(Oneshot) Love Sign

Standard

Cast :

*) Song Seunghyun [FT Island]

*) Lee Taeri [Ocs]

*) Song Joongki

Other Cast :

*) Lee Jinki [SHINee]

*) Song Sehyun [Seunghyun’s real brother]

*) Lee Taemin [SHINee]

*) Kim Heechul [Super Junior]

Genre : AU, Romance

Rate : G

Disclaimer : aku bayar para pemaen pake cinta, kecuali OCs. Walopun jelek, ini hasil ngotak, so, no plagiarism

a/n : saia cinta seunghyun lagi *ngekk* abisan liat foto2 dia, terciptalah ep2 ini… foto OC’a ngambil dari om goog  asal dan kalo gak salah dia artis *lupa siapa* credit picts yg laen beberapa dari @primindo sisa’a lupa saking lama’a bsarang di hdd ^^ happy reading…


“Ya! Seunghyun-a!”

Jeprett…

Seunghyun yang mulanya menyunggingkan senyuman saat mendengar suara orang yang memanggilnya langsung mengerucutkan bibirnya. Dia menghampiri pelaku yang membuat matanya buta sesaat beberapa waktu sebelumnya. “Ya! Lee Taeri! Berhenti memotretku tanpa ijin. Dan panggil aku OPPA!!!!” Ucap Seunghyun dengan menekankan pada kata ‘oppa’.

Gadis yang bernama Taeri yang kini berada di samping Seunghyun hanya mencibir mendengar ucapan yang sudah tidak asing di telinganya itu. “Shirreo! Aku tidak akan memanggilmu oppa. Kelakuanmu terlalu bocah untuk jadi oppa.” Tolaknya sambil kemudian memeletkan lidahnya.

Seunghyun yang tidak terima dianggap bocah oleh bocah yang usianya setahun lebih muda darinya itu  langsung mendaratkan kepalan tangannya di atas kepala Taeri.

“Hyaa~~ appo. Kau… kau akan kulaporkan pada Jinki oppa agar dia menghukummu karena sudah menyakiti gadis manis sepertiku!” Kata Taeri sambil memegangi daerah pendaratan kepalan tangan Seunghyun tadi dengan kedua tangannya.

Seunghyun memasang pose menantang. “Laporkan saja pada sepupumu itu. Aku tidak takut. Tinggal laporkan juga padanya kalau kau sudah bersikap tidak sopan pada orang yang lebih tua. Nanti kita lihat siapa yang akan mendapatkan hukuman dari Jinki hyung.” Ucapnya menantang.

Taeri melirik Seunghyun sebal. Dia kemudian berjalan melewati Seunghyun, mengacuhkan tetangganya –yang sedang tersenyum penuh kemenangan- itu dan pergi menuju halte dimana saudaranya, Lee Taemin berada.

Tak lama Seunghyun juga berjalan mengikuti Taeri menuju halte bis terdekat. “Ya! Taeri-ah. Kenapa akhir-akhir ini kau senang sekali memotretku? Apa kau suka padaku?” Tanya Seunghyun yang berjalan tiga langkah di belakang Taeri.

Taeri menghentikan langkahnya, Seunghyun juga ikut berhenti. Taeri menoleh ke belakang, menatap Seunghyun dengan tatapan mengejek. “Jangan harap aku mau menyukaimu! Aku bisa gila kalau menyukai orang sepertimu. Kau itu hanya jadi objek fotoku. Tidak lebih. Dan jangan geer, bukan hanya kau objek fotoku. Kata Taeri kemudian kembali melanjutkan perjalanannya.

Seunghyun mempercepat langkahnya dan menghadang jalan Taeri. Kedua tangannya terjulur ke depan. “Mana bayarannya?”

“MWO??” Taeri membulatkan kedua matanya dengan tampang bingung.

“Tsskkk….” Seunghyun menggelengkan kepalanya. “Kau bilang aku ini objek fotomu. Artinya aku ini model untuk karya fotomu. Jadi kau harus membayarku.” Terang Seunghyun agar Taeri mengerti maksudnya.

