(Oneshot) Different Birthday

Standard

Cast :

*) Song Seunghyun and other FTIsland’s member

*) Choi Minjoo and Lee Taeri –OCs-

Genre :  I dunno, a little humor, a little romance, gaje the most

Disclaimer : FTI member belong to God, their self and FnC manj. As usual, I pay players in this ff with Love, except OCs. Don’t sue me, this is just fict

a/n : geez, this is a bad ff, really fail. I dunno, I’ve no idea to make better than this but I hope you can like this ff ^^

20 Aug 2011 21.24 KST

FT Island’s Dorm

“Annyeong.”

Song Seunghyun yang sedang tengah membaca komiknya di dalam kamar, tepatnya di atas kasurnya, langsung menoleh begitu mendengar suara sapaan.

“WHOAAA……”

Seunghyun terperanjat dan hampir jatuh dari kasurnya begitu melihat seorang yeoja di hadapannya.

Yeoja yang jadi pelaku hampir jatuhnya Seunghyun dari kasur hanya memberi cengiran begitu melihat reaksi Seunghyun.

“Annyeong Seunghyun-ssi.” Sapa yeoja itu lagi saat melihat Seunghyun sama sekali tidak bergerak dan tetap memandanginya. Dia kemudian mendekati Seunghyun, yang masih diam, di dekat sisi kasur.

Seunghyun mengerjapkan kedua matanya beberapa kali saat menyadari sebuah tangan tengah melambai-lambai di depan wajahnya.

“Nuguseyo?” Tanya Seunghyun sambil mundur ke belakang sampai ujung tembok kasurnya.

Yeoja di depan Seunghyun berdiri tegak kemudian membungkuk sebentar. “Annyeong Lee Tae… anni… Choi Minjoo imnida.” Ucapnya memperkenalkan diri. Yeoja itu memberikan senyuman termanis yang dia miliki pada Seunghyun. “Aku fansmu Song Seunghyun, dan aku datang kemari khusus untukmu.” Tambahnya.

Seunghyun terlihat kebingungan dengan ucapan yeoja di hadapannya. “Ba… bagaimana bisa kau masuk kemari?” Tanyanya kemudian.

“Oh… gampang. Aku tinggal masuk saja kemari.” Jawab Minjoo.

Alis Seunghyun berkerut karena dia tidak mengerti jawaban yang diberikan Minjoo.

Seolah mengerti apa yang membuat bingung Seunghyun, Minjoo berjalan menuju pintu. Dia kemudian keluar kamar lalu masuk lagi. Tidak lewat pintu, tapi menembus tembok yang ada di samping pintu tersebut. “Seperti ini.” Ucapnya pada Seunghyun yang tiba-tiba membelalakkan kedua matanya.

“HHAAAAANNNNTTTTTUUUUUUUU…………………” Teriak Seunghyun membuat penghuni dorm langsung berhambur ke dalam kamar para magnae itu dalam waktu beberapa detik.

“Waeyo?” Tanya Hongki yang merupakan orang pertama yang tiba di kamar Seunghyun.

Brruugghhh….

“Aawww……”

Hongki dan Seunghyun menolehkan kepala mereka ke pintu. Melihat Jaejin dan Jonghoon tengah berada di atas tubuh Minhwan. Si cutie magnae itu terpeleset tepat di depan pintu, sedang Jaejin dan Jonghoon tersangkut tubuh Minhwan saat menyusul masuk ke dalam kamar.

“Hyung, cepat bangun. Berat.” Pinta Minhwan yang terlihat menderita di bawah tubuh para hyungnya.

“Aku tidak bisa bangun. Jonghoon hyung menghalangiku.” Ucap Jaejin.

“Ya~ Hyung…”Panggil Seunghyun yang merasa dilupakan.

“Ah iya. Kenapa kau teriak?” Tanya Hongki lagi, mengacuhkan FT Triple yang masih tumpuk-tumpukan karena Jonghoon malas bangun.

“Aku melihat hantu. Hantu yeoja hyung. Dia bilang dia sengaja datang kemari untuk menemuiku.” Cerita Seunghyun dengan mimik wajah penuh rasa takut.

