(Two Shot) A Story About Kidnapper [End]

Standard

Cast :

– 4 member suju tapi gak ada hubungannya sama suju, aku cuma pinjem nama dan wajah mereka

* Lee Hyukjae as Eunhyuk

* Lee Donghae as Lee Donghae

* Kim  JongWoon as Yesung

* Kim YoungWoon as Kim Kangin

– 1  member Jewelie

* Ma’ippo as Kim Seorin

– saia as Kim Boram

>>>A Story About Kidnapper<<<

Buru-buru Eunhyuk menjawab telepon itu. “Yoboseyo hyung?” Sapanya. Dia mendengar apa yang diucapkan Kangin di telinganya. Matanya yang sipit membulat, wajahnya terlihat kaget. “MWO? Kami salah culik? Jinjja?” Tanyanya pada Kangin.

Beberapa lama kemudian ponsel di saku celana Eunhyuk bergetar, ada telepon masuk.

-Kangin hyung-

Buru-buru Eunhyuk menjawab telepon itu. “Yoboseyo hyung?” Sapanya. Dia mendengar apa yang diucapkan Kangin di telinganya. Matanya yang sipit membulat, wajahnya terlihat kaget. “MWO? Kami salah culik? Jinjja?” Tanyanya pada Kangin.

“Mwoya? Kejutan untuk yeojachingu hyung sudah terbongkar. Aish, jadi siapa yang bersamaku ini?” Tanyanya bingung. “Jangan marah hyung. Tadi malam aku dan Donghae benar-benar membawa seorang yeoja yang ciri-cirinya seperti yang hyung katakan. Tapi kami tak tau kalau dia bukan yeojachingu hyung.” Terangnya. “Chakkaman.”

Eunhyuk langsung menuju ke ruangan tempat Seorin kemarin disekap. Dia mengambil tas milik Seorin, mencari dompet si pemilik tas. Dia dia menemukan kartu mahasiswa milik Seorin.

“Kim Seorin mahasiswa Inha University tingkat tiga jurusan gizi.” Eunhyuk membaca keterangan yang ada keterangan yang ada di kartu mahasiswa tersebut.

“Omona.. Ternyata kami memang salah culik. Mianhae hyung. Jeongmal mianhae..” Kata Eunhyuk dengan nada memohon. “Oh. Jadi yeojachingu hyung suka dengan kejutan hyung walaupun sudah ketahuan duluan? Hyung benar tak marah pada kami? Gomawo hyung..” Ucapnya senang. Raut mukanya kembali seperti sebelumnya. “Ne, gwenchana hyung. Ini semua salah kami. Memang kami harus menyelesaikannya sendiri. Ne, gomawoyo hyung..”

Setelah menutup pembicaraan di telepon, dia menoleh ke arah Seorin yang masih terlelap tidur.

“Aish, aku salah orang ternyata. Salah kami tidak mengecek identitasmu kemarin.” Keluhnya. “Tapi itu berarti aku boleh menyukaimu.” Katanya sambil membelai rambut Seorin. “Jadi namamu Seorin ya? Aku ingin tau lebih banyak tentangmu. Nanti saja aku tanya setelah kau bangun.” Lanjutnya.

Eunhyuk kemudian teringat pada Donghae. Dia lalu menelepon temannya itu, memintanya segera pulang. Setelah Donghae sampai, dia menjelaskan kalau mereka salah tangkap orang.

“Mwoya? Aish, kenapa bisa sial seperti ini?” Tanya Donghae pada dirinya sendiri.

Eunhyuk tersenyum. “Tapi bagiku ini keberuntungan. Aku bisa bertemu dengan yeoja ini. Lagipula, yang penting Kangin hyung tidak marah pada kita. Itu yang paling bagus. Tapi yaa, karena kita salah culik, dia tak ingin ikut bertanggung jawab soal ini semua.” Terangnya.

Wajah Donghae terlihat masam. “Memang benar Kangin hyung tidak marah. Tapi tetap saja, bagiku aku sial bertemu dengan yeoja itu. Dan lagi sekarang kita harus mengurus ini semua sendiri. Kurang sial apa lagi?” Tanyanya sambil melirik Seorin yang masih tidur dengan nyenyaknya. “Apa bagusnya yeoja tukang tidur seperti dia? Seleramu aneh sekali Hyuk.”

Eunhyuk tak peduli dengan komentar yang dilontarkan Donghae. Yang pasti dia menyukai yeoja yang sedang terlelap tidur itu.

Eunhyuk kemudian menyingkap selimut yang menyelimuti Seorin, membuka semua ikatan yang melilit di tubuh Seorin, kemudian menyelimuti Seorin lagi.

“Bangun.. Ayo bangun..”

