(Short Story) It’s No Easy to Like [3]

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Kim Bitna [OC]

*) Cho Kyuhyun [Super Junior]

Other Cast :

*) Kangin/Kim Youngwoon [Super Junior]

*) Kim Boram [OC]

*) Yoo Haewon [OC]

*) Yesung/Kim Jongwoon [Super Junior]

*) Lee Jonghyun [CN Blue]

Genre : AU, Romance

a/n : bayar utang bayar utang, ini ep2 buat  bayar utang ke temen sekaligus ep2 pertama yg munculin abangkyu, kekeke~ happy reading ^^

 It’s No Easy To Like[3]

Bit Na kembali memandang oppanya itu. “Ya! Kangin. Kau bicara apa saja dengannya?” Tanyanya penuh curiga.

Kangin terkekeh lagi. “Hanya pembicaraan antara hyung dan pacar yeodongsaengnya.” Jawab Kangin santai. Dia senang melihat ekspresi wajah Bit Na yang berubah masam. “Kau melarang dia meneleponmu tapi tak melarangnya meneleponku kan? Tadi aku sempat memberitahu nomor ponselku dan memintanya menghubungiku. Aku mau memberitahu appa dan eomma kalau kau sekarang sudah jadi yeoja tulen. Hahaha..” Ucap Kangin sambil kabur keluar kamar begitu melihat bantal sudah ada di tangan Bit Na dan siap untuk dilemparkan.

“YA!! KIM YOUNGWOON…” Teriak Bit Na sambil melempar bantal ke pintu.

-o0o-

“MWO? Jadi Kyuhyun sunbae mengaku pacarmu pada Kangin oppa?” Tanya Haewon.

Bit Na baru saja menceritakan apa yang dilakukan Kyuhyun. Haewon langsung mengacuhkan makan siang dia dan fokus pada Bit Na.

“Padahal semuanya akan selesai kalau kau minta maaf.” Kata Boram sambil meminum jus miliknya.

Bit Na memberikan tatapan mautnya yang membuat Boram takut. Dia mendekatkan wajahnya pada Boram. “Sudah kubilang, aku tidak mau meminta maaf padanya karena aku tak salah.” Ucapnya.

Haewon langsung menarik pundak Bit Na, menjauhkannya dari Boram yang sudah pucat karena takut. “Tapi memang lebih baik meminta maaf? Kau bisa hidup tenang. Daripada sekarang, kau terus dikejar-kejar olehnya.”

Bit Na menggigit sandwich di tangannya. “Shirreo.” Ucapnya sambil mengunyah. “Sampai kapanpun aku tidak mau minta maaf padanya. Apalagi sekarang. Jika aku minta maaf, itu artinya aku mengaku kalah. Dan aku tak mau kalah oleh namja seperti dia!” Lanjutnya begitu makanan di mulutnya habis.

“Kalau begitu, kau harus terima kalau sekarang kau ini pacarku.” Ucap seseorang di belakang Bit Na.

Boram mendongak, Haewon dan Bit Na menoleh ke belakang mereka. Seorang namja tersenyum dengan sangat ramah pada mereka.

“Kyuhyun sunbae..” Kata Haewon sedikit kaget. Meski dia belum pernah bertemu dengan Kyuhyun, dia tahu jelas siapa namja itu. Fotonya ada di kartu mahasiswa yang pernah dibacakannya. Boram sendiri hanya diam sambil terus menatap Kyuhyun.

Bit Na langsung bangun dari tempat duduknya. “Mwo? Aku sudah bilang padamu aku tak mau jadi pacarmu, dan tak akan pernah mau.” Balas Bit Na kesal.

Kyuhyun tersenyum. “Tapi oppamu sudah setuju loh. Barusan dia mengundangku makan malam. Dan dia bilang sebaiknya aku datang bersamamu nanti. Eommamu juga sangat berharap aku datang.” Katanya tenang.

Wajah Bit Na sudah sangat merah karena darahnya naik ke ubun-ubun. “K.. Kau memanfaatkan keluargaku!” Ucapnya geram. “Ya! Cho Kyuhyun. Aku ini punya batas kesabaran. Kalau kau terus seperti ini, jangan menyesal kalau aku memukulmu lagi.” Lanjutnya.

