(Short Story) It’s No Easy to Like [End]

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Kim Bitna [OC]

*) Cho Kyuhyun [Super Junior]

Other Cast :

*) Kangin/Kim Youngwoon [Super Junior]

*) Kim Boram [OC]

*) Yoo Haewon [OC]

*) Yesung/Kim Jongwoon [Super Junior]

*) Shin Jungrae [OC]

Genre : AU, Action, Romance

a/n : bayar utang bayar utang, ini ep2 buat  bayar utang ke temen sekaligus ep2 pertama yg munculin abangkyu, kekeke~endingnya dibikin ngegantung, sengaja… /plakk… happy reading ^^

 It’s No Easy To Like[end]

“Darimana kau tahu kalau Kyu oppa tidak masuk kuliah selama seminggu?” Selidik Boram.

Bit Na makin salah tingkah ditanya seperti ini. “Sudahlah. Aku hanya tak ingin kalian terus bertanya soal dia padaku. Makanya aku cari tahu dimana dia.” Jawab Bit Na semakin kaku. “Sudah. Soal dvd itu, memang ada di rumahku. Besok aku bawa. Aku pulang duluan.” Lanjutnya sambil pergi meninggalkan Boram yang masih heran dengan sikapnya.

Untung dia Boram. Kalau dia Haewon, aku pasti sudah dicecar habis-habisan.’ Kata Bit Na dalam hati.

-o0o-

Tiga hari kemudian…

Bit Na mengambil ponselnya. Dia mencari history call di ponselnya. Meski dia tak pernah mau mengangkat telepon dari nomor yang tak pernah dia beri nama, tapi dia sudah hapal dengan nomor tersebut. Walaupun bisa saja Bit Na menekan nomor ponsel itu tanpa bersusah mencarinya di history call, tapi dia tetap melakukannya. Mengantisipasi agar tidak salah telepon orang. Setelah menemukan nomor yang dicarinya, dia kemudian menekan ‘dial’.

Teleponnya tersambung, bahkan Bit Na mendengar nada sambungnya. Tapi si empunya tak juga menjawab telepon Bit Na. hingga redial empat kali, teleponnya masih saja tidak direspon.

Bit Na melempar ponselnya ke kasur. “Aish, apa maunya namja itu? Kupikir dia benar-benar suka padaku. Tapi ternyata menjawab teleponku saja tidak mau.” Keluhnya.

“Fufufufu…”

Bit Na mendengar seseorang di balik pintu kamarnya. Kedengarannya seperti sedang menahan tawa. Bit Na langsung menghampiri pintu, membukanya dan menemukan Kangin dengan wajah memerah sambil kedua tangan masing-masing memegang perut dan mulutnya.

“Wae?” Tanya Bit Na dingin.

“Fuwahahahahahahahaha……” Kangin langsung tertawa.

Bit Na menajamkan pandangannya.

“Haha… Uhuk…” Kangin terbatuk setelah puas tertawa. Dia kemudian memperbaiki ekspresi wajahnya. Tenang dan datar. “Aku tau kenapa kau uring-uringan terus tiga hari ini.” Katanya. “Boleh aku tebak? Barusan kau berusaha menelepon Kyuhyun dan dia tidak menjawab panggilan teleponmu.” Lanjutnya.

Muka Bit Na langsung merona merah.

Kangin tersenyum melihat perubahan di wajah yeodongsaengnya itu.

“Jinjja? Akhirnya kau mulai merasa kehilangan sosoknya.” Kangin mulai bicara lagi. Namun kemudian Kangin menekuk wajahnya. “Sayang kau terlambat. Kemarin dia menghubungiku dan bilang dia tidak akan pernah mengganggu hidupmu lagi. Aish, padahal seharusnya aku senang saat kau mulai menyukai dia. Tapi percuma Bit Na. Semuanya terlambat.” Ucapnya sambil kemudian berlalu dari hadapan Bit Na.

