(Ficlet) PowerHyuk

Standard

Cast :

*) 5th of Jewelie’s member

*) Lee Hyukjae

Genre : Romance

Length : 1060 words

a/n : happy reading…

-o0o-

Tiiittttt…….

Tiiiittttt……

Tiiittttttt……

Seorin melangkahkan kakinya menuju pintu saat mendengar bel apartemennya berbunyi. Dia menghentikan langkahnya sejenak saat berdiri di depan cermin yang berada dekat pintu, merapikan penampilannya. Dia menatap dirinya sendiri yang terlihat sangat berantakan. Jelas sekali wajahnya yang kelelahan, efek selalu memangkas waktu tidurnya juga memeras otaknya akhir-akhir ini.

Tttiiiittttt……

Seorin menoleh ke arah pintu, dia memperbaiki tatanan rambutnya seadanya kemudian menghampiri pintu dan membukanya tanpa bertanya siapa yang datang. Seorang namja dengan wajah menunduk tertutup topi berdiri di depannya saat pintu terbuka.

“Nuguseyo?” Tanya Seorin saat melihat wajah namja yang dia tidak kenal.

Namja di hadapan Seorin membungkuk sebentar saat ditanya. “Annyeong haseyo. Kami diperintahkan untuk memberikan ini pada anda.” Ucap namja itu sambil menyerahkan sebuah yang sedang dipegangnya.

Seorang lagi namja menghampiri Seorin. Namja itu membawa banyak balon terbang yang terikat dengan tali yang ada di tangannya. Seorin tidak sadar dengan keberadaan namja itu sebelumnya.

Seorin mengambil kotak yang ukurannya cukup besar itu kemudiannya menyimpannya di samping rak sepatu di dalam apartemennya dengan tampang bingung.

“Ini juga agasshi.” Ucap namja yang membawa balon. Menyerahkan tali balon tersebut.

“Ne, kamsahamnida.” Ucap Seorin sambil mengambil tali balon tersebut. “Ini semua kiriman dari siapa?” Tanya Seorin begitu semua balon sudah berpindah ke tangannya.

“Anda akan tahu nanti. Pengirimnya menyisipkan surat di dalam kotak.” Jawab namja yang memberikan kotak. “Kami permisi agasshi, semoga hari anda menyenangkan.” Pamitnya kemudian dia dan rekannya berjalan menjauhi Seorin.

Seorin menutup pintu apartemennya dan menoleh ke arah kotak yang berada tak jauh darinya. “Bukan bom kan?” Tanyanya sendiri.

Karena cukup kerepotan, Seorin melepaskan tali yang ada di tangannya, membiarkan balon-balon itu melayang di langit-langit. Dia mengambil kotak di hadapannya dan menaruhnya di atas meja. Seorin membuka kotak itu dengan rasa penasaran yang tinggi.

Saat membukanya, sebuah amplop berwarna kuning menarik perhatian Seorin. Dia mengambil amplop tersebut, membukanya, mengacuhkan isi kotak yang lain di hadapannya. Isi amplop itu adalah sebuah surat, sama seperti yang diucapkan namja yang mengantarkan kotak tersebut.

Seorin annyeong,

Kau baik-baik saja kan? Aku sangat cemas memikirkanmu di sini. Tapi aku takut kau terganggu jika aku datang kesana. Kau kan sudah bilang kalau kau sekarang ingin berkonsentrasi dengan karya tulis ilmiahmu. Aku berharap kau masih ingat makan juga tidur, setidaknya kau tidak akan sakit kalau kau cukup makan dan cukup tidur.

Seorin-a, kau orang yang tidak suka hal-hal yang berbau romantis. Tapi kalau misal ini terkesan romantis untukmu, aku harap kau bisa maklum ^.^

Kau orang paling cuek dari semua orang terdekatku. Kau lebih menyayangi gulingmu daripada aku. Kau lebih senang bersama dengan gitaris FT Island daripada aku. Kau jarang sekali memberikan perhatianmu padaku. Kau selalu saja memuji dance Minwoo daripada memuji danceku. Tapi semua itu justru membuatku makin mencintaimu. Kau terlihat seperti tidak mencintaiku, tapi kau kemudian selalu membuatku yakin kalau kau memang mencintaiku, hanya mencintaiku. Gomapta,

Seorin-a, bilang saat kau lelah. Agar aku bisa mengelus punggungmu, memberikan energiku padamu. Agar aku bisa membuatkan susu hangat untukmu, membuat wajah lelahmu kembali semangat. Aku ingin menjadi kekuatan untukmu. Kau tidak perlu takut kau akan merepotkanmu, aku sama sekali tidak akan merasa direpotkan. Sungguh. Aku ingin juga menjadi kekuatan untukmu. Tapi semua terserah padamu. Aku tak ingin membuatmu tidak nyaman jika memang kau tidak menginginkannya. Tapi satu hal, kau harus tahu aku selalu ada di sini. Bersiap berlari menghampirimu saat kau membutuhkan aku.