Hongki mencebik. “Tsk… aku kira apa. Kau pasti barusan ketiduran dan bermimpi. Dasar! Sudah, aku mau ke kamarku lagi.” Ucap Hongki kemudian berjalan melangkahi FT Triple yang masih seperti sebelumnya.

“Aku tidak tidur hyung. HYUNG….” Panggil Seunghyun pada Hongki yang terus berlalu.

15 minutes later…

“Ya, kau tidak bohong Seungie?” Tanya Minhwan yang sudah berbaring di samping Seunghyun.

“Jinjja. Mana mungkin aku bohong.” Protes Seunghyun karena tidak dipercaya.

“Tapi di dorm kita mana mungkin tiba-tiba ada hantu.” Komentar Minhwan tetap tidak percaya.

“Aku melihatnya sendiri Minari. Dia menembus tembok.” Jawab Seunghyun serius.

“YA! Kau membuatku takut. Sudah ah. Aku mau tidur.” Ucap Minhwan kemudian menarik selimutnya dan menyembunyikan seluruh tubuhnya hingga hanya wajah yang terlihat.

Next Day 00.00 KST

“Seunghyun-ssi… Seunghyun-ssi. Ireona.”

“Aaisshh….” Seunghyun menepis tangan orang yang mengguncangkan tubuhnya.

“Seunghyun-ssi… Seunghyun-ssi. Ireona.”

Dengan malas Seunghyun membuka kedua kelopak matanya. “Ne, wae?” Tanyanya masih setengah sadar.

“Saengil chukkahamnida… saengil chukkahamnida… saranghaneun Song Seunghyun… saengil chukkahamnida….”

Seunghyun benar-benar bangun mendengar nyanyian saengil chukkae untuknya. Dia bangun dari tempat tidurnya. Hendak mengucapkan rasa senangnya tapi…

“WHOA… hhmmpppp….”

Mulut Seunghyun yang sudah setengah berteriak langsung dibekap oleh Minjoo, yang baru saja menyanyi untuknya.

“Seunghyun-ssi. Kau akan dianggap gila kalau kau bilang kau melihat hantu lagi dan kau akan diamuk member lain kalau berteriak dan membangunkan mereka. Sekarang diamlah. Aku janji tidak akan menyakitimu.” Kata Minjoo masih membekap mulut Seunghyun.

Seunghyun mengangguk pasrah.

Minjoo akhirnnya melepaskan bekapannya begitu yakin Seunghyun tidak akan berteriak.

“Siapa kau? Mau apa kau sebenarnya?” Tanya Seunghyun yang kemudian memberi jarak dengan Minjoo, jelas dia merasa takut pada yeoja itu.

“Sudah aku bilang, namaku Choi Minjoo dan aku kemari sengaja untuk menemuimu. Aku ingin mengucapkan saengil chukkae padamu. Aku fansmu.” Jawab Minjoo.

“Tapi… tapi kau kan hantu.” Ucap Seunghyun takut-takut.

Minjoo menggeleng. “Anniyo. Aku bukan hantu. Aku ini sebenarnya malaikat pelindung. Aku malaikat pelindung dari salah seorang fans beratmu. Karena aku selalu bersamanya, entah kenapa aku jadi mengidolakanmu juga.” Cerita Minjoo. “Aish, aku bicara terlalu banyak.” Ucapnya kemudian. “Sudah. Aku tidak boleh berbicara lebih dari ini. Pokoknya, hari ini aku akan menghabiskan waktuku denganmu. Mumpung aku dapat kredit waktu dari Malaikat Utama.” Tambahnya.

“MWO?????????????”

07.42 KST

“Hyung, apa kau melupakan sesuatu?” Tanya Seunghyun pada Jaejin yang baru saja keluar dari kamar mandi.

Jaejin menatap lekat namja jangkung di depannya. “Oh, saengil chukkae Seunghyun-a. Semoga kau tidak bertambah tinggi agar aku bisa menyusulmu.” Ucap Jaejin sadis.

“Hyung~” Seunghyun mulai merajuk.

