(Oneshot) Other Side of Wait You

Standard

Cast :

*) Kim Heechul [Super Junior]

*) Kim Jongwoon [Super Junior]

*) Kim Boram [OC]

*) Super Junior member

Genre : A half Romance (?)

Note : As my promise. I made this for my ‘cucu’. This is other side her ff, Wait You. I wanna made Heechul PoV at first but I changed it. I hope you like it cu, and I hope you’ll back with my oppa J

Boram masuk ke dalam dorm Super Junior lantai 12 begitu Leeteuk membuka pintu.

“Annyeong oppa.” Sapanya pada Leeteuk yang menyambutnya dengan senyuman. “Aku membawa kue bolu untuk kalian.” Tambah Boram kemudian menyerahkan kantong kertas yang dibawanya.

“Kau buat sendiri?” Tanya Leeteuk begitu mengambil kantong kertas yang disodorkan Boram.

Boram mengangguk. “Oppa jangan terlalu berharap soal rasanya. Aku masih belajar, tapi itu bisa dikatakan enak.” Jawab Boram sambil nyengir. “Hee oppa ada? Aku rindu padanya.” Boram balik bertanya pada Leeteuk.

“Hati-hati Jongwoon tahu. Kudengar dia sempat cemburu pada Heechul.” Kata Leeteuk sambil mengerlingkan matanya. “Dia ada di kamarnya. Entah apa yang sedang dilakukannya. Aku melihatnya keluar hanya tadi pagi.”

Boram kemudian menghampiri kamar Heechul. Mengetuk pintunya dan masuk begitu mendapati pintu kamar kakak tirinya itu tidak dikunci. Boram melihat Heechul sedang berkutat dengan laptopnya.

“Oppa.” Panggil Boram. Tapi orang yang dipanggilnya itu seolah tidak mendengar panggilannya. Dia tetap fokus pada layar laptopnya.

Boram berjalan mendekati Heechul. Melihat apa yang begitu menarik perhatian kakaknya sampai tidak sadar adiknya datang.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Heechul begitu dia menyadari Boram yang sedang memperhatikan layar laptopnya. Dia langsung melipat laptopnya agar adiknya itu tidak melihat.

Boram menggeleng. ”Anni. Hanya penasaran apa yang sedang oppa lakukan sampai tidak mendengar aku yang dari tadi memanggilmu.” Jawab Boram.

Heechul terlihat sangat terganggu. “Aku tidak mengijinkan kau untuk masuk! Jangan seenaknya masuk ke kamarku.” Ucapnya ketus setengah marah.

“Salah sendiri oppa tidak mengunci pintu kamar. Sudah lah, jangan bahas itu lagi. Apa yang tadi oppa lakukan?” Tanya Boram penasaran.

“Kau tidak perlu tahu. Sudah sana pergi! Kau temui saja Jongwoon.” Usir Heechul. Dia lalu bangkit dari duduknya dan mendorong tubuh Boram menuju pintu keluar. Heechul lalu menutup pintu cukup keras begitu Boram sudah berada di luar kamarnya.

“Huh.. Selalu saja begitu.” Kata Boram kesal kemudian berjalan menuju pintu luar dorm.

“Sepertinya mood Heechul hyung sedang buruk.” Komentar Shindong begitu Boram melewatinya.

“Sepertinya iya. Sudahlah, aku mau pulang saja.” Jawab Boram yang moodnya ikut memburuk.

“Tidak menemui Jongwoon hyung?” Tanya Shindong lagi.

Boram menggeleng. “Anni. Dia sedang pergi ke Babtol. Aku kemari memang berniat bertemu dengan Hee oppa.” Jawab Boram kemudian membuka pintu depan dorm dan pergi.

-o0o-

“Tuhan, aku tahu perbuatanku salah. Tapi aku mohon Kau mengerti.” Ucap Boram begitu dia membuka aplikasi web di netbook miliknya.

Boram mulai membuka alamat web yang memiliki fasilitas email. Memasukkan akun Heechul dan passwordnya. Tiga hari yang lalu dia meminta teman kampusnya, Kim Om Hyun, untuk meng’hack email milik Heechul. Om Hyun dengan mudah mendapatkan password email kakaknya itu.

