(Oneshot) Cassanova and Cassanovi

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Han Yoori [Jewelie/OC]

*) Eunhyuk/Lee Hyukjae [Super Junior]

*) Kim Seorin [Jewelie/OC]

*) Lee Donghae [Super Junior]

Other Cast :

*) Cho Kyuhyun [Super Junior]

*) Lee Sungmin [Super Junior]

*) Shim Changmin [DBSK]

*) Han Sora [Jewelie/OC]

*) Choi Jooeun [Jewelie/OC]

*) Others…

Genre : AU, Romance(?)

a/n : muwahaha~~ they’re really player!!1 /plakk… happy reading ^^

 

  Cassannova and Cassannovi

 “Annyeong, Lee Hyukjae imnida.”

“Annyeong, Han Yoori imnida.”

“Kau cantik.”

“Terima kasih. Kau juga tampan.”

“Boleh aku tahu nomor ponselmu?”

“Oh, dengan senang hati aku beritahu. Bluetooth?”

-o0o-

Yoori terbangun dari tidurnya karena suara ponsel yang berada di sampingnya tak juga berhenti. Dengan mata setengah terbuka Yoori mengambil ponselnya.

“Yoboseyo?” Tanya Yoori malas pada orang yang entah siapa.

“Yoori-ah, neo eodiga?” Tanya orang di seberang telepon.

“Oh, Kyuhyun oppa. Aku menginap di rumah Seorin. Wae?” Jawab Yoori dengan tetap setengah sadar.

“Aku sudah ada di depan rumahmu sekarang. Dan ada namja yang mengaku kekasihmu di sini. Kau cepat kemari! Beri penjelasan padaku secepatnya..!” Kata orang yang dipanggil Kyuhyun oleh Yoori.

“MWO?????” Tanya Yoori. Kini dia sadar seratus persen. Yoori lalu bangkit dari tempat tidur Seorin dan langsung pergi dari rumah Seorin tanpa sekedar mencuci muka atau merapikan rambutnya yang berantakan.

-o0o-

”Jelaskan!!!” Kyuhyun menuntut penjelasan ketika Yoori dan dia beserta satu orang namja berada di dalam rumah Yoori.

Yoori menggaruk kepalanya yang mungkin gatal, tapi bukan karena gatal dia menggaruk kepalanya.

“Aku juga meminta penjelasan Yoori-ah. Kenapa namja ini bisa mengaku sebagai namjachingu kamu padahal jelas kau berpacaran denganku.” Kata namja yang terus menatap Yoori meminta penjelasan dari yeoja yang tetap terlihat cantik meski belum sempat mencuci mukanya.

“Sungmin oppa… itu….” Yoori menggigit bibir bawahnya sambil menoleh pada namja yang duduk di samping kirinya.

“Ah! Aku tahu. Kau menduakan kami kan?” Kata Kyuhyun cepat. Dia menyimpulkan sendiri karena kesal Yoori tak juga memberi penjelasan.

Yoori diam.

-o0o-

“Aku putus dengan Sungmin oppa dan Kyu oppa.” Lapor Yoori pada Seorin. Tak ada ekspresi sedih di wajahnya. Tidak memperlihatkan kalau dia baru saja putus cinta.

Seorin yang mendengar ucapan Yoori pun seolah menganggap hal yang dikatakan Yoori bukan merupakan hal besar. “Jadi sekarang koleksi namjamu ada berapa?” Tanya Seorin santai. Dia kemudian menyeruput susu vanilla yang dipegangnya.

Yoori mengangkat tangannya sehingga sejajar dengan dagunya. Dia merentangkan kelima jarinya kemudian melipat satu jarinya setiap mengucapkan satu nama namja. “Joong Ki, Soohyun, Seungri.” Jawab Yoori. “Ah, kemarin aku baru saja berkenalan dengan namja yang bernama Lee Hyukjae. Sepertinya dia menyukaiku. Berarti dia masuk ke daftar calonku.” Tambahnya.

