(Oneshot) It’s Delicious

Standard

Cast :

*) Kim Kibum [Super Junior]

*) Hankyung

*) Kim Heechul [Super Junior]

Genre : Thriller, Family

Rate : PG-15

Discalimer : Aku bayar semua pemaen pake cintaaaaaa 🙂

Note : 

Annyeong, setelah sekian lama aku bisa apdet juga, kesian ini blog gak berisi apa2… huhuhu, semoga yg baca bisa suka sama ep2 ini… ini ff pertama  aku yg cerita’a kaya gini, otak aku lagi liar pas bikin nih ep2… 🙂

 

Kibummie.. Jangan lupa ke restoran. Appa sudah menemukan resep baru yang wajib kau coba. Appa ingin tahu bagaimana pendapatmu. Seru Hankyung semangat di telepon.

Kibum bahkan harus menjauhkan teleponnya dari telinganya karena suara Hankyung begitu memekakan telinga.

“Iya nanti aku langsung ke restoran setelah pulang sekolah.” Kata Kibum kemudian.

Kibum tersenyum penuh makna begitu dia memutus sambungan teleponnya. Di dalam hati dia sudah bertanya-tanya makanan seperti apa yang sudah diciptakan ayahnya.

Kibum sangat mengidolakan ayahnya yang seorang koki di restoran yang keluarga Tan kelola sendiri. Sejak kecil dia bercita-cita menjadi seorang koki seperti ayahnya. Bahkan Kibum yang kini baru menginjak kelas satu SMP sudah belajar banyak sekali resep dari ayahnya.

“Appa, aku datang.” Kata Kibum yang menghampiri ayahnya di dapur restoran mereka.

Hankyung menyuruh Kibum untuk menyimpan tas sekolah dia di ruang istirahat. Kibum mengangguk lalu kembali setelah menyimpan tasnya.

“Appa membuat apa tadi?” Tanya Kibum penasaran.

Hankyung tersenyum lalu menyodorkan sebuah piring dengan bulatan-bulatan kecil daging cincang dan sejenis saus kacang di atasnya, jenis makanan yang baru saja ditemukan Hankyung. “Cobalah.” Kata Hankyung.

Kibum lalu mengambil sendok dan garpu lalu menyendok bulatan daging sebesar kelereng itu dan melahapnya.

Kibum mengunyah, mencoba merasakan makanan yang ada di mulutnya. “Mashita appa. Jinjja mashita!!” Seru Kibum tak bisa menutupi rasa kagum pada ayahnya itu. “Ini daging apa appa?” Tanyanya sambil kembali menyuap dagingnya.

“Rahasia.” Jawab Hankyung sambil mengelus kepala putra semata wayangnya itu penuh cinta.

Kibum mengerutkan dahinya kemudian menggembungkan kedua pipinya.

“Appa akan beritahu nanti. Kalau kau sudah bisa membuat 200 jenis makanan.” Kata Hankyung begitu melihat ekspresi putranya.

Kibum meletakkan sendok dan garpu yang ada di genggamannya. Jarinya kemudian mulai dia lipat dan tegakkan. “Aku baru bisa membuat sekitar 40 jenis masakan appa. Masih kurang banyak.” Keluh Kibum kemudian.

Hankyung mengacak rambut Kibum. “Masih banyak waktu. Kau belajar lah lebih rajin.” Katanya mencoba menaikkan semangat Kibum.

Kibum mengangguk kemudian tersenyum. “Ne appa. Ngomong-ngomong eomma mana? Aku tidak melihatnya.” Tanya Kibum begitu sadar dia belum bertemu dengan ibunya. Biasanya Kim Heechul, Kibum eomma, selalu berada di dapur bersama sang ayah.

“Eommamu pulang ke Wonju tadi pagi. Dia bilang appanya sakit. Dia akan di sana beberapa hari.” Terang Hankyung yang diikuti ‘oh’ panjang dari Kibum.

Besok paginya Kibum mendapatkan sarapan yang istimewa. Makanan yang sama yang dibuat Hankyung kemarin. Kibum menyukai rasa rempahnya yang sangat terasa di lidah, tapi ada rasa unik yang Kibum rasakan dari daging itu sendiri.

Tebak Kibum itu bukan lah jenis daging yang biasa disantapnya. Tapi dia juga merasakan rasa seperti daging kelinci juga daging sapi. Kibum menyimpulkan itu merupakan campuran beberapa jenis daging, tapi dia tak bisa menebak daging apa saja yang digunakan Hankyung. Dia juga yakin Hankyung membuatnya dengan sangat istimewa karena tidak semua daging bisa diolah dengan cara yang sama. Kibum makin penasaran dengan resep rahasia yang dibuat ayahnya itu.

“Appa daebak! Kau memang koki terbaik sepanjang masa.” Puji Kibum begitu selesai sarapan.