“Apa maksudnya?” Tanya Bit Na sambil terus berdiri di ambang pintu.

“Hahhh…” Bit Na eomma menghembuskan napas pelan. “Aku tidak jadi punya menantu Kyuhyun.” Keluhnya setelah keluarga Bit Na selesai makan malam.

Kangin mengangguk setuju. “Padahal aku akan sangat senang jika dia benar-benar jadi adik iparku. Tapi seperti yang sudah dia katakan, dia tak akan pernah datang kemari lagi. Dia juga tak akan pernah menemui Bit Na lagi. Jadi sudah tak mungkin lagi dia jadi adik iparku.” Timpalnya.

“Bit Na, apa kau tidak pernah punya niat untuk memperbaiki hubunganmu dengan Kyuhyun? Menurut appa dia namja yang baik. Kau mungkin tak akan bisa menemukan namja seperti dia lagi nanti.” Tambah Bit Na appa.

Bit Na diam. Dia sibuk dengan pikirannya sendiri. Dia tak mengerti mengapa keluarganya merasa begitu kehilangan seorang Cho Kyuhyun? Padahal dia sudah bilang sejak awal kalau dia tak pernah ada hubungaan khusus dengan namja yang bernama Cho Kyuhyun itu. Dan yang paling dia tak mengerti, mengapa bisa dia bertanya soal Kyuhyun pada Jonghyun dan mengapa bisa dia berusaha menghubungi namja itu.

Bit Na merasa beruntung karena Kyuhyun tidak menjawab panggilannya. Dia tak punya jawaban jika Kyuhyun bertanya macam-macam. Tapi yang paling membuatnya bingung, mengapa bisa dia menghubungi seorang Cho Kyuhyun? Sadar atau tidak, dia sama sekali tak punya kepentingan dengan namja yang dianggapnya sebagai parasit itu.

-o0o-

“Aku bukannya mau ikut campur dengan kehidupanmu, jelas kau punya privasi soal itu. Tapi memang apa salahnya kalau kau bersikap lebih baik sedikit saja pada Kyu oppa? Sekarang aku tak yakin, tapi aku merasa kau juga kehilangan sosoknya.” Haewon mengatakan apa yang ada di pikirannya ketika melihat Bit Na sedikit tidak bersemangat dengan makanan yang ada di hadapannya. Bukan Bit Na yang biasanya.

“Terserah kau mau bilang apa. Yang pasti aku merasa baik-baik saja saat ini tanpa dia di sekelilingku. Bahkan aku merasa sangat nyaman dengan semuanya. Kau tak lihat hari-hariku terasa menyebalkan ketika namja itu terus saja menggangguku?” Balas Bit Na.

Haewon menghela napas panjang. Dia memang tak sepenuhnya mengerti jalan pikiran sahabatnya itu. Agak sulit menebak bagaimana seorang Bit Na. Tapi tak sulit bagi Haewon untuk melihat sesuatu yang berbeda di diri Bit Na ketika Kyuhyun menghilang dari kehidupan sahabatnya itu.

“Kau mungkin masih bisa bersikukuh dengan egomu saat ini. Tapi tidak nanti, ketika kau semakin merasa kehilangan sosoknya.” Kata Haewon kemudian.

“Dan aku jamin hari itu tidak akan datang.” Jawab Bit Na dingin.

“Kita lihat saja.”

-o0o-

Bit Na, Haewon dan Boram sedang berada di cafe. Sekedar menghilangkan penat setelah jadwal kuliah mereka yang padat. Mereka memesan jus dan cake.

Tak lama ponsel Haewon bergetar, ada SMS masuk yang mengatakan kalau Donghae menunggunya di dekat rumah Haewon.

“Aku pergi duluan. Aku tak ingin Donghae menungguku lebih lama.” Kata Haewon. Dia kemudian meninggalkan kedua sahabatnya itu.

