[Kim Family Story] Divorce???

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Yesung / Kim Jongwoon [Super Junior]

*) Kim Boram [OC]

*) Kim Seorin [OC]

*) Jino / Kim Jinho [Imagine as Cho Jinho / Jin ‘SM The Ballad’]

Other Cast :

*) Leeteuk / Park Jungsoo [Super Junior]

*) Song Seunghyun [FT Island]

*) Kim Ryeowook [Super Junior]

*) Shin Jungrae [OC]

dan beberapa nama bermunculan

Genre : AU, Family, Komedi gagal

Rate : yg bisa ngerti tulisan gajelas yg boleh baca :p *becanda denk*

a/n : biasalah yaa kalo org galay jadi suka gajelas, wkwk~ happy reading ^^

Kim Family Story : Divorce???

“Noona, aku dengar kau akan bercerai dengan Jongwoon hyung, jinjjayo noona?” Seunghyun langsung mendatangi Boram di dapur begitu Jino membukakan pintu apartemen keluarga Kim.

Boram menoleh sejenak ke arah Seunghyun, sepupunya, kemudian kembali sibuk dengan sup rumput laut yang sedang dimasaknya. “Ne, waeyo?” Jawab Boram santai seolah itu bukan hal yang besar.

Seunghyun membulatkan kedua matanya, dan mulutnya menganga lebar. “Kau sudah tidak mencintai Jongwoon hyung?” Tanya Seunghyun sedikit gagap.

Boram mendesah. “Tentu saja aku mencintainya. Aku sangat mencintainya Seunghyun-yah.” Jawab Boram  tanpa mengalihkan perhatiannya dari panci di depannya.

“Ta.. Tapi kenapa mau bercerai?”

“Dia ketahuan selingkuh makanya aku mengajukan cerai.”

“Kenapa noona bisa santai seperti ini? Noona sangat mencintai Jongwoon hyung, normalnya noona pasti sedang sedih sekarang. Menangis mengurung diri di kamar. Aku sudah menyiapkan banyak kata untuk menghibur noona begitu tahu kalian akan bercerai.”  Kata Seunghyun panjang lebar.

Boram mematikan kompornya kemudian mengambil penggorengan. Kali ini dia hendak membuat udang goreng. “Dua hari kemarin aku mengurung diri di kamar. Hanya menangis. Pas aku berjalan keluar dan melihat diriku di cermin, aku langsung pingsan karena wajahku sangat menyeramkan. Dan ketika sadar aku mendapati Jino sedang menangis dan tak mau dekat denganku. Wajahku setelah menangis lebih menyeramkan daripada bayangan perceraian itu.” Terang Boram yang sukses membuat mulut Seunghyun makin terbuka lebar.

Seunghyun berjalan terhuyung ke kursi yang berada tak jauh darinya. Jino menghampiri Seunghyun dan menyodorkan satu gelas air putih pada Seunghyun, seolah mengerti apa yang dibutuhkan ahjusshinya itu.

Seunghyun meneguk habis minumannya. Jino duduk di samping Seunghyun sambil menatap Seunghyun.

“Kau punya umma yang aneh Jino-a. Aku kasihan sekali padamu.” Kata Seunghyun begitu selesai minum. Dia mengelus kepala Jino dengan penuh kasih sayang.

Jino tetap memperhatikan Seunghyun. “Appa aneh, Seorin noona aneh.” Kata Jino. “Heechul ahjusshi aneh, Yoori ahjumma aneh, Chunhei ahjumma aneh.” Lanjut Jino sambil menggoyangkan kakinya. “Jino juga aneh. Kalau saja ahjusshi sama-sama Kim, mungkin ahjusshi juga akan aneh.”

Seunghyun seolah akan mengeluarkan air yang sudah masuk ke tenggorokannya begitu mendengar ucapan bocah lima tahun di sampingnya itu.

“Aigoo…. Untung saja aku tidak tinggal bersama kalian. Aku pasti akan tertular aneh jika lama-lama bersama kalian.” Komentar Seunghyun.

