(Sp) First and Last, Saengil Chukkae ^^’

Standard

Author :  Asuchi

Cast :

*) Kim Ryeowook [Super Junior]

*) Shin Jungrae [OC]

*) Super Junior member (11th floor)

*) Park Minrin [OC]

Genre : Romance, Birthday moment(?)

a/n : ^^ mian buat semua fans’a wookie, aku bikin yg sederhana doank TT maklum ide buntu banget, happy reading ^^

First and Last, Saengil Chukkae ^^’

20/06/2011 23.49 KST

Ryeowook mengotak-atik ponselnya. Menunggu ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk. Barusan dia mengirim sebuah pesan pada kekasihnya, Shin Jungrae. Sebenarnya dia berharap ponselnya tidak bereaksi, yang menandakan kekasihnya itu sudah tidur. Dia tahu Jungrae sedang sangat sibuk karena pekerjaannya. Tak berapa lama ponselnya bergetar, sebuah panggilan masuk dari gadis yang dikiriminya pesan. Buru-buru Ryeowook menekan tombol hijau di ponselnya.

“Jagiya, kau masih belum tidur?” Tanya Ryeowook sedikit memelankan suaranya karena Yesung sudah terlelap tidur di ranjang di sampingnya.

“Ne, aku sedang mengerjakan laporan. Laporan itu harus diselesaikan karena besok atasanku membutuhkannya.”  Jawab Jungrae.

Ryeowook mendengar samar suara Jungrae yang berat, menandakan kalau kekasih hatinya itu kelelahan.

“Apa aku mengganggumu?” Tanyanya.

“Anniyo. Kau tenang saja jagi. Aku senang kau menemaniku meski hanya lewat telepon.” Kata Jungrae.

Ryeowook tersenyum mendengar pernyataan Jungrae barusan. “Besok kau ada waktu? Aku ingin mengajakmu makan malam.” Dia bertanya lagi.

“Ne, aku bisa. Dimana?” Jungrae bertanya balik.

“Di atap dormku. Aku ingin memasak makanan khusus untukmu.” Jawab Ryeowook. Dia memang sudah berencana untuk membuat makan malam romantis dengan kekasihnya itu.

“Jeongmal? Wah, memang besok ada apa? Tumben sekali kau mengajakku makan malam romantis jagi.” Tanya Jungrae dengan nada semangat, menghilangkan nada lelah yang tadi sempat didengar Ryeowook.

Ryeowook membuang nafas berat mendengar pertanyaan Jungrae. “Kau lupa besok hari apa?”

“Ehm.. Selasa. Waeyo?” Jungrae menjawab sekenanya.

Ryeowook benar-benar kesal mendengar jawaban Jungrae. “Jagi, kau jahat sekali. Besok ulang tahunku.” Katanya dengan nada kesal.

“Kekeke.. Aku pura-pura saja jagi.” Kata Jungrae. “Ah, sudah lewat hari! Saengil chukkae jagiya! Saranghae. Mianhae, aku tak bisa bernyanyi. Kau tahu suaraku sumbang.” Katanya kemudian.

Senyum simpul kembali terkembang di bibir Ryeowook. “Ne, gomawo. Na do saranghae. Aku menunggu besok. Ah, nanti malam.”

“Aku pasti akan datang jagi. Kau tunggu saja.” Janji Jungrae.

“Ya, Wookie-ya, ireona.”

Ryeowook membuka matanya perlahan karena terasa masih sangat berat. “Oh, hyung.” Kata Ryeowook kemudian sambil mengucek kedua matanya. Dia melihat kepala Yesung tepat di depan matanya. Ryeowook kemudian bangkit dari tidurnya dan duduk di ranjangnya itu.

“Saengil chukkae Wookie-ya.” Kata Yesung kemudian. Dia menyerahkan sebuah kado pada pasangan roommatenya itu.

Ryeowook mengambil kado yang disodorkan Yesung. “Gomawo hyung. Ige mwoya?” Tanyanya.

“Kau buka saja, tapi nanti. Sekarang kau pergilah mandi. Kita ada jadwal latihan pagi.” Kata Yesung kemudian pergi keluar kamar.