Di sekolah Kibum tidak konsentrasi belajar. Jari-jarinya terus saja menuliskan beberapa resep makanan yang akan dicoba dia buat di bukunya. Dia sangat bersemangat untuk memenuhi syarat yang diberikan ayahnya agar mendapatkan resep istimewa yang baru saja dibuat ayahnya.

Kibum bahkan pura-pura sakit dan ijin pulang karena tidak tahan untuk mencoba membuat makanan yang baru saja dia ciptakan dalam imajinasinya. Mengingat Hankyung pasti akan ada di restoran sepanjang hari, Kibum langsung bergegas pulang ke rumahnya.

Kibum pergi ke kamarnya lantas mengganti bajunya. Dia lalu pergi ke dapur.

Saat tiba di dapur, dia mendengar suara aneh dari ruangan penyimpanan. Terdengar seperti ada suara tumbukan benda. Kibum sedikit takut karena dia yakin tak mungkin ayahnya ada di rumah, begitu juga dengan ibunya. Pikirannya mengatakan mungkin itu perampok. Kaca yang ada di pintu ruang penyimpanan cukup tinggi sehingga Kibum tidak bisa mengintipnya dari sana.

Penasaran, Kibum mengambil tongkat baseball yang berada di ruangan di samping dapur untuk jaga-jaga. Dengan perlahan dia kemudian membuka pintu ruang penyimpanan yang ternyata tidak dikunci. Lewat celah kecil yang ada, Kibum berusaha melihat apa yang ada di dalam.

Kibum melihat punggung seseorang. Dia tak bisa melihat jelas itu siapa karena posisi orang itu memang menghadap ke arah yang berlawanan dengan pintu.

Jantung Kibum berdetak dengan cepat. Dia membuka pintu lebih lebar perlahan, agar memberinya celah untuk masuk. Tangannya sudah dalam posisi siap memukul.

Crakk.. Prakk… Crakk….

Kibum mendengar lagi suara benturan itu. Suaranya begitu familiar di telinga Kibum. Dia tahu, itu suara tulang yang patah karena hantaman pisau daging.

Kibum memperhatikan sebuah kain berwarna merah muda penuh oleh darah yang tergeletak di lantai di samping orang yang tidak menyadari kehadiran Kibum. Ada hal yang membuat dia terus memperhatikan kain itu. Samar, Kibum mengenali motif dari kain itu. Kibum ingat itu motif dari baju yang dipakai Heechul kemarin, saat dia pamit pergi ke sekolah.

Tubuh Kibum bergetar hebat begitu dia berjalan sedikit ke samping dan melihat wajah seseorang yang sangat dikenalinya.

Tubuh Heechul terbaring di atas meja tempat ayahnya biasa memotong daging. Kibum berusaha menahan diri untuk tidak berteriak, dia mendekati orang yang memunggunginya lalu memukulkan berkali-kali tongkat baseball yang ada di tangannya ke pundak dan punggung orang itu. Dia memukul sambil menangis.

“PEMBUNUH..!! PEMBUNUH..!! PEMBUNUH..!!” Teriak Kibum histeris sambil menangis dan terus memukul bertubi-tubi orang itu.

Orang yang dipukul Kibum itu oleng karena tidak siap menerima pukulan Kibum. Tapi pukulan Kibum tidak cukup keras untuk membuat orang itu ambruk, hanya beberapa luka tercipta di sekitar punggungnya. Orang itu lalu menoleh ke arah Kibum.

Tubuh Kibum berubah lemas begitu dia sadar siapa yang ada di hadapannya.

Tan Hankyung.

Kibum ambruk di lantai. Tongkat baseball di tangannya menggelinding menjauhinya. Kibum mendongak menatap mata ayahnya yang menghampirinya.

“Ah, kau sudah melihatnya. Ya sudah lah, sudah terlanjur. Ini dia rahasia dari makanan yang kamu santap tadi pagi. Sangat nikmat kan? Karena itu menggunakan daging manusia.” Kata Hankyung dengan seulas senyuman.

Kibum tak menjawab apa-apa. Dia sadar dia tak bisa berbuat apa-apa. Tapi matanya tetap menatap benci ayahnya itu.

Hankyung tersenyum kemudian mengacak rambut putranya itu begitu sudah tak ada jarak pada keduanya. “Appa akan berikan semua ilmu memasak appa padamu. Appa sangat berharap kau jadi penerus appa kelak.” Kata Hankyung dengan mata penuh cinta, penuh harap.

Iblis di tubuh malaikat.

Tangan kiri Kibum meraba-raba sekitar. Mencari apa saja yang bisa dia jadikan senjata. Tangan Kibum lalu meraih sebuah balok kayu kecil. Dengan balok kayu itu, Kibum memukul berkali-kali kepada ayahnya hingga darah segar mengucur dari pelipis kanan ayahnya itu.

Hankyung ambruk tak sadarkan diri.