“Cih…. Sudah jadi pelaku kekerasan, kau juga mau jadi pelaku pemerasan? Memang kau kuliah itu belajar apa? Belajar memalak anak sekolahan sepertiku???” Tanya Taeri galak.

Seunghyun mengacak rambutnya kesal. Dia mau ikutan kuis hari ini. Dan jika terus meladeni bocah yang  bernama Taeri itu, Seunghyun yakin semua materi yang dia pelajari semalaman akan rontok dari kepalanya. “Terserah kau saja.” Ucap Seunghyun pasrah. Dia lalu berbalik dan pergi menuju halte tujuannya.

Jeprett…

Taeri lagi-lagi mencuri gambar Seunghyun dengan kameranya. “Ya! Kenapa berbalik? Kau itu terlihat jauh lebih baik dari belakang karena orang tidak bisa melihat tampang menyebalkanmu itu.” Protes Taeri yang gagal mengambil gambar Seunghyun dari belakang karena Seunghyun menoleh sesaat sebelum Taeri menekan tombol di kameranya.

“Aku cuma mau bilang kalau bismu sudah datang.” Ucap Seunghyun santai sambil menunggu reaksi dari Taeri.

“MWO???? HYAAAA~~~ CHAKKAMAN!!!!” Taeri berlari mengejar bis yang bersiap berangkat itu. “TAEMINNIE~~~ JANGAN TINGGALKAN AKUU…!!!!!”

Seunghyun hanya tertawa melihat tingkah tetangganya itu.

-o0o-

“Oppa ayolaahhh…. Kau tahu tidak kalau kau itu tampan dan pandai berkespresi? Aku yakin oppa pasti bisa membuat aku memenangkan lomba itu.”

Seunghyun yang hendak masuk ke dalam apartemennya setelah seharian kuliah langsung menunda niatnya. Dia diam mendengar suara yang sudah sangat dia hafal, Lee Taeri.

“Aku tak bisa Taeri-ah. Kau cari orang lain saja. Seunghyun misalnya.”

Kali ini Seunghyun mendengar suara seorang namja. Dia juga hafal suara itu, tetangganya sama seperti Taeri, Song Joongki.

Seunghyun perlahan mendekati belokan di gedung apartemennya. Tempat lift dan dua orang yang sedang berbincang itu berada. Seunghyun tadi datang ke apartemennya lewat tangga darurat karena mendadak dia ingin mengolahragakan kakinya sehingga dia tidak melewati lorong tempat Joongki dan Taeri berada.

“Oppa! Aku tidak mungkin meminta tolong padanya. Lagian yang aku suka itu oppa bukan bocah tinggi itu. Aish, jinjja…. Jebal oppa. Sekali ini saja. Kau tahu kan aku ingin sekali memberikan kejutan pada Taemin dan Jinki oppa dengan uangku sendiri.”

Suara Taeri terdengar seperti memohon. Seunghyun hanya diam sambil menempelkan tubuhnya pada tembok. Dia tidak mengerti apa yang jadi topik pembicaraan dua makhluk yang berada sekitar satu meter darinya itu. Tapi dia mendengar namanya disebut bahkan terus diperbincangkan.

“Aku tidak bisa. Jelaskan pada Seunghyun aku yakin dia pasti akan membantumu dan kau bisa menang.”

“YA! Oppa! Chakkaman…. Aish, Joongki oppa jahat.”

Seunghyun buru-buru mengambil langkah cepat menuju apartemennya sebelum Taeri, yang apartemennya tepat berada di samping apartemennya, datang dan mendapati dia tengah menguping. Seunghyun menutup pintu apartemennya tepat sebelum Taeri berbelok.

-o0o-

Seunghyun tengah duduk di sofanya. Menatap Taeri yang sejak lima belas menit yang lalu tidak bersuara. Seunghyun masih bisa bersabar menunggu Taeri mengatakan apa kepentingannya yang mendadak berkunjung ke tempatnya. Karena seingat Seunghyun, terakhir Taeri mengunjunginya adalah tujuh bulan setelahTaeri pindah ke apartemen Jinki. Dan itu sudah dua tahun lebih yaang lalu.

