(Oneshot) Love Story -1st Story-

Standard


Cast :

– 2 member FT Island tapi gak ada hubungannya sama FTI, aku cuma pinjem nama dan wajah mereka

* Song Seunghyun as Song Seunghyun

* Choi Minhwan as Choi Minhwan

– 1 member Jewelie

* Ma’ippo as Lee Taeri

– 1 member Suju(idem)

* Choi Siwon as Choi Siwon

– Son Yejin as Son Yejin (idem)

Support cast (cuma sebut nama) :

– Choi Minjoo (pengennya sih saia, tapi…)

– Kim ‘Key’ Bum as Kim Kibum (SHINee)

– Lee Taemin as Lee Taemin (SHINee)

– Lee Sungmin as Lee Sungmin (Suju)

Note : no conflic, but enjoy it… happy reading ^^’

bayangin seunghyun di makbanshi pas jadi orang seriusan jangan pas lagi konyol…

>>>Love Story<<<

Seorang namja menghampiri seorang yeoja yang sedang duduk di salah satu bangku taman. Yeoja itu tertawa sendiri sambil memegang komik.

“TaeRi-ah..” Panggil namja itu pada yeoja tadi.

Merasa namanya dipanggil, TaeRi langsung menghentikan tawanya dan mencari si pemanggil namanya. “Oppa.” Kata TaeRi begitu mendapati sesosok namja yang berdiri sekitar empat puluh sentimeter di sebelah kanannya.

Namja yang dipanggil oppa itu kemudian duduk dibangku yang sedang diduduki TaeRi. “Kau masih belum bisa mengurangi kebiasaanmu tertawa lepas seperti tadi? Bagaimanapun ini tempat umum dan kau sudah besar.” Kata namja itu sambil mengacak rambut TaeRi.

TaeRi langsung melepaskan tangan namja itu dari kepalanya, dan kemudian merapikan rambutnya yang acak-acakan.

Namja itu terkekeh begitu melihat TaeRi menggembungkan kedua pipinya. “Aku mau mengajakmu ke suatu tempat.” Katanya kemudian.

“Kemana?” Tanya TaeRi penasaran.

Namja itu menarik tangan TaeRi kemudian berdiri. “Kajja. Nanti kau akan tahu sendiri.” Jawabnya.

TaeRi sedikit bingung. Tapi kemudian dia menurut saja. Yah, TaeRi berharap namja yang sedang menarik tangannya akan memberikannya sesuatu yang spesial seperti pernyataan cinta. TaeRi dibawa ke tempat parkir dimana motor namja yang menarik tangannya itu disimpan. Kemudian TaeRi mengambil helm yang disodorkan namja itu.

Sebenarnya TaeRi ingin bertanya kemana dia akan dibawa pergi, tapi dia tak jadi bertanya saat tahu kalau namja di depannya terlihat tak ingin ditanya.

***

sudah satu jam TaeRi terus memeluk pinggang namja yang sedang mengendarai motor.

Kemudian TaeRi melihat jalanan menjadi lebih lengang dan udara menjadi lebih dingin. TaeRi melihat mereka sedang menuju ke arah perbukitan di sekitar Bukanshan. “Mau kemana sebenarnya oppa membawaku?” Tanya TaeRi dalam hati.

Motor kemudian berhenti di sebuah rumah besar yang terbuat dari kayu jati. Namja yang mengendarai motor itu kemudian mengajak TaeRi untuk turun dari motor. TaeRi mengikuti namja itu yang mendekati bel dan menekannya. Tak lama keluar seorang ahjusshi dari balik gerbang yang juga terbuat dari kayu jati itu.

“Seunghyun-a. Sudah lama kau tidak datang kemari.” Kata ahjusshi itu.

“Ternyata ahjusshi.” Kata namja yang ternyata bernama Seunghyun. “Annyeong ahjusshi.” Lanjutnya sambil membungkuk diikuti TaeRi yang terlihat bingung.

“Kebetulan ahjusshi tadi sedang berada di taman. Nugu?” Tanyanya begitu melihat TaeRi.

“Naui chingu.” Jawab Seunghyun.

Ahjusshi tersebut mengangguk kemudian tersenyum penuh makna. “Kau mau pergi kesana?” Dia bertanya lagi diikuti anggukan yang berarti ‘ya’ dari Seunghyun. “Masuklah dulu. Ahjumma pasti senang bertemu denganmu.” Lanjutnya.

“Ne ahjusshi.” Jawab Seunghyun.

Seunghyun kemudian membawa motornya masuk ke halaman rumah besar itu.

