(Oneshot) Menyambut Semakin Tuanya Kim Jongwoon

Standard

Cast :

*) Semua yg ada di poto

*) OC yang gak bisa disebut satusatu saking banyak

*) Cast lain baca aja

Genre : AU, ANEH

Disclaimer : Aku bayar para pemaen pake cinta kecuali para OC, tapi ada beberapa yg gak pake cinta, cuman pake makasih.Para pemaen gak terikat kontrak sama aku dan dipake cuman buat hiburan semata, kalau ada yg tidak berkenan, silakan laporkan k’saia jgn k’polisi ^^’

a/n : ini terbaik yg aku mampu bikin saat ini, mepet2 karena mud ilang… semoga semua suka… gak ngerti? Aku juga rada ga negrti. Pusing? Wajar. Aneh? Jelas.  

24 Aug 2011 00.00 KST

Kim Family House

 

“Yeobo… ireona.” Boram mengguncangkan tubuh Kim Jongwoon, meminta suaminya untuk bangun. Tapi karena Jongwoon merasa sangat kelelahan akibat pekerjaannya, dia tidak kunjung bangun.

“Eonni, apa perlu yeobo disiram agar dia bangun?” Tanya Hyorin, istri pertama Jongwoon.

Boram menggeleng. “Sudahlah madu, biarkan saja dia tidur. Kasihan. Lebih baik kita mempersiapkan semuanya, aku tidak bisa tidur lagi.” Jawab Boram.

Hyorin mengangguk kecil. Dia dan Boram kemudian keluar dari kamar suaminya dan pergi ke dapur.

05.49 KST

 

“Hooaahhmmm… eomma, kalian sedang apa?” Tanya Jino, putra bungsu Boram yang mendatangi dapur.

Boram menoleh ke arah Jino. “Kau sudah bangun Jino-ya?” Tanya Boram yang diangguki oleh Jino.

“Jino mau nonton Spongebob, sebentar lagi mulai.” Jawabnya dengan mata masih setengah terbuka karena dia masih agak mengantuk.

“Kalau begitu aku pergi juga ya eonni. Aku juga ingin nonton Spongebob.” Ucap Hyorin sambil menyimpan nampan yang sedang dipegangnya di tempat cuci.

“YA!” Teriak Boram terlihat kesal pada Hyorin. “Eonni juga mau nonton! Kalau begitu kita lanjutkan ini nanti saja. Toh hanya tinggal beberapa persiapan lagi.” Ucapnya.

Ketiganya kemudian pergi ke ruang tengah dan menonton Spongebob bersama-sama.

08.11 KST

Boram dan Hyorin terlihat sangat sibuk. Mereka bolak-balik ke dapur dan halaman belakang rumah mereka sambil membawa barang-barang.

“Seunghyun oppa, awas itu paku!!” Ucap Hyorin pada adik sepupu Boram saat melihat Song Seunghyun hampir saja menginjak paku yang terjatuh dari tempatnya. “Hati-hati ya oppa, jangan sampai terluka.” Tambah Hyorin.

Seunghyun yang sedang mendekor meja panjang di halaman keluarga Kim itu hanya mengangguk. Mulutnya sedang menggigit palu karena kedua tangannya penuh dengan kain untuk hiasan pinggir meja.

“Uncle Song, bisakah kau menyimpan ini ke meja yang ada di ujung?” Tanya Boram pada Song Joongki yang baru saja menyimpan vas bunga untuk hiasan di samping halaman.

“Kau simpan sendiri saja. Masih banyak vas yang harus aku bawa kesini.” Jawab Joongki.

“Oh, ara.” Ucap Boram kemudian.

Beberapa saat kemudian Oh Won Bin, calon menantu Boram datang dan menawarkan bantuan. Boram memintanya untuk membantu Joongki karena pekerjaan Joongki masih banyak. “Sebaiknya kau panggil Jaerin dulu. Suruh dia ke dapur, masih banyak yang harus dipersiapkan.” Kata Boram sebelum Won Bin pergi.

“Hyori! Kau bantu eomma sini! Bawa perlengkapan makan kemari.” Perintah Hyorin ada putrinya yang kebetulan lewat. Padahal Hyori berniat untuk menonton ikan kokinya yang sedang sarapan.

“Ne eommaaa….” Jawab Hyori lemah.

“Neoreul dasi bwado neon neon nae sarang… Subaekbeon bwado nan nan ne sarang… Haneuri maejeojun neon nae sarang… Niga jamsi gireul ilheun geot bbuniya …” Jaejin, putra pertama Boram, tengah asik menyanyi I Hope versi trot berikut tarian khas lagu trot saat dia ditarik oleh Jungfa, putri dari Hyorin. “Wae? Wae? Wae?” Tanyanya bingung.