“Iya iya. Semoga kau menjadi lebih kuat dan sehat. Semoga makin banyak primadonna yang mencintaimu dan semoga harapanmu tercapai.” Ucap Jaejin kini sambil menepuk pundak dongsaengnya itu.

Seunghyun tersenyum sangat sangat manis (membuat author ingin menculiknya dan membawanya pulang /plakk *abaikan*). “Gomapta hyung. Saranghae~” Kata Seunghyun sebelum akhirnya dia masuk kamar mandi.

“Kau tampan sekali.”

“WHOAA…….” Seunghyun dikagetkan oleh kedatangan Minjoo yang tiba-tiba sampai pinggang belakangnya menabrak sisi wastafel.

“Kita sudah bertemu sejak 10 jam 20 menit yang lalu. Kenapa kau masih saja berteriak setiap melihatku?” Tanya Minjoo dengan nada dibuat sedih.

“Aku tidak terbiasa” Jawab Seunghyun. “Ya! Mau apa kau di sini? Aku mau mandi.” Tanyanya kemudian, begitu otaknya mulai berpikir.

“Aa…”

Tokk…. Tokk…. Tokk….

“Ya! Seungie! Ppali! Aku juga mau mandi.” Ucap Jonghoon dari luar.

“Aku keluar. Walaupun aku fansmu, tapi aku ini makhluk suci yang harus menjaga kesucian pandanganku. Lagipula aku tidak tertarik pada tubuh nakedmu. Annyeong.” Setelah bicara seperti itu, Minjoo langsung menghilang di balik tembok.

Bulu-bulu yang ada di tubuh Seunghyun berdiri karena tidak terbiasa melihat sesuatu yang supranatural seperti barusan. “Hiiyyy….”

“Hongki hyung, Jonghoon hyung, apa kalian melupakan sesuatu?” Tanya Seunghyun saat kelima member FT Island sedang sarapan.

Hongki dan Jonghoon saling bertatapan. Keduanya kemudian menoleh pada Seunghyun dan menggeleng kompak. “Anni.” Ucap Hongki yakin.

“HYUUNNGGG~~~” Seunghyun mulai merajuk lagi. “Hari ini aku ulang tahun.” Ucap Seunghyun dengan nada dibuat sesedih mungkin karena kedua tetua itu melupakan ulang tahunnya.

“OOHHH…….” Kata Hongki dan Jonghoon kompak.

“Saengil chukkae Seungie.” Ucap Hongki sambil melanjutkan makannya, mengacuhkan Seunghyun yang sedang menekuk wajahnya kesal.

“Kau itu sudah semakin tua, jangan terus merajuk seperti itu. Tidak cocok dengan badanmu.” Ucap Jonghoon melihat tingkah Seunghyun.

“Kalian menyebalkan.” Kata Seunghyun sambil bangun dari tempat duduknya karena sudah selesai makan.

“YA! Kau harus memandikan Elisya sekarang!” Perintah Hongki.

“Aku ulang tahun hyung sekarang. Berikan aku libur sehari saja.” Protes Seunghyun.

“Tidak ada kata libur.” Ucap Hongki dengan nada penuh intimidasi. Membuat Seunghyun hanya mendesah pasrah dan menemui anjing milik Hongki untuk dimandikan.

“Ternyata ucapan orang-orang yang kau selalu dijajah Hongki oppa itu benar.”

“WHOAAA….”

Minjoo hanya mencebik begitu melihat reaksi Seunghyun yang masih sama. Kaget sampai puff yang sedang dia pegang terlepas dari tangannya.

“Bisa tidak kau tidak datang tiba-tiba?” Tanya Seunghyun dengan nada kesal begitu dia sudah bisa mengendalikan diri.

Minjoo nyengir. “Ini ya anjingnya Hongki oppa itu? Cantik.” Ucapnya sambil memperhatikan anjing yang penuh dengan busa sabun.

Seunghyun menoleh pada Minjoo yang ada di sampingnya. “Ya. Kau bisa tidak memandikan Elisya? Anggap saja itu hadiah ulang tahun untukku.” Tanyanya.