“Masih banyak. Pantas kau santai saja. Waktu itu kau hanya punya satu cadangan dan kau heboh minta ampun.” Komentar Seorin dengan acuh tak acuh.

“Kekeke…” Yoori senyum sendiri.

-o0o-

Hyukjae sedang asik merangkai cerita indah di dalam tidunya saat tubuhnya diguncang-guncangkan oleh seseorang.

“Hyukkie oppa ireona! Ppali.”

Hyukjae membuka matanya perlahan. Dia baru setengah sadar begitu tahu ada seorang yeoja di dalam kamarnya. “Ah, kau Sora. Ada apa pagi-pagi datang kemari?” Tanyanya pada yeoja yang tadi membangunkannya.

Sora terus mengguncangkan tubuh Hyukjae. “Oppa ireona.” Katanya  begitu melihat Hyukjae mulai menutup matanya lagi.

“Ara ara.” Jawab Hyukjae. Dia lalu bangkit dari tidurnya dan duduk di atas kasurnya. “Waeyo?” Tanyanya.

“Oppa ayo ke dapur sekarang!” Ajak Sora setengah memaksa.

Hyukjae tampak bingung dengan ajakan Sora tapi kemudian dia menurut mengikuti Sora yang menarik tangannya menuju dapur setelah yeoja itu terus merengek padanya.

“Apa maksudnya ini?” Sora meminta penjelasan soal makanan yang ada di atas meja makan. Hyukjae memperlihatkan wajah tidak mengertinya. “Oppa baca ini.” Kata Sora sambil menyerahkan sebuah kertas pada Hyukjae.

Hyukjae mengambilnya dan membaca tulisan yang ada di kertas itu.

“Sayang, aku tadi pagi datang ke apartemenmu. Tapi melihatmu sedang tidur, aku tak berani mengganggumu. Jadi aku siapkan sarapan untukmu. Love you, -Chunhee-.”

Hyukjae kemudian menoleh ke arah Sora begitu selesai membaca tulisan itu.

Sora menatap tajam mata Hyukjae meminta penjelasan. Tapi mata Sora sudah mulai memerah tanda siap mengeluarkan air matanya.

“Ini…” Hyukjae menggantungkan kata-katanya. Bingung harus mengatakan kebohongan yang mana.

PLAKKK……

Belum sempat Hyukjae membuat pernyataan, cap lima jari dari Sora sudah membekas di pipi Hyukjae. Hyukjae pura-pura meringis sakit, karena sejujurnya dia sudah terbiasa ditampar seperti itu.

“Oppa jahat! KITA PUTUS!!!!” Teriak Sora kemudian berlari keluar apartemen Hyukjae.

“Aish…” Hyukjae menatap kepergian Sora sampai kekasihnya, ah mantan kekasihnya, itu menghilang di balik tembok. Mata Hyukjae kemudian beralih pada makanan yang ada di meja makan. Hyukjae duduk di kursi kemudian mengambil sendok dan garpu melahap nasi goreng buatan Chunhee tanpa pergi ke kamar mandi untuk cuci muka juga melupakan kalau dia baru saja membuat  sakit hati seorang gadis.

-o0o-

“Ya. Donghae-yah!” Panggil Hyukjae pada sahabatnya begitu dia melihat Donghae di pintu gerbang kampusnya.

Namja yang bernama Donghae kemudian mendatangi Hyukjae. Raut mukanya berubah saat dia sudah berhadapan dengan Hyukjae. “Pipimu kenapa merah?” Tanyanya. Sebenarnya Donghae suda bisa menebak alasan pipi Hyukjae yang memerah, yang dia pertanyakan adalah pelaku yang berhasil melukis tanda merah itu.

“Oh, tadi pagi Sora memutuskanku karena melihat pesan dari Chunhee.” Jawab Hyukjae santai.

“Kau ini selalu saja mempermainkan hati wanita!” Komentar Donghae.

“Kekeke…. Yang penting menyenangkan Hae-yah.” Jawab Hyukjae enteng.

