(Ficlet) PowerSUng

Standard

Cast :

*) Kim Boram

*) Yesung ‘Super Junior’

Genre : Romance

Disclaimer : Aku bayar Yesung buat maen di ep2 aku pake cintaaa…. ini hiburan semata, Yesung itu milik org2 yg memiliki’a dan bukan aku

a/n : aku buat ini waktu kemaren pas nungguin giliran sidang te-a, kekekeke~ happy reading ^^

>>> PowerSung <<<

Boram menengadahkan kepalanya ke atas, matanya tertutup karena  terpaksa. Dia kadang memijat bahunya terasa sangat pegal. Beberapa saat kemudian tatapannya kembali menuju netbooknya.

“Kapan selesainyaa….?” Tanyanya sendiri dengan nada mengeluh. Tapi kemudian dia menggeleng. “Andwae! Aku tidak boleh mengeluh, aku harus harus menyelesaikannya malam ini juga.” Ucapnya. Boram menghirup udara sebanyak yang mampu ditampung paru-parunya kemudian menghembuskannya dengan perlahan. “Hwaiting Kim Boram..!!!” Ucapnya dengan semangat memburu.

Sayang sekali semangat Boram  kalah dengan rasa kantuk yang sedari tadi menderanya. Waktu sudah menunjukkan pukul dua pagi, waktu yang memang paling sulit dilalui Boram jika masih bangun. Mata Boram benar-benar tidak bisa diajak bekerjasama. Matanya terus saja menutup setiap beberapa menit. Boram akhirnya menyerah. Dia mengambil ponselnya, menyetel alarmnya untuk berbunyi pada jam tiga. Satu jam menurutnya cukup untuk bermain di alam mimpi.

Boram tidak beranjak dari tempatnya duduk. Setelah mematikan netbooknya, dia menempelkan kepalanya ke meja yang di atasnya sudah dia taruh bantal kursi. Menurutnya itu akan lebih memudahkannya bangun nanti daripada jika dia tidur di atas ranjangnya.

Boram membuka kedua matanya perlahan. Dia berusaha untuk mengumpulkan seluruh jiwanya yang baru saja selesai bermain di dunia lain. Saat dia menggerakkan  tubuhnya untuk bangkit, sebuah selimut jatuh dari pundaknya. Boram langsung mengambil selimut itu.

“Tadi aku tidak pakai selimutkan? Ukh… kepalaku berat.” Ucapnya sambil menekan kepalanya yang terasa berat menggunakan tangannya yang masih memegang selimut. “Apa ada yang datang ya? “ Tanyanya bingung. Boram kemudian bangkit dari duduknya dan beranjak ke dapur.

Boram menghampiri wastafel kemudian membasuh wajahya disana. Setelahnya dia kembali ke ruangan tempatnya tadi berada dengan sebotol air mineral di tangannya.

Boram menyalakan kembali netbooknya yang sudah satu jam ini istirahat. Sambil menunggu Boram meminum air mineral yang tadi dibawanya. Selang beberapa lama, netbooknya sudah siap untuk dipakai. Boram membuka aplikasi powerpoint yang ada di netbooknya tersebut dan membuka file terakhir yang sebelumnya sedang dikerjakannya.

Boram berjengit heran saat dilihat kalau hasil powerpoint yang dibukanya berbeda dengan sebelumnya. Ada beberapa slide yang ditambahkan. “Siapa yang mengotak-atik powerpointku?” Tanyanya bingung.

Yang lebih membingungkan lagi, beberapa slide yang ‘mendadak ada’ tersebut memang slide-slide yang rencananya akan dibuat oleh Boram. Boram menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri, mencari siapa orang yang masuk ke dalam apartemennya.

Trek…

Mata Boram langsung tertuju ke pintu luar yang tiba-tiba terbuka.

“Oppa…” panggil Boram begitu melihat siapa yang datang, Kim Jongwoon atau Yesung Super Junior memberikan senyuman manisnya pada Boram.

“Kau mencariku? Tadi aku keluar sebentar karena melihat kulkasmu kosong.” Terang Yesung yang berjalan menghampiri Boram dengan dua kantong plastik besar di tangannya.

“Oppa mau apa kemari?” Tanya Boram heran.

“Memastikan kalau kau baik-baik saja. Heechul hyung bilang sudah satu minggu kau terus begadang. Dan besok kau harus mempersentasikan semuanya kan?”  Yesung balik bertanya.

