(Ficlet) “Galau” 1st Episode

Standard

‘Galau’’ !st Episode

Author : Asuchi

Cast :

*) Kim Boram [OC]

*) Yesung/Kim Jongwoon [Super Junior]

*) Song Hanji [OC]

Genre : AU, Angst, Romance

a/n : galau galau galau… aku keinget masa lalu, dicampur sedikit fantasi plus sedikit kejadian lalu muncul ini fanfic gaje. Full of galau… kalo gak suka mending mundur duluan.. happy reading ^^

“Oppa.”

“Wae?”

“Apa kau pernah berpikir bisa mencintai orang lain selain aku? Apa kau pernah berpikir bisa membagi hatimu pada yeoja lain yang bukan sahabat atau keluargamu?”

“Pertanyaanmu itu aneh sekali. Kau tahu aku seperti apa. Aku tak akan pernah melakukan hal yang menyakiti hatimu seperti itu. Aku berjanji hanya ada kamu, dan selalu hanya kamu.”

“Gomawo oppa. Aku juga berjanji hanya pada oppa aku menyerahkan cinta ini.”

***

Boram menatap sedih sebuah foto yang dipegangnya. Dia ingin sekali marah, tapi rasa sedihnya mengalahkan kemarahan di dalam dirinya.

“Wae?” Tanyanya pada sosok di foto itu. Air matanya perlahan membasahi pelupuk mataya, membuat sungai kecil di kedua pipinya itu.

“Boram…”

Seseorang memanggil nama Boram. Tapi yang dipanggil tidak merespon apapun. Dia tetap menangis sambil menatap foto yang dipegangnya.

Yesung masuk ke dalam kamar tempat Boram menangis. Dia kemudian menghampiri Boram dan memeluknya. Boram terisak hebat di pelukan Yesung. Tak ada kata-kata yang keluar dari mulut keduanya. Boram terus menangis dan Yesung terus memeluk Boram. Dia menunggu, menunggu Boram menjadi lebih tenang. Yesung baru melepaskan pelukannya setelah Boram berhenti menangis.

“Janjimu, apa sekarang kau akan mengingkarinya?” Tanya Boram begitu dia  sudah tenang. Isakan terkadang masih terdengar, tapi Boram sudah berhenti menangis.

Yesung menggeleng.

“Andwae. Aku sudah berjanji padamu kalau hanya akan ada kamu, dan aku tak pernah berniat untuk mengingkarinya.” Jawab Yesung.

“Tapi dia sangat mencintaimu. Dia mencintaimu sepertiku.” Kata Boram lagi. Dia hanya menunduk. Tak sanggup untuk menatap orang yang ada di hadapannya.

Yesung merengkuh kedua pipi Boram, menegakkan kepala Boram. Yesung menatap lekat mata Boram. Dan mau tidak mau mata keduanya saling bertemu.

“Apa kau ingin aku bersamanya? Mencintai dia seperti aku mencintaimu. Memperlakukan dia seperti aku memperlakukanmu. Apa kau mau aku mengingkari janjiku?”  Tanya Yesung.

Boram menggeleng. “Shirreo.” Jawab Boram pelan. “Aku tak pernah bisa membayangkan jika aku harus berbagi cintamu bahkan pada sahabatku sendiri. aku tidak bisa menjadi seseorang seperti adikmu yang sanggup berbagi cinta. Aku tidak bisa melihat oppa mencintai orang lain. Aku tak akan pernah sanggup. Mungkin aku akan memilih tak ada di dunia ini jika itu terjadi.” Lanjutnya. Air matanya kembali merebak. Dia histeris.

Yesung langsung memeluk lagi Boram.

“Begitu pula aku. Aku tak sanggup membayangkan harus mencintai orang lain seperti dirimu. Aku tak bisa membayangkan menyakiti hatimu seperti itu. Tak akan pernah sanggup. Aku lebih baik mati daripada harus menyakitimu seperti itu.” Kata Yesung sambil terus memeluk erat tubuh Boram.

Yesung kemudian melonggarkan pelukannya, bibirnya menyapu sekilas bibir Boram.  Setelah itu dia memeluk lagi Boram. “Kajima. Aku janji aku akan ada hanya untukmu. Tak akan pernah ada yang lain.”

***
Hanji menangis sambil berlutut di hadapan Boram.

Boram bergeming. Dia tidak menanggapi apapun yang sudah diucapkan sahabatnya itu. Boram jelas tidak percaya dengan apa yang beberapa saat lalu didengarnya dari mulut sahabatnya.

Aku mencintai suamimu. Mianhae. Aku selalu berusaha menghilangkan rasa ini, tapi tidak pernah bisa. Aku mencintainya seperti kau mencintainya. Aku mencintainya sebesar kau mencintainya. Aku seperti kamu yang bisa melakukan apapun untuknya. Aku seperi kamu yang selalu ingin berada di dekatnya, selalu bersamanya.

Boram diam. Tapi kemudian kakinya melangkah dengan kaku menuju pintu keluar. Dia meninggalkan Hanji yang masih menangis dan berlutut di lantai rumahnya.

Boram berjalan, berjalan kemudian berlari. Dia berlari sekencang kakinya mampu berlari. Dia terus berlari sampai kakinya tak sanggup lagi digerakkan. Boram ambruk begitu tenaganya habis dipakai berlari. Dia tak peduli pandangan orang-orang yang berlalu lalang di dekatnya. Dia tak peduli pada bisik-bisik orang-orang itu. Boram tertawa sepuas dia kemudian menangis.

***

Cinta tak pernah peduli. Cinta tak pernah bisa mengerti posisi. Cinta hanya mengalir seperti air, kemudian bermuara begitu menemukan tempat yang sesuai. Tak peduli tempat itu pantas atau tidak.

Cinta tak pernah memandang usia, kedudukan atau apa saja.

Cinta, bukanlah sebuah logika yang bisa dikendalikan dengan otak manusia. Cinta sesuatu yang tak kasat mata, tak bisa disentuh tapi mampu menyentuh tempat terdalam di diri manusia.

Cinta bisa tumbuh bahkan di tempat yang tidak seharusnya. Cinta…

aku cinta makhluk ini dan kadang ingin memonopolinya…

***

Aku tahu kau mencintai dia yang aku cintai. Aku tahu kau sama sepertiku. Aku tahu kau juga ingin mendapatkan posisi sepertiku.

Bilang saja kalau aku egois. Bilang saja kalau aku tidak punya hati. Tapi aku tak sanggup kalau kau harus mendapatkan tempat yang sama di hatinya. Aku tak sanggup melihatnya menatapmu sama sepertiku. Aku tak bisa jika harus berbagi suami denganmu. Walau aku tahu perasaanmu sama sepertiku. Walau aku tahu sakit yang kau rasa sangat besar. Tapi aku tak pernah sanggup meski kau sahabat terbaikku.

Mianhae…. Aku hanya ingin suamiku mencintaiku seorang. Mencintaiku seutuhnya.

Mianhae…. Aku bukan sahabat yang baik. Aku bukan sahabat yang pantas dibilang sahabat. Mianhae karena aku tak sanggup memberikan kebahagiaan padamu. Padahal aku yang menggenggam kebahagiaanmu itu.

Mianhae….

­-end-

Advertisements

One response »

  1. Pingback: (One Shot) “Galau” 2nd Episode « Everything I Love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s