Bukan tanpa alasan Boram melakukan hal ini.

Dengan dada berdebar lebih dari biasanya, Boram membuka kotak masuk email kakaknya.

Dia melihat hanya ada satu nama yang memenuhi kotak masuk email kakaknya itu, Lee Hyunri.

“Hyunri?” Gumam Boram.

Dengan telapak tangan yang sedikit berkeringat Boram mulai membuka satu persatu pesan masuk itu. Hanya beberapa, perhatiannya beralih pada pesan keluarnya.

Boram terus terpaku pada satu pesan yang dikirimkan Heechul pada Hyunri.

Dear : Hyun Ri

Sebenarnya, kekasihmu ini sudah pergi dari beberapa hari yang lalu,,

hanya saja, dirimu yang tak menyadarinya..

ibarat seorang, dulunya ia sedih,duduk di bangku kosong sendirian, kemudian datanglah seseorang yang menemaninya, lalu mereka menjadi dekat, dan akhirnya menjadi sepasang kekasih..

ia telah memberikan kpercayaan penuh pada hubungan itu, kau slalu ada dikala sedih, senang, bahkan mengerti apa yang sedang dirasakan..

namun,,

seiring berjalannya waktu,,entah apa yang ada dipikiran masing – masing ,, keadaan ini mulai berubah

ia hanya bisa duduk termenung sendiri, tidak bisa berbagi, hanya menanti,,apakah bisa keadaan seperti dulu,,?? ia mencoba membangun komunikasi, namun hasil nya hampa,, jika tidak dimulai terlebih dahulu, tak ada lagi apa itu yang disebut komunikasi,,

akhirnya,setelah beberapa kali berpikir,,ia mulai berdiri, berjalan meninggalkan bangku kosong itu,,

meninggalkan penantian kosong..dan mulai melanjutkan hidupnya

menuju sesuatu yang lebih baik,,

meski ada kekecewaan dan kesedihan yang tertinggal……..

bukannya aku diam, tapi kau saja yang tak pernah bertanya

bukan nya aku meninggalkan,

tapi lihatlah siapa yang diabaikan

~Kim Heechul~


-o0o-


Hyunri-ya, ini aku Boram, adik tiri Heechul oppa. Kau ingat kan? Waktu dulu kita tak sempat mengenal dekat karena aku masih berada di Wonju dan begitu aku tinggal di Seoul, kau sudah siap berangkat ke Jepang. Aku harap kau masih ingat aku, tapi kalau kau lupa, aku sudah mengirimkan fotoku. hehe J

ah, aku langsung saja lah.

Aku rasa kau mengenal oppa bukan dalam waktu yang sebentar. Aku rasa aku tak perlu menjabarkan padamu seperti apa dia.

Hyunri-ya, apa kau masih mencintai kakakku?

Sudah tiga bulan lebih kalian saling tidak menghubungi. Jangan tanya aku tahu dari mana.

Apa kau merindukan Hee oppa?

Aku tidak memaksamu untuk menjawab pertanyaanku.

Hyunri-ya, mungkin kau melihat di televisi, internet, atau yang lain kalau oppa terlihat baik-baik saja. Semua masalah yang kau tahu hanya tentang masalah-masalah luar, yang memang orang lain pantas tahu. Tapi apa kau tahu masalah dia yang sesungguhnya?

Bukan sekali dua kali aku memergoki oppa melamun di depan laptopnya. Bukan jarang aku melihat sorot matanya yang sedih saat dia menjadi dirinya sendiri, bukan seorang idola. Aku tahu dengan pasti, dia sangat merindukanmu. Karena yang selalu dia lihat adalah emailnya. Email yang hanya dipenuhi oleh pesan darimu. Jika kau melihat draft di emailnya, begitu banyak email untukmu yang tidak dia kirimkan. Mungkin egonya yang mencegahnya mengirim pesan-pesan itu.