Tapi hingga dua puluh menit berlalu, Taeri masih membisu. Es cola yang Seunghyun sajikan untuk Taeri kini hanya cola tanpa es dan sama sekali tidak disentuhnya. Gadis itu tetap mempertahankan posisinya sejak dua puluh menit sebelumnya. Duduk menghadap Seunghyun namun terus menunduk. Jari-jarinya saling bermain tidak jelas.

“Ayolah…. Kau mau membuatku menunggu berapa lama lagi? Sebentar lagi larut, aku tidak ingin Jinki hyung menuduhku macam-macam karena masih menampungmu sampai malam. Katakan apa kepentinganmu.” Pinta Seunghyun kemudian setelah bersabar sekian lama menunggu Taeri bicara.

“Engg…. Emmhhh…. Eerrr….” Taeri hanya mengeluarkan suara-suara yang tidak jelas sambil terus memainkan jari-jarinya.

Seunghyun mendesah. Dia kemudian beranjak dari tempat duduknya. “Kau bilang saja besok. Aku harus mengerjakan tugas kuliahku. Sekarang pulang lah.” Usir Seunghyun halus.

Taeri mendongak, menatap Seunghyun yang berjalan membelakanginya. “Seunghyun-a, maukah kau jadi modelku?” Tanya Taeri akhirnya.

Seunghyun menoleh dan menaikkan sebelah alisnya tanda tak mengerti.

“Aku ingin mengikuti lomba fotografi. Tapi aku bingung menentukan modelnya. Aku tidak bisa meminta tolong pada Taemin dan Jinki oppa karena jika aku menang, aku ingin memberi kejutan pada mereka jadi mereka tidak boleh tahu tentang ini. Aku sudah meminta tolong pada Joongki oppa tapi dia tidak bisa membantuku. Teman-temanku tidak ada yang cocok dengan tema yang aku pilih. Dan tetangga yang bisa aku mintai tolong tinggal kau.” Terang Taeri.

‘Jadi ini maksud pembicaraan Taeri dengan Joongki hyung tadi sore?’ Batin Seunghyun.

Seunghyun tampak berpikir. Dia kemudian menganguk. “Ara. Aku akan membantumu. Tapi ada bayarannya loh.” Ucapnya sambil mengerlingkan matanya.

Taeri menatap sebal namja di hadapannya. “YA! Kau benar-benar akan memerasku?” Tanya Taeri tidak percaya. “Aku ini masih sekolah. Aku bahkan tidak punya cukup uang untuk memberi hadiah pada Taemin dan Jinki oppa makanya aku ikut lomba itu. Tapi kau malah meminta bayaran dariku.”

“Aish, siapa yang akan memerasmu? Aku bilang ada bayarannya. Tapi tidak harus uang. Bayarannya sangat murah, kau cukup memanggilku oppa.” Jelas Seunghyun sambil tersenyum.

“MWO? ANDWAE!! Syaratnya terlalu berat. Enak saja. Aku tidak mau memanggilmu oppa!” Tolak Taeri.

“Terserah. Oppa, atau cari model lain.”

Taeri memajukan bibirnya kesal. Dia menatap Seunghyun seolah ingin menelan namja tinggi itu. Dengan sangat terpaksa sekali Taeri mengangguk. “Tapi jika aku jadi juara pertama.” Ucap Taeri cepat begitu melihat senyum kemenangan siap di pamerkan Seunghyun.

“Setuju.”

-o0o-

“Seunghyun-a.”

Jeprett…

Seunghyun memajukan bibirnya mendengar suara yang berasal dari kamera milik Taeri. ”Bisakah kau berhenti memotretku tanpa ijin?” Tanya Seunghyun sebal.

“Anni.” Jawab Taeri santai sambil mensejajarkan langkahnya dengan langkah Seunghyun. Sampai aku mendapatkan foto yang bagus, aku tidak akan berhenti memotretmu.” Lanjutnya.

“Bagaimana aku bisa membantumu untuk mendapatkan foto yang bagus kalau kau tidak memberitahumu tema fotomu?” Tanya Seunghyun dengan nada protes.