Selang beberapa lama Yesung datang. Dia mau mengantar pulang Boram. “Loh, mana Haewon?” Tanyanya begitu mendapati hanya ada dua orang di hadapannya.

“Dia pulang duluan. Donghae datang ke rumahnya.” Terang Boram diikuti anggukan Bit Na.

“Kalian mau pulang sekarang?” Tanya Bit Na.

Yesung menggeleng. “Aku haus. Cake kalian juga belum habis.” Jawabnya. Dia lalu memanggil waiters dan memesan minuman.

Ketiganya membicarakan apa saja yang bisa dibicarakan. Sampai seorang yeoja menghampiri ketiganya.

“Annyeong. Jungrae imnida. Nan, Kyuhyun noona. Kau Bit Na kan?” Tanya yeoja yang bernama Jungrae itu.

“Oh. Ada apa?” Tanya Bit Na dingin.

Jungrae terlihat sangat kesal menghadapi Bit Na, tapi dia berusaha untuk bersikap seramah mungkin pada Bit Na. “Bisa kita bicara berdua? Ada sesuatu yang penting soal Kyuhyun yang harus kamu tahu.” Jelasnya.

Bit Na memperhatikan Jungrae dari bawah hingga atas kemudian kembali pada minumannya. “Memang kita tak bisa bicara di sini saja? Teman-temanku ini sangat merindukan namja yang bernama Kyuhyun, jadi aku yakin mereka pasti ingin mendengar kabar tentang dia.” Jawab Bit Na tetap dengan sikap acuhnya.

Jungrae berusaha untuk tetap sabar, meski jelas terlihat urat tegang di pelipis dan lehernya. Jungrae tersenyum dengan ekspresi yang sangat dipaksakan. Dia lantas duduk di kursi kosong tempat Haewon sebelumnya duduk.

“Kalau kami mengganggu, kami akan pergi Jungrae-ssi.” Kata Yesung.

Yesung sudah berdiri dan menarik tangan Boram, bersiap menyingkir dari cafe, tapi Jungrae meminta keduanya untuk duduk di tempat mereka semula. “Gwenchana. Daripada nanti kalian bertanya lagi pada Bit Na, lebih baik kalian mendengarnya langsung.” Katanya.

“Eonni mau minum? Aku panggilkan pelayannya.” Tawar Boram yang dibalas dengan gelengan pelan.

Jungrae kemudian menoleh ke arah Bit Na yang masih tak peduli. “Aku tak ingin basa-basi. Bit Na, apa kau menyukai nae dongsaeng?” Tanya Jungrae serius.

Bit Na menoleh juga. Menatap mata Jungrae. “Nugu? Kyuhyun? Jangan bercanda. Dia pengganggu hidupku, aku tak mungkin menyukai dia.” Jawab Bit Na.

“Bit Na! Tak bisakah kau bicara sedikit sopan? Dia tak tahu sifatmu seperti apa. Dan bagaimanapun dia lebih tua darimu.” Kata Yesung.

“Tak masalah. Aku tak minta dihormati olehnya.” Kata Jungrae cepat. ”Mantan yeojachingu Kyu pulang dari Jepang dan mulai mengejar Kyu lagi. Sebenarnya tak masalah, tapi sekarang dia sudah menyukaimu. Dan yeoja itu tahu. Dia tak ingin kau disakiti oleh yeoja itu. Dia memang bilang kau kuat, tapi dia juga tahu kau tak akan bisa melawan jika yeoja itu menggunakan kekuatan appanya.” Cerita Jungrae.

“Lalu apa hubungannya denganku? Aku bukan siapa-siapa Kyuhyun. Aku tak peduli dengan kehidupan dia.” Tanya Bit Na.

Bit Na memang terlihat sangat tak peduli. Tapi dia merasa ada sesuatu yang menggelitik dalam hatinya begitu mendengar cerita Jungrae.

