(Oneshot) Your Love is All I Need

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Eunhyuk/Lee Hyukjae [Super Junior]

*) Han Yoori [Jewelie/OC]

Other Cast :

*) Lee Sungmin

*) Cho Kyuhyun

Genre : AU, Romance

a/n : ini ff buat adek ipar~~~ bini hyuk yg pertama, kekekeke…. Dia juga yg ngasih judul. Happy reading ^^’

 

Your Love Is All I need

Kau seorang yang manis juga cantik. Tapi lebih dari itu, kau yeoja yang sangat baik dan ramah. Tak heran kau menjadi idola bagi setiap namja. Bahkan pengagummu tak hanya berasal dari satu fakultas, tapi sudah satu universitas. Semua namja normal pasti akan menyukaimu, mengagumimu. Kau terlihat terlalu sempurna, makanya kebanyakan namja-namja itu tak berani memilikimu jika merasa dirinya tak pantas memilikimu. Tapi tak sedikit namja yang tetap berusaha menggapai hatimu.

Hingga kini aku masih tak percaya bagaimana bisa aku mendapatkan hatimu. Padahal aku hanya namja sederhana yang tak rupawan juga jutawan. Aku kuliah di universitas yang sama denganmu juga hanya berbekal beasiswa dari dance yang aku tekuni.

“Aku tak mencari kesempurnaan dari seseorang, aku mencari ketulusan. Dan ketulusan itu terpancar jelas di matamu jagi, jadi tak ada alasan untuk aku tak mencintaimu.” Ucapmu ketika aku bertanya mengapa bisa kau memilihku.

Aku tersanjung dengan ucapanmu itu, sangat tersanjung. Kau memang sangat sempurna.

“Cinta tak harus mengikuti pandangan orang lain. Aku merasa aku pantas berada di sampingmu, mengapa kau harus merasa kau tak pantas? Ini cinta kita, peduli amat dengan yang lain.” Katamu setiap kali aku merasa aku tak pantas berada di sampingmu.

Memilikimu bagiku tetap menjadi sebuah mimpi di siang bolong. Terlalu indah untuk jadi kenyataan. Tapi nyatanya, setiap kau memiliki waktu, kau pasti berada di sampingku. Tersenyum dan selalu menyemangatiku. Aku menjadi namja yang sangat beruntung bisa selalu menjadi tempat hatimu berlabuh.

 

Bagaimana aku bisa mendapatkan cintamu?

Aku sama seperti kebanyakan namja, menjadi pengagummu dalam diam. Batapa senangnya aku saat tahu aku satu fakultas bahkan satu jurusan denganmu, dan aku tak bisa berhenti mengucap syukur ketika melihatmu berada di kelas yang sama denganku. Bahkan kau duduk tepat di sampingku. Aish, saat itu aku harus berusaha menyembunyikan wajah yang memerah ketika kau menyunggingkan senyum manismu itu.

Setahun lebih berjalan, entah mengapa aku bisa akrab denganmu. Kau selalu memanggilku dengan nama kecilku, Hyukkie. Aku tak tahu kau sadar atau tidak, tapi karena panggilanmu itu aku merasa aku menjadi seorang yang spesial untukmu.

Aku tak bisa menjadi seperti namja lain yang memberimu sebuket mawar merah saat menyatakan cinta. Suaraku tak cukup bagus untuk menyanyikan sebuah lagu cinta atau membacakan puisi seperti para pujangga. Aku juga tak mampu merangkai kata-kata yang indah untuk aku ucapkan.

-o0o-

Dengan berbagai perasaan yang campur aduk aku menghampiri Yoori yang sedang duduk di taman tempat kami janji bertemu. Aku gugup? Jelas, aku sangat gugup. Sudah satu setengah tahun aku menyukai Yoori. Dan dengan hanya berbekal sedikit rasa percaya diri, hari ini aku akan menyatakan perasaanku. Yah, sudah setengah tahun berlalu dan baru saat ini aku siap. Aku siap mendapatkan jawaban apapun dari Yoori.

“Yoori-ah..” Aku memanggil namanya.

Yoori menyambutku dengan senyuman manisnya. “Hyukkie-yah. Aku pikir kau tak akan datang. Kau telat err…” Yoori melihat jam tangannya, “delapan menit tujuh belas detik.” Katanya. Dia terkekeh. Beberapa saat kemudian Yoori sadar dengan ekspresi wajahku yang ‘tak normal’. “Waeyo? Gwenchana?” Tanyanya.