“Ahjusshi juga sudah mulai aneh.” Tunjuk Jino dengan telunjuknya. “Kemarin aku melihat ahjusshi sedang menari ala girlband dengan gerakan sangat ka… Hhmmppp….” Seunghyun langsung membekap mulut Jino.

Boram menoleh pada Seunghyun saat mendengar ucapan Jino. “Jangan percaya dia noona.” Pinta Seunghyun pada Boram.

“Iya pun tak masalah. Itu hal yang biasa bagi kami, bukan hal yang aneh.” Kata Boram kemudian kembali berhadapan dengan penggorengan.

Seunghyun menjambak rambutnya. Dia merasa jika dia memang sedikit menjadi makhluk aneh karena bergaul dengan keluarga Kim yang satu ini. Padahal bisa dibilang dulu dia satu-satunya keluarga Boram yang bisa dikatakan normal.

“Kau tidak usah seperti itu Seunghyun-yah. Aneh bisa dibilang ciri khas keluarga kami. Kau kan juga keluargaku, tak akan ada yang menganggapmu aneh meski kau bersikap aneh.” Kata Boram seolah tahu apa yang dipikirkan Seunghyun.

Seunghyun kembali menjambak rambutnya. Kali ini lebih keras

***

“Ya, Kim Jongwoon. Aku dengar kau digugat cerai oleh istrimu.” Kata Jungsoo, saudara jauh Jongwoon. Jungsoo sengaja mengajak Jongwoon bertemu di café dekat kantor Jongwoon begitu dia mendengar kabar gugat cerai itu dari putrinya, Min Rin.

Jongwoon mengangguk mengiyakan.

“Kau berbuat salah apa sehingga digugat cerai begitu?” Tanya Jungsoo penasaran.

“Aku dituduh selingkuh oleh Boram.” Jawab Jongwoon.

Jungsoo menaikkan sebelah alisnya. “Kau selingkuh? Aigoo, aku kira kau sangat mencintai istrimu. Kalian pasangan aneh yang paling rukun yang aku tahu sepanjang hidupku.”

Jongwoon menatap tajam Jungsoo yang membuat Jungsoo bergidik ngeri. “Aku sudah bilang kalau aku dituduh hyung. Tidak mungkin aku selingkuh. Istriku satu-satunya yeoja yang bisa mengimbangi keanehanku. Aku sangat mencintainya. Lagipula, aku bisa dikuliti Heechul hyung hidup-hidup jika aku benar-benar selingkuh.” TerangJongwoon dingin.

Jungsoo mengangguk mengerti. Heechul adalah makhluk paling menyeramkan di keluarga Kim. Dan Heechul sangat sayang pada Boram. Jungsoo tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Jongwoon kalau Heechul tahu masalah adiknya itu. Terlalu menyeramkan untuk dibayangkan. Beruntung Heechul sedang berada di luar angkasa. Berjalan-jalan di atas sana. Kalaupun Heechul tahu, butuh waktu paling sedikit satu bulan untuk kembali. Dan Jungsoo yakin Jongwoon sudah kabur entah kemana untuk menghindari pembataian yang akan dilakukan Heechul.

“Kau tidak usah berkhayal yang menyeramkan seperti itu hyung. Kau membuat bulu kudukku berdiri semua.”  Kata Jongwoon sambil memegangi tengkuknya. Jungsoo langsung sadar dari lamunannya.

“Mianhae.” Kata Jungsoo kemudian meneguk kopi di hadapannya. “Lalu, apa rencanamu? Kau tidak mungkin kan membiarkan semua ini?” Tanya Jungsoo.

“Ryeowook dan Jungrae sedang mengurus semuanya.” Jawab Jongwoon.

“Ah, kedua orang itu. Pantas kau terlihat sangat santai.” Komentar Jungsoo. “Tapi kalau mereka gagal bagaimana?” Tanya Jungsoo lagi.

“Aku punya satu jurus ampuh yang Boram tak bisa tidak memaafkanku. Tapi itu aku pakai kalau benar-benar sudah tidak ada jalan. Soalnya membutuhkan dana yang sangat besar.” Terang Jongwoon. Jungsoo terlihat sangat penasaran dengan ‘jurus ampuh’ yang diucapkan saudara jauhnya itu.