Eunhyuk menepuk-nepuk pipi Seorin. Tapi Seorin tak memberi respon. Eunhyuk berusaha membangunkan Seorin yang terus tertidur lebih dari 12 jam.

“Aku siramkan air saja untuk membangunkannya ya Hyuk.” Tawar Donghae.

Eunhyuk menoleh ke arah Donghae yang tengah duduk di sofa. “Kalau kau melakukannya, tidak akan ada lagi EunHae couple.” Ancamnya. Dia lalu kembali berpaling pada Seorin. “Ya, ayo bangun.”

Berhasil. Seorin mulai memberikan respon. “Aku masih ngantuk appa. Kau bangunkan aku lima belas menit lagi.” Kata Seorin setengah sadar. Dia menarik selimutnya menutupi kepalanya.

“Kau lupa? Kau ini sedang diculik.” Ucap Donghae kesal.

Mendengar kata ‘penculik’, Seorin langsung menyingkap selimutnya, kepalanya menyembul keluar selimut. “Hyaa.. Aku lupa. Tapi kalau diculik tak mungkin senyaman ini.” Ujarnya. “Mungkin aku mimpi diculik. Lima belas menit lagi appa.” Lanjutnya. Dia lalu menarik kembali selimutnya. Bersiap melanjutkan tidurnya.

“YA! Aku bukan appamu. Kau tidak sedang bermimpi. Ayo bangun. Dasar tukang tidur.” Seru Donghae. Dia menghampiri Seorin dan menarik selimutnya kemudian melemparkannya ke lantai. “Bangun atau wajahmu aku siram dengan air.” Katanya geram. Dia mengambil gelas berisi air minum yang ada di meja.

“Hae, jangan seperti ini.” Eunhyuk mengambil gelas yang dipegang Donghae.

Donghae memperlihatkan ketidaksukaannya pada Seorin. “Sekarang aku tak punya kewajiban untuk berbaik hati pada yeoja ini. Dia bukan siapa-siapa. Jadi aku bisa melakukan apa saja padanya.”

Seorin yang mendengar perdebatan keduanya kali ini benar-benar membuka kelopak matanya. “Aku sudah bangun.” Katanya pada kedua namja di hadapannya. “Ternyata bukan mimpi. Kupikir kemarin itu hanya mimpi. Aish, oppaduel berisik sekali.” Lanjutnya begitu melihat Eunhyuk dan Donghae. Dia lantas meregangkan otot-ototnya. Dan tanpa permisi dia beranjak dari tempat tidur lalu berjalan menuju pintu yang dia yakini itu pintu kamar mandi. “Aku mau cuci muka dulu. Ini kamar mandinya kan oppa?” Tanyanya pada Eunhyuk.

Eunhyuk mengangguk dengan ekspresi sedikit bingung.

Sekitar sepuluh menit kemudian Seorin keluar dari kamar mandi dengan wajah lebih segar. “Aku ingin mandi, tapi aku tak punya baju ganti. Oppa, kau mau mengantarku pulang kan? Badanku sangat tak enak.” Tanyanya dengan wajah polos. “Aish, tapi aku kan sedang diculik. Apa mereka mau mengantarku pulang?” Kali ini dia bertanya pada dirinya sendiri lengkap dengan pose berpikirnya.

Eunhyuk dan Donghae melongo melihat tingkah yeoja di depannya.

“Oppa..” Panggil Seorin lagi. “Kau akan mengantarku pulang kan?” Ulangnya.

Eunhyuk menjawab dengan tergagap. “I.. Iya. Kami akan mengantarmu pulang hari ini.”

Seorin kemudian tersenyum pada Eunhyuk. Dia lalu melihat jam dinding yang ada di ruangan itu. “Ah oppa, sekarang jam satu malam atau siang?” Dia bertanya lagi tetap dengan tampang polos.

“Siang.” Jawab Eunhyuk singkat.

“Aish, berarti aku kelewatan sarapan dan sekarang waktunya makan siang. Pantas saja perutku lapar. Oppa, aku ingin makan.” Rengeknya pada Eunhyuk.

Eunhyuk pergi mengambil bungkusan yang tadi dibeli oleh Donghae. “Tadi Donghae membeli sandwich. Kau mau?” Tanyanya sambil menyerahkan bungkusan berisi sandwich pada Seorin.

“Aish, aku masih kepikiran sushi. Tapi tak apalah oppa, aku terima sandwich darimu. Gomawoyo oppaduel.” Kata Seorin. Dia lantas mengambil bungkusan yang disodorkan Eunhyuk. Mengambil satu sandwich dari dalam bungkusan dan langsung melahapnya. “Mashita.” Katanya sambil mengunyah.