Tak ada raut takut di wajah Kyuhyun, dia tetap setenang sebelumnya. “Sudah kubilang kan? Maaf atau pacar. Kau yang memutuskan.” Katanya. Dia lalu melenggang pergi meninggalkan Bit Na yang masih emosi. “Jangan lupa dandan  yang cantik nanti malam.” Tambah Kyuhyun tanpa menoleh pada Bit Na.

“Sepertinya akan menarik.” Bisik Haewon pada Boram yang dibalas senyuman setuju oleh Boram.

Bit Na duduk di kursinya. Dia lalu menggebrak meja, membuat Haewon dan Boram terlonjak kaget. “Aish, jinjja. Namja menyebalkan.” Ucap Bit Na.

“Sepertinya dia suka padamu. Gencar sekali dia mengejarmu, sampai keluargamu pun mendukungnya. Kenapa tak kau coba saja untuk menyukai dia? Pacaran itu menyenangkan loh.” Kata Haewon setelah dia pindah tempat duduk ke samping Boram. Menghindari amukan Bit Na yang bisa terjadi kapan saja.

“Dia juga sepertinya namja yang baik.” Tambah Boram takut-takut.

Bit Na hanya bisa memandang sinis kedua sahabatnya itu. Dia lalu meneguk sisa minumannya.

“Kalian sama saja dengan Kangin. Aish, Sepertinya pukulanku waktu itu membuat otaknya rusak. Aku akan memukulnya lagi kalau begitu, agar otaknya kembali berfungsi.” Kata Bit Na geram. Haewon dan Boram saling berpandangan ngeri mendengar pernyataan Bit Na.

“Kau tak sungguh-sungguh kan?” Tanya Boram.

“Aku akan melakukannya jika aku sudah tak bisa menahan diri. Lagipula aku sudah memperingatkan dia untuk tak menggangguku.” Jawab Bit Na mantap. Dia tak main-main untuk penyataannya itu.

Braakkk…

Bit Na, Haewon dan Boram langsung menoleh ke arah sumber suara. Mereka melihat kursi tak jauh dari mereka sudah terbalik dengan pelaku yang sedang pergi meninggalkan kantin.

“Ada apa dengan yeoja itu?” Tanya Haewon sambil menatap orang yang menjatuhkan kursi tadi.

Boram mengangkat bahunya. “Molla.”

-o0o-

Seminggu berlalu. Masih tak ada perkembangan yang menggembiran pada hubungan Bit Na dan Kyuhyun. Paling hanya sikap Bit Na yang mulai melunak. Dia tak sesinis sebelumnya, walaupun tetap saja Kyuhyun dia anggap bukan siapa-siapa. Bit Na mulai terbiasa dengan kehadiran Kyuhyun di sekitarnya. Terlebih keluarga juga sahabatnya begitu pro pada Kyuhyun. Percuma juga bagi Bit Na untuk terus menyuruh Kyuhyun pergi darinya. Toh akhirnya Bit Na sadar Kyuhyun sama keras kepala dengan dirinya.

Tapi satu hal yang Bit Na tetap pertahankan, dia tak akan pernah mengucapkan kata maaf pada Kyuhyun. Baginya maaf berarti kalah. Dan Bit Na tak ingin kalah dari namja yang bernama Kyuhyun. Dan itu berarti status dia masih pacar ‘tak resmi’ Kyuhyun.

Lalu bagaimana dengan Kyuhyun sendiri?

Dia makin lama makin akrab dengan keluarga maupun sahabat Bit Na. Kyuhyun sering datang ke rumah Bit Na atas undangan Kangin atau orangtua Bit Na. Di kampus Kyuhyun sering bergabung dengan Haewon, Boram. Mereka sering bertemu di kantin dan berada di meja yang sama. Dia juga akrab dengan Yesung, namjachingu Boram.

“Sepertinya waktu yang aku jalani sudah cukup lama.” Kata Kyuhyun pada Bit Na sesaat setelah Bit Na keluar dari perpustakaan.

Bit Na menoleh pada Kyuhyun yang datang tiba-tiba dari belakang dia. Kyuhyun terlihat serius baginya. “Maksudmu?” Tanya Bit Na.

