(Ficlet) Jealous to Wrong Man

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Kim Jongwoon/Yesung [Super Junior]

*) Kim Boram [OC]

*) Kim Heechul [Super Junior]

Other Cast :

*) Kim Ryeowook [Super Junior]

*) Lee Hyukjae [Super Junior]

Genre : Romance(?)

a/n : niatan pengen beranteman lama sama si sayang tapi gak bisa >,< … happy reading ^^

 

Jealous to Wrong Man

“Tadi Boram bilang akan ke dorm. Apa kau melihatnya Hyuk?”

“Kata Donghae dia sedang ada di dorm atas hyung. Menemui Heechul hyung.”

Kenapa selalu Heechul hyung?

Aku yang baru saja pulang dari Babtol langsung keluar dorm dan naik menuju dorm di lantai dua belas, menemui Boram.

Aku menekan bel dan tak lama Donghae membukakan pintu. Sepertinya dia tahu dari Hyukjae kalau aku akan datang.

“… kau ini. Sudahlah oppa, menyerah saja. Kau tak akan bisa menang melawanku.”

Aku melihat Boram sedang bercanda bersama Heechul hyung. Mereka tertawa-tawa, terlihat begitu senang. Sesaat kemudian, aku merasa urat-urat leherku menegang.

“Boram..” Aku memanggilnya dan orang yang aku panggil itu menoleh.

Boram langsung menghampiriku begitu tahu aku yang memanggilnya. “Oppa. Sedang apa disini?” Tanyanya polos.

“Bukankah kau datang kemari untuk menemuiku? Kenapa kau malah ada disini?” Aku berusaha mengendalikan suaraku saat berbalik bertanya.

“Aku memang mau menemuimu oppa. Aku kemari hanya mau mengantarkan makanan untuk Hee oppa. Dan kata Donghae oppa kau belum pulang, jadi aku menunggu disini.” Terangnya. “Kenapa kau begitu tegang?” Tanyanya sambil memegang urat di pelipisku yang menonjol keluar.

Aku membuang muka. Mengibaskan tangannya dari wajahku. “Kita ke dormku saja.” Kataku kemudian.

Boram mengangguk setuju meski ekspresinya terlihat mempertanyakan sesuatu.

“Aku pamit dulu oppa. Ingat, kau harus menghabiskan makanannya. Kalau tidak, aku tidak akan memasak untukmu lagi.” Boram mengancam Heechul hyung diikuti gelak tawa dari Heechul hyung.

“Arasseo. Sudah. Kau pergi sana! Hushh…” Heechul hyung mengibaskan tangannya di depan Boram, mengusir.

Boram pergi menghampiriku, tangannya melingkar di lenganku tanpa seijinku. Dia tersenyum memperlihatkan barisan giginya ketika menarikku keluar dari dorm.

Aku mengajak Boram masuk ke kamarku dan Ryeowook. Aku meninggalkannya untuk mengambil minuman dan kembali beberapa saat kemudian. Aku melihat Boram sedang asik memainkan Ddangkoma di tangannya.

“Kemarin aku diberi kura-kura oleh Hyena. Dan aku memberi nama dia Ddangkomoni.” Katanya sambil menoleh ke arahku begitu tahu aku masuk dengan dua kaleng soda di tanganku. Dia lalu mengembalikan Ddangkoma ke dalam akuarium dan mengambil soda yang aku sodorkan.

“Boram, bisa tidak kau agak menjauh dari Heechul hyung?” Tanyaku tanpa basa-basi.

Boram mengangkat sebelah alisnya. “Apa maksud oppa?” Tanyanya.

Aku mendesah pelan. Duduk di kasur Ryeowook. “Aku.. Jujur aku tak suka melihatmu terlalu akrab dengan Heechul hyung.”

Boram duduk di kasurku. Kami berhadapan. Tapi aku duduk sambil menunduk, tak ingin melihat wajahnya.

“Kau tahu aku tak mungkin melakukannya. Lagipula, kenapa oppa harus merasa tak senang?” Tanya Boram lagi.

Hatiku sakit mendengarnya. Kenapa yeoja di hadapanku ini tidak bisa mengerti dengan sendirinya?

“Aku cemburu.” Kataku pelan bahkan hampir tak terdengar.

“Wae? Tidak biasanya oppa seperti ini. Untuk apa cemburu padanya?”

Boram berkata seolah rasa cemburuku ini bukan sesuatu yang pantas untuk diperhatikan. Dia sama sekali tak mengerti aku begitu gelisah setiap melihatnya terlalu dekat dengan Heechul hyung. Aku tahu mereka memang saling menyayangi, tapi bisa saja kan rasa sayang itu berubah jadi cinta?

“Kau berlebihan oppa.” Kata Boram kemudian. Aku mendongak, melihatnya. Dan dia menatapku tajam. “Kau ini kenapa oppa? Mengapa tiba-tiba menjadi seperti ini? Aneh.” Lanjutnya.

“Apa aku tak boleh merasa cemburu?” Tanyaku dengan nada sedikit ditekan.

Boram diam, sepertinya dia terkejut dengan nada suaraku barusan. Tapi kemudian wajahnya kembali tenang. “Aku senang kau merasa cemburu oppa, itu artinya kau memang mencintaiku. Tapi apa rasa cemburumu itu tidak salah alamat? Kau cemburu pada Heechul oppa.” Katanya dengan memberikan penekanan pada saat menyebut nama Heechul hyung. “Dia oppaku.” Lanjutnya.