“Hyuk, aku benar-benar tak mengerti dengan jalan pikiran yeoja ini. Dia sama sekali tak mengerti kondisi dia seperti apa. Walaupun sebenarnya kita orang baik, tapi kan kita ini orang yang sudah menculik dia. Kenapa dia bisa bersikap biasa saja? Tak merasa takut pada kita. Malah sok akrab begitu.” Bisik Donghae pada Eunhyuk sambil memandang Seorin yang siap mengambil sandwich kedua.

Eunhyuk mengangkat kedua bahunya. “Tapi bukannya bagus. Kalau dia tak menganggap kita penjahat, kita aman. Aku agak kuatir soalnya kemarin dia bilang dia punya ahjusshi yang seorang polisi. Dari sifatnya aku yakin dia tak bohong.” Jawab Eunhyuk dengan berbisik juga.

Mendengar dan mengucapkan kata ‘polisi’, Donghae dan Eunhyuk saling berpandangan. Wajah mereka memperlihatkan ketakutan dan kecemasan.

“Chakkaman.” Kata Eunhyuk pada Seorin yang akan mengambil sandwich ketiganya.

Seorin menoleh ke arah Eunhyuk. “Waeyo oppa?” Tanyanya.

Eunhyuk lalu duduk di samping Seorin. “Boleh kami bicara padamu? Namamu Seorin kan?” Dia balik bertanya. Seorin mengangguk pelan. “Seorin, mianhae. Sebenarnya kami tak pernah bermaksud untuk menculikmu. Kami akan membuat kejutan untuk pacar sunbae kami, dia ulang tahun hari ini. Harusnya dia yang sekarang ada di sini, tapi karena ada kesalahan, malah kau yang kami culik.” Terangnya. “Maukah kau memaafkan kami dan tidak melaporkannya ke polisi? Benar kami sudah melakukan kejahatan, tapi ini tidak disengaja.” Lanjutnya.

Seorin berpikir cukup lama mendengar penjelasan Eunhyuk. Dia lalu tersenyum. “Ne, oppa. Aku memaafkan kalian. Tapi..”

Seorin menggantung ucapannya, membuat Donghae dan Eunhyuk yang tadi tersenyum mengerutkan kening.

“Tapi apa?” Tanya Donghae yang ikut menghampiri Seorin.

Seorin terlihat sedang berpikir lagi. “Appa dan eommaku pasti sangat cemas. Aku tak pernah tak pulang tanpa kabar. Mereka pasti sudah menghubungi JungSoo ahjusshi dan dia saat ini pasti sudah mengerahkan polisi untuk mencariku.” Jawabnya polos. Seolah itu bukan hal yang besar.

Eunhyuk dan Donghae langsung lemas mendengar ucapan Seorin. Mereka tak menyangka perbuatan mereka itu akan sangat menyusahkan diri sendiri. “Ottohke?” Tanya Donghae dengan muka pucat.

Eunhyuk menggeleng. “Molla.” Jawabnya lemas.

“Oppaduel, aku akan minta appa, eomma dan ahjusshi untuk memaafkan kalian. Tenanglah..” Ucap Seorin kemudian.

Tapi kedua namja itu tetap terlihat lemas. Penculikan bukan kasus yang ringan, walaupun sebenarnya mereka tak berniat menculik. Hanya ingin memberikan kejutan.

*              *              *

Kim Family’s House…

Tisu basah maupun yang asalnya basah berserakan di meja juga lantai. Mata Boram sudah sangat bengkak, dan hanya sedikit air mata yang keluar dari matanya karena dia sudah mengeluarkannya seharian. Dia menangis sambil terus memanggil nama putrinya.

“Seorin-ah.. Dimana kamu sayang? Huhuhu..”

Jam di dinding sudah menunjukkan pukul tiga sore, tapi dia masih belum mendapat kabar tentang Seorin.

Yesung kemudian datang dari arah dapur dengan dua cangkir cokelat panas di tangannya. Dia menyodorkan satu cangkir pada Boram. “Minumlah dulu. Biasanya cokelat bisa membuat perasaanmu membaik.” Ucap Yesung.

Boram memandang ke arah Yesung dan mulai menangis lagi. “Putri kita oppa.. Bagaimana keadaan dia?” Isaknya.

Yesung meletakkan kedua cangkir itu di meja setelah menyingkirkan beberapa tisu yang memenuhi meja. Kemudian dia memeluk Boram, mengelus rambut istrinya itu. “Polisi sedang mencarinya. Kau tenanglah.” Dia berusaha menenangkan Boram.

Boram tetap menangis namun kali ini dia mengambil cokelat panas yang ada di meja, meneguknya beberapa kali dan mulai tenang. Yesung ikut meminum cokelat panas miliknya.