***

“Yeobo, kau sudah menemukannya?” Tanya Jungrae pada Ryeowook. Mereka sedang saling menatap laptop di hadapan keduanya. Men’hack semua akun yang dimiliki seseorang.

Ryeowook mengangguk. “Sekarang kita tinggal menemui semua korban Song Hanji dan meminta  keterangan dari mereka, setelah itu kita temui Hanji dan  meminta keterangan darinya. Walaupun hasil penyelidikan yang ini juga bisa dikatakan cukup, tapi kita berhadapan dengan Boram, yeoja yang tak akan percaya hanya dengan  sepuluh bukti.” Terang Ryeowook sambil mengambil kertas hasil print data-data yang didapatnya.

Jungrae mengangguk. Kemudian dia menghampiri Ryeowook dan duduk di sampingnya. “Yah, sahabatku itu jadi keras kepala kalau menyangkut hal sensitif seperti selingkuh. Padahal dia tahu kalau Jongwoon oppa tak mungkin melakukan hal itu.” Kata Jungrae.

“Ye, padahal mereka berdua saling mencintai. Tapi hal seperti bisa terjadi juga.” Kata Ryeowook sambil mengelus rambut Jungrae. “Itu karena Hanji memang  gila. Dia senang sekali menghancurkan rumah tangga keluarga adem ayem seperti keluarga Jongwoon hyung.” Tambahnya.

“Kau jangan sampai terjebak oleh Hanji ya yeobo. Aku akan sangat sedih kalau kita bertengkar apalagi bercerai seperti itu.” Kata Jungrae sambil menatap Ryeowook dengan tatapan kelinci minta dipungut.

“Tentu saja jagi. Aku tak akan pernah terjebak. Hanya kau yang mampu mengisi kekosongan di dalam hatiku.” Jawab Ryeowook lalu memeluk Jungrae penuh cinta.

***

Boram, Jino, Seorin, dan Jongwoon duduk di kursi. Mereka diam membisu. Jino sedang mengulum permen makanya diam. Seorin sedang asik tertidur. Sedang Jongwoon dan Boram sedang berbincang lewat tatapan mata. JongWoon terus meminta Boram untuk percaya padanya, sedang Boram bersikukuh kalau dia tidak terima diselingkuhi.

Klekk…

Ryeowook dan Jungrae masuk ke dalam ruangan dengan pakaian tebal karena suhu ruangan sangat dingin. Jungrae dan Ryeowook sudah tahu kalau Boram akan panas begitu bertemu dengan Jongwoon yang sebelumnya dilarang pulang. Makanya mereka menyetel AC dengan suhu minus dua derajat.

“Baiklah. Kita berkumpul di sini untuk membicarakan perihal gugatan cerai yang dilayangkan oleh Kim Boram kepada Kim Jongwoon.” Kata Ryeowook.

Boram dan Jongwoon diam, mereka masih saling berbincang lewat tatapan mata. Seorin dan Jino pun masih seperti sebelumnya.

“EHMMM….” Jungrae berdehem dengan menggunakan microfon.

Jongwoon, Boram dan Jino langsung menyadari kehadiran dua pasangan kelinci itu. Sedang Seorin masih tertidur dengan lelapnya.

“Seorin-ah ireona. Seunghyun ahjusshi melihatmu tidur tuh.” Bisik Boram di telinga Seorin.

Seorin langsung membuka matanya lebar-lebar. Dia mengedarkan pandangannya, mencari sosok Seunghyun. “Eomma bohong.” Kata Seorin.

Boram mengedikkan kepalanya, kemudian dengan kekuatan seorang eomma dia menyuruh Seorin memperhatikan dua orang yang sedang sibuk mengeluarkan berkas-berkas.

