(Songfic) Masih Ada

Standard

Masih Ada

Author : Asuchi

Cast :

*) Kim Heechul  [Super Junior]

*) Tan Hangeng

Genre : Angst, Friendship, Songfic

a/n : aku nangis pas bikin *guling2* cinta sama HanChul couple TT …mian kalo keliatan kaya yaoi tapi ini bukan yaoi… happy reading ^^

 

 

Ada bayanganmu di mataku. Dan senyummu membuatku rindu.

Berapa lama kita tak saling bertatap muka sejak saat itu? Aku lupa.Tepatnya aku tak ingin mengingatnya. Aku tak ingin mengingat begitu banyak waktu yang sudah aku lewati tanpa dirimu. Walau pun ragamu tak lagi ada di sampingku, kau tak akan pernah aku lupa. Setiap detik yang berjalan dalam hidupku selalu diiringi ingatanku tentangmu.Tapi aku merindukanmu, Selalu merindukan sosokmu.

Bagaimana caranya oh sayangku.Ku ingin jumpa dengan kamu.Bagaimana caranya.

Kau yang menemaniku saat ini hanyalah sebuah ingatan.Yang tak bisa kusentuh.Tak bias kupeluk. Tak bisa kurengkuh. Jarak yang memisahkan kita tak sejauh kutub utara dan selatan. Bisa dicapai hanya seperempat hari.Tapi kita bagaikan sedang mendaki gunung Himalaya dari arah yang berbeda tanpa kompas, sulit untuk bersua. Padahal ingin sekali tangan ini menyentuh kulitmu yang lembut, memelukmu dengan erat. Mata ini ingin memuaskan hasrat untuk memandangmu. Lidah ini ingin merasakan masakan paling enak yang dibuat oleh tanganmu itu. Kapan kita bisa seperti dulu?

Aku yakin di antara kita. Masih ada cinta yang membara.

Saat ini memang raga kita terpisah jauh. Tapi kita ini sudah satu jiwa. Walau berkilo-kilo meter jarak memisahkan kita. Aku yakin perasaanmu terhadapku masih sama seperti dulu, sama seperti perasaanku padamu. Aku yakin perpisahan raga kita tak bisa memisahkan hati kita. Selamanya kita akan tetap terikat oleh tali tak kasat mata. Tali cinta yang tak terhalang jarak, ruang dan waktu.

Bagaimana caranya oh kasihku. Ku ingin juga kau mengerti. Bagaimana caranya.

Tapi bisakah kau mengerti bagaimana aku kini? Seperti apa aku tanpamu di sisiku. Aku mungkin bias tertawa di depan banyak orang. Aku bias berpura-pura semuanya sudah baik-baik saja. Tapi aku tak bisa selalu berpura-pura. Ranjang yang kau tinggalkan tak pernah terasa hangat lagi karena tak ada yang menidurinya. Dan apa kau tahu airmataku tak bisa tertahan setiap memandang ranjang kosong itu? Dan saat aku membuka mata, aku membuka mata tanpa panggilan khas darimu. Pernahkah kau membayangkan betapa aku sangat merindukan ‘beijing fried rice’ buatanmu, hanya buatanmu. Aku merindukan setiap senyum yang terhias di wajahmu saat kau menyendokkan nasi buatanmu itu kemulutku. Aku merindukan setiap kebersamaan kita yang lalu. Yang kini tak bisa kita lakukan.

Haruskah kuteteskan air mata di pipi.

Apa harus aku jelaskan padamu sehancur apa hati dan raga ini saat kau pergi tanpa pesan?  Apa harus aku ucapkan padamu betapa aku setiap malam tersiksa karena mimpi buruk tentangmu. Haruskah aku menampung airmataku dan memperlihatkannya padamu agar kau tahu kalau aku menjadi makhluk tercengeng saat kau meninggalkanku? Haruskah aku bilang padamu bahwa aku tak lagi jadi manusia seutuhnya karena kau membawa pergi sebagian jiwa yang sudahku berikan padamu?

Haruskah kucurahkan s’gala isi di hati.