Aku mencoba tersenyum, tapi kurasa gagal. Mungkin senyumanku terlihat aneh karena bercampur gugup. “Yoori-ah.. Nan.. Nan.. Ehmm.. Saranghae Yoori-ah.” Ucapku. Tak usah dijelaskan lagi, aku yakin wajahku sudah sangat buruk karena memerah. Aku mengepalkan tangan kananku yang sudah basah karena keringat dan menyodorkan kepalan tanganku pada Yoori. “Kita tentukan dengan suit. Kalau kau menerimaku jadi namjachingumu, kau harus menang. Dan kalau kau menolakku, kau harus kalah. Aku sudah memilih batu,sekarang terserah kamu mau memilih gunting atau kertas.” Terangku.

Detik berikut setelah aku bicara, aku menutup mata. Walaupun aku sudah siap, tapi tetap saja aku agak takut untuk melihat jawaban yang diberikan oleh Yoori.

“Kalau kau menutup matamu serapat itu, bagaimana kau bisa melihat tanganku Hyukkie-yah?” Tanya Yoori.

Perlahan aku membuka mataku. Aku melihat tangan Yoori sedang mengepal di depan kepalan tanganku. Aku mengernyitkan dahi dan menatapnya? “Jadi, apa jawabanmu?” Tanyaku tak mengerti. Mata kami saling bertemu. Aish, aku sangat malu.

Yoori tersenyum. “Kau lihat saja sendiri.” Ucapnya.

Memangnya apa arti jawabannya? Kalau dia memilih batu, artinya seri kan? Aku kembali menunduk, melihat tangan Yoori. Seluruh jari Yoori terbuka lebar, kertas.

Kelima jari itu kemudian membungkus kepalan tanganku. “Aku yang menang. Jadi, kau mengerti kan?” Tanyanya.

“Gomawo.” Kataku sambil tersenyum, kali ini aku yakin aku memberikan senyum terbaikku.

Yoori menggeleng. “Gomawo Hyukkie-yah, ani.. Jagiya. Kupikir kau hanya menganggapku teman, aku senang ternyata perasaanku tidak bertepuk sebelah tangan.” Kata Yoori.

-o0o-

Semuanya terlihat sempurna.tapi tak ada cerita yang sempurna bukan? Bahkan kisah seromantis Romeo dan Juliet atapun kisah cinta Jack dan Rose pun harus berakhir dengan kematian.

Aku mencintai yeoja yang sempurna, tapi aku jauh dari kesempurnaan. Kami bagai langit dan bumi, tak berjarak tapi juga sangat jauh. Walaupun begitu, aku selalu berusaha untuk menjadi namja yang pantas baginya. Tapi tak semua orang bisa menerima aku sebagai namjachingu Yoori.

“YA! Lee Hyukjae! Apa kau tak punya cermin di rumahmu? Kau itu tak pantas berada di samping Yoori, dia terlalu sempurna untukmu. Sebaiknya kau mencari yeoja yang lebih pantas. Kau menjijikan!” Cerca Sungmin hyung. Dia senior dari fakultas Kedokteran. Ayahnya merupakan salah satu penyumbang dana di universitas tempatku belajar.

“Kalau bukan karena sumbangan aboji, aku yakin kau tak akan mampu kuliah sampai sekarang. Sebaiknya kau meninggalkan Yoori. Hitung-hitung balas jasa karena nae aboji sudah memberikan uangnya untuk biaya kuliahmu.” Lanjutnya.

Sungmin hyung seorang yang sama sempurnanya dengan Yoori. Dia anak seorang pengusaha kaya dan sebentar lagi akan menjadi seorang dokter. Abojinya sedang membangun sebuah Rumah Sakit untuk putranya yang sebentar lagi akan lulus itu. Otak Sungmin hyung juga tekenal sangat cerdas. Dia bisa menyelesaikan studi Kedokterannya hanya dalam kurun waktu empat tahun. Tahun ini adalah tahun terakhirnya di universitas.

Sungmin hyung sangat menyukai Yoori. Sejak Yoori masuk ke universitas yang sama dengannya, dia selalu mengejar Yoori. Awalnya semua orang menyangka mereka memilki hubungan spesial. Si yeoja sempurna berdampingan dengan namja yang sempurna juga. Tak ada yang bisa memprotes hal itu, tapi ternyata Yoori mencintai dan memilihku.

Sungmin hyung sangat tak menyukaiku karenanya. Dan sudah pasti, hampir setiap hari aku mendapat cercaannya.

