(Oneshot) 2nd Other Side of Wait You

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Kim Heechul [Super Junior]

*) Lee Hyunri [OCs]

*) Kim Boram [OCs]

*) Chocoball member

Genre : Romance(?)

a/n : baca dulu ‘Wait You’ dilanjut ‘Other Side of Wait You’ terus “Wait You [Complicated]’ sebelum baca yg ini karena ini memang lanjutan dari ff yg tadi disebut…

I only know one girl,

I only love one girl

I knew I would love only one person

I knew I would wait for only one person

I knew that I would only see one person

I knew I only hug one person

I knew that I loved only you

I’ll wait for you here…

-o0o-

Malam itu beberapa member Chocoball yang sedang tidak ada jadwal membuat janji untuk bertemu di sebuah tempat karaoke yang sering dikunjungi mereka. Kebetulan jadwalnya sedang kosong, jadi Heechul bisa ikut bergabung dengan genk AB’s linenya.

“Ya! Kim Heechul! Kau tumben melamun. Wae?”  Tanya Simon D dengan logat Busannya yang kental saat melihat Heechul hanya diam.

“Otakku terlalu sering berpikir akhir-akhir ini. Hahaha~~ aku perlu mengistirahatkannya sebentar.” Jawab Heechul sambil tersenyum terpaksa.

“Ya, Kim Heechul. Kau ttidak bisa membohongiku. Kau terlalu berbeda dengan saat terakhir kita bertemu. Waeyo? Cerita padaku.” Kata Simon D lagi. Dia berusaha membujuk Heechul, tapi sahabatnya itu hanya menggeleng.

Heechul bereaksi berlebihan saat ‘So Hot’ terpampang di layar di depannya. Dia buru-buru mengambil mic yang sedang dipegang Sangchu dan maju ke depan untuk bernyanyi dan menari ala Wonder Girls.

Simon D menggeleng melihat tingkah Heechul. Terlihat jelas kalau sahabatnya itu ingin terlihat biasa.

“YA! LEE HONGKI!!! SEDANG APA KAU??? APA KABAR DI JEPANG SANA?” Simon D berteriak dengan ponsel di telinganya. Suara di sekitarnya membuat suara Hongki, yang sedang ditelepon Simon D, tidak terdengar terlalu jelas.

“Ya! Hyung! Itu laguku! Siapa yang sedang menyanyikannya???” Hongki bertanya balik begitu mendengar lagu lawas(?)nya terdengar samar lewat telepon.

“Kim Heechul sedang gila sepertinya. Dia terus menyanyikan lagumu dari tadi. Aku bahkan sudah bosan mendengarnya.” Jawab Simon D. “Sekarang dia menyanyi sambil menangis. Hahaha~~ lagumu jadi sangat aneh Hongki-ya!” Tambahnya.

“Eh? Kok bisa Heechul hyung menangis?” Tanya Hongki.

Simon D menggeleng meski dia tahu Hongki tidak bisa melihatnya. “Molla. Mendengar lagunya mungkin dia sedang patah hati. Tapi dia tidak mau cerita. Tadi dia mabuk, makanya dia sekarang menyanyi sambil menangis seperti orang gila.” Jawab Simon D lagi.

“Apa karena Cho Eun Gi noona?” Hongki bertanya dengan nada ragu saat menyebutkan nama gadis yang ‘menurut Hongki’ adalah kekasih baru Heechul.

“Hahaha…. Eun Gi? Untuk apa Heechul menangis karena yeoja itu?” Simon D bertanya balik.

“Loh, selama ini mereka pacaran kan? Bisa saja Heechul hyung bermasalah dengannya.” Komentar Hongki.

Simon D  tersenyum mengejek sambil memperhatikan Heechul yang memulai lagi lagunya. “Tidak mungkin Heechul berpacaran dengan Eun Gi. Aku tahu mereka sama sekali tidak ada hubungan khusus selain berteman walaupun Eun Gi memang jelas menyukai Heechul.” Ucapnya.

“Eh? Apa maksudmu hyung?” Terdengar nada bingung saat Hongki bertanya lagi.

“Intinya Heechul bukan patah hati karena Eun Gi. Heechul tidak pernah mencintai temannya itu.” Jawab Simon D sambil meminum minumannya.

“Tapi aku yakin mereka berpacaran hyung. Sudah sejak lama aku sering memergoki mereka seperti orang pacaran.” Hongki terus bersikukuh dengan argumennya.

“Hahaha~ Uri magnae~~ kau salah. Bahkan Eun Gi sama sekali tidak ada di daftar gadis-gadis ideal Heechul. Eun Gi hanya dianggap teman, tidak lebih.”

-o0o-

Ttiiiittttttt…. Ttiiiitttttt….

Boram berjalan menghampiri pintu saat mendengar bel berbunyi. Dia menekan salah satu tombol di interphone yang berada di dekat pintu. “Nuguseyo?” Tanyanya.

“Jang Geun Suk. Aku membawa Heechul.” Jawab suara pria lewat interphone tersebut.

Boram langsung membuka pintu dan mendapati Heechul tengah ditahan oleh Geun Suk agar tidak jatuh. “Aigoo~ dia kenapa oppa?” Tanya Boram melihat keadaan kakaknya yang tidak sadarkan diri.