TaeRi masih bingung. Pertama, dia tidak tahu sekarang dia berada dimana, di daerah mana. Yang dia tahu dia berada di dekat Bukanshan, tapi dia belum pernah kemari sebelumnya. Kedua, siapa keluarga yang Seunghyun dan dia temui? Seunghyun terlihat sangat akrab dengan ahjusshi itu, apakah ahjusshi itu keluarganya? Molla. Yang terakhir, apa maksud ‘kesana’ yang ahjusshi tadi katakan?

“Kau akan tahu semuanya nanti.” Bisik Seunghyun saat mereka berjalan menuju pintu yang berada sekitar dua meter dari tempat mereka.

TaeRi menoleh ke arah Seunghyun. Seunghyun tersenyum kemudian menggenggam tangan TaeRi yang sedikit dingin karena suhu di sekitar yang memang rendah. TaeRi agak kaget karena genggaman di tangannya. Tapi kemudian dia tersenyum dan mengangguk. Hatinya berdebar keras.

“Ah, saya lupa mengenalkan diri. Choi Siwon imnida.” Kata ahjusshi itu setibanya mereka di dalam rumah.

“Lee TaeRi imnida.” Kata TaeRi sambil membungkukkan tubuhnya.

Seorang ahjumma kemudian menemui mereka. Dia mengenalkan diri sebagai istri dari Choi Siwon, Son YeJin.

“MinJoo pasti senang kau mengunjunginya setelah sekian lama.” Kata YeJin.

“Ne ahjumma. Aku sangat merindukan dia. Sudah sangat lama aku tidak bertemu dengannya.” Jawab Seunghyun.

Pertanyaan di otak TaeRi bertambah ketika mendengar nama ‘MinJoo’. Tapi lagi-lagi dia menahan diri untuk tidak bertanya.

“MinHwan dimana? Aku tidak melihatnya.” Tanya Seunghyun.

“Ah, dia diterima di Seoul University. Dia sedang berada di Seoul untuk mengurus semuanya.” Jawab Siwon.

Seunghyun terlihat kaget mendengar ucapan Siwon. “Seoul? Jinjja? Dia tidak bilang padaku. Padahal aku bisa membantunya. Sekarang dia tinggal dimana? Aku ingin mengajaknya tinggal denganku kalau bisa. Kebetulan aku juga kuliah di Seoul University.” Kata Seunghyun bersemangat.

“Ide yang bagus.” Kata YeJin. “Kalian kan memang akrab sejak dulu. Kebetulan kami belum mengurus soal tempat tinggalnya. Kami baru berencana untuk menitipkan dia pada Sungmin oppa, sepupuku.” Lanjutnya. “Tapi mungkin dia akan lebih senang kalau tinggal bersamamu.”

“Nanti ahjumma hubungi aku saja. Aku akan dengan senang hati menerima MinHwan di apartemenku.”

Mereka kemudian berbincang mengenai keadaan masing-masing. TaeRi hanya diam mendengarkan, menjawab apabila dia ditanya. Tak lama kemudian Seunghyun meminta ijin untuk pergi. Tuan Choi dan nyonya Son itu mengerti akan kemana Seunghyun pergi.

“Kau bawalah bunga yang tadi aku petik. Kebetulan aku berniat pergi tapi karena kau datang, kau wakili aku saja. Sampaikan salamku padanya.” Kata YeJin sambil menyerahkan sebuket bunga Lili pada Seunghyun ketika mereka sudah ada di depan pintu.

Seunghyun menerima bunga itu kemudian berpamitan. Dia menitipkan motornya di rumah itu kemudian mengajak TaeRi pergi.

***

“Kita mau kemana oppa?” TaeRi akhirnya berani bertanya ketika mereka sedang berjalan menuju sebuah bukit.

“Tempat cinta juga pacar pertamaku berada.” Jawab Seunghyun sambil tersenyum pada TaeRi.

Hati TaeRi terasa sakit mendengar hal itu. Dia diam mengikuti langkah Seunghyun.

“Kita sampai.” Kata Seunghyun kemudian.

TaeRi melihat sebuah gundukan tanah yang ditutupi rumput. Sebuah batu marmer dengan foto di depannya tertancap di sisi gundukan tanah tersebut.

“MinJoo?” Tanya TaeRi.

Seunghyun mengangguk. “Dia cinta pertamaku yang sudah mendahuluiku untuk melihat surga.” Jawabnya.

Seunghyun kemudian meletakkan bunga Lili yang dibawanya di depan foto MinJoo yang sedang tersenyum.

“MinJoo-ya, annyeong. Mianhae aku baru bisa mengunjungi sekarang. Sesuai janjiku, aku akan menemuimu untuk yang ketiga kalinya bersama seseorang yang istimewa. Yang mampu membuatku mencintainya seperti aku mencintaimu.”