“Ayo bersembunyi oppa. Aku tidak mau membantu eomma. Pekerjaannya banyak sekali.” Ajak Jungfa sambil menarik lengan baju Jaejin. “Aku tidak mau bersembunyi sendiri, oppa juga pasti tidak maukandisuruh bekerja begitu” Tanyanya dengan mata persis kura-kura memelas.

“TELAT!” Kata Raena, putri Hyorin yang lain. “Eomma bilang kalian berdua harus ke halaman sekarang, kalau tidak kalian tidak boleh ikut acara nanti.” Tambahnya dengan nada penuh intimidasi persis seperti Heechul.

Jungfa menunduk dan berjalan pasrah mengikuti Raena menuju halaman belakang.

Singkat cerita karena kalau tidak disingkat akan menyebabkan durasi yang kelewat panjang dan menjadi cerita berepisode-episode bahkan mungkin tiada akhir karena persiapan yang sangat membutuhkan detail yang jelas. Oke, saia mulai ngaco /plakplakplakk…. Persiapan untuk acara dengan tema “Menyambut Semakin Tuanya Kim Jongwoon” telah selesai. Semua orang yang sebelumnya mempersiapkan semuanya kini telah berdandan secantik dan setampan mungkin kecuali Kim Jongwoon sendiri yang masih tepar di dalam kamar.

“Jino-ya, bangunkan appamu lalu suruh dia mandi dan bersiap. Pakaiannya sudah eomma siapkan di atas meja.” Perintah Hyorin pada Jino.

Jino yang sedang bermain dengan Ddangkomeng lalu pergi bersama kura-kuranya itu.

Sesuai instruksi dari yang punya hajatan, tamu undangan diharapkan untuk menumpang di mobil tamu yang lain jika mereka hanya dua atau tiga orang. Karena meski tamu undangan adalah orang-orang yang masih berhubungan keluarga dengan keluarga Kim, tapi jika masing-masing membawa kendaraan, ada kemungkinan satu blok jalanan dari kediaman keluarga Kim diisi oleh mobil mereka.

Pukul sepuluh lewat sekian menit sebuah van masuk ke kediaman keluarga Kim. Keluarga menantu sekaligus adik ipar dari Kim Jongwoon telah hadir. Lee Hyukjae dan para istri beserta anak-anaknya langsung pergi ke halaman belakang karena memang disuruh begitu oleh yang punya acara.

“Minari hyung, aku tidak melihat Seorin eomma dan Hyunri noona.” Ucap Youngmin, putra dari Jooeun, yang baru menyadari ketidakhadiran istri kelima Hyukjae dan putri ke nolnya itu.

“Oh, mereka menginap di rumah Heechul haraboji. “Jawab Minhwan, putra sulung Seorin.

Setelah itu, datang beberapa mobil lain yang berisi anggota dan calon anggota keluarga yang lain. Mereka semua bercengkrama sambil menikmati kue-kue dan minuman yang disediakan tuan rumah. Beberapa dari mereka ada yang sedang memasukkan kue-kue itu ke kantong yang sudah dibawanya dari rumah, silakan tebak sendiri siapa mereka karena dalam narasi ini identitas mereka dirahasiakan.

Karena Boram dan Hyorin sudah kelelahan setelah semua jamuan untuk para tamu dibuat oleh mereka sendiri, untuk pelayanan kepada para keluarganya mereka meminta tolong tetangga. Lee Jinki yang merupakan tukang tahu langganan Boram dimintanya untuk membantu, dan Jinki mengajak rekan sesama pedagang, duo Jonghyun, Jinwoon, Donghae, Gikwang dan yang lain. Lalu Hyorin juga meminta tolong tetangga yang lain, Soyeon, Eunjung, Luna, Sulli, dan yang lainnya yang kalau disebutkan satu per satu akan memperpanjang durasi.