Ryeowook mendapatkan ucapan dari Hyukjae dan Sungmin ketika dia keluar kamar. Kyuhyun masih terlelap tidur saat itu. Ryeowook mendapat ucapan selamat ulang tahun dari para hyungnya ketika mereka bertemu di parkiran menuju gedung SMEnt. Dia juga mendapatkan ucapan selamat dari para hoobae dan sunbae saat di SMEnt, begitu juga dari manajer hyung.

Ryeowook sangat bahagia. Begitu banyak orang yang mencintainya. Terlebih ELF. Sudah sejak tengah malam mereka mengucapkan selamat ulang tahun padanya dengan banyak cara. Baginya, dia tak butuh apa-apa lagi untuk melengkapi kebahagiaannya. Eh tapi, Ryeowook masih merasa belum sempurna harinya sebelum makan malam dengan sang kekasih pujaan hati terlaksana. Makanya dia langsung pergi ke supermarket begitu pekerjaannya selesai. Dia sudah meminta ijin kepada penanggung jawab dormnya untuk mengijinkan dia menggunakan atapnya. Dia juga meminta beberapa orang untuk menyediakan tenda kecil di atap tersebut. Makan malam romantis. Ryeowook memasak makanan spesial untuk makan malamnya itu. Dia sama sekali tidak ingin dibantu oleh Yesung maupun Sungmin yang menawarkan diri.

“Aku ingin melakukan semuanya sendiri hyung.” Kata Ryeowook.

“Aigoo.. Jungrae beruntung sekali memiliki kekasih seperti kau. Tampan, rajin, pintar memasak pula.” Puji Sungmin.

Muka Ryeowook berubah merah dipuji seperti itu. “Justru aku yang beruntung mendapatkan Jungrae, hyung. Dia sangat pengertian dan dewasa. Dan cantik, pastinya. Hehe..” Kata Ryeowook kemudian.

“Ya ya ya.. Tapi bagiku, Minrin tetap lebih cantik.” Kata Kyuhyun kemudian mengambil sekaleng minuman isotonik, membuka kalengnya lalu meminum isinya sampai habis.

“Boram tak kalah cantik juga.” Timpal Yesung yang tiba-tiba saja ada di dapur. “Walaupun aneh.” Tambahnya.

“Soal aneh aku sangat setuju.” Komentar Sungmin.

“Eunhyuk hyung mana?” Ryeowook bertanya. Dia heran, biasanya Hyukjae paling senang berada di dapur ketika dia memasak.

“Tadi dia bilang mau menemui Seorin.” Kata Sungmin.

Ryeowook mengangguk mengerti. “Nanti hyung mau membantuku kan?” Tanyanya pada Sungmin dan Yesung.

Keduanya mengangguk.

Ryeowook memang meminta tolong pada keduanya untuk berperan sebagai pengantar makanan nanti. Ryeowook tak mungkin membawa makanan itu sendiri karena makanan yang dimasak oleh Ryeowook cukup banyak. Kyuhyun menolak membantu karena dia ada jadwal kencan dengan gamenya.

Ryeowook mengirimkan pesan pada Jungrae, bertanya kapan gadisnya itu pulang dari kerja. Tapi sampai Ryeowook selesai bersiap, Jungrae masih juga tidak membalas pesannya.

Dia mondar-mandir di kamarnya dengan ponsel di tangannya. Dia kadang menatap layar ponselnya itu, berharap ponselnya itu menyala.

“Jungrae masih belum memberi kabar?” Tanya Yesung.

Ryeowook menggeleng.

Ting Tong..

Ryeowook yang mendengar suara bel berbunyi langsung keluar kamarnya dan pergi menuju pintu. Tapi dia kalah cepat dengan Sungmin yang sudah membuka pintu itu lebih dulu.

Senyuman lebar di bibir Ryeowook perlahan berubah kembali seperti biasa begitu tahu kalau yang datang bukan Jungrae, tapi Minrin.

“Wookie oppa, saengil chukkae.” Kata Minrin sambil memberikan dua buah kado pada Ryeowook. “Ini titipan dari Boram, dia bilang tidak bisa datang karena sibuk dengan tugas kuliahnya.” Terang Minrin saat Ryeowook memandang heran jumlah kado yang diberikan olehnya.

“Wah, oppa tampan. Mau kemana? Ah.. Aku tahu, pasti mau pergi dengan Jungrae eonni.” Tebak Minrin.