Berbekal aku mencintai Yoori dan dia juga mencintaiku, aku mengacuhkan semua perlakuan Sungmin hyung. Semuanya aku anggap sebagai resiko mencintai seorang Yoori. Aku juga tetap mempertahankan cintaku meski cara kotor ditempuh oleh orang-orang yang tak menyukai hubungan kami

Buugghh…

Sebuah pukulan keras mendarat dengan sempurna di pipi kiriku. Kyuhyun dan rekan-rekannya sedang mengerubuniku, menambah satu demi satu pukulan di wajah dan tubuhku. Sudah jelas siapa yang mengirim preman seperti Kyuhyun. Aku berusaha melawan, tapi semuanya sia-sia. Karena aku tak sekuat mereka.

“Tinggalkan Yoori, atau kau akan mendapatkan pukulan yang lebih menyakitkan dari ini!” Pesannya sebelum Kyuhyun menghilang dari hadapanku dengan meninggalkan luka lebam di sekujur tubuhku.

Aku mengusap darah dari bibirku yang sobek. “Kau kira aku bakal menyerah begitu saja?” Tanyaku. Kyuhyun yang sudah menghilang tentunya dia tak bisa mendengar apa yang aku ucapkan.

Dengan tertatih-tatih aku melangkahkan kakiku menuju apartemen yang tak jauh dariku. Kyuhyun tadi menyeretku ke gang dekat apartemen sewaanku.

“Hyukkie…”

Aku mendongak, melihat siapa yeoja yang memanggil nama kecilku. Marah, sedih, cemas, kaget, semua ekspresi itu bercampur di wajahnya. Aku melihat dia mulai menangis begitu tangannya menyentuh pipiku yang bengkak.

“Nugu?” Tanya Yoori.

Aku menggeleng pelan. “Uljima jagi.” Kataku sambil mengusap airmata di pipinya. Tapi karena perbuatanku itu, wajah sempurnanya menjadi kotor. “Mianhae, tanganku kotor.. Uhukk..” Aku terbatuk. Darah keluar dari mulutku setelah aku terbatuk.

Yoori terlihat makin khawatir melihat keadaanku, airmatanya kembali mengalir. Aku menggeleng pelan “Gwenchana jagi. Nan gwenchana.” Kataku mencoba membuatnya tenang. Aku tersenyum.

Walaupun Yoori tahu aku berbohong, dia membalas senyumanku dan mengusap airmatanya. Yoori membantuku berjalan menuju apartemenku. Dia mengambilkan kunci dari tasku, dan membukakan pintu. Setelah membantuku masuk dan merebahkan tubuhku di sofa, dia buru-buru mengambil es dan handuk kecil. Dengan hati-hati Yoori membersihkan lukaku. Membalut beberapa bagian luka di tubuhku dengan perban. Setelahnya, Yoori mengompres lebam di pipiku. Kekhawatiran memang masih terlihat jelas di wajahnya, tapi dia terus-terusan mengulas senyuman. Itu yang aku suka darinya, dia bisa membuatku merasa lebih nyaman.

“Kau masih tak mau bilang siapa yang membuatmu seperti ini? Aku tahu kamu seperti apa, tak mungkin kamu mencari masalah duluan. Atau jangan-jangan dia…” Tanya Yoori dengan tangan masih mengompres wajahku.

Telunjukku langsung menahan bibirnya untuk berkata lebih jauh. “Sudah kubilang, aku baik-baik saja. Kau tak perlu berspekulasi siapa yang melakukan ini semua.” Kataku. Yoori diam. Aku tahu dalam diamnya dia ingin melakukan sesuatu. “Jangan lakukan apapun yang bisa membahayakan dirimu. Berjanjilah.” Pintaku padanya.

“Tapi aku ingin berguna untukmu. Aku tahu kau begini karena aku.” Bantah Yoori.

Aku menggeleng lagi. “Kau tahu aku kuat. Aku tak akan menyerah hanya karena ini. Asal kau tetap berada di sampingku, hal seperti ini bukan apa-apa. Lagipula, karena aku seperti ini, aku bisa manja padamu.” Kataku sambil menyenderkan kepalaku di pundak Yoori.

Yoori terkekeh. “Kalau kau seperti ini, bagaimana aku bisa mengompres pipimu?” Tanyanya.

Aku menurunkan tangannya. “Hhaha.. Lebamku akan segera hilang hanya dengan senyumanmu, percayalah.” Kataku.