Pukul setengah satu siang sesuai dengan jadwal, acara makan siang bersama sebagai puncak acara dimulai. Author sangat berniat sejak entah kapan untuk mengabsen Kim Family and Family. Dan karena sekarang author menemukan momentnya, maka author dengan semangat juang yang tinggi mengambil daftar dan mengabsen anggota keluarga yang telah hadir. Untuk anggota keluarga yang tidak tercantumkan, harap memberitahu author agar dapat diikutsertakan pada ff lain di lain hari, terima kasih. Dan agar lebih jelas, author mengabsen nama sesuai dengan nama asli pemberian orang tua asli, bukan nama untuk kepentingan ff atau yang lainnya. (sumpah ini siiastiminta dicincang kaya’a sama yg baca)

Para tamu undangan dan anggota keluarga Kim yang sudah berkumpul di halaman belakang yaitu,  Cho Jinho, Cho Kyuhyun, Choi Jonghoon, Choi Jooeun, Choi Minhwan, Choi Siwon, Han Hyesa, Han Sora, Han Yoori, Jo Kwangmin, Jo Youngmin, Kang Minhyuk, Kang Rae Woo, Kim Boram, Kim Chunhee, Kim Do Jin, Kim Hyori, Kim Hyorin, Kim Jongwoon, Kim Jungfa, Kim Kibum, Kim Rara, Kim Raena, Kim Ryeowook, Kim Youngwoon, Lee Hongki, Lee Hyukjae, Lee Jaejin, Lee Jaerin, Lee Taemin, Lee Young Ae, Lee Sungmin, Jung Jinyoung, Jung Yoogeun, No Minwoo, Oh Won Bin, Park Jiyeon, Park Jungsoo, Park Minrin, Tan Hangeng, Shin Donghee, Shin Dongho, Shin Jungrae, Son Dongwoon, Song Seunghyun, Song Joongki, dan Yoo Seungho.

Semuanya berkumpul di satu meja persegi panjang yang super panjang. Bahkan saking panjangnya, Lee Hyukjae yang duduk di ujung kiri tidak dapat melihat jelas Choi Jonghoon yang duduk di ujung kanan. Meja itu merupakan meja-meja pinjaman dari sekolah terdekat yang kemudian disulap oleh Seunghyun agar dapat digunakan untuk menampung banyaknya Kim Family n Family.

“EHM…. Tes.. Tes…” Jongwoon mencoba microfon yang sedang dipegangnya, takut kalau-kalau microfonnya mendadak rusak dan anggota keluarganya yang berada jauh darinya tidak bisa mendengarnya. “Baik. Terima kasih kepada semua keluarga yang telah hadir. Sebenarnya saya tidak berniat untuk membuat acara pada saat ulang tahun saya seperti ini, tapi berhubung istri tercinta saya sangat  berharap bisa mengumpulkan semua anggota keluarga kita, maka hari ini kita dapat berkumpul semuanya. Dan tanpa banyak kata lagi, mari kita nikmati makan siang yang sudah disiapkan oleh keluarga saya.” Ucap Jongwoon dengan wajah bahagia. Bagi yang duduk berjauhan dengan Jongwoon, Keluarga Kim sudah menyediakan layar besar agar wajah bahagia si tokoh utama dapat terlihat dengan jelas.

“Yeobo, Seorin, Hyunri dan Hee oppa belum datang.” Bisik Boram yang duduk tepat di samping kanan Jongwoon.

“MWO?” Tanya Jongwoon tanpa menjauhkan microfon yang sedang menyala itu.

“Wae? Wae? Wae?” Tanya beberapa anggota keluarga yang tak tahu apa yang terjadi.

Shin Donghee dan putrinya, Jungrae, yang sudah memegang sendok nasi langsung menoleh pada layar karena posisi mereka memang jauh dari si bintang utama.

“Oh maaf, putri sulung saya dan putrinya belum datang. Acara makan kita tunda dulu sampai mereka tiba.

“Yaaahhhhh…..” Keluh dua Shin yang tidak jadi menyendok nasi.

“Jaerin, coba kamu telepon eonni kamu.” Suruh Boram pada putrinya.

Jaerin mengangguk kemudian mengambil ponsel Oh Won Bin tanpa permisi dan menghubungi kakaknya itu. “Eonni, eodiga?” Tanya Jaerin begitu sambungan teleponnya tersambung.

“Hiks…. Aku di jalan. Hiks…. Kalian jangan makan tanpa aku. Hiks…. Dua menit lagi aku dan Hyunri tiba. Hiks… hiks… huwaaaaa~~~~~”

Tut tut tut tuutt….

Sambungan telepon terputus tanpa penjelasan mengenai suara Seorin yang terdengar menangis.

“Eonni sepertinya sedang menangis eomma. Tapi aku tidak sempat bertanya padanya, pulsa Won Bin oppa habis.” Lapor Jaerin.

Beberapa anggota keluarga yang mendengar pembicaraan tersebut saling berbisik. Mereka juga mengestafet informasi ke yang lainnya.

“Seorinkanbiasanya senang kalau ada acara gratis seperti ini.” Ucap Jooeun sambil mengambil tisu makan dan memasukkannya ke dalam tas.