Ryeowook menjawab dengan sebuah senyuman mengiyakan.

“Tapi mana Jungrae eonni? Aku kok tidak melihatnya?” Selidik Minrin. Dia tidak melihat ada yeoja lain di dalam dorm.

“Dia belum datang.” Jawab Ryeowook.

“Ya sudah oppa. Aku mau pulang dulu.” Kata Minrin kemudian.

“Tidak bertemu dengan Kyu dulu?” Tanya Sungmin.

Minrin menggeleng. “Dia pasti tak ingin diganggu saat ini. Dia kan sedang kencan dengan kekasih ketiganya.” Jawab Minrin. Sungmin tertawa mendengar pernyataan Minrin.

“Kau panggil laptop Kyu itu kekasih ketiga. Lucu.” Komentarnya.

“Ya, dan PSP itu pacar pertamanya. Ya sudah oppa. Aku pulang dulu. Annyeong.” Pamit Minrin sebelum keluar dorm.

Sungmin menoleh pada Ryeowook. “Jungrae kapan datang?” Tanyanya.

Ryeowook menggeleng. “Dia masih belum membalas SMSku.” Jawabnya. “Hyung, aku mau menunggu Jungrae di atap saja. Nanti aku hubungi hyung kalau dia sudah datang.” Katanya.

Ryeowook pergi ke kamarnya, mengambil buket bunga yang dia beli setelah berbelanja tadi. Kejutan yang lain untuk kekasihnya itu.

Ryeowook menatap layar ponselnya, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Berkali-kali dia berusaha menghubungi Jungrae, tapi kekasihnya itu tidak menjawab panggilannya. Ryeowook memandang pemandangan di bawah sana. Lampu-lampu malam berpendar, terlihat begitu indah jika suasana hati Ryeowook lebih baik.

Ddrrrttt……

Ryeowook langsung menekan tombol hijau dan meletakkan ponselnya di telinga. “Yoboseyo?”

“Jagi, kau masih menungguku? Mianhae. Tadi aku ada rapat mendadak dengan atasanku dan tidak bisa menjawab teleponmu.” Terang Jungrae di seberang telepon, jelas terdengar bahwa Jungrae begitu menyesal.

“Ne, gwenchana. Aku sekarang sedang melihat pemandangan malam. Indah sekali.” Jawab Ryeowook.

“Jagi.. Nan..”

“Ne? Waeyo?” Tanya Ryeowook saat Jungrae menggantungkan ucapannya.

“Mianhae. Aku diperintahkan atasanku untuk tetap di kantor, kami harus lembur. Aku tidak bisa datang.. Mianhae, jeongmal mianhae..” Kata Jungrae.

Ryeowook diam.

“Jagi..” Panggil Jungrae.

“Ne, gwenchana.. Kalau begitu sekarang aku kembali saja ke dorm. Yesung hyung dan Sungmin hyung juga sudah menungguku. Selamat bekerja. Jaga kesehatan. Jangan sampai kau sakit. Annyeong.” Kata Ryeowook kemudian menekan tombol merah di ponselnya.

Ryeowook berbalik, menatap sepasang kursi yang mulanya akan dia pakai untuk makan malam berdua dengan kekasihnya. Ryeowook memperhatikan hanya tinggal beberapa lilin yang masih menyala di sekeliling tempat itu karena sumbu yang lain sudah habis. Bunga Lily kesukaan Jungrae tak bisa dia serahkan pada kekasihnya itu.

Ryeowook menghirup udara sebanyak paru-parunya bisa menampung lalu menghembuskannya cepat dan berat. “Gwenchana Wookie. Kau tahu kalau Jungrae itu memang sedang sangat sibuk sekarang. Sudah cukup hanya mendengar suaranya juga. Tak masalah bagimu tidak bertemu dengannya walaupun sekarang hari ulang tahunmu.” Hibur Ryeowook pada dirinya sendiri.

Ryeowook mencari nomor ponsel Yesung. “Yoboseyo? Hyung, aku akan kembali ke dorm sekarang.” Kata Ryeowook kemudian melangkah meninggalkan atap.

“Gwenchana?” Tanya Yesung begitu melihat wajah Ryeowook yang terlihat sedih. Dia dan Ryeowook sudah berada di kamar mereka.