“Kapan kau akan tobat?”

Hyukjae tampak berpikir sebentar. “Molla. Mungkin kalau aku sudah mendapatkan yeoja yang bisa membuatku berhenti jadi cassanova.” Jawabnya kemudian. “Oh iya, kemarin aku berkenalan dengan yeoja cantik. Namanya Yoori, sepertinya dia menyukaiku.” Lanjutnya.

Donghae hanya menggelengkan kepalanya.

-o0o-

Yoori memandang keluar lewat kaca café. Sesekali dia memandangi jam tangannya. “Dia memang masuk kriteriaku, tapi aku tidak suka namja yang tidak tepat waktu. Tidak sopan membiarkan seorang yeoja menunggu seperti ini.  kalau dia datang tanpa penjelasan yang masuk akal, aku akan mencoret dia dari daftar calonku.” Celoteh Yoori dengan tampang menahan kesal.

Sudah lima belas menit Yoori duduk di dalam café, tapi orang yang mengajaknya bertemu tidak juga menampakkan batang hidungnya. Yoori kemudian mengangkat cangkir yang berisi kopi dan menyeruputnya sedikit. Lalu Yoori kembali memandang ke arah luar.

Hyukjae keluar dari audi putih yang dia parkir di parkiran paling ujung. Setelah merapikan pakaiannya, dia berjalan masuk ke dalam café tempat yeoja yang sedang jadi incarannya menunggu. Hyukjae sengaja datang terlambat. Dia ingin membuat kesal yeoja itu kemudian memberikan rayuan manis.

“Maaf aku terlambat.” Kata Hyukjae begitu dia menghampiri Yoori yang tetap memandang keluar meski dia tahu Hyukjae telah datang.

Yoori menoleh sebentar ke arah Hyukjae. “Bisakah kau menjadi orang yang tepat waktu? Jujur aku hampir saja pergi dari sini karena kau tidak juga datang.” Kata Yoori dengan nada dingin tanpa melihat Hyukjae.

“Mianhae.” Kata Hyukjae lagi. Kali ini dia duduk berhadapan dengan Yoori. “Waktu itu kau bilang kalau kau sangat menyukai bunga Lili. Jadi aku berniat membeli bunga itu. Tapi ternyata tak ada bunga Lili di beberapa toko bunga yang berada di dekat sini. Jadi aku berkeliling dulu mencari bunganya.” Terang Hyukjae. Dia kemudian menyerahkan seikat bunga Lili pada Yoori. “Kau mau memaafkan aku kan?” Tanyanya sambil menatap dalam ke mata Yoori.

Yoori terlihat  berpikir sebelum akhirnya dia mengambil bunga Lili itu dari tangan Hyukjae. “Gomawo.” Ucapnya diikuti senyuman.

Hyukjae tersenyum puas.

-o0o-

“Kau mau membawaku kemana?” Tanya Yoori yang kedua matanya ditutup oleh kain hitam. Dia berjalan dengan sangat hati-hati karena tak bisa melihat apapun.

“Kau akan tahu sebentar lagi.” Jawab Hyukjae yang menggandeng tangan Yoori. “Hati-hati, kita akan melewati turunan.” Katanya lagi.

Yoori mengangguk. Dia berjalan dengan perlahan. Tapi karena matanya yang tidak bisa melihat apa-apa, tanpa sengaja dia tersandung batu yang membuat keseimbangannya goyah. Yoori hampir saja jatuh, beruntung Hyukjae dengan sigap menahan tubuh Yoori agar tidak mencium tanah. Hyukjae memeluk tubuh Yoori.

“Gwenchana?” Tanya Hyukjae pada Yoori yang masih berada dalam pelukannya.

Yoori tidak berusaha melepaskan dirinya, dia membiarkan Hyukjae tetap memeluknya. Yoori mengangguk pelan.

Hyukjae kemudian melepaskan pelukannya, dia kembali membimbing Yoori untuk berjalan, tapi kali ini tangan kanannya melingkar di pinggang Yoori.