Kau suka balonnya? Aku memesannya khusus untukmu….”

Seorin mengedikkan kepalanya bingung. Dia kemudian menatap balon-balon yang masih setia menempel pada langit-langit. Beruntung tali balon tersebut cukup panjang, sehingga Seorin dapat menjangkaunya. Dia mengambil satu balon. Melihat apa yang istimewa dari balonnya itu.

Senyuman merekah di bibirnya begitu melihat gambar Kamiki Ryunosuke tersenyum di balon tersebut. Seorin kemudian melepaskan tali balon itu dan mengambil tali yang lain. Kali ini dia menemukan gambar Kim Heechul. Dia lalu mencari lagi, menemukan Gongchan, Minwoo, Ryu Nishikido, Minhwan, Song Seunghyun, Yoogeun, Jo twins, Kanata Hongo, Taemin, Joongki, dan yang lain. Semua balon itu bergambarkan hampir semua namja yang Seorin suka.

Seorin kemudian menoleh melihat satu balon yang talinya jauh lebih pendek dari yang lain. Karena rasa penasarannya yang tinggi, dia mengambil bangku dengan kaki yang agak tinggi untuk menjangkau balon tersebut. Dan berhasil.

Sebuah foto dengan cengiran gummy smile terpampang pada balon itu. Seorin makin melebarkan senyumannya hingga memperlihatkan giginya. Di samping gambar itu ada sebuah tulisan, ‘aku tampan kan?’

Seorin tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa. dia kemudian menalikan tali balon itu ke tangannya dan kembali membaca surat yang belum selesai dia baca.

Aku tahu kamu pasti tertawa. Iya kan? Semoga iya, setidaknya bebanmu berkurang sedikit. Karena aku takut kamu sakit, aku juga sudah membelikanmu banyak vitamin juga susu. Ada cokelat dan biskuit untuk menemanimu mengerjakan tugasmu. Tapi kau harus menggigitnya pelan-pelan…

Seorin membongkar isi kotak di hadapannya, ada kotak pastik bening di bawah tumpukan susu kotak. Dua buah kotak plastik bening yang cukup besar berisi biskuit dan cokelat. Seorin tersenyum lagi begitu melihat bentuk dari biskuit dan cokelat tersebut. Kepala monyet dengan tangan membentuk V sign.

… aku akan kesakitan kalau kau menggigitnya terlalu keras.

Kau suka? Mianhae, aku hanya memberimu yang seperti itu. Tapi asal kau tahu, setiap balon, setiap potong biskuit dan cokelat, setiap kotak susu, setiap butir vitamin-vitamin itu mengandung PowerHyuk. Power yang bisa membuatmu lebih semangat lagi. Dan semuanya itu khusus untukmu….

“PowerHyuk? Apa itu?” Gumam Seorin di sela bacanya.

Tetap semangat Seorin-a, jagi… aku disini selalu mendoakanmu. Saranghae !!!

AYO KIM SEORIN..!!!!!! KAU PASTI MAMPU MENYELESAIKAN TULISANMU….!!!!!!!!!!

… Cintamu, EunHyukHyukJae …

Seorin benar-benar tersenyum selesai membaca surat tersebut. Rasa lelah yang menderanya sebelumnya terangkat perlahan.

“Gomawo oppa, kau benar-benar membuatku lebih semangat.” Ucap Seorin sambil mengambil susu kotak dan meminumnya. “YA! HWAITING KIM SEORIN.!!!!! KAU PASTI BISA…!!!!!!!!!!!!!” Teriaknya kemudian mengambil ‘Keidai’ yang berada di dekat kotak, mengetikkan setiap baris kata untuk menyelesaikan Karya Tulis Ilmiahnya itu.

Ddrrrtttt……

Seorin menoleh kearah ponselnya yang tidak mau diam di atas meja. Seorin mengambil ponselnya, melihat siapa yang meneleponnya.

“Yoboseyo? Oppa wae?” Tanya Seorin pada Lee Hyukjae, sang penelepon.

“Kau sudah menerima semuanya?” Tanya Hyukjae.

“Ne oppa, gomapta.”

“Sekarang boleh aku ke apartemenmu? Aku sangat merindukanmu.”

“Anniyo. Nanti saja. aku sedang bersemangat untuk menyelesaikan tulisanku. Kalau oppa datang, aku tidak akan bisa menyelesaikannya.”

“Yah, padahal aku ingin memberikan PowerHyuk langsung padamu.”

“Nanti saja ya oppa. Aku akan menemuimu begitu aku selesai. Kau sabar saja dulu.”

“Ara. Kau yang semangat ya. Ingat! Aku selalu ada kalau kau membutuhkan aku.”

“Ne oppa. gomawo, saranghae…”

-end­-

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s