Kyuhyun tersenyum. Tapi senyum yang diperlihatkannya berbeda dengan senyum yang biasanya. Senyum menggoda, senyum meledek, bukan keduanya, dibalik senyumannya tersirat keputusasaaan. “Aku suka padamu. Awalnya aku hanya berniat untuk mempermainkanmu. Kupikir akan mudah untuk membuatmu jatuh cinta padaku. Setelah berhasil membuatmu jatuh cinta, aku berniat membalas perlakuanmu padaku. Tapi ternyata malah aku yang jatuh cinta padamu. Ironis..” Ceritanya kemudian tersenyum lagi masih dengan ekspresi yang sama. “Mianhae. Aku harus segera menghentikan semuanya. Karena aku sebenarnya tak boleh menyukaimu. Sepertinya aku harus segera mengucapkan selamat tinggal padamu sebelum semuanya menjadi lebih rumit.” Lanjutnya.

Bit Na diam mendengar setiap kata yang diucapkan Kyuhyun. Otaknya sama sekali tak bisa menebak maksud dari ucapan namja yang ada di hadapannya itu.

“Sudahlah.” Kata Kyuhyun mendapati tak ada respon sedikitpun dari Bit Na. “Untung kau tidak sampai jatuh cinta padaku. Jadi semuanya bisa berakhir baik. Annyeong.” Katanya sambil melangkah pergi memunggungi Bit Na.

Bit Na masih diam. Masih mencoba untuk mencerna semuanya. “Cha.. Chakkaman!” Serunya pada Kyuhyun.

Kyuhyun mendengar panggilan Bit Na. Seulas senyuman terhias di bibirnya. Tapi dia tetap melangkah pergi mencoba menulikan telinganya dari panggilan yeoja yang disukainya itu.

“YA CHO KYUHYUN !!!!!” Panggil Bit Na lagi. Tapi tetap saja orang yang dipanggilnya pergi tanpa merespon panggilannya. “Aish, kenapa dengan namja aneh itu?” Tanya Bit Na. Dia kemudian pergi ke arah yang berbeda dengan Kyuhyun. “Dia itu seenaknya sekali. Dasar jelangkung. Datang dan pergi seenaknya sendiri. Memangnya kau kira aku peduli? Cih, siapa kau? Hidupku aman tentram tanpa gangguan darimu. Baguslah kalau kau pergi.” Bit Na terus saja berceloteh sepanjang jalan.

-o0o-

“Apa kau lihat Kyu?” Tanya Yesung pada Bit Na ketika mereka sedang makan siang di kantin.

Bit Na menoleh sebentar ke arah Yesung kemudian kembali melahap jjamyun miliknya. “Kenapa kau tanya aku? Bukankah kau dan mereka akrab dengannya?” Bit Na bertanya balik kepada Yesung sambil menunjuk Boram dan Haewon dengan matanya.

Yesung mengangkat bahunya. “Dia tak pernah menemui kami sejak tiga hari yang lalu. Makanya aku tanya padamu, dia kan penggemarmu.” Kata Yesung. Dia tak menggunakan kata ‘pacar’ karena masih ingin hidup dan menjalani kisah cinta bersama Boram.

“Bit Na mana mau peduli pada Kyu oppa. Dia menganggap Kyu oppa parasit. Mungkin dia malah senang karena Kyu oppa sekarang tak ada.” Kata Haewon dingin.

Bit Na agak heran dengan ucapan sahabatnya itu. Tapi apa peduli dia? Bit Na cuek saja dan menikmati jjamyun miliknya itu.

-o0o-

“Ya, Kim Bit Na. Kau tahu kemana Kyuhyun? Sudah lama dia tak pernah menghubungiku, dan aku tak bisa menghubungi dia.” Tanya Kangin ketika mereka sedang makan malam.

“Kurrae. Dia tak pernah lagi berkunjung ke rumah kita. Apa kau putus dengannya? Padahal dia namja yang baik.” Tambah Bit Na appa.

