(Half Ficlet) A Little Birthday Party For Uri Wonbin Appa

Standard

 

Cast :

*) Won Bin / Kim Do Jin

*) Kim Heechul

*) Lee Young Ae

*) Kim Boram

Genre : AU, Family

Length : 646 words

Disclaimer : Aku bayar para pemaen di epep aku pake CINTA, LOL

a/n : I made this a year ago, b’coz i’ve no time to make the other one /plakk… no pict also, my right hand injuring… happy reading

^^

ficts @google

 -o0o-

Hampir dua setengah tahun aku hidup dengannya. Ya, bukan waktu yang panjang memang. Namun bersamanya selama itu membuatku mengerti akan cinta, cinta yang lama tak aku dapatkan. Cinta yang pernah hilang selama sepuluh tahun sebelum aku bersamanya. Jika tahun kemarin aku masih canggung karena kedekatan kami yang masih belum terjalin sepenuhnya, tahun ini tak akan seperti itu. Aku sangat menyayanginya. Seolah bukan sejak dua puluh delapan bulan yang lalu aku bersamanya, tapi sejak aku lahir.

Teng.. Teng.. Teng.. Teng.. Teng.. Teng.. Teng.. Teng.. Teng.. Teng.. Teng.. Teng..

“Appa, saengil chukkahamnida.” Aku mengucapkan selamat pada appa tiriku sambil membawa kue dengan 34 buah lilin yang menyala di atasnya.

Dia menoleh ke arahku. Matanya hampir merah karena dia lama menatap layar laptopnya. Senyum manisnya terhias di wajah lelahnya.

Young Ae eomma dan Heechul oppa datang di belakangku. Eomma membawa nampan dengan mangkuk berisi sup rumput laut, masih panas.

“Saengil chukkae yeobo.” Ucap eomma penuh cinta. Lagi-lagi aku melihat senyuman appa. Begitu menyejukkan siapapun yang melihatnya.

Heechul oppa menghampiri appa. Dia menepuk bahu appa. “Hiyaa.. Appa, kau tambah tua sekarang!” Katanya dengan nada tinggi.

Aish, oppa mengacaukan suasana saja. Padahal barusan sedang haru-haruan.

Appa tersenyum lagi. Kini dia memperlihatkan gigi putihnya. “Gomawo.. Aku hampir lupa dengan hari ini.” Katanya.

“Kau terlalu serius bekerja. Sampai lupa hari penting seperti ini. Sudahlah appa, sekarang tinggalkan dulu laptopmu itu. Eomma sudah memasakkan sup untukmu. Terus lilin di kue Boram juga harus kau tiup.” Kata Heechul oppa lagi. Dia mengajak appa beranjak dari ruang kerjanya menuju ruang tengah.

Appa sepertinya terkejut melihat ada hiasan-hiasan yang menempel di dinding juga lantai ruang tengah. “Kapan kalian melakukannya?” Dia bertanya.

“Kau terlalu fokus pada pekerjaanmu yeobo, sampai tak sadar kami menyiapkan ini sejak kau masuk ke ruang kerjamu.” Jawab eomma.

Aku menghampiri appa. “Sudahlah appa. Ayo duduk. Aku sudah pegal membawa kue ini.” Ucapku jujur.

Appa tertawa kecil. “Ara.. Ara.. Kajja.” Appa lalu duduk diikuti oleh eomma dan aku. Oppa pergi ke dapur mengambil soju.

Eomma meletakkan nampan mangkuk sup di depan appa dan aku meletakkan kue di samping kanan nampan. Oppa yang datang dengan empat botol soju meletakkan botol-botol itu di samping kiri nampan.

“Chakkaman.” Kata Heechul oppa. “Harusnya tiup lilin dulu, baru makan sup.” Lanjutnya. Dia mengambil nampan dan meletakkannya di lantai lalu menggeser kue ke tengah dan mengembalikan nampan ke meja. “Begini baru benar.” Ucapnya kemudian.

“Ayo appa, make a wish.” Saranku bersemangat. Tanganku sudah siap dalam posisi untuk melakukan tepuk tangan.

“Kalian ini. Hidup bersama kalian adalah hal terbaik yang pernah appa dapatkan. Jadi appa tak butuh yang lainnya.”

“Tapi kau harus membuat permintaan yeobo.” Rayu eomma.

Appa menyerah. Dia menutup matanya mengucapkan permintaannya dalam hati kemudian membuka mata dan meniup ke-34 lilin di hadapannya hingga padam semua. Aku mencabut lilin-lilin itu.

Oppa memindahkan posisi kue dan nampan seperti semula. “Nah, sekarang kau makan sup rumput lautnya appa.” Katanya sambil menyerahkan sendok pada appa.

Appa mengambil sendok itu. “Aish, tanpa kau minta pun appa pasti makan sup ini. Sup penuh cinta dari eomma-mu.”

Aku dan oppa tertawa kecil mendengar ucapan appa. Aku melihat wajah eomma memerah, entah malu atau tersipu. Aku geli melihat reaksi eomma, seperti remaja saja.

“Gomawo.. Kalian sudah menyiapkan semuanya untukku. Aish, aku tambah tua sekarang. Tapi, dengan adanya kalian di sekitarku, aku yakin tahun-tahunku ke depan akan selalu menyenangkan. Saranghae..” Ucap appa. Ada bulir air mata di pelupuk matanya. Bukan hanya appa, aku, eomma juga oppa. Kami semua terharu.

“Nado saranghae..” Balas kami sambil memeluk appa.

Appa menyeruput air sup itu, lalu mulai memakannya. Oppa menuangkan soju. Sedang aku dan eomma memotong kue. Kami berbagi kebahagiaan malam itu, malam yang hangat penuh cinta.

Pesta sederhana kami. Tak istimewa, tanpa kejutan berharga. Tapi bermakna. Aku menyayangi appa seperti appa kandungku sendiri. Appa yang sangat baik dan selalu menyayangiku seperti putrinya sendiri. Appa yang sering over protective. Appa yang pandai membuat suasana rumah menjadi sangat nyaman.

Saranghae Do Jin appa.

-end-

huwaaaa ~~~~~ appa saengil chukkae, saranghae… like friend’s tweet, semoga appa maen film lagi taun ini dalam versi black wonbin alias penjahat yg bener2 penjahat LOL… kau jadi penjahat yg polos mulu appa, I WANT MORE!!!!!!!

mian yaaa appa, aku masihh aja keukeuh ngaku2  anakmu… abisan kau menggoda appa *poppo*

wish u all the best appa.. wish u play in movie ASAP… wish ur drama will release ASAP too… wish i can meet u >,<

love you u,u…….

Advertisements

7 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s