Tak lama mereka mendengar suara bel rumah. Buru-buru Boram pergi menuju pintu. Tangisnya kembali membuncah begitu melihat siapa yang ada di balik pintu.

“Seorin-ah.. Sayang.. Kau pulang..” Ucapnya.

“Eomma.. Bogoshippoyo..” Balas Seorin.

Mereka langsung berpelukan erat. Melepaskan kerinduan mereka.

“Siapa kalian?” Tanya Yesung pada dua namja yang berada di belakang Seorin.

Seorin melepaskan pelukan Boram dan mendekati Yesung. Memeluknya sebentar. “Mereka orang yang menolongku appa.” Katanya. “Ayo masuk dulu, nanti aku jelaskan di dalam.” Lanjutnya. “Hyuk oppa, Hae oppa, ayo masuk.” Ajaknya pada Eunhyuk dan Donghae yang berusaha memasang tampang manis pada orang tua Seorin.

Boram buru-buru memasukkan tumpukan tisu di meja dan lantai ke kantong yang dibawanya. Dia kemudian pergi ke dapur dan membawa tiga gelas minuman.

“Kemarin aku jadi korban salah culik eomma. Penculik-penculik itu baru sadar kalau bukan aku target mereka itu tadi siang. Lalu mereka melepaskanku. Dan oppaduel ini menemukanku yang sedang bingung lalu mengantarku pulang.” Terang Seorin. Dia lalu meneguk habis minuman untuknya.

Yesung dan Boram langsung percaya dengan apa yang dikatakan Seorin. Mereka tahu putri mereka tak mungkin berbohong. Dan lagi, Seorin pulang dengan keadaan utuh. Tak kurang sedikitpun.

“Seorin-ah.. Kau tau eomma cemas sekali disini.” Kata Boram haru.

Seorin tersenyum melihat mata eommanya yang sembab. “Mianhae eomma.” Katanya.

“Gwenchana. Sekarang kamu sudah pulang. Eomma tenang.” Kata Boram sambil kembali memeluk Seorin.

“Appa, aku kangen pada Ddangkoma. Dia ada di kamar kan?” Tanya Seorin pada Yesung. Yesung mengangguk.

Eunhyuk bertanya-tanya siapa itu Ddangkoma. Kemarin Seorin terus memanggilnya.

Seorin lalu pergi dan kembali dengan seekor kura-kura di tangannya. “Ddangko.. Noona kangen sekali padamu.”

Eunhyuk agak melongo mengetahui sosok Ddangkoma yang sesungguhnya.

“Kamsahamnida.” Kata Yesung kemudian pada Eunhyuk dan Donghae. “Kalian baik sekali sudah mengantarkan putri kami. Neomu kamsahamnida.” Lanjutnya.

Eunhyuk mengangkat kepalanya. “Bu.. Bukan masalah ahjusshi.” Katanya gagap.

Mereka cepat menjadi akrab. Donghae dan Eunhyuk menceritakan kebohongan soal pertemuan mereka dengan Seorin yang memang sudah diset sebelumnya. Tak ada yang tahu tentang hal itu kecuali mereka bertiga. Sampai akhirnya mereka pamit pulang.

“Kami pamit ahjumma ahjusshi. Kami masih ada urusan.” Kata Donghae.

Boram sebenarnya ingin mereka ikut makan malam di rumahnya. Tapi dia tak bisa memaksakan kehendaknya. “Sering-sering lah berkunjung. Ahjumma akan senang menerima kalian.” Pesan Boram sebelum mereka pergi.

Eunhyuk dan Donghae mengangguk pelan. “Saya janji akan sering berkunjung.” Kata Eunhyuk penuh arti.

“Eomma, appa, aku antar oppaduel ke depan yaa..” Ucap Seorin yang dibarengi anggukan dari kedua orangtuanya.

Seorin, Eunhyuk dan Donghae akhirnya pergi keluar.

“Seorin-ah, gomawo. Kau sudah menyelamatkan kami.” Kata Eunhyuk ketika mereka sudah tiba di luar pagar rumah Seorin.

Seorin mengangguk. “Gwenchana oppa. Toh kalian bukan orang jahat.” Ucapnya.

Eunhyuk kemudian mendekatkan bibirnya ke telinga Seorin. “Sepertinya aku menyukaimu Seorin-ah.” Bisiknya.

Mendengar hal itu, warna muka Seorin berubah merah padam. Eunhyuk tersenyum puas melihat ekspresi wajah Seorin yang lucu.

“Untung orang yang jadi salah culik kami itu kau, kau baik sekali tak mengadukan kami.” Ucap Donghae.

“MWO? JADI KALIAN YANG MENCULIK PUTRIKU!!!” Teriak Yesung marah. Dia mulanya berniat memberikan kunci mobil Donghae yang tertinggal di meja.

-End-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s