Bit Na eomma tak mau kalah dengan kedua namja itu. Dia mendesah pelan sebelum berbicara. “Padahal eomma sudah membayangkan Kyu jadi menantu eomma. Dia namja pertama yang datang ke rumah kita sebagai pacar Bit Na.” Katanya dengan mimik sedih.

“Ini gara-gara Bit Na yang keras kepala. Dia masih saja tak mau mengakui kalau Kyuhyun memang namja yang pantas untuk  jadi namjachingu dia. Aku menyerah. Mungkin Bit Na memang tak akan pernah suka pada namja.” Komentar Kangin.

Brakkk…

Bit Na menggebrak meja di depannya. Dia meninggalkan makanannya yang masih banyak tanpa kata. Marah? Jelas. Ketiga orang yang berada di ruang makan hanya menggeleng melihat kepergian Bit Na.

“Kenapa semua orang selalu membahas Kyuhyun di depanku? Apa urusan dia denganku? Semua tahu kalau dia hanya mengaku-ngaku, tapi kenapa semuanya menganggap kalau aku memang ada hubungan dengan dia. Aish, namja sial! Sudah pergi juga tetap membuat hidupku susah.” Keluh Bit Na sambil mulai memukuli samsak yang tergantung di kamarnya.

-o0o-

Hari terus bernajut, dan seminggu berlalu sejak pertemuan terakhir Bit Na dan Kyuhyun di depan kelas Bit Na tempo hari. Kyuhyun masih tak pernah menampakkan batang hidungnya, di hadapan Bit Na maupun sahabat dan keluarga Bit Na. Seminggu itu, baik sahabat Bit Na, Yesung maupun keluarga Bit Na masih setia terus bertanya pada dia tentang keberadaan Kyuhyun.

“Mana aku tahu! Kalau kau memang merindukan dia, datangi saja namja menyebalkan itu di kelasnya.” Jawab Bit Na pada Haewon yang ke sekian kalinya mempertanyakan keberadaan Kyuhyun.

-o0o-

“Ya, Jonghyun-a. Kau melihat Kyuhyun di kelas kan hari ini?” Tanya Bit Na.

Setelah sekian lama Bit Na cuek saja pada Kyuhyun, dia mulai berani mempertanyakan keberadaan namja yang dianggapnya pengganggu itu.

“Loh, tumben kau bertanya tentang dia.” Komentar Jonghyun. “Sudah seminggu aku tak pernah bertemu dengannya di kampus.” Kata Jonghyun cepat begitu melihat ekspresi Bit Na yang seolah mengatakan, ‘jangan banyak komentar, jawab saja’.

“Gomawo…” Kata Bit Na sambil melenggang pergi.

“Cheon.” Balas Jonghyun heran.

-o0o-

Boram menghampiri Bit Na yang baru saja selesai latihan taekwondo. “Bit Na.. Apa kau…”

“Wae? Kau mau bertanya soal Kyuhyun?” Potong Bit Na sebelum Boram menyelesaikan pertanyaannya. “Namja tak ada kerjaan itu sudah seminggu tidak kuliah. Jangan tanya aku alasannya apa. Aku tidak tahu.” Terangnya.

Boram mengernyitkan dahinya tak mengerti. “Aku mau bertanya apa kau pinjam dvd Haru milikku? Kenapa jadi Kyu oppa?” Tanya Boram heran.

Kedua pipi Bit Na bersemu merah mendengar ucapan Boram. “Oh, itu. Kupikir kau mau bertanya soal Kyuhyun.” Jawab Bit Na dengan nada dibuat sedatar mungkin.

“Darimana kau tahu kalau Kyu oppa tidak masuk kuliah selama seminggu?” Selidik Boram.

Bit Na makin salah tingkah ditanya seperti ini. “Sudahlah. Aku hanya tak ingin kalian terus bertanya soal dia padaku. Makanya aku cari tahu dimana dia.” Jawab Bit Na semakin kaku. “Sudah. Soal dvd itu, memang ada di rumahku. Besok aku bawa. Aku pulang duluan.” Lanjutnya sambil pergi meninggalkan Boram yang masih heran dengan sikapnya.

Untung dia Boram. Kalau dia Haewon, aku pasti sudah dicecar habis-habisan.’ Kata Bit Na dalam hati.

-to be continued-

Advertisements

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s