“Aku yakin Yoori pasti menyukaiku, dan dia pasti akan menerima cintaku.” Batin Hyukjae.

“Hyuk oppa cukup gentelman. Aku suka. Aku yakin dia pasti akan menyatakan cintanya padaku sekarang. Hm, aku jawab apa ya?” Batin Yoori.

Setelah beberapa saat berjalan, Hyukjae kemudian membuka penutup mata Yoori.

Yoori mengerjapkan matanya beberapa kali, berusaha menyesuaikan penglihatannya. “Ini….” Yoori tak bisa mengatakan apa-apa lagi begitu melihat pemandangan di depannya. Dia berada di sebuah taman yang disulap menjadi tempat makan malam romantis. Tangkai-tangkai bunga Lili di masukkan ke dalam pot dari botol berselang-seling dengan lilin yang dibentuk seperti hati. Lili dan lilin itu mengelilingi sebuah meja dan sepasang kursi. Di atas meja itu sudah terhidang makanan favorit Yoori.

Yoori menoleh ke arah Hyukjae yang tersenyum sangat manis padanya.

“Mungkin terdengar klise, tapi aku menyukaimu sejak pertemuan pertama kita dan semakin menyukaimu setelah mengenalmu lebih jauh. Maukah kau menjadi kekasihku?” Tanya Hyukjae penuh percaya diri.

Yoori tersenyum penuh makna kemudian mengangguk.

-o0o-

Yoori menjatuhkan tubuhnya di kasur Seorin. “Yeah, akhirnya Hyuk oppa menyatakan cintanya padaku.”

Seorin mengambil cracker dari toples dan memasukkan cracker itu ke dalam mulutnya. “Chukkae. Tapi kau harus lebih berhati-hati sekarang. Sesuaikan jadwalmu, jangan sampai bentrok dengan yang lain dan kejadian yang lalu terulang lagi. Terus, mantan kekasihmu kan tersebar dimana-mana, kau juga harus berhati-hati dengan mereka.” Ceramah Seorin begitu cracker di dalam mulutnya habis.

“Tenang.  Aku akan hati-hati. Aah, Hyuk oppa. Romantis sekali dirimu, kau lah yang paling romantis dari sekian banyak namja yang pernah dan sedang menjadi kekasihku.”

“Gila!”

-o0o-

“Hae! Aku berhasil berpacaran dengan Yoori!” Lapor Hyukjae pada Donghae lewat telepon.

Hyukjae mendengar suara nafas berat di telinganya. “Aku harap Yoori bisa membuuatmu berhenti jadi cassanova. Dari sekian banyak pacarmu, dia yang paling dekat dengan kriteria yeoja yang kau idamkan.” Komentar Donghae.

Hyukjae tertawa mendengar komentar sahabatnya itu. “Yah semoga saja. Tapi aku tidak bisa berjanji.”

-o0o-

Hari demi hari terus berjalan hingga berminggu-minggu juga bulan. Hyukjae tidak pernah tahu seorang Yoori yang sesungguhnya, begitu pun sebaliknya. Tapi uniknya, meski Yoori maupun Hyukjae terus menerus berganti pacar, hubungan mereka sendiri tetap awet.

Seorin juga Donghae saling memuji sahabat mereka karena keduanya berhasil mencapai rekor waktu pacaran terlama.

Entah sejak kapan, Yoori selalu memprioritaskan Hyukjae daripada kekasihnya yang lain, demikian juga dengan Hyukjae. Keduanya seolah mulai saling terikat.

-o0o-

“Apa aku benar-benar jatuh cinta?” Tanya Yoori sambil menopang dagunya dengan lutut. Matanya memandang fotonya bersama Hyukjae yang menjadi wallpaper laptopnya.

Itu kali pertama Yoori memasang fotonya bersama namja sebagai wallpaper di laptopnya.

-o0o-

“Apa sekarang waktunya aku mengakhiri permainan cintaku?” Tanya Hyukjae sambil menatap fotonya bersama Yoori yang menjadi wallpaper ponselnya.