Minjoo menggeleng. “Aku tidak bisa. Aku bahkan tidak bisa menyentuhnya.” Jawabnya sambil mengibaskan tangannya ke tubuh Elisya dan tembus. “Aku hanya bisa menyentuhmu.” Tambahnya sambil menempelkan tangannya di pipi Seunghyun.

“WHOAA….” Seunghyun langsung terjatuh ke belakang karena kaget disentuh tiba-tiba oleh Minjoo.

“Kau kenapa Seungie?” Tanya Minhwan heran melihat Seunghyun berteriak.

Seunghyun menoleh pada Minhwan lalu menoleh pada Minjoo. “Ah, anni… barusan aku melihat kecoak.” Jawab Seunghyun asal.

“Reaksimu berlebihan.” Ucap Minhwan setengah meledek.

“YA! Minari….” Panggil Seunghyun pada Minhwan yang langsung pergi meninggalkannya.

20.17 KST

FnC Building

“Kau kenapa?”

Seunghyun yang sedang melamun, terperanjat –untuk yang ke sekian kalinya- karena kehadiran Minjoo yang tiba-tiba. “YA..!!!” Teriak Seunghyun kesal. “Sudah berapa kali aku bilang, kau jangan datang tiba-tiba.” Protesnya penuh kekesalan.

“Aku tidak tiba-tiba. Aku sudah memanggilmu berkali-kali. Kaunya saja yang tidak menanggapiku. Kenapa melamun begitu? Kau kan sudah mendapatkan banyak hadiah dari par fansmu.” Minjoo bertanya.

Seunghyun mengerucutkan bibirnya. “Ulang tahunku tidak istimewa. Bahkan Sehyun hanya mengucapkan selamat ulang tahun yang datar. Ulang tahunku kelabu.”

“Tskk… kau sudah semakin tua sekarang. Jangan merajuk terus seperti itu.” Ucap Minjoo. “Sudah lah. Ayo kita pulang. Berdoa saja ada yang memberimu kejutan saat pulang nanti.”

“Ya! Kau tahu sesuatu? Ada kejutan kah?” Tanya Seunghyun dengan mata berbinar.

“Anniyo… aku mana tahu ada kejutan atau tidak. Lagipula, sudah setua ini, tidak perlu ada kejutan segala.” Sanggah Minjoo.

“Ya. Jawab aku, teman-temanku membuat kejutan untukku kan?” Tanya Seunghyun lagi, tetap mempertahankan nada semangatnya. Mengikuti Minjoo yang berjalan menjauhinya.

“Lampu dorm mati. Hm, aku harus mempersiapkan diri. Pasti mereka membuat kejutan untukku.” Gumam Seunghyun begitu masuk ke dalam dormnya. “Mereka menyuruhku membeli soda pasti untuk mengalihkan perhatianku.” Tambahnya sambil meletakkan kantong berisi soda di meja.

Seunghyun terus berjalan pelan masuk ke dalam dorm yang gelap gulita. Senyuman tidak pernah terlepas dari bibirnya. Dia terus berjalan tanpa berniat menyalakan lampu. Terus dan terus berjalan menuju pintu kamarnya. Senyuman di bibirnya mulai sedikit pudar.

“Mungkin kejutannya di kamar.” Ucapnya meyakinkan diri. Dia lalu membuka pintu kamarnya. Hanya lampu tidur yang menyala. Seunghyun melihat Minhwan tengah tidur. Kelelahan akibat latihan tadi siang.

“Kenapa Minari tidur? Mana kejutannya?” Tanya Seunghyun. Kali ini senyumannya benar-benar hilang.

“Aish… tega sekali mereka. tidak memberikan aku kejutan, tidak memberiku hadiah, selamat pun harus aku dulu yang bertanya. Menyebalkan.” Kata Seunghyun kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum tidur. Dia sangat kesal.

“Ya, kau jelek sekali kalau marah.”

Seunghyun menoleh ke sampingnya, Minjoo sedang memperhatikannya yang sedang menggosok gigi. Seunghyun menatap tajam Minjoo kemudian kembali menggosok giginya, mengacuhkan malaikat pelindung itu.

Selesai dengan semuanya, Seunghyun berjalan keluar pintu kamar mandi tanpa sekalipun mengindahkan Minjoo yang terus mengajaknya bicara.