Kibum berjalan tertatih-tatih menghampiri tubuh Heechul yang sudah tidak utuh. Tangisnya pecah begitu deras. Kibum melihat tubuh Heechul sudah berupa potongan-potongan daging besar. Hanya tubuh dari pinggang ke atas yang masih bersatu, itu juga tangan kanan Heechul sudah putus. Kibum menatap mata Heechul yang tertutup, wajahnya sangat bersih, berbeda dengan bagian tubuh lainnya yang terdapat banyak bercak darah. Dengan tangan bergetar, Kibum mengelus kepala Heechul yang terasa sangat dingin, bukti Heechul disimpan di lemari pendingin sebelumnya.

Kibum terisak makin hebat. “Eomma…” Panggilnya di sela isak tangis. Tapi orang yang dipanggil ‘eomma’ itu tidak memberi respon apapun. Hanya memperlihatkan wajah pucat.

“AAAAAAAAAAAARRRGGGGHHHHHH……………” Kibum berteriak kemudian pingsan.

Hankyung dihukum 20 tahun penjara karena perbuatannya.

Sedang Kibum harus mendapat perawatan khusus di Rumah Sakit karena mentalnya sangat terguncang akibat menyaksikan pemutilasian ibunya yang dilakukan ayahnya sendiri. Sejak Kibum mulai membaik, dia tak pernah mengakui ayahnya. Kibum menggunakan marga ibunya untuk namanya, Kim Kibum.

Perlu waktu enam tahun untuk Kibum dianggap benar-benar sembuh. Kibum mulai menjalani kehidupannya seperti orang normal lainnya. Saudara-saudara Heechul banyak yang menolong Kibum untuk bisa hidup seperti orang lain. Restoran keluarganya dirubuhkan dan dibangun kembali menjadi toko es krim oleh kakak Heechul, untuk menghindari trauma yang mungkin datang lagi pada Kibum. Toko es krim itu kemudian diserahkan kepada Kibum untuk dikelola olehnya. Lantai atas dari toko itu menjadi tempat tinggal Kibum kemudian.

Semua berjalan sangat lancar. Kibum benar-benar hidup sebagai orang normal yang lainnya. Menjadi orang yang sukses, memiliki banyak teman juga memiliki kekasih. Sampai suatu hari di bulan Agustus, beberapa hari sebelum Kibum berulang tahun yang ke-22…

Kibum menutup toko es krimnya, membalikkan kata ‘buka’ yang tertera di kaca menjadi ‘tutup’. Wajahnya sangat lelah. Dia lalu naik ke lantai atas untuk beristirahat.

“Annyeong Kibummie.”

Kibum menoleh ke arah orang yang menyapanya. Matanya membulat begitu tahu siapa yang menyapanya.

Tan Hankyung.

Hankyung mendapatkan ijin keluar penjara selama tiga hari karena perbuatannya selama di penjara dianggap cukup bahkan sangat baik. Dia langsung mendatangi restorannya yang berubah total begitu dia keluar. Berharap berjumpa dengan putra kesayangannya.

Kilasan kejadian yang pernah dialami Kibum dulu muncul tanpa dikomando begitu dia tahu siapa orang yang terlihat sangat kurus dan tak terurus di hadapannya.

Kibum memegang kepalanya karena dia merasa kepalanya sangat berat dan sakit.

“AAARRRRGGGGHHH……” Kibum mengerang.

Hankyung menghampiri putranya. Dia berusaha memeluk putranya itu.

Tapi Kibum memberontak. Dia menepis tangan Hankyung. Kibum lalu mengambil guci yang berada tak jauh darinya dan memukulkan guci itu ke kepala Hankyung.

Hankyung meringis dan tersungkur di lantai.

Tak puas, Kibum mengambil vas bunga da melemparkannya. Kibum kemudian berlari ke dapur kecilnya dan mengambil pisau buah. Dia menusukkan pisau itu berkali-kali ke tubuh Hankyung.

Hankyung benar-benar tak berdaya. Nyawanya sudah sampai batasnya.

“Kau tahu? Daging manusia yang paling enak itu daging perempuan yang baru selesai bercinta. Cobalah.” Ucap Hankyung sesaat sebelum dia benar-benar tewas.

Kibum menangis begitu sadar apa yang sudah dilakukannya. Dia menatap tangan kanannya yang masih memegang pisau, Kibum melepaskan pisau itu. Darah ayahnya berceceran di lantai dan tubuhnya.

“Appa..” Ucap Kibum pelan tetap sambil menangis.

Tapi kemudian Kibum diam. Dia diam sambil menatap pisau yang tadi digunakannya untuk membunuh sang ayah.

Senyum terhias di bibir Kibum.

“Arasso appa. Tapi aku akan mencoba dulu bagaimana rasa daging pembunuh.” Ucap Kibum dingin.

-end-

Advertisements

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s