Baiklah. Aku memang tidak bisa dikatakan sangat mengerti hati kakakku itu. Aku hanya adik tirinya. Tapi jika kau melihat sorot matanya saat ini, aku yakin kamu bisa mengetahui semuanya. Tanpa harus aku jelaskan dengan kata-kata. Dan kalau kau masih tidak percaya, aku sertakan juga fotonya yang aku ambil diam-diam.


Hyunri-ya. Dia mencintaimu. Merindukanmu. Sama menderitanya seperti yang kamu alami. Mengharapkan masih ada kisah di antara kalian.

Aku tak tahu bagaimana hubungan kalian saat ini. Kau tahu Hee oppa tak mungkin menceritakan apa yang dirasanya pada orang lain. Tapi aku tahu aku tidak salah.

Hyunri-ya, aku bukan orang yang pandai bercerita. Mungkin tulisanku yang panjang lebar ini hanya berisi basa basi yang tidak penting. Aku tak tahu harus menjelaskannya seperti apa. Aku benar-benar tak pandai bercerita =.=a

Hyunri-ya, aku sengaja tidak mengirimkan pesan ini lewat email. Karena aku juga ingin mengirimkan yang lain.

Aku patungan dengan Jongwoon oppa (ppssttt…. Dia kekasihku kalau kau tidak tahu) untuk membelikanmu tiket. Kebetulan sekarang ini aku sedang punya masalah dengan keuanganku makanya aku mengajak Jongwoon oppa untuk patungan. Minggu depan kampusmu ada libur seminggu kan? Jangan tanya aku tahu dari mana! Aku sudah sertakan tiket pulang-pergi. Kau bisa ke Narita pada hari Selasa, lengkapnya kau lihat saja lah tiketnya.

Aku harap kau mau menggunakan tiket itu untuk pulang.

Aku tidak memaksamu, tapi yaa aku sangat berharap kau mau memperbaiki semuanya sebelum terlambat. Toh kenyataannya kalian menderita satu sama lain. Hanya ego kalian yang membuat semuanya jadi jauh lebih sulit.

Baiklah, aku sudahi saja semuanya. Aku tunggu hari Selasa di Incheon.

Annyeong…

Kim Boram

-o0o-

Boram membaca suratnya. Itu surat keempat yang dia tulis. Dan seperti surat-surat sebelumnya, dia merasa tulisannya kurang memuaskan. Dia memang tak pandai menulis surat. Tapi Boram juga sudah pada batasnya, dia malas untuk mengulang lagi.

“Aku sudah selesai oppa. Sepertinya surat yang ini yang akan aku pakai.” Kata Boram pada namja yang duduk di sofa di apartemennya.

Jongwoon mengambil surat yang disodorkan Boram, membacanya. “Kau benar-benar akan menyertakan fotomu?” Tanya Jongwoon sambil menoleh ke arah Boram.

Boram hanya tersenyum penuh makna.

“Narsis kau sama dengan Heechul hyung!” Komentar Jongwoon. Dia lalu meneruskan membaca. “Kenapa menulis namaku?” Jongwoon bertanya lagi.

“Biar Hyunri tahu pengorbananku. Dia kan akan sedikit tersentuh kalau kita memperlihatkan kita berusaha keras untuknya dan untuk Hee oppa.” Jawab Boram diplomatis.

Jongwoon mengacak rambut Boram yang duduk di lantai. “Jadi, setelah Hyunri pulang bagaimana selanjutnya?” Tanyanya lagi setelah selesai membaca suratnya.

“Aku rasa semuanya akan tetap sama kalau tidak ada yang memulainya duluan. Kalaupun Hyunri pulang, aku tak yakin dia akan pergi menemui Hee oppa. Makanya aku sudah berencana untuk menjadikan apartemenku ini untuk jadi tempat pertemuan mereka. Aku undang Hee oppa tanpa sepengetahuan Hyunri begitu juga sebaliknya. Mungkin mereka akan terkejut pada awalnya, akan saling diam. Tapi aku yakin pada akhirnya mereka bisa saling mengungkapkan perasaan masing-masing” Jawab Boram dengan mata penuh harapan.