Jungrae mendesah pelan. “Aku sudah menduga kau akan berkata seperti itu. Tapi bisakah kau hilangkan egoismu itu dulu? Kyu memang tak tahu, tapi aku selalu memperhatikanmu belakangan ini. Aku tahu kau tidak sepenuhnya tidak peduli pada Kyu. Aku tahu meski sedikit kau sudah memberikan ruang di hatimu untuk Kyu.” Lanjut Jungrae.

“Jadi apa yang kau inginkan?”

“Kalau kau memang menyukai Kyu, pertahankan dia. Dan kalau memang dia tak akan kau beri kesempatan, biarkan dia pergi selamanya. Jangan kau ijinkan dia untuk berada di dekatmu, jauhi dia.” Jawab Jungrae. “Mungkin ini terdengar seperti aku mengemis cinta padamu untuk Kyuhyun, tapi aku tak ingin kau menyesal. Itu saja.” Katanya lagi. “Urusanku sudah selesai. Aku ingin kau pikirkan ini semua baik-baik. Malam ini keluarga kami akan bertemu dengan keluarga yeoja itu di Blues Restorant. Mereka akan membicarakan soal pertunangan. Hentikan dia malam ini, atau kau tak bisa berhubungan dengannya lagi.”

Jungrae kemudian beranjak dari tempat duduknya. Dia tersenyum pada Boram dan Yesung yang sedari tadi hanya diam mendengarkan. “Sampaikan salamku untuk Haewon.” Katanya. “Annyeong.” Dia membungkuk lalu pergi.

Hening.

Boram dan Yesung tak berani berkata apa-apa. Mereka menunggu Bit Na bersuara. Tapi Bit Na hanya diam. Dia berpikir keras dengan apa yang baru saja didengarnya. Wajahnya terlihat kalut. Ini pertama kali Boram melihat Bit Na seperti itu. Biasanya Bit Na sama sekali tak peduli akan apapun. Tapi dari raut mukanya jelas memperlihatkan Bit Na tak bisa tak peduli dengan hal itu.

Yesung bangkit dari duduknya, Boram menoleh heran pada namjachingunya itu. “Boram, kajja. Aku antar kau pulang. Kita biarkan Bit Na berpikir sendiri, itu lebih baik baginya.” Ajaknya sambil menarik tangan Boram.

Boram sebenarnya ingin menemani Bit Na, tapi memang lebih baik Bit Na berpikir sendiri.

“Aku tak ingin kalau kau sampai menyesal Bit Na.” Kata Boram sebelum dia pergi meninggalkan Bit Na sendiri.

-o0o-

Bit Na terlihat sangat resah. Kakinya tak bisa diam di tempat.

“Waeyo?” Tanya Kangin heran.

“Aku bingung kenapa makhluk yang bernama Cho Kyuhyun itu tak bisa berhenti menggangguku. Malam ini dia akan membicarakan pertunangan, dan noonanya datang memintaku untuk menghentikan semua. Gila kan? Aku bukan siapa-siapa dia, tapi kenapa aku harus terlibat dengan ini semua.” Kata Bit Na.

Kangin tersenyum kemudian menepuk pundak yeodongsaengnya itu. “Sekarang kau berpikir jernih lah. Tanyakan pada hatimu, apa kau mau kehilangan dia? Jangan sampai kau menyesal.” Katanya.

“Kenapa semua orang seolah mengatakan aku akan menyesal kalau aku tidak menghentikan dia! Aku bukan siapa-siapa dia.” Kata Bit Na frustasi.

Kangin kembali menepuk pundak Bit Na, dia mengangguk saat Bit Na menoleh ke arahnya. Kangin lalu keluar dari kamar Bit Na

“Jangan lepaskan dia.” Kata Haewon di telepon beberapa saat setelah Kangin keluar dari kamar Bit Na. “Aku sudah mendengar ceritanya dari Boram. Aku tekankan sekali padamu. Jangan sampai kau menyesal! Walaupun kau terus bilang kau tak peduli, tapi jangan kau anggap temanmu ini tak tahu apa-apa. Hentikan dia.” Lanjut Haewon.