Aku menghela nafas panjang dan menghembuskannya cepat. “Dia oppa tirimu. Ingat?” Kataku mencoba mengingatkan.

“Tentu saja. Dia memang oppa tiriku. Tapi apa masalahnya? Kau tetap saja tidak pantas untuk cemburu padanya oppa.”

Kenapa sulit sekali membuatnya mengerti? “Kalian memang saudara, tapi kau tak punya hubungan darah dengannya. Kau bisa saja mencintainya. Kau bisa menikah dengannya.”

“Kekanakan.” Potong Boram. Dia menatapku dengan sinis. Tatapan yang belum pernah aku lihat selama aku mengenal Boram. “Aku tak pernah menyangka oppa orang yang seperti ini. Aku memang senang kalau oppa merasa cemburu, tapi tidak kali ini. Oppa benar-benar salah orang. Aku dan Hee oppa sudah bersama bahkan sebelum dia dikenal banyak orang. Jauh sebelum aku bertemu denganmu dan jatuh cinta padamu. Aku menyayangi Hee oppa sebagai saudaraku sendiri, tak pernah lebih dari itu. Apa karena aku bukan adik kandungnya lantas rasa sayang itu dianggap lain?”

“Nan…”

“Kau tahu aku sulit untuk jatuh cinta. Kau orang pertama yang bisa membuatku jatuh cinta. Hee oppa juga menitipkan aku padamu kan? Kalau aku memang mencintainya, aku tak akan mencintaimu. Kalau memang Hee oppa mencintaiku sebagai seorang yeoja, dia tidak akan menyerahkan aku padamu. Dan kalau kami mungkin bisa saling jatuh cinta, kenapa tidak dari dulu?”

Aku diam. Mencoba untuk mengerti setiap kata yang terdengar oleh telingaku. Mencoba mengerti semuanya. Semua yang diucapkan Boram memang benar. Apa cemburuku ini benar-benar berlebihan?

“Aku…” Aku mulai mengeluarkan suaraku setelah suasana di kamarku benar-benar hening untuk beberapa saat. “Kemarin seorang teman bercerita padaku kalau dia mencintai adik tirinya dan ternyata adik tirinya juga mencintai dia. Sayangnya dia sudah menikah, jadi dia tak bisa bersatu dengan adik tirinya itu.” Ceritaku. “Aku takut kau dan Heechul hyung seperti temanku.” Lanjutku.

Boram beranjak dari tempatnya duduk lalu duduk di sampingku. Dia tersenyum padaku. “Itu cerita temanmu oppa. Aku jamin cerita itu tak akan pernah terjadi padaku. Aku mencintai Hee oppa sebagai seorang dongsaeng. Tak pernah lebih. Dan aku mencintaimu dengan rasa yang berbeda. Aku memang sangat mencintai Hee oppa, tapi aku ingin oppa yang menjadi seseorang yang selalu bersamaku nanti.”

“Mianhae.” Kataku kemudian.

Boram mengangguk.

Aku memeluk Boram, melingkarkan kedua tanganku di lehernya. Menarik tubuhnya agar semakin merapat padaku. Aku menyenderkan kepalaku di pundak kanannya.

“Aku tak ingin kamu mencintai orang lain. Aku ingin kau hanya menatapku seorang.” Kataku pelan.

“I will.” Kata Boram sambil memeluk pinggangku.

-o0o-

“Hyung, sedang apa kau disana?” Aku mendengar suara Ryeowook di luar. Buru-buru aku melepaskan pelukanku. “Cepat hyung turun. Aku jadi tak bisa masuk ke kamar karena kau menghalangi jalan.” Lanjutnya.

Aku melihat ke arah pintu, dan mataku langsung menangkap sepasang mata yang melihatku dari kaca di atas pintu. Mata itu menghilang begitu mata kami saling bertemu.

“Hyukkie. Apa yang kau lakukan?” Tanyaku sambil menghampiri pintu dan membukanya.

Aku melihat Ryeowook sedang berusaha memindahkan sebuah kursi yang ada di depan pintu. Sedang Hyukjae berlari dengan cepat ke arah kamarnya.

Aku langsung menuju kamar Hyukjae dan menggedor pintunya. “Buka Hyuk. Ppali!” Perintahku.

“Andwae hyung. Karena hyung dan Boram tidak melakukan hal yang aku harapkan, aku mau di kamar saja. Menonton adegan yang seharusnya kalian lakukan tadi. Aish, aku baru tahu kau pencemburu hyung. Nanti aku laporkan pada Heechul hyung apa yang kau pikirkan tentangnya. Aku yakin pasti akan menarik. Hahaha…” Jawab Hyukjae dari dalam kamarnya.

Wajahku memanas mendengar ucapannya. “KAU AKAN KEHILANGAN SEMUA VIDEO YADONG DI LAPTOPMU KALAU KAU MELAPORKANNYA!!!!” Teriakku.

“Waeyo hyung?” Tanya Sungmin yang entah sejak kapan ada di belakangku.

“Eopseo.” Jawabku singkat.

Aku melihat Boram terkekeh bersama Ryeowook. Wookie sepertinya sudah tahu apa yang terjadi.

“Kau benar-benar salah orang hyung.” Kata Ryeowook sambil menggelengkan kepalanya.

“Aish, terserah kalian lah.” Kataku sambil menarik tangan Boram kembali ke kamarku dan menutup pintu.

 

-End-

Advertisements

6 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s