“Seunghyun-ssi, kau marah padaku kah? Wae? Apa karena teman-temanmu tidak memberikan apa yang kamu harapkan? Apa salahku? Kau kesal pada mereka dan menumpahkan semuanya padaku?” Tanya Minjoo bertubi-tubi. Tapi Seunghyun hanya bungkam. Dia berjalan menuju tempat tidurnya. “Seunghyun-ssi, chakkaman.” Pinta Minjoo saat Seunghyun hendak naik ke atas kasurnya.

Seunghyun menatap Minjoo tajam.

“Bisa kita ke atap sebentar? Hanya sebentar. Lima menit, anni, dua menit juga cukup.” Pinta Minjoo dengan nada memohon.

Seunghyun membatalkan niatnya untuk naik ke tempat tidurnya. Dia berjalan meninggalkan dormnya tetap tanpa suara. Pergi menuju atap gedung dormnya.

“Gomawo Seunghyun-ssi. Keberadaanmu di dunia ini adalah anugerah. Aku bisa mengenalmu, menyukaimu, meski tidak sepantasnya malaikat pelindung itu menyukai manusia. Seunghyun-ssi, aku mendoakan yang terbaik bagimu. Semoga kau bisa mendapatkan apa yang kau inginkan. Aku harap, hadiah pertama dan terakhir dariku ini bisa membuatmu tidak melupakanku.” Ucap Minjoo beigtu keduanya sudah sampai di atap.

Seunghyun diam. Dia tetap diam saat tiba-tiba cahaya kecil mulai bermunculan dan melayang di sekitarnya. Dia membelalakkan matanya melihat keadaan di sekitarnya. Cahaya-cahaya kecil itu seperti kunang-kunang yang terbang tak beraturan. Seunghyun dapat melihat samar sosok Minjoo yang berdiri tepat di hadapannya. Menatapnya lembut sambil tersenyum.

Cahaya itu kemudian berkumpul, di antara Seunghyun dan Minjoo, membentuk sebuah kalimat. “Saengil chukkae Song Seunghyun. Saranghae…”

“Ingatlah banyak orang yang mencintai dan selalu mengingatmu. Kau jangan sedih hanya karena member lain tidak memberikan kejutan untukmu. Banyak orang di luar sana sedang berdoa untukmu. Berbahagia karenamu. Kau harus selalu tersenyum. Mianhae, aku tak bisa berbuat banyak untukmu. Aku ingin membuat kue ulang tahun untukmu, memberikan kado untukmu, tapi aku tak bisa. Semoga ini bisa membuatmu sedikit merasa lebih baik.” Kata Minjoo.

Cahaya-cahaya kecil itu kemudian mendekati Seunghyun. Menyinari seluruh bagian tubuhnya. Seunghyun tak bisa berkata apa-apa. Entah takjub atau kaget dengan apa yang dilihatnya.

Perlahan, Seunghyun merasa kakinya tidak berada di tempatnya. Dia melihat ke bawah, kakinya melayang, tubuhnya melayang.

“A… ada apa ini?” Tanya Seunghyun bingung juga takut.

Minjoo kini berada di sampingnya, melayang bersamanya. “Hadiah untukmu.” Jawab Minjoo sambil mengulurkan tangannya.

Dengan sedikit ragu, Seunghyun menyambut uluran tangan Minjoo. Cahaya yang mulanya hanya mengelilingi Seunghyun kini mengelilingi keduanya, membawa mereka melayang di udara.

“A… aku takut.” Ucap Seunghyun saat cahaya itu membawa mereka menjauhi atap. Seunghyun melihat ke bawah, menatap kakinya berada lebih dari tujuh puluh meter dari bawah sana.

Minjoo tertawa. Cahaya itu kemudian membawa keduanya mendekati atap. Melayang satu meter dari atap.

“Gomawo.” Ucap Seunghyun begitu dia dan Minjoo sudah berada di depan pintu dormnya.

Minjoo tersenyum melihat ekspresi Seunghyun yang bahagia. “Kalau begitu aku pergi. Waktuku sudah habis. Semoga kau akan terus bahagia Seunghyun-ssi. Annyeong.”