“Aish, jinjja!” Keluh Bit Na sambil membanting ponselnya ke kasur. Dia lalu mengambil jaket dan berlari keluar.

-o0o-

“Apa kau yakin? Eomma agak ragu dengannya. Lagipula, kau bilang kalau ada yeoja yang kau sukai.”

“Appa setuju dengan eommamu, kita tak usah bahas soal pertunangan malam ini. Appa tak ingin kau memilih yeoja yang tidak kau suka.”

“Tenanglah eomma, appa. Jika Kyuhyun berjodoh dengan yeoja yang disukainya, aku yakin yeoja itu akan datang malam ini.”

“Apa maksud noona?”

“Kau akan mengerti nanti.”

“Percaya diri sekali dia. Aku memang datang. Tapi aku tak akan menghentikannya. Biarkan saja dia bertunangan, jadi aku bisa bebas.” Kata Bit Na yang berada tak jauh dari satu keluarga yang baru saja turun dari mobilnya di depan Blues Restorant.

Bit Na memang berkata seperti itu. Tapi kakinya berjalan mengikuti keluarga itu beberapa meter di belakang. Bit Na melihat satu keluarga lain menghampiri meja keluarga yang diikutinya.

Yeoja itu, yeoja yang akan bertunangan dengan Kyuhyun. Bit Na menatap yeoja itu tajam. Memperhatikannya. Yeoja itu sangat jauh berbeda dengannya. Yeoja itu terlihat seperti seorang putri, sangat cantik dan feminim.

“Aish, untuk apa aku berada disini? Seperti orang bodoh saja.” Keluhnya.

Bit Na kemudian melangkah menuju pintu keluar. Pintu restoran terbuka, dan Bit Na sudah melangkah satu kakinya keluar. Tapi kemudian dia memutar balik tubuhnya dan menghampiri meja yang tadi diamatinya.

“YA! CHO KYUHYUN!!” Teriak Bit Na yang sontak membuat banyak pasang mata melihatnya terutama dua keluarga di hadapannya.

“Mianhae aku sudah memukulmu waktu itu.” Lanjut Bit Na.

Kyuhyun bangun dari duduknya lalu menghampiri Bit Na. “Aku terima permintaan maafmu. Berarti kau sekarang sudah bebas dari status ‘pacar’, chukkae.” Katanya dengan muka sedih.

“Tapi..” Bit Na menatap tajam Kyuhyun. Sama seperti saat pertama kali mereka bertemu di game centre.

Buugghhhh…..

Bit Na memukul keras pipi Kyuhyun sampai Kyuhyun tersungkur ke lantai.

Dua keluarga itu langsung bereaksi, terutama orang tua Kyuhyun dan calon tunangannya. Tapi Jungrae langsung menahan orang tuanya.

“Aku sudah memukulmu, sepertinya sangat sakit dan tak akan sembuh lama. Jadi kau harus meminta pertanggungjawaban dariku.” Kata Bit Na dengan tampang dingin lalu pergi meninggalkan restoran itu.

Kyuhyun bangun di bantu mantan yeojachingunya. Dia meringis sambil tersenyum. “Mianhae Haneul-ah. Aku tak bisa bertunangan denganmu karena aku harus meminta pertanggungjawaban dari yeoja yang memukulku.” Kata Kyuhyun.

“Apa maksudmu?” Tanya Haneul.

Kyuhyun tak menjawab. Dia malah pergi dari restoran itu setelah pamit pada keluarganya dan keluarga Haneul. Dia pergi mengejar Bit Na.

Jungrae tersenyum puas melihat Kyuhyun yang menghilang di balik pintu.

-End-

Advertisements

4 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s