“Ta… tapi oppa, kau pasti lelah. Tadi kau habis perform di Mubank kan? Jangan memaksakan diri untuk mengunjungiku. Aku tidak ingin oppa sakit karena kurang istirahat.” Protes Boram.

Boram kemudian mendapatkan usapan halus di ujung kepalanya. “Kau tenang saja. Aku tidak akan sakit. Aku sudah terbiasa kurang istirahat seperti ini. Sekarang kau lanjutkan saja tugasmu. Waktu persentasinya hanya beberapa jam lagi. Aku akan membuatkan cokelat panas untukmu.” Kata Yesung kemudian mengambil kantong belanjaannya yang tadi dia taruh di sampingnya dan membawanya ke dapur, meninggalkan Boram yang terus memperhatikannya sampai dia menghilang terhalang tembok.

 

“Oppa yang mengerjakan slideku?” Tanya Boram sambil mengambil cangkir yang disodorkan Yesung begitu kekasihnya itu kembali dari dapur.

Yesung mengangguk. “Ada untungnya kau menandai bahan slidemu, jadi aku bisa mengerjakannya. Walaupun hanya sedikit.” Terang Jongwoon.

Boram mengangguk mengerti. “Oh iya oppa, kau datang kapan? Apa setelah aku tidur?” Tanyanya lagi.

Kali ini Jongwoon menggeleng. “Sebenarnya aku sudah datang sekitar pukul sepuluh, saat kau pergi ke dapur. Aku awalnya ingin mengejutkanmu, Tapi sepertinya kau tidak bisa diganggu.” Terangnya sambil kembali mengelus puncak kepala Boram. Mendengar penjelasannya barusan, Boram terlihat akan berkata lagi, tapi dia menyelanya. “Kau tidak usah bertanya lagi. Sekarang kerjakan tugasmu, aku akan menemanimu sampai selesai.”

Boram ingin bicara lagi, tapi kemudian dia mengurungkan niatnya. Dia kembali fokus pada netbooknya dan mengerjakan slide-slidenya.

“Kau tahu? Hyuk itu sama sekali tidak bisa diam saat di dorm. Dia selalu saja mondar-mandir tak jelas. Setiap ditanya, alasannya selalu sama, ‘cemas pada Seorin’. Kau dan dia sedang sama-sama berjuang untuk tugas akhir kalian. Aku beruntung tidak seperti Hyuk yang tersiksa karena Seorin sama sekali tidak ingin ditemui olehnya. Aku bisa sepuasnya memberikanmu PowerSung.” Kata Yesung sambil memperhatikan Boram yang sudah fokus pada monitor di hadapannya.

Boram mengangkat kepala, menatap Yesung yang duduk di depannya. “PowerSung? Apa itu?” Tanyanya heran.

Yesung tersenyum kemudian tangan kanannya menyodorkan sebuah lollipop rasa cokelat tepat di depan mulut Boram yang langsung dilahap kekasihnya itu. “Power yang bisa membuatmu lebih semangat mengerjakan semuanya. “ Jawabnya.

Boram berjengit, masih tidak mengerti maksudnya tapi kemudian dia kembali menyelesaikan pekerjaannya.

“Oppa ada acara di Incheon kan nanti? Buat ELF histeris dengan performa nanti, aku ingin sekali ikut tapi tidak bisa.” Kata Boram saat waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi kurang. Akhirnya pekerjaan yang mudah tapi memakan waktu cukup lama itu bisa diselesaikan oleh Boram.

“Ne, kalau begitu aku pulang sekarang. Sepertinya PowerSung-nya sudah cukup penuh untuk menghadapi hari ini. Kau harus lakukan yang terbaik dan lulus.” Jawab Yesung dengan nada semangat.

Boram mengangguk.

Yesung berjalan menuju pintu luar apartemen diikuti Boram di belakangnya.

Boram tersenyum pada Yesung yang sudah berada di luar apartemennya, tepat di depan pintu. “Hati-hati di jalan. Oppa belum tidur semalaman. Pulang langsung tidur saja, ya?” Pesan Boram yang diikuti anggukan Yesung.

Boram hendak menutup pintu saat tangan Yesung menarik lengannya. Yesung mendaratkan kecupan singkat di kening Boram. “Power pamungkas.” Ucapnya sambil tersenyum jail.

Yesung kemudian meninggalkan Yesung yang cemberut karena perlakuannya itu.

 

-end-


 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s