“Aku tidak ingin berbasa-basi dulu. Aku akan langsung ke pokok permasalahan.” Kata Ryeowook penuh wibawa. Dia membagikan kertas hasil penyelidikannya kepada empat orang dihadapannya. Mata Jino berbinar melihat kertas-kertas itu. Dia langsung membuat  berbagai macam origami. Ryeowook mendesah pelan, lupa kalau Jino tidak membutuhkan kertas itu karena dia masih bocah. Sia-sia kertas dan tinta itu. Dia lalu kembali fokus. “Kami sudah menyelidiki Song Hanji, rekanan selingkuh yang dituduhkan Boram kepada Jongwoon. Kami yakin seratus persen kalau data yang kami dapatkan ini akurat. Song Hanji menjebak Boram agar Boram percaya kalau Jongwoon selingkuh dengannya. Kenyataannya itu semua hasil rekayasa Hanji semata.” Terang Ryeowook.

“Aku tetap tidak percaya.” Kata Boram setelah empat kali membaca semua keterangan yang ada di kertas yang dipegangnya.

Jungrae memutarkan video dan beberapa rekaman percakapan tentang siapa itu Hanji.

“Aku masih tidak percaya.” Kata Boram.

Jongwoon mendesah pelan. “Percayalah padaku. Kau sudah sangat mengenalku. Aku sangat mencintaimu. Mencintai Seorin dan Jino. Mencintai Ddangko brothers dan sister. Tak mungkin aku melakukan hal seperti itu, aku tak mungkin menghancurkan keluarga kita. “ Kata Jongwoon dengan memelas pada Boram.

“Hei pangeran aneh. Kalau memang kau tidak melakukannya, kenapa kau bisa berada di atas ranjang Song Hanji tanpa mengenakan busana?” Tanya Boram dengan sedih. Air matanya sudah keluar  tapi dia langsung menahan diri untuk tidak menangis. Dia tidak ingin pingsan lagi karena wajahnya sendiri.

“Eomma, kau maafkan saja appa. Eomma tahu kan kalau namja normal itu tidak mungkin menolak jika disuguhi hal menarik seperti itu. Kau lihat saja menantu eomma. Dia menikahi dua dongsaeng appa dan dua yeoja lain kemudian menikahiku. Hyukkie itu contoh namja normal eomma.” Kata Seorin dengan sangat polosnya.

Boram sudah tak bisa menahan diri. Dia melupakan rasa takutnya, dia menangis sekencangnya. Parahnya, Jungrae lupa mematikan microfon yang tadi dia gunakan. Alhasil, perabotan terdekat yang mudah pecah sudah menjadi kepingan dalam waktu singkat.

“EOMMMAAAA BEERRHHEENNTTIIII……” Teriak Jino sambil langsung memeluk eommanya itu. Jino mengambil cokelat batang yang ada di sakunya, membuka bungkusnya lalu menyumpalkan cokelat itu di ke mulut Boram.

Boram langsung berhenti dan memakan cokelat yang ada di mulutnya. Jungrae dan Ryeowook yang tadi bersembunyi di bawah meja melongokkan kepalanya, memastikan situasi sudah kembali terkendali. Kemudian mereka kembali duduk.

“Fyyuuhhhh….” Jungrae mengusap keringat di dahinya. Padahal suhu di dalam ruangan masih dingin seperti sebelumnya.

“Kau jangan asal bicara Seorin.” Kata JungWoon pada Seorin. Dia menatap putrinya tajam.

“Appa tidak akan pernah bertemu Ddangko brothers dan sister kalau terus menatapku seperti itu.” Ancam Seorin.

Jongwoon ciut. Dia kembali menatap Jungrae dan Ryeowook.

“Kami menyerah.” Kata Ryeowook kemudian. “Kami sudah menyelidiki semuanya. Kami sudah membawa semua bukti. Kalau Boram tetap tidak percaya, kami akan mengajukan surat perceraian itu ke pengadilan.” Lanjutnya.

“ANDWAE!!!” Jongwoon beranjak dari tempat duduknya, dia berlutut di hadapan Boram.

“Jagiya, jebaalllll…. Aku tidak ingin berpisah denganmu. Aku ingin selalu bersamamu, menikmati masa tua bersama.” Pinta Jongwoon dengan mata kura-kura memelas.