Taeri nyengir. “Aku sengaja ingin membuatmu penasaran. Apa kau tahu wajah penasaranmu itu sangat menarik?” Taeri balik bertanya. Yang ditanya mengacuhkan Taeri dan melanjutkan langkahnya. “Eh aku baru sadar kalau kau mengganti model rambutmu. Hahaha…. Sayang kau tidak jadi lebih tampan karenanya.” Komentar Taeri tentang rambut Seunghyun.

Seunghyun diam. Tidak menanggapi pertanyaan Taeri.

“YA! Bukan kah kau hari ini ada jadwal siang? Kenapa berangkat sepagi ini?” Taeri bertanya hal lain pada Seunghyun karena Seunghyun mengacuhkannya.

Seunghyun menoleh pada gadis yang berjalan di sampingnya itu. “Kau benar-benar menyukaiku ya? Kau sampai hafal jadwal kuliahku padahal aku tidak pernah mengatakannya padamu?” Tanyanya dengan mata menyelidik.

“Apa aku harus dianggap menyukaimu hanya karena aku tahu jadwalmu? Kekanakan sekali pikiranmu itu.” Komentar Taeri.

Selalu, Seunghyun merasa kesal dengan tingkah Taeri. Dia memilih untuk tidak menanggapi Taeri daripada dia harus berdebat pagi-pagi. “Aku mau ke perpustakaan, mencari bahan tugasku karena semalam ada yeoja yang menggangguku saat aku mau pergi ke perpustakaan.” Jawab Seunghyun.

Taeri mendelik. “Apa maksudmu menganggu? Apa seorang tetangga yang mengunjungi tetangganya itu disebut menganggu? Dasar menyebalkan. Menyesal aku meminta tolong padamu.” Oceh Taeri.

“Baik lah. Jadi perjanjian tadi malam batal.”

“M… MWO?? YA~~~ Kau benar-benar menyebalkan.” Kata Taeri sambil memukuli lengan Seunghyun.

Ttiinnn ttiiinnn….

Taeri dan Seunghyun menoleh ke arah mobil yang berhenti di samping mereka. “Taeri-ah, aku mau pergi ke kantor temanku. Jalannya melewati sekolahmu, mau berangkat bersama?” Tawar pria tampan setelah menurunkan kaca mobilnya.

“Ne Joongki oppa.” Ucap Taeri semangat kemudian berlari menuju mobil Joongki. Taeri memeletkan lidahnya pada Seunghyun sesaat sebelum dia masuk ke dalam mobil.

“Aish, dasar bocah.” Ucap Seunghyun sambil melanjutkan langkahnya.

-o0o-

“Annyeong Jinki hyung.” Seunghyun menyapa Jinki saat pintu apartemen keluarga Lee terbuka.

”Annyeong.” balas Jinki sambil senyum memamerkan gigi dan menyisaakan garis di matanya. “Ayo masuk.” Ajak Jinki sambil membuka lebar pintunya, memberi jalan untuk Seunghyun masuk.

Seunghyun  mengangguk. “Ne, kamsahamnida.” Ucapnya kemudian masuk ke dalam apartemen yang ditinggali tiga orang itu.

“Oppa, untuk apa menyuruh dia masuk?” Tanya Taeri yang tiba-tiba menghampiri mereka. “Sudah, kita berangkat sekarang. Kajja.” Ajaknya sambil menarik lengan Seunghyun dan menyeretnya keluar. “Kami pergi dulu ya oppa.” Pamit Taeri sambil melambaikan tangannya yang bebas pada Jinki kemudian menutup pintu.

Seunghyun berusaha melepaskan tangan Taeri dari lengannya saat keduanya sudah berada di dalam lift yang mengantarkannya ke lantai dasar. “Kau ini. Bisa tidak bersikap sopan sedikit saja padaku? Aku ini lebih tua darimu.”

Taeri menoleh pada Seunghyun. “Andwae.” Ucapnya sambil senyum-senyum.