Ryeowook mengangguk. “Tenang saja hyung, aku baik-baik saja. Aku hanya butuh tidur sekarang.” Jawabnya.

“Kau belum makan malam Wookie. Sekarang kau makan dulu ya.”

Ryeowook menggeleng. “Aku tidak lapar hyung.”

Yesung mendesah frustasi. “Aish, kau tetap harus makan. Aku tidak ingin kau sakit. Sudah! Kau tunggu di sini, aku akan mengambil makanan dulu.” Kata Yesung sambil melangkah menuju pintu.

Ryeowook berusaha mencegah hyungnya itu, tapi Yesung sudah menghilang di balik pintu.

Ryeowook melihat jam dinding di kamar itu, hanya tinggal dua puluh tiga menit menjelang pergantian hari.

Yesung kembali tak lama kemudian dengan nampan di tangannya. Di atas nampan itu ada makanan yang tadi dimasak Ryeowook untuk Jungrae. Ryeowook menatap nanar makanan itu tapi Yesung tidak memberikan dia waktu untuk berpikir yang lain. Yesung memaksanya untuk segera makan.

Ryeowook makan dengan sedikit menahan diri untuk tidak menangis. Setiap menyuap makanannya, yang terbayang adalah Jungrae.

“Apa kau benar-benar sibuk?”

“Apa aku tidak bisa bertemu denganmu hari ini?”

“Apa kau tidak ingin mengucapkan saengil padaku langsung?”

“Apa kau tidak merindukanku?”

Ryeowook terus saja bertanya. Hingga kemudian dia merasakan makanan yang dikunyahnya terasa kelebihan garam. Makanan yang dimakannya kini bercampur dengan air matanya.

“Sudah Wookie, kau jangan menangis begini. Jungrae pasti benar-benar sibuk, makanya dia tidak bisa meluangkan waktunya. Kalian bisa bertemu lagi nanti.” Hibur Yesung.

Ryeowook berusaha untuk menghentikan tangisnya. Dia tidak mau mengakhiri hari istimewanya dengan air mata kesedihan.

“Mianhae, kau bisa kan menyimpan tempat makannya sendiri? Aku ngantuk sekali.” Tanya Yesung begitu Ryeowook selesai makan.

Ryeowook melihat mata Yesung yang memang terlihat sudah sangat berat. Ryeowook mengangguk kemudian membereskan perlengkapan makannya untuk dibawa ke dapur. Ryeowook membuka pintu, dan…

“Aku tidak terlambat kan jagi? Masih ada tujuh menit sebelum hari berganti.” Ryeowook menatap orang yang jadi sumber suara itu.

Jungrae ada di hadapannya, dengan sebuah kue dan sebuah lilin yang menyala di atasnya.

Ryeowook menyimpan nampan makannya di meja yang berada dua langkah dari tempatnya berdiri. “Kau datang?” Tanyanya begitu selesai menyimpan nampan itu.

Jungrae menghampiri Ryeowook sambil tersenyum. “Jagi, ppali! Sebelum hari berganti, kau harus meniup lilinnya. Ada kado yang harus aku berikan juga.” Kata Jungrae.

Ryeowook kemudian meniup lilin di hadapannya. “Bagaimana bisa kau ada disini?” Tanya sedikit bingung karena kehadiran gadis itu.

Bibir Jungrae mendekati telinga Ryeowook. ‘Aku kabur dari kantor saat atasannya ke kamar mandi. Aku meminta ijin untuk pergi satu jam padanya.’ Jungrae memundurkan kepalanya, telunjuknya dia letakkan di bibirnya seolah mengatakan jangan-bilang-siapa-siapa-nanti-aku-ketahuan.

Ryeowook tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu. Dia lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Jungrae. ‘Arasso. Percaya padaku, tak akan ada yang membocorkannya.’ Bisiknya.

Dia mencium pipi Jungrae sekilas sebelum kembali berhadapan dengan Jungrae.

“Bagaimana kalau kita manfaatkan waktumu yang tinggal sedikit lagi itu di atap? Kasihan kursi di sana, belum terpakai.” Tawar Ryeowook.

Jungrae mengangguk.

Keduanya lalu pergi menuju atap. Menikmati kebersamaan singkat mereka.

-END-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s