“Aneh juga, padahal kemarin dia sangat bahagia karena yeobo mengijinkannya untuk menginap di rumah Heechul oppa.” Tambah Chunhee sambil memakan apel yang tadi dia simpan.

“Kita tunggu saja.” Ucap Rara.

Dua menit kemudian, saat halaman keluarga Kim riuh dengan suara-suara manusia, Seorin tiba. Diikuti Hyunri dan Hongki di belakangnya. Mata Seorin dan Hyunri terlihat sembab.

“Waeyo?” Tanya Jongwoon sambil mengarahkan microfon ke dekat Seorin.

“Heechul samchon… hiks… Heechul samchon mau pergi ke bulaaannnn~~~~~” Terang Seorin yang kemudian menangis lagi.

“Tadi pagi haraboji bilang kalau dia akan pergi selama dua tahun dan akan berangkat minggu depan.” Tambah Hyunri yang juga langsung menangis lagi. Hongki berusaha menenangkannya yang mulai berguling-guling di rumput.

Heboh episode kedua dimulai karena berita mengejutkan yang dibawa ibu dan anak tersebut.

Saat semua sedang ribut membicarakan apa yang baru saja mereka dengar, microfon yang sedang dipegang Jongwoon berpindah tangan ke si topik pembicaraan yang memang tadi datang bersama Seorin.

“EHM… perhatian semuanya. Tolong harap tenang.” Pinta Heechul, tapi beberapa dari orang yang ada terus saja berbicara seolah tidak mendengar permintaannya. “DIAAAMMMMMM..!!!!!!!” Teriak Heechul super tinggi. Beruntung alat makan yang digunakan di jamuan makan siang tersebut terbuat dari bahan tahan getaran suara(?), jadi tetap utuh dan tidak pecah. “Saya mengerti kalian pasti terkejut dengan berita yang baru saja kalian dengar…”

“Aku tidak terkejut, pendengarankukansedikit bermasalah.” Ucap Siwon yang langsung dihadiahi tatapan tajam mematikan dari Heechul. “Huh… tidak sopan sekali, aku inikanappa dari adik adik iparnya.” Tambah Siwon tapi kali ini hanya berupa gumaman.

“Tolong mumpung kalian semua sedang berkumpul seperti ini, tolong doakan saya agar betah di bulan nanti.

“ANDWAEEEEE~~~~” Teriak Seorin, Jaerin dan Hyunri bersamaan. “Kami tidak ingin ditinggalkan begitu lama.” Kata mereka kompak sambil berurai air mata.

“Kalian memang fansku yang paling setia sejak lahir.” Ucap Heechul sambil tersenyum super narsis. “Tapi keputusan yang sudah saya ambil tidak dapat diganggu gugat. Kita akan bertemu dua tahun ke depan.”

Boram dan Hyorin yang dari tadi menahan diri kemudian pingsan karena tidak sanggup ditinggal kakak mereka. Hyunri makin berguling-guling di rumput, Seorin menarik ketiga putranya dan menangis membasahi pakaian putranya itu. Jaerin memeluk Won Bin erat, alasan untuk menyembunyikan tangisannya padahal curi-curi kesempatan. Tiga anak Hyorin juga menangis berjamaah bersama istri-istri Hyukjae yang lain. Hyesa menenangkan Gege Han yang mendadak asma, Donghee menatap nanar makanan di hadapannya. Rara, Kyuhyun, Minrin, Dongho, Dongwoon dan Joongki sedang adu cepat mengisi TTS dan lain sebagainya. –inget durasi-

Jongwoon akhirnya mengambil microfon di tangan Heechul. “EHM…. Sebaiknya kita makan dulu karena saya sudah mendengar nyanyian dari perut kalian. Setelah acara makan selesai, kita bisa melanjutkan acara tangis, pingsan atau yang lainnya. Sekian.” Ucapnya kemudian menyendokkan nasi yang ada dihadapannya.

Boram dan Hyorin mendadak bangun dari pingsan mereka, yang menangis berjamaah menghentikan tangis mereka, begitu juga yang asma atau yang bermain TTS. Semua kompak untuk makan siang karena semua kesedihan, sakit atau kesenangan bermain TTS kalah dengan laparnya perut.

SEKIAN

-end-

Yeobo~~ mian, ultahmu jadi ancur2an kaya gini… aku malah kepikiran si abang mulu, tapi aku berdoa semoga kamu dapet yang terbaik sesuai dengan apa yg kamu harepin, love ya :*

Advertisements

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s