Seunghyun hanya menghembuskan nafas kesal. “Kita mau kemana hari ini?” Tanyanya. Sepulang sekolah kemarin Taeri mengunjungi lagi apartemen Seunghyun. Mengajaknya untuk pergi ke suatu tempat. Taeri bilang tempat itu bagus untuk dijadikan latar fotonya. Dan karena Seunghyun sudah berjanji akan membantu Taeri, dia dengan setengah enggan mengikuti Taeri.

“Taman bermain.” Jawab Taeri masih dengan senyum-senyum.

“Mwo? Ya! Kau bilang kita akan pergi untuk memotret, kenapa taman bermain?” Protes Seunghyun.

“Sudah lah. Pokoknya kau ikut saja. Memangnya kau pikir taman bermain tidak punya tempat yang bagus untuk dijadikan latar? Jangan-jangan kau belum pernah ke taman bermain.” Taeri bertanya sambil menatap Seunghyun, senyuman mengejek terhias di wajahnya. “Kau benar-benar belum pernah pergi ya? Hahaha…. Kalau begitu kau harusnya senang aku mengajakmu kesana.”

“Siapa yang bilang belum pernah? Daasar bocah! Seenaknya saja menyimpulkan.”

“Lalala….” Taeri tidak mau mendengar ocehan Seunghyun.

Seunghyun mendengus.

Setengah jam kemudian keduanya sudah berada di taman bermain. Seunghyun hanya terus mengekor Taeri yang mencoba beberapa wahana yang disediakan taman bermain itu.

“Seunghyun-a, kau terlihat tidak senang. Wae?” Tanya Taeri yang sedang menikmati gulali yang baru dia beli.

“Anniyo. Hanya saja sepertinya kau lupa tujuan kita kemari.” Jawab Seunghyun.

“Aku sudah lama tidak pergi ke taman bermain. Jadi boleh kan aku menikmati semuanya ini dulu? Lagipula, sayang sekali kalau kita tidak memanfaatkannya.” Komentar Taeri sambil terus menikmati gulalinya.

Seunghyun menoleh, dia tersenyum menatap ekspresi Taeri. “Baiklah. Aku akan menikmatinya seolah ini kencan.” Kata Seunghyun. Dan tanpa ijin, Seunghyun melahap gulali milik Taeri.

“YA SONG SEUNGHYUN!!!” Teriak Taeri sambil mengejar Seunghyun yang kabur menghindari amukan Taeri.

-o0o-

“Kajja. Kita pulang.” Ajak Taeri pada Seunghyun setelah sampai sore mereka menghabiskan waktunya di taman bermain.

“Eh?” Seunghyun menghentikan langkahnya.

Taeri menoleh pada Seunghyun. “Wae?”

“Kau belum memotretku. Lupa tujuan kita kemari?” Seunghyun bertanya.

Taeri menggeleng. “Anni. Tapi aku malas memotret tampang kucelmu. Hahaha….” Jawabnya.

Seunghyun terlihat kesal. Dia kemudian mengekori Taeri yang sudah berjalan lagi. “Harusnya kau bilang saja kalau kau itu ingin kencan denganku.” Ucapnya.

Taeri hanya tersenyum tanpa mengatakan apa-apa. Gadis itu terlihat kelelahan setelah bermain seharian.

“Kau masih penasaran dengan tema foto yang aku pilih?” Taeri bertanya saat dia dan Seunghyun tengah menunggu bis. Seunghyun menatap Taeri yang tengah menatapnya tanpa mengatakan apa-apa dan memberi tanda ya ataupun tidak. “Love sign. Itu temanya. Rencananya itu juga mau aku jadikan judul.” Ucap Taeri kemudian. “Sebenarnya aku ingin Joongki oppa yang jadi modelku karena aku menyukai dia. Tapi Joongki oppa tidak mau membantuku. Sepertinya sibuk bukan alasan utama dia. Aku yakin dia tidak ingin aku salah faham jika dia mengiyakan permintaanku. Dia hanya memandangkan sebagai bocah yang sudah dianggapnya sebagai adik.” Ceritanya.