TaeRi langsung menatap Seunghyun, matanya menyiratkan pertanyaan terhadap pernyataan Seunghyun barusan. Seunghyun tersenyum kemudian menggenggam erat tangan TaeRi. TaeRi diam, menatap lekat makam yang ada di hadapannya.

Seunghyun lalu menoleh lagi pada makam di depannya, tempat MinJoo tidur untuk selamanya. “Maaf aku membuatmu menunggu begitu lama. Karena memang sulit menemukan yeoja yang bisa menggantikanmu.” Katanya. “Namanya Lee TaeRi. Dia sama sepertimu, memiliki kembaran laki-laki. Bedanya dia satu tahun lebih muda darimu. Dia tidak gila baca sepertimu, tapi dia juga sangat menyukai komik dan tidak bisa mengendalikan emosinya setiap membaca komik, sama sepertimu. Dia sedikit, sangat sedikit lebih tinggi darimu, tapi tubuhnya sama-sama mungil. Kau sudah mendengar semuanya kan? Kau ingin mendengarkan aku membandingkan kau dengannya. Kalian hampir mirip, tapi kalian memiliki kelebihan sendiri. Dan satu hal, sesuai keinginanmu, aku mencintai TaeRi bukan karena beberapa kesamaan antara kau dan dia. Aku mencintainya sebagai seorang TaeRi.”

Seunghyun mengakhiri ceritanya. Dia menoleh ke arah TaeRi. “Aku pernah berjanji pada MinJoo kalau aku akan mengenalkan yeoja yang akan menjadi penggantinya di hatiku padanya dan aku berjanji pada diriku sendiri aku akan menyatakan cintaku di depan MinJoo, agar dia tahu kalau aku sudah mendapatkan seseorang itu. TaeRi-a, maukah kau menjadi pengganti Minjoo, yang mengisi hariku mulai sekarang sebagai seorang yeojachingu?” Tanya Seunghyun.

TaeRi mengerti semuanya. Dia mendengar setiap kata yang diucapkan Seunghyun pada MinJoo, dia tahu Seunghyun memang tulus mencintainya. Dan memang pada kenyataannya TaeRi juga mencintai Seunghyun. TaeRi mengangguk mantap. “Ne oppa. Aku mau.” Jawab TaeRi.

Seunghyun langsung memeluk tubuh mungil TaeRi sebentar.

“Aku ingin bicara pada MinJoo eonni boleh oppa?” Tanya TaeRi diikuti anggukan Seunghyun. TaeRi menatap makam di depannya. “Annyeong eonni. TaeRi imnida. Nan, Seunghyun oppa yeojachingu.” Kata TaeRi sambil menoleh sebentar pada Seunghyun. “Senang akhirnya mengetahui kalau Seunghyun oppa juga memiliki perasaan yang sama denganku. Aku tidak tahu sejak kapan menyukai Seunghyun oppa. Tapi aku masih ingat saat pertama kali kami bertemu. Waktu itu aku dan TaeMin, kembaranku, tidak sengaja menubruknya hingga jatuh. Ekspresinya saat jatuh di lantai itu lucu sekali. Hihi..” Cerita TaeRi. Seunghyun terlihat ingin protes dengan pernyataan TaeRi barusan, tapi TaeRi langsung melanjutkan ceritanya tanpa memberikan ijin Seunghyun untuk menginterupsi. “Ternyata Seunghyun oppa dekat dengan Kibum oppa. Makanya aku bisa mengenalnya lebih jauh karena Kibum oppa itu teman satu klub TaeMin. Akhirnya kami berempat sering bersama walaupun kami berbeda angkatan. Kibum oppa kelas tiga waktu itu. Dan lama-lama aku jadi lebih akrab dengan Seunghyun oppa dan menyukainya. Eonni, bertemu dengan Seunghyun oppa merupakan suatu keberuntungan bagiku. Hehe..” TaeRi terkekeh kemudian merapatkan diri ke tubuh Seunghyun. Udara di sekitarnya menjadi lebih dingin sekarang. “Aku ingin lebih mengenal eonni, seseorang yang pernah dicintai Seunghyun oppa sampai seperti ini. Bolehkan? Tadi aku dengar sifat eonni mirip-mirip denganku. Pasti akan menyenangkan kalau kita diijinkan bertemu sebelumnya. Tapi nanti kita pasti aku saling berebut Seunghyun oppa. Dan dia pasti akan besar kepala karena merasa dirinya populer. Padahal dia sama sekali tidak populer, eonni pasti tahu senarsis apa orang di hadapan eonni ini. Narsisnya sudah tingkat akut.”