Aku lelah. Sangat lelah. Aku lelah karena rasa kehilangan ini tak pernah berkurang. Aku lelah karena aku kini tak tahu apa kau mengerti aku. Aku merasa ditinggalkan. Aku merasa sendirian. Kau tahu mereka memang mencintaiku. Berusaha membuatku semangat dan bangkit. Tapi tetap saja, aku merindukanmu. Aku menginginkanmu kembali ke sampingku.

Oh haruskah kau kupeluk dan tak kulepas lagi. Agar tiada pernah ada kata berpisah.

Cinta kita, tali pengikat tak kasat mata kita, ternyata tak cukup untukku. Ingin rasanya aku memasangkan borgol di tanganmu dan tanganku lalu kuncinya aku buang ke tengah lautan. Agar tak ada lagi yang memisahkan kita. Agar tak akan lagi aku merasa kesepian tanpamu. Agar tak pernah lagi aku merindukanmu. Ingin aku memasang lem perekat untuk kita agar tak pernah lagi kita berpisah. Karena aku ingin selalu bersamamu. Ingin terus bersamamu. Sampai kita tua. Sampai keriput menghias di wajah kita. Sampai tongkat membantu langkah kita. Sampai kita menutup mata. Selamanya..

Lupakanlah cerita kelabu. Kita susun lagi langkah baru.

Tapi takdir adalah takdir. Meski aku tak percayaTuhan, tapi kenyataannya kau tak lagi disini. Tak bersamaku. Setidaknya saat ini. Siapa yang akan tahu masa depan? Bisa saja kita kembali bersama,  walaupun kau selalu bilang itu sulit.Bagiku, sulit bukan berarti tak mungkin. Kita bisa bersama jika kita mau. Tak perlu aku memaksamu. Karena aku yakin suatu saat nanti kau pasti akan dating sendiri,  dengan senyuman itu. Aku sangat yakin. Karena ikatan kita tak akan pernah putus. Kini kau kembali menggunakan nama aslimu. Kini kau tinggal di tanah kelahiranmu. Kini kau menggunakan bahasa ibumu setiap waktu. Kini kau berjuang sendiri tanpa aku 0dan ke-13 keluargamu yang lain. Kini tak ada embel-embel dua kata di belakang namamu. Tapi ingatlah, sampai kapanpun, dua kata itu akan selalu ada di dirimu. Sampai kapanpun, dimanapun kau berada, bagaimanapun keadaanmu kini, kau tetap bagian dari kami. Kau keluarga kami. Kau tetap salah satu dari lima belas bintang yang menerangi para ELF.

Aku marah, aku sakit hati, aku terpuruk, aku kecewa, aku tersiksa karena kepergianmu. Tapi kau bilang itu yang terbaik. Kau bilang sulit bernapas jika berada disini. Kau bilang kau diperlakukan berbeda oleh mereka. Kau bilang kau lelah. Tak masalah Han. Aku sudah merelakan kepergianmu. Aku sudah menerimanya. Karena aku juga ingin kau bahagia. Walaupun kebahagiaanmu kini tak kau lewati bersamaku. Banyak orang yang kecewa dan marah padamu. Tapi seiring berjalannya waktu aku yakin mereka bisa menerima keputusanmu seperti aku.

Han, satu hal yang harus kau ingat dan selalu kau lakukan. Ingat, aku ada disini. Aku selalu disini. Kau jangan pernah melupakan aku. Hubungi aku sesering mungkin. Kau harus melakukannya. HARUS!!!! Tak mungkin kan aku terus hidup dengan sebagian jiwa? Jika kau selalu menghubungiku, itu berarti aku masih bisa hidup dengan sebagian jiwa yang lain meski tak ada di dekatku. Han, ingatlah selalu cinta kita. Cinta yang tak akan berubah sampai kapanpun. Hanya kau sahabat yang paling mengerti aku hingga kini. Kita selalu berkomunikasi dengan hati, bukan dengan ucapan.

Han, pulanglah jika bisa. Kita kobarkan lagi semangat HanChul. Disini banyak couple yang ingin mengalahkan kita. Tapi tak akan pernah bisa. Meski kita tak lagi bersama kini, HanChul couple will the best couple ever..

Aku mencintaimu, aku merindukanmu..

Haruskah kuteteskan airmata di pipi. Haruskah kucurahkan s’gala isi di hati. Oh haruskah kau kupeluk dan tak kulepas lagi. Agar tiada pernah ada kata berpisah…

-end-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s