Seunghyun mendengarkan setiap kata yang terlontar dari bibir manis Taeri. “Jadi alasan utamamu bukan hadiah kejutan untuk Taemin juga Jinki hyung?” Tanyanya yang diikuti anggukan Taeri. Seunghyun tersenyum. “Sudah. Kau jangan sedih. Aku akan membantumu.” Ucapnya sambil mengacak pelan rambut Taeri.

-o0o-

Seunghyun bangun dari tidurnya. Dia menoleh ke arah jam weker yang bertengger di meja di samping kasurnya. Waktu baru menunjukkan pukul empat pagi. Tapi Seunghyun sudah terjaga dan matanya benar-benar tidak bisa terpejam lagi. Padahal rasa lelah setelah seharian bermain di taman bemain masih menderanya.

Seunghyun kemudian bangkit dari tempat tidurnya dan keluar dari kamarnya. Dia menoleh ke kamar adiknya yang berada di samping kamarnya. Tak ada tanda penghuninya sedang bangun. Seunghyun lalu berjalan menuju dapur dan mengambil air minum. Dia kemudian berjalan kembali ke kamarnya. Mengambil kertas dan beberapa buah spidol. Seunghyun mulai mencoret-coret kertas itu untuk menghilangkan kebosanannya.

Seunghyun menggeliat  meregangkan otot-ototnya. Dia menoleh ke arah jam wekernya. Pukul tujuh pagi. Dia lalu mengambil ponselnya dan menelepon Taeri.

“Yoboseyo??” Tanya Taeri dengan suara khas orang baru bangun tidur.

“Song Seunghyun, modelmu. Kau masih tidur?” Seunghyun balik bertaanya.

“Ne, wae?”

“Kemari lah. Aku punya sesuatu untukmu.”

“Iya nanti.”

“Sekarang. Aku menunggumu sekarang.”

“Ara ara.”

Seunghyun tersenyum begitu memutuskan sambungan dua arah itu. Dia keluar kamarnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Senyum Seunghyun makin lebar saat menyadari Sehyun adiknya masih tidur.

Tiiitttt….

Bel apartemen Seunghyun berbunyi. Seunghyun menghampiri pintu dan membukanya. Taeri dengan wajah ditekuk menyambutnya.

“Ini hari Minggu dan aku masih lelah karena jalan-jalan kemaarin. Ada apa?” Tanya Taeri.

“Kau membawa kameramu tidak? Aku sudah mendapatkan ide untuk fotomu.” Seunghyun bertanya balik tanpa menjawab pertanyaan Taeri.

Taeri menggeleng. “Kau tidak menyuruhku.” Ucapnya.

“Kalau begitu aku akan pinjamkan kameraku. Chakkaman.” Ucapnya sambil berlalu dari hadapan Taeri. Beberapa saat kemudian Seunghyun datang sambil membawa kamera dan sebuah kertas. “Seperti Love Sign kan? Sekarang potret aku! Aku akan memberikan ekspresi terbaikku.”

Taeri terkekeh melihat tingkah Seunghyun. “Kau narsis.” Komentarnya pedas tapi tangannya sudah mengarahkan kamera Seunghyun pada si objek.

Seunghyun mundur hingga tembok. Dia kemudian memegang ujung kertas yang sudah ditulis beberapa kata dengan tangan kirinya, sedang tangan kanannya terlihat menunjuk kertas itu. Senyuman terhias di wajahnya sambil menatap kamera.

Kklliiikkkk….

Taeri tersenyum melihat hasil fotonya. “Kau benar-benar norak.” Komentar Taeri sambil memperhatikan LCD kamera Seunghyun. “Terlalu pagi, cahayanya kurang, hasilnya tidak terlalu bagus.” Ucapnya padda Seunghyun yang menghampirinya.

Seunghyun mengambil kameranya. “Aish, kau benar, hasilnya agak buram. Padahal aku sudah sangat tampan.”

Taeri memukul bahu Seunghyun begitu mendengar komentar narsis Seunghyun.

“Eh, soal kata-kata norak dikertas ini…” Seunghyun menyerahkan kertas yang dipegangnya pada Taeri. “Aku membuatnya sungguh-sungguh dan jujur loh.” Ucapnya dengan nada seolah bercanda.