Pletak..

Seunghyun mendaratkan sebuah jitakan di kepala TaeRi dengan tangannya yang bebas.

“Apa..” Kata TaeRi merajuk. “Eonni, orang yang eonni cintai ini menyiksaku. Apa dia juga melakukan hal yang sama padamu? Aish, kita harus memberinya pelajaran suatu saat nanti.”

TaeRi terus saja bercerita di depan makam MinJoo. Seunghyun sekali-kali menyela jika TaeRi mengatakan hal yang harus diralatnya. Mereka terus begitu sampai waktu menunjukkan pukul lima sore.

Mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah orang tua MinJoo, karena mereka harus segera kembali ke Seoul.

“MinHwan..” Kata Seunghyun begitu melihat seorang namja yang seumuran dengannya di depan pintu. Namja yang bernama MinHwan itu sedang duduk di teras depan pintu masuk rumah.

“Kau lama sekali. Aku menunggumu satu jam lebih disini.” Keluh MinHwan.

“Jeongmal? Padahal aku merasa baru sebentar di makam MinJoo.” Kata Seunghyun sambil menyalami dan memeluk MinHwan yang berdiri begitu Seunghyun dan TaeRi mendekat.

“Kau tak akan ingat waktu kalau sudah berhadapan dengan Minjoo.” Komentar MinHwan. “Nugu?” Tanyanya begitu melihat TaeRi. “Aa.. Ara ara, chukkae. Akhirnya setelah sekian lama kau bisa juga menemukannya. MinJoo pasti sangat senang sekarang.” Kata MinHwan cepat.

Seunghyun tersipu malu mendengar ucapan MinHwan.

“Annyeong. Lee TaeRi imnida.” Kata TaeRi sambil membungkukkan tubuhnya.

“Choi MinHwan imnida. Aku kembaran MinJoo, kau pasti sudah bercerita kan?” Tanya MinHwan sambil mendelik kepada Seunghyun.

“Ne oppa. Aku juga punya kembaran seperti MinJoo eonni, namanya Lee TaeMin.” Kata TaeRi.

MinHwan membuka lebar kedua matanya. “Jeongmal? Aigoo.. Kebetulan sekali. Mungkin kalian memang berjodoh. Semoga kalian selalu bersama.” Kata MinHwan.

“Semoga. Oh iya, kau kuliah di Seoul University? Kenapa kau tidak bilang padaku? Aku juga kuliah disana. Mengambil arsitektur. Kata ahjumma kau belum jelas tinggal dimana. Tinggal lah bersamaku. Aku kesepian terus sendirian. Aku akan bahagia kalau sahabatku mau tinggal bersama.” Kata Seunghyun.

“Aku sudah dengar semuanya dari eomma. Aku juga ingin tinggal bersamamu. Tapi nanti aku diskusikan semuanya dulu. Kau tunggu saja kabar dariku.” Kata MinHwan.

Seunghyun dan TaeRi kemudian berpamitan pada keluarga Choi. Mereka sudah terlalu sore berada di sana dan harus segera kembali ke Seoul.

“Aku menunggu kabar baik darimu.” Kata Seunghyun pada MinHwan sebelum wajahnya tertutup helm.

“Arasso.” Kata MinHwan.

TaeRi memeluk erat pinggang Seunghyun. Dia yakin namjachingu barunya itu akan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, mengingat waktu sudah sangat sore dan lokasi mereka jauh dari rumah.

MinJoo-ya. Satu setengah tahun bagiku terlalu cepat. Tapi mungkin ini memang harapanmu. Aku akan mencintai TaeRi seperti aku mencintaimu. Dan aku akan berusaha untuk lebih mencintainya daripada aku mencintaimu..”

Eonni, bolehkah aku bersyukur karena kepergianmu itu membuatku bertemu dengannya? Mungkin kami masih anak-anak. Tapi aku janji aku akan mencintainya, menjaganya menggantikan dirimu. Kami akan dewasa bersama. Doakan kami ya eonni..”

TaeRi memandang langit yang memerah. Matahari perlahan menghilang di balik bukit. TaeRi memandang langit sambil menyenderkan kepalanya di punggung Seunghyun.

Dan kisah cinta mereka pun dimulai..

-end-

Ini niatnya aku bikin seri. Cerita kedua nyeritain sama yg udah mati itu aka tokoh saia /plakk. Tapi masih rencana, beloman kelar, haha…

Btw, ini dibikin singkat. Selama aku ngelamun kemaren, jadi maap kalo hasil’a agak gak muasin. Karena req anak jadijadian aka Ma’ippo, aku percepat jadwal publish’a. hohoho…

Advertisements

6 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s