menyuruh pemain belakang mengawasimu.” Ucap Yesung oppa pada Donghae.

Donghae tersipu dipuji seperti itu. “Gomawo hyung. Suatu kebanggaan dipuji oleh kapten tim sehebat hyung. Tadi tendangan first time hyung juga keren.” Jawab Donghae balik memuji.

“Ya. Nuguseyo?” Tanya Boram setengah berbisik padaku. Dia memandang ke arah Donghae yang sedang saling memuji dengan Yesung oppa.

“Dia anggota tim lawan yang tadi mencetak gol. Kau lupa?” Terangku.

Boram kembali melihat ke arah Donghae. “Aku tak melihat jelas wajahnya tadi. Aish, sepertinya aku harus segera mengganti kacamataku.”

“Padahal tadi kau puji gol dia.”

 

End Flashback

-o0o-

Lusa. Tak lama lagi dia pulang. Aku menutup mataku, membayangkan Siwon pulang dengan senyumannya. Tapi kembali sosok Donghae yang justru muncul. Donghae dengan senyuman yang membuat jantungku memacu darah dengan cepat saat pertama kali melihatnya juga saat ini, membayangkan senyumannya saja membuat jantungku bekerja tak normal. Aku memukul kepalaku dengan boneka kuda laut yang sedang kupegang.

“Haewon babo!” Ucapku marah pada diri sendiri.

Ponselku bergetar. Ada telepon masuk. Aku melihat ID si penelepon.

Lee Donghae

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s