“Shirreo.” Kata Boram sambil memalingkan muka.

“Aku tahu kau sangat mencintaiku dan juga tak ingin berpisah denganku. Aku tahu dari matamu. Aku yakin kau tidak percaya kalau aku selingkuh.” Kata Jongwoon lagi. Boram tetap memalingkan wajahnya. “Aku akan melakukan apa saja agar kau memaafkanku.”

Boram masih saja tidak peduli.

“Aku akan membawamu ke London, melihat pertandingan Chelsea secara langsung, dan aku akan mengajakmu untuk bertemu semua pemain Chelsea. Kita pergi kalau kau mau memaafkanku” Kata Jongwoonn kemudian. Inilah ‘jurus ampuh’ yang pernah dia katakan pada Jungsoo.

Glekk….

Boram menelan ludah. Dia tak bisa menolak semua yang diajukan suaminya itu. Dari mata Boram, jelas dia sangat tertarik. Bagaimanapun, ini CHELSEA!!!!!

Perlahan Boram mulai menggerakkan kepalanya, dia menatap Jongwoon. Tak ada kemarahan dari sorot matanya itu. Boram tersenyum, Jongwoon ikut tersenyum.

Boram kemudian menggeleng.  “Andwae.” Katanya dingin.

Jongwoon langsung lemas. Boram benar-benar ingin berpisah dengannya. Jongwoon langsung tersungkur ke lantai semua tenaganya hilang.

“Kalau aku bisa mendapatkan tanda tangan semua pemain, aku akan memaafkanmu.” Kata Boram kemudian.

jongwoon langsung mendongak menatap Boram yang tersenyum padanya. Dia lalu bangkit dan memeluk tubuh Boram. Jongwoon mengangkat tubuh istrinya itu dan berputar. Jungrae dan Ryeowook melongo melihat tingkah dua orang di hadapannya. Jino menerbangkan pesawat kertas yang tadi dibuatnya. Seorin? Sudah tertidur sejak setelah mengancam Jongwoon.

***

Epilog

Dua bulan berlalu sejak Boram dan Jongwoon pulang dari London. Boram sangat puas dengan perjalanan itu. Dia memajang semua tanda tangan yang didapatnya dan foto-foto bersama pemain Chelsea di seluruh ruangan. Fotonya bersama Petr dia cetak dengan ukuran sangat besar.

Jongwoon sebenarnya sangat tidak suka. Tapi dia bertahan sementara, dia sudah berencana untuk mencopot semuanya bulan selanjutnya.

“Yeoboo….” Boram mengelus rambut depan Jongwoon. Jongwoon yang masih tidur hanya menggeram sebentar. “Kemarin aku pergi ke dokter dan aku dinyatakan positif hamil.” Lanjut Boram sambil tetap memainkan rambut Jongwoon.

Jongwoon langsung membuka matanya. “Jeongmal?” Tanyanya meyakinkan diri.

Boram mengangguk sambil tersenyum.

“Aku akan punya anak lagi?” Tanya Jongwoon lagi.

Boram mengangguk lagi.

“Keluarga aneh kita akan bertambah lagi?”

Boram mengangguk. “Aku akan memberi nama dia JaeJin. Aku yakin dia namja.” Kata Boram sambil senyum-senyum.

Jongwoon langsung pingsan mendengar hal itu

-end-

Hahahahahaha….

Begitulah, aku tak akan bisa lagi dibikin galau sama seorang ‘Hanji’. hahaha, karena Hanji tidak cukup aneh untuk menjadi pasangan Jongwoon /plakk

Wkwkwkwk…. Dan inilah keluarga kami. Setelah kemarin menambah satu ddangko, Ddangkomoni, sekarang kami menambah satu anggota baru, Jaejin, yg masih dalam proses. LOL *sii asti lagi suka FTI*

Jadi Jongwoon aka Yesung dan Boram kini memiliki tiga anak manusia dan empat anak kura-kura….

Doakan kami langgeng sampe tua yaa J

Advertisements

8 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s