Taeri menoleh pada Seunghyun dan saat matanya bertemu dengan mata Seunghyun, mata cokelat gelap itu terperangkap oleh mata tajam Seunghyun.

“Aku benar-benar menyukaimu, cinta. Aku menyukaimu, sudah sejak lama. Tak peduli kalau kau menyukai Joongki hyung. Lagipula aku merasa lebih pantas dari Joongki hyung karena dia  terlalu tua untukmu.” Ucapnya.

“A… aku….” Taeri kehilangan kata-kata mendengar pernyataan cinta yang tiba-tiba.

“Sedang apa hyung?”

Seunghyun dan Taeri memutuskan kontak mata mereka dan menoleh ke arah sumber suara. Sehyun dengan rambut acak-acakan menatap keduanya dengan tatapan selidik.

“Eopseo. Kau mandi sana!” Usir Seunghyun sambil mendorong tubuh adiknya sampai pintu kamar mandi. Saat Seunghyun menoleh, Taeri sudah tidak ada.

-o0o-

Hampir seminggu sejak pernyataan cintanya, Seunghyun tidak pernah bertemu dengan Taeri. Saat bertanya pada Taemin, saudaranya itu bilang kalau Taeri sedang berada di rumah ayah mereka. Seunghyun berusaha menghubungi Taeri, tapi gadis itu selalu menolak panggilannya.

“Aish, aku benar-benar ditolak.” Ucap Seunghyun frustasi sesaat setelah Taeri lagi-lagi menolak panggilannya. “Padahal aku merindukan sikap menyebalkannya.”

Sehyun menhampiri Seunghyun yang terlihat masih uring-uringan. “Hyung, Taemin hyung barusan menyuruh hyung untuk datang ke Casey Gallery nanti jam empat.” Lapor Sehyun.

Seunghyun menoleh. “Untuk apa??

“Molla. Tapi kata Taemin, Taeri yang memintaya untuk menyampaikan pesan itu.” Jawab Sehyun.

“Ara.”

Sepulang kuliah, Seunghyun langsung pergi ke Casey Gallery. Dia agak heran karena ada banyak orang di depan gedung itu.

“Seunghyun-a..!” Seru seseorang.

Seunghyun mendapati Taeri yang sedang berdiri sambil tersenyum padanya.

“Ada apa?”

Taeri menggembungkan pipinya mendapat pertanyaan dengan nada super dingin dari Seunghyun. “Kau tidak merindukanku? Sikapmu terlalu dingin untuk ukuran orang yang belum lama ini menyatakan cintanya.” Ucap Taeri.

Seunghyun berjengit. Dia tidak mengerti dengan sikap Taeri yang sangat biasa seolah tidak ada apa-apa. Padahal dia terus uring-uringan hampir seminggu ini karena gadis itu.

“Wae? Kau marah?” Tanya Taeri karena Seunghyun tidak menanggapinya malah asik berkutat dengan pikirannya sendiri. “Ya sudahlah. Kajja, pengumumannya sebentar lagi.” Ajak Taeri sambil menarik lengan Seunghyun.

Seunghyun menurut meski tidak tahu tujuannya datang.

Seunghyun cepat mengerti, tanpa mendapat penjelasan dari Taeri pun dia tahu maksud keberadaannya di tempat itu. Seunghyun melihat beberapa banner yang menjelaskan semuanya.

Kim Heechul, pemilik Casey Gallery yang mengadakan lomba fotografi itu. Dan hari ini adalah pengumuman pemenang. Kim Heechul saat ini tengah menyebutkan nama-nama pemenang dari kategori dewasa.

“Dan sekarang untuk juara pertama untuk kategori remaja. Saya tersentuh membaca sejarah dari foto ini. Begitu indah. Dan pemenang untuk kategori remaja adalah foto dengan judul ‘Love Sign’ oleh Lee Taeri. Chukkahamnida….” Ucap Kim Heechul sambil bertepuk tangan diikuti tepuk tangan yang lainnya. Layar besar di samping Kim Heechul kemudian menampilkan foto yang menjadi juara itu.

