(Ficlet) An Accident

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Kim Heechul [Super Junior]

*) Wonbin/Kim Do Jin

*) Lee Young Ae

*) Kim Boram [OC]

Other Cast :

*) Song Seunghyun [FT Island]

*) Lee Hyena [OC]

Genre : AU, Family

a/n : Ini berdasarkan kisah nyata author dgn perubahan di banyak tempat, LoL.. happy reading ^^

 

An Accident

Boram turun dari bis yang mengantarkannya pulang setelah seharian kuliah. Dia berjalan menuju rumah saudara sepupunya yang lokasinya tidak jauh dari gedung apartemen tempat dia tinggal.

Karena Boram memang sudah biasa datang berkunjung, dia masuk ke rumah saudara sepupunya itu seperti masuk ke rumahnya sendiri, tanpa mengetuk pintu juga tanpa permisi.

“Seunghyun-ah.” Panggil Boram sambil mengetuk pintu kamar saudara sepupunya itu.

Seunghyun keluar kamar dengan kondisi berantakan. “Ah, noona. Mana coklat yang kau janjikan?” Tanya Seunghyun tanpa basa-basi.

Boram mengeluarkan tiga bungkus cokelat dari dalam tasnya. “Kau ini, membantu saudara sendiri masih saja pamrih.” Komentarnya sambil menyerahkan cokelat yang dipegangnya pada Seunghyun.

Seunghyun nyengir mendengar komentar Boram. “Yah noona. Kau kan jarang mentraktirku, jadi aku harus memanfaatkan setiap kesempatan yang ada.” Jawab Seunghyun polos.

“Ya sudah, aku harus segera pulang. Eomma pasti senang aku bisa pulang cepat hari ini. Nanti kalau noona butuh bantuan, kau harus bantu lagi ya.”

Seunghyun mengacungkan jempolnya sejajar dengan pipinya. “Sip noona.”

-o0o-

Boram kemudian berjalan menuju gedung apartemennya. Dia bersenandung ria karena satu masalahnya sudah selesai berkat bantuan Seunghyun, sepupunya.

Boram bertemu dengan seorang ahjumma yang merupakan dokter sekaligus tetangganya ketika dia sedang berdiri menunggu pintu lift di depannya terbuka. “Loh Boram, kau tidak ke Rumah Sakit?” Tanya ahjumma itu.

Boram terlihat bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan ahjumma itu.

“Heechul kecelakaan tadi siang, dia tertabrak mobil. Tulang kaki dan tangannya patah. Saya tadi memberikan pertolongan pertama karena kebetulan kecelakaan itu terjadi tidak jauh dari tempat saya berada.”

Boram diam. Kaku. Sejenak kemudian air matanya sudah membasahi pipinya. Ahjumma di sampingnya terus saja berceloteh tentang bagaimana kondisi Heechul. “…Sejauh yang saya  periksa lukanya  lebih parah dari luka kecelakaan Sungmin tempo hari.”

“Ahjumma, bisa tolong hentikan sekarang?” Tanya Boram masih tetap menangis.

Boram lalu berbalik arah dan pergi menuju Rumah Sakit yang sempat diucapkan ahjumma itu. Otaknya terus memerintahkan dia untuk tetap sadar meski tubuhnya sudah sangat lemas mendengar kecelakaan itu.

-o0o-

“Oppa…” Panggil Boram.

Do Jin dan Young Ae menoleh ke arah Boram. Young Ae segera menghampiri Boram dan memeluknya. Mencoba menenangkan putrinya yang terlihat kacau.

Boram menangis semakin kencang melihat perban membalut sebagian banyak tubuh Heechul. Kaki dan tangan kiri Heechul di gips. Plastik berisi cairan merah tergantung di samping ranjang Heechul. Heechul sendiri tertidur karena obat yang diberikan oleh dokter.

 

“Gwenchana Boram. Heechul sudah baik-baik saja.” Kata Young Ae.

“Eomma bilang oppa baik-baik saja? Lalu apa itu?” Tanya Boram sambil menunjuk tubuh Heechul. “Oppa pasti terluka parah. Eomma lihat oppa meringis menahan sakit bahkan saat dia tidur.” Lanjutnya sedikit histeris.

“Dia baik-baik saja. Percaya pada appa. Dokter sudah memberikan tindakan yang terbaik untuk Heechul.” Kata Do Jin.

Perlahan Boram menghentikan tangisnya namun tetap terisak, dia kemudian menghampiri Heechul yang masih tertidur.

“Appa kenapa tidak memberitahu aku?” Tanya Boram setelah dia duduk di samping ranjang Heechul, menatap nanar namja yang sangat disayanginya.