-o0o-

Yoori dan Hyukjae duduk saling berhadapan di dalam sebuah café. Mereka saling diam sejak sepuluh menit yang lalu.

“Hyuk oppa….”

“Yoori-ah….”

“Oppa duluan.”

“Kau saja.”

Yoori terus memainkan jari-jarinya, dia menggigit bibir bawahnya. Bingung harus memulai dari mana. “Engg… aku ingin mengatakan sesuatu, tapi aku harap oppa akan mendengarnya sampai selesai.” Kata Yoori kemudian.

Hyukjae mengangguk menyetujui.

“Aku….”

Hyukjae tidak memperhatikan Yoori, matanya memandang ke arah lain. “Yoori-ah, bisa kau tunggu sebentar? Aku mau ke toilet sebentar.” Kata Hyukjae.

Yoori mengangguk. “Silakan oppa. aku tunggu sampai oppa kembali.”

Hyukjae kemudian pergi ke arah toilet. Yoori terus saja memainkan jari-jarinya meski Hyukjae sudah menghilang dari hadapannya. Rasa gugupnya masih terus ada.

“Annyeong, boleh kenalan? Shim Changmin immida.” Sapa seorang namja pada Yoori.

Yoori mendongak melihat siapa yang mengajaknya berkenalan. Sebuah simpul senyuman terlihat jelas dari bibir Yoori. “Annyeong, Han Yoori imnida.” Katanya.

Yoori dan Changmin kemudian berbincang beberapa saat.

“Yah, mungkin tidak sekarang aku mengaku pada Hyuk oppa. Aku masih ingin bermain dengan yang lain tapi tetap mempertahankan dia.” Batin Yoori begitu dia merasa dia tertarik pada namja di hadapannya.

“Boleh minta nomor ponselmu?” Tanya Changmin.

Yoori tersenyum. ”Tentu.” Jawabnya.

-o0o-

Hyukjae menoleh ke arah Yoori, memastikan kalau Yoori tidak memperhatikannya. Hyukjae lalu berbalik arah ke tempat parkiran.

“Jooeun-ah.” Panggil Hyukjae pada seseorang yang hendak masuk ke dalamm mobilnya.

Yeoja yang bernama Jooeun itu menoleh. Dia melihat Hyukjae berjalan mendekatinya. “Nugu… seyo?” Tanya Jooeun karena tidak mengenali orang di hadapannya.

Hyukjae tersenyum, memperlihatkan gusinya yang memperindah senyumannya. “Ini aku Hyukjae, teman SDmu. Kau ingat?” Tanya Hyukjae.

Jooeun berusaha mengingat orang di hadapannya. “Ah, kau! Iya aku ingat sekarang. Apa kabar?” Jooeun balik bertanya.

Hyukjae mengangguk. “Baik. Kau sendiri? Teman kita Siwon sudah menikah lima bulan yang lalu.” Katanya mencoba mencari bahan pembicaraan.

Jooeun membulatkan kedua matanya. “Jinjja? Aku tidak tahu.” Katanya dengan ekspresi kaget. “Kabarku baik.” Tambahnya kemudian.

“Pantas saja aku tidak melihatmu di pernikahannya. Kau sudah menikah?” Hyukjae bertanya lagi, memancing.

Jooeun menggeleng kemudian tertawa. “Hahha…. Anni. Aku bahkan baru saja putus dengan pacarku.” Jawab Jooeun jujur.

“Bagus! Yah, mungkin pengakuanku pada Yoori aku tunda dulu. Nanti kapan-kapan aku baru jujur padanya. Aku masih ingin menjadi kekasihnya tapi tak bisa juga melewatkan yang lainnya.” Batin Hyukjae.

“Boleh minta nomor ponselmu?” Tanya Hyukjae kemudian.

Jooeun tersenyum. “Mana ponselmu?” Tanyanya.

-end­-

 

Advertisements

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s