Mata Seunghyun praktis membulat begitu melihat foto hasil karya Taeri. Bagaimana tidak? Delapan puluh dua buah foto dibuat membentuk ‘I U’ dan ke delapan puluh dua foto itu semuanya adalah potret dirinya. Bukan dirinya saat itu saja. Dia melihat banyak foto dirinya beberapa tahun yang lalu.

Taeri yang mulanya duduk di samping Seunghyun kini sudah berdiri di panggung tanpa Seunghyun tahu. “Kamsahamnida. Jeongmal kamsahamnida. Saya tidak menyangka kalau foto saya yang sangat biasa ini bisa memenangkan lomba ini…” Taeri terus mengucapkan rasa senangnya. Dia juga menyebutkan beberapa orang yang ada di daftar terima kasihnya. “…. Dan untuk orang yang menjadi objek foto saya, terima kasih banyak karena sudah hadir di kehidupanku. Love Sign ini, aku persembahkan untukmu Seunghyun oppa. Saranghae~~”

Tepuk tangan riuh kembali membahana. Taeri turun dari panggung setelah menerima piala dari Heechul.

“Bisa kau tutup mulutmu itu oppa? Tidak ada yang bisa menjamin kau bebas dari lalat yang berkeliaran.” Komentar Taeri yang sudah duduk di samping Seunghyun. Menatap Seunghyun yang masih kaget juga terpukau dengan fotonya.

Seunghyun menoleh dan mengatupkan mulutnya. “Kaauu….” Ucap Seunghyun geram sambil mengacungkan telunjuknya ke wajah Taeri.

Taeri tersenyum kemudian kembali menatap Heechul yang sedang menyebutkan pemenang untuk kategori lain. Mengacuhkan Seunghyun.

-o0o-

Epilog

“Apa maksudmu bilang kalau kau menyukai Joongki hyung?” Seunghyun menuntut jawaban saat keduanya sedang berada di taman dekat apartemen mereka.

“Joongki oppa sangat tampan. Aku memang menyukainya. Tapi yah, aku lebih menyukaimu oppa. Bahkan sejak aku pindah ke apartemen Jinki oppa. Tapi kau menyebalkan, sama sekali tidak memberikan sinyal positif padaku juga tidak peka.” Terang Taeri. “Tapi aku tahu kalau oppa juga menyukaiku dari Jinki oppa dan Sehyun. Hehehe….”

Seunghyun menadahkan tangannya.

“Mwo?” Tanya Taeri bingung.

“Bayaran.”

Taeri mencebik. “Aku sudah membayarmu, OPPA.” Ucap Taeri sambil menekankan kata terakhir.

“Tapi itu tidak cukup. Kau sudah mencuri banyak fotoku. Memang ada beberapa foto yang kau ambil dengan ijinku. Tapi lebih banyak foto hasil curian.” Protes Seunghyun.

“Kau sudah mendapatkan hatiku. Dan aku rasa itu sudah cukup jadi bayarannya, bahkan lebih.”

“Aish, aku tak bisa menang darimu.”

“Memang.”

-end-

Typo??? Miaannn maklum yaa J

 WBOWB  -kalo ada yg nungguin-  lagi dalam proses, belom banyak jadi belom bisa di pub… dan karena masih pake sebelah tangan buat ngetik, bikin’a bakal rada lama, (_ _) mian *bow* tapi diusahain secepet’a ko

Advertisements

12 responses »

  1. waa~ bagus ff nya 😀
    suka sama kata-katanya taeri yang terakhir 😀
    “Kau sudah mendapatkan hatiku. Dan aku rasa itu sudah cukup jadi bayarannya, bahkan lebih.”
    thumbs up ^^

    ah iya, annyeong, kinchan imnida. bangapseumnida 😀
    reader baru di sini ^^

  2. aiiiiiii~~~~ *kali ini seorin datang sebagai taeriii~~~*ditendang seunghyun
    kekekekek~~~ rajin2 ya umma, bikinin ep2 tentang aku…
    udah lama ga maen2 ma blog~~*guling2*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s