“Appa tidak ingin membuatmu khawatir. Lagipula luka Heechul tidak separah seperti yang terlihat. Jadi appa dan eomma hendak memberitahu kamu nanti setelah kamu pulang kuliah.” Jawab Do Jin.

Boram memandang Heechul yang terkadang meringis dalam tidurnya. Hatinya terasa sangat sakit. Ini pertama kalinya bagi dia menyaksikan orang yang disayanginya terbaring tak berdaya dengan luka hampir di seluruh tubuhnya.

-o0o-

“YA KIM BORAM!!!!!” Hyena berteriak tepat di telinga Boram. Sudah satu menit Hyena melambaikan tangannya di depan mata Boram, tapi sahabatnya itu tidak merespon sama sekali. “Sebenarnya ada apa denganmu? Kemarin kau sangat senang karena masalahmu selesai, kenapa hari ini kau malah terlihat seperti zombi?” Tanya Hyena begitu Boram mulai menyadari kehadirannya.

Bukannya menjawab, Boram malah menangis. Dia terisak kemudian memeluk Hyena.

Hyena sangat bingung dengan keadaan Boram yang tidak jelas. Tapi dia kemudian menepuk-nepuk punggung sahabatnya itu dan menenangkannya.

“Sebenarnya ada apa?” Tanya Hyena dengan nada sangat lembut begitu dia yakin Boram sudah puas menangis.

“Oppa..”

Hyena mengernyitkan dahi. “Nugu? Heechul oppa atau JongWoon oppa?”

“Hee oppa kemarin kecelakaan.” Terang Boram yang sukses membuat tangan Hyena menutup mulutnya yang menganga karena kaget. “Tangan dan kaki kirinya patah. Appa dan eomma bilang dia baik-baik saja. Tapi melihat dia terbaring sambil meringis menahan sakit, aku tak tahan melihatnya Hyena-ya.” Lanjutnya. Terang air matanya kembali membasahi pipinya yang sudah mengering sebelumnya.

Hyena kini memeluk Boram lebih dulu. “Sudah, berhenti lah menangis. Kalau mereka bilang Heechul oppa baik-baik saja, dia pasti benar-benar baik-baik saja.” Hibur Hyena.

-o0o-

Selesai kelas hari itu, Boram dan Hyena berniat pergi ke Rumah Sakit. Hyena bersikeras mengajak Boram ke swalayan dulu. Dia malu jika tidak membawa apa-apa saat menjenguk Heechul.

“Oppa…” Boram masuk ke ruangan tempat Heechul dirawat bersama Hyena yang membawa berbagai buah-buahan. “Gwenchana?” Tanya Boram begitu dia sudah berada di samping ranjang Heechul.

Heechul yang memang dalam posisi duduk langsung mengacak rambut Boram. “Kau menangis lagi? Aish, aku ini namja kuat, kau jangan menangisi seperti ini.” Lanjutnya begitu melihat mata Boram yang masih sembab.

“Dia belum pernah mengalami hal seperti ini kan oppa? Makanya dia seperti sekarang.” Kata Hyena sambil meletakkan buah-buahan yang dia bawa ke piring yang ada di meja di samping ranjang Heechul.

Heechul tampak berpikir. “Benar juga. Ini pengalaman pertama melihat keluarganya kecelakaan. Haha.. Anggap saja ini pengalaman hidup. Kau tidak perlu berlebihan.” Katanya pada Boram.

Boram diam saja mendengar Heechul yang mulai mengoceh dan mengeluh soal perawat cantik yang mengacuhkannya. Beberapa lama kemudian senyuman tersungging di bibir Boram. Melihat kakaknya seperti biasanya, perasaan takut dan khawatirnya perlahan menghilang.

-o0o-

“Mungkin aku memang berlebihan. Melihat oppa yang seperti itu aku sadar, oppa memang baik-baik saja.” Kata Boram pada Hyena begitu mereka pulang dari Rumah Sakit.

Boram punya setumpuk tugas yang membuatnya tidak bisa menjaga Heechul di Rumah Sakit.

“Sudah aku bilang kan? Kalau orang tuamu tidak mungkin bohong soal kondisi Heechul oppa.” Kata Hyena sambil menyalakan mobilnya.

“Tapi patah tulangnya membuat oppa harus terapi lama. Aku yakin oppa pasti akan sering bad mood karena dia paling tidak suka tidak bisa bergerak bebas.” Keluh Boram.

Hyena memandang sahabatnya sejenak. “Kau harus bersiap-siap saja menerima omelan mendadak dia.” Kata Hyena sambil terkekeh. Dia lalu melajukan mobilnya menuju apartemen sahabat di sampingnya.

-end-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s