“Gombal..”

-o0o-

Mencintaimu benar-benar membutuhkan pengorbanan yang tak kecil. Tapi semua pengorbanan itu memang sangatlah pantas. Aku tak pernah menyesal dengan semua konsekuensi yang aku dapatkan karena memilikimu. Meski begitu, aku tetap harus berusaha menjadi seorang yang pantas untuk berada di sampingmu. Dan itu tak akan hanya menjadi sebuah janji.

Aku beruntung karena orangtua juga keluargamu memiliki sifat yang sama sepertimu. Mereka tak memandang manusia menurut status sosialnya. Mereka menyambutku dengan hangat sama sepertimu. Karenanya aku yakin aku bisa membuatmu bahagia sekarang dan nanti.

Terima kasih karena kau menitipkan hatimu padaku. Terima kasih untuk semua cinta yang kau berikan.

-o0o-

Aku memandang ke lautan luas yang terhampar di depan sana. Di sinilah aku, menikmati indahlah matahari terbenam di pantai pasir pulau Jeju bersama yeoja yang sangat aku cintai. Aku menoleh ke arah Yoori yang menyandarkan kepalanya ke pundakku. Tangan kami saling bertautan, seperti hati kami yang tak pernah terpisah.

Memang butuh waktu yang sangat panjang untuk aku bisa diakui sebagai namja yang pantas untuknya. Dan semuanya terasa sempurna karena Yoori mau menungguku sampai saat itu tiba.

Sekarang aku sudah resmi menjadi kepala keluarga denganYoori sebagai pendamping hidupku. Aku merasa hidupku sangat sempurna, terlalu sempurna. Sampai saat ini, aku tetap merasa aku sedang bermimpi. Semua terlalu indah untuk jadi nyata. Tapi sudah jelas bukan? Yoori ada di sampingku, dan itu menyadarkan aku kalau aku sedang tidak bermimpi.

“Saranghae Yoori-ah. Saranghae yeongwonhi…” Kataku begitu mata kami saling bertemu.

“Gomawo yeobo. Na do saranghae…” Jawab Yoori.

“Ayo masuk. Aku mau menjalankan program membuat anak kita.” Kataku.

Yoori cemberut. “Kau ini, kita sekarang sedang dalam suasana yang romantis. Kau malah berkata seperti itu.”

Aku terkekeh kemudian membopong istriku tercinta. “Suasana romantis akan sempurna setelah kita menyelesaikan program itu hari ini.” Kataku sambil membawa tubuh Yoori ke kamar kami.

-end-

Advertisements

7 responses »

  1. aaaa….niceee….suka bgt sma karakter hyukhyuk….
    Hedeh itu si KyuMin nape jadi gitu…kalo kyu mah cocok jdi iorng kejam..klo umin…gak bisa bayangin muka umin sombong…XDDD
    ending’x juga bagus…tapi tetep si hyuk ‘yadong’…XDD

  2. aaaa….niceee….suka bgt sma karakter hyukhyuk….
    Hedeh itu si KyuMin nape jadi gitu…kalo kyu mah cocok jdi orng kejam..klo umin…gak bisa bayangin muka umin sombong+kejam…XDDD
    ending’x juga bagus…tapi tetep si hyuk ‘yadong’…XDD

  3. Atasnya keren onn
    Cara nembaknya unik banget
    Saya sukaaaaaa ♪───O(≧∇≦)O────♪
    Tapi ke bawah bawah
    Yang paling bawah itu onn
    Kenapa yadongnya Hyuk keluar lagi (>_<) hahahhahahhaha
    Kaya comment di atas
    Nggak bisa bayangin Umin jahat
    Umin kan berhati mulia *vitaMins.com (*^_^*)
    Tapi Kalo Kyu
    Pantes pantes aja
    Dia mah emang tampang preman. Nya dapet banget hahahhaahah *dilemparsparKYU
    Nice FF Onnie (^O^)/

  4. @neni,
    mereka kan udah nikah, boleh dong yadong /plakk
    pssttt… cara nembak’a itu bdasarkan kisah nyata loh

    umin jhat’a judesjudes gt loh..
    dy sombong garagara tlalu sempurna /plakk

  5. annyeong.. ak readers baru disini~ ^^

    suka banget sama cara nembaknya >3<
    tapi, tumben si hyuk g jadi cassanova~

    wah.. saiia masih dibawah umur tuh~
    untung scene terakhirnya ga d lanjutin *PLAK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s