Jongwoon menarik kepala Boram untuk bersandar di pahanya. “Hyunri dan Heechul hyung sama-sama orang yang sulit. Mereka sama-sama keras kepala. Padahal mereka saling mencintai. Aku harap usahamu ini membuahkan hasil. Aku harap cinta mereka bisa kembali seperti dulu. Aku sudah bosan melihat Heechul hyung seperti itu.” Kata Jongwoon.

“Bilang saja kau cemburu karena aku terus-terusan memperhatikan Hee oppa.” Celetuk Boram sambil bangkit dari duduknya.

“Kau percaya diri sekali! Kata siapa aku cemburu hah?”

“Waktu itu oppa sendiri yang mengaku kalau oppa cemburu.” Boram berjalan sedikit berlari menuju dapur setelah memeletkan lidahnya.

Jongwoon mengejar Boram ke dapur. Memeluk kekasihnya itu dari belakang. “Aku memang cemburu, tapi itu dulu. Toh sekarang aku juga sudah mengerti. Lagipula, tidak ada untungnya aku cemburu pada Heechul hyung. Dulu kau datang sendirian ke Seoul juga untuk mengejarnya, agar bisa lebih dekat dengannya. Aku tahu, karena kau ingin menjadi seseorang yang berguna baginya di saat seperti ini. Aku bersyukur Heechul hyung punya adik sepertimu.” Bisik Jongwoon di telinga Boram.

“Sudah?” Tanya Boram datar. “Aku haus oppa. Aku ingin minum.” Lanjutnya sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Jongwoon.

Jongwoon melepaskan pelukannya dengan perasaan kesal. “Padahal aku sudah bicara sangat romantis. Tapi kenapa tanggapannya biasa saja sih?” Keluhnya sambil menatap Boram yang berjalan menuju lemari pendingin di dapur, mengambil minuman.

“Tanpa oppa bilang juga tahu oppa bukan orang yang sepicik itu. Aku tahu oppa pasti akan mengerti semuanya.” Kata Boram sambil menyodorkan segelas minuman pada Jongwoon sambil tersenyum.

Jongwoon berbalik tersenyum pada Boram.

-o0o-

Boram dan Jongwoon sudah berada di Bandara Incheon sejak setengah jam yang lalu. Menanti kedatangan Hyunri.

Mulanya Boram akan pergi sendiri, tapi karena dia ingat samar wajah Hyunri, akhirnya Jongwoon juga ikut. Kebetulan jadwal Jongwoon mulai nanti sore, jadi dia bisa menemani kekasihnya itu.

“Aku harap Hyunri benar-benar mau pulang.” Harap Boram begitu melihat rombongan orang berjalan dari terminal kedatangan asal Jepang.

Jongwoon merangkul pundak Boram. “Kau berdoa saja lah. Kalau Hyunri memang masih mencintai Heechul hyung, aku yakin dia akan datang.”

Keduanya lalu memperhatikan setiap orang yang keluar. Berharap Hyunri ada di antara banyak orang itu.

-end-

Cu, moni gak tau kamu mau dateng ato gak! Kamu bisa lanjutin itu sendiri. moni cuma nunggu kamu di Bandara Incheon sama si sayang /plakk…

Tapi kamu tau kan gimana perasaan si abang? Moni harap kamu ngerti J

Advertisements

16 responses »

  1. hwa…. galau~ membuka luka lama….. crying~ crying~ crying~ mewek dengan penuh harap, dia melakukan hal yg sama [ichul]…. * curcol gaje

    “Hyunri-ya. Dia mencintaimu. Merindukanmu. Sama menderitanya seperti yang kamu alami. Mengharapkan masih ada kisah di antara kalian.”

    suka kata2 itu…. pengen balikan~ moni…….. hik hik hik hik hik hik hik

  2. nangis di belakang dia mana dia tahu..
    sama aja kalian mah
    si abang juga keliatannya sering banget tuh nangis
    tapi kamunya gak tau..
    makanya, boram ama jongwoon sengaja siapin media buat kalian
    biar bisa saling tahu

  3. Pingback: Wait You [the next story part_1] « nopedunlope

  4. Pingback: WAIT YOU [HEEHYUN; ENDING OF COMPLICATED. . .] « nopedunlope

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s