“Chakkaman…” Seunghyun berusaha menghentikan Minjoo, tapi makhluk itu sudah menghilang. “Gomawo Choi Minjoo. Aku tidak akan melupakanmu. Kau satu-satunya fansku yang istimewa.” Ucapnya kemudian. Seunghyun lalu menoleh ke pintu dormnya dan membuka pintu.

Ttttrreeettttt………

“SAENGIL CHUKKAHAMNIDAAAA………” Teriak Hongki, Jonghoon, Sehyun, Jaejin dan Minhwan setelah mereka meniup terompet yang mereka pegang. Keempat member CN Blue muncul dari arah dapur dengan berbagai makanan di tangan mereka. Minhyuk membawa kue ulang tahun di tangannya.

“Kaliaannn….” Kata Seunghyun dengan tampang kaget.

“Ada satu jam lagi menuju pergantian hari. Seharusnya kau datang lebih awal.” Kata Jaejin sambil mendorong punggung Seunghyun agar segera masuk ke dalam. Dia kemudian menutup pintu dorm.

“Kau kemana dulu? Aku kaget saat tahu kau tidak ada di kamar. Padahal aku melihatmu pergi ke kamar mandi. Aku ketiduran dan tidak tahu kalau kau pergi tadi.” Tanya Minhwan.

“Hanya mencari udara segar.” Jawab Seunghyun sambil tersenyum.

“AYO BERPESTA..!!!” Teriak Hongki diikuti suara riuh dari sembilan namja yang lain.

“Ulang tahunku menyenangkan dan istimewa.” Ucap Seunghyun dalam hati.

Epilog

A few days after Seunghyun’s birthday

Seunghyun dan Minhwan sedang berjalan di daerah pertokoan, Hongki menyuruh mereka untuk membeli makanan. Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Angin musim gugur terus menampar wajah keduanya, membuat mereka ingin segera sampai di dorm yang tinggal dua blok lagi.

Brrruugghhhh……

Prakkk…… buuggghhh……

Kantong yang berisi makanan yang baru saja dibeli Seunghyun dan Minhwan terjatuh bersama dengan jatuhnya Seunghyun yang bertugas membawa kantong tersebut.

“YA!” Minhwan berteriak pada seorang yeoja yang membuat Seunghyun jatuh karena tertabrak oleh yeoja itu.

Yeoja yang juga terjatuh itu kemudian bangkit dan membungkuk berkali-kali. “Jwaesonghamnida… jwaesonghamnida….” Ucapnya berkali-kali.

Seunghyun mengambil beberapa snack yang tercecer dan memasukkannya kembali ke dalam kantong. “Gwenchana.” Ucapnya kemudian.

Yeoja itu kemudian mengangkat wajahnya yang terus tertunduk karena merasa bersalah. Sedang Seunghyun membersihkan bajunya dari daun-daun kering yang menempel.

“NEOOOO…….” Teriak Seunghyun dan yeoja itu begitu pandangan mereka beradu.

“Song Seunghyun… Seunghyun FT Island… Seunghyun oppa….” Kata yeoja itu sambil terbata, telunjuknya mengacung ke arah Seunghyun. “Kyaaaa~~~ Seunghyun oppa, kau fansmu.” Kata yeoja itu lagi kali ini dengan sangat girang.

Minhwan buru-buru menarik lengan Seunghyun, membawa temannya itu menjauhi yeoja yang masih histeris.

“Oppa, chakkaman. Aku minta berfoto denganmu.” Kata yeoja itu sambil mengejar Seunghyun yang terus ditarik Minhwan.

“Oppa, Lee Taeri imnida. Oppa, jebal. Aku ingin berfoto denganmu sekali saja.” Pinta Taeri sambil terus mengejar dua namja di depannya.

“Oppaaaa……….”

“Akhirnya kau bertemu dengan Taeri juga. Aku ada di sampingnya loh Seunghyun-ssi. Sayang kau tidak bisa melihatku.” Ucap Minjoo sambil tersenyum memperhatikan Taeri yang terus mengejar Minhwan dan Seunghyun.

-end-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s