“Mabuk.” Jawab Geun Suk pendek dan tanpa minta ijin langsung masuk ke dalam apartemen Boram lalu menidurkan Heechul di sofa panjang yang ada di apartemen itu. “Aku mengantarkan dia kemari karena apartemenmu satu arah dengan apartemen Sangchu dan Simon D, mereka juga mabuk berat. Aku harus mengantarkan mereka pulang.” Terang Geun Suk sebelum Boram bertanya. “Aku tidak bisa lama-lama di sini, pasien yang lain sudah menungguku di bawah. Annyeong.” Tambahnya kemudian berjalan meninggalkan apartemen Boram.

Boram menoleh, melihat Kim Heechul yang mulai meracau tidak jelas.

“Ojik hansaramman HIK… saranghal jul araseo…. HIK…. Ojik hansaram heemmm….” Heechul meracaukan sebagian lagu yang terus dia nyanyikan saat di tempat karaoke tadi sambil kadanng cegukan. [ada yang bisa nebak lagi yang dinyanyiin si abang?? Clue’a ada di atas sana!]

Boram mendesah pelan kemudian menghampiri kakak tirinya itu dan membuka sepatu Heechul. Boram lantas pergi dan kembali dengan sebuah selimut di tangannya. “Aku yakin oppa akan sangat marah jika tahu Hyunri sekarang ada di sini karena aku.” Gumamnya pelan sambil menyelimuti tubuh kakaknya itu.

“Hyunri nae sa.. rang. Eodi… ga….” Heechul bertanya dalam ketidaksadarannya. Dan sesaat kemudian dia sudah terlelap dalam tidurnya.

-o0o-

Heechul bangun dari tidurnya. Dia menggeliat sedikit dan langsung ambruk ke lantai karena ukuran sofa yang ditidurinya tidak cukup besar. Heechul berusaha untuk mengumpulkan kesadarannya, mengingat apa yang telah terjadi dan lokasinya berada.

Heechul melemparkan sembarang selimut yang semalaman dipakainya. Dia lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Selesai dengan semua, Heechul pergi menuju dapur. Dia tahu adik tirinya pasti sudah menyiapkan sarapan atau bisa dikatakan makan siang untuknya.

Heechul menemukan sebuah kertas di dekat gelas. Dia mengambil dan membacanya.

Lee Hyunri sekarang ada di Seoul. Dia datang khusus untuk menemuimu oppa. Aku tidak bisa mengajaknya kemari karena dia masih cukup lelah dengan perjalanannya kemarin. Oppa temuilah dia. Sekarang dia ada di apartemen temannya. Alamatnya ada di bawah.

PS : Oppa marah saja nanti. Tapi sekarang selesaikan dulu masalahmu dengan Hyunri. Jangan egois dan keras kepala.

~Boram~

“KIM BORAM….” Ucap Heechul geram.

Heechul meremas keras di tangannya dengan tampang penuh amarah. Tidak jelas faktor yang membuatnya naik darah. Tapi Heechul merasa emosinya terus naik. Hal negatif yang tidak Heechul sukai dari adiknya itu adalah sifat sok ikut campur yang berlebihan atas masalahnya. Boram sering mengganggunya saat dia bermasalah. Bahkan sering mencari tahu apa saja yang disembunyikannya.

“Tahu dari mana bocah itu kalau aku terlalu memikirkan Hyunri akhir-akhir ini? Dan bagaimana bisa Hyunri datang kemari??” Tanya Heechul bingung sekaligus marah.

Heechul membuang sembarang kertas yang sudah tidak berbentuk di tangannya. Lapar yang mendera perutnya seketika menghilang. Heechul mengambil jaket yang tergantung di dekat pintu dan keluar dari apartemen adik tiri menyebalkannya itu.

Sekitar lima menit kemudian pintu apartemen Boram terbuka. Heechul kembali dan mencari lagi kertas yang tadi dibuangnya. Setelah menemukannya, dia menyimpannya di saku dan pergi menuju dorm Super Junior.

-o0o-

Heechul sudah berada di depan pintu apartemen yang menurut kertas kusut di tangannya adalah alamat teman tempat Hyunri, kekasihnya, berada. Heechul ragu untuk menekan bel. Cukup lama dia berdiri di depan pintu itu sampai kemudian dia berbalik dan berjalan menjauhi pintu itu.

Heechul membuka pintu. Dia memasukkan tangannya ke saku jaket yang menutupi tubuh hingga kepalanya. Heechul berjalan menuju satu-satunya kursi yang terjangkau oleh matanya. Dia kemudian duduk di kursi itu, menengadahkan kepalanya setelah yakin tidak ada orang lain di sana. Heechul lalu menutup kedua matanya. Menikmati angin yang menerpanya.

Suara bising kendaraan yang beralu lalang terdengar samar di telinganya karena Heechul kini sedang berada di puncak gedung apartemen tempat Hyunri berada. Otak logis Heechul berpikir cukup cepat saat tadi tangannya sudah menyentuh bel dan siap menekannya.

Hubungan Hyunri dan Heechul bukan hubungan yang masyarakat tahu. Mereka menjalani hubungan penuh rahasia karena status Heechul yang bukan seorang yang biasa. Bahkan hanya rekannya di Super Junior dan Lee Hongki FT Island yang tahu hubungan keduanya selain keluarga mereka. Menurut Heechul, ada kemungkinan teman Hyunri yang membuka pintu tadi, dan kemungkinan itu cukup besar mengingat Hyunri adalah tamu di tempat temannya itu. Kemungkinan yang lain Hyunri tidak memberi tahu temannya mengenai ‘hubungan istimewa’ antara mereka. Dan kemungkinan-kemungkinan lain setelahnya, bahkan terlalu banyak untuk dijabarkan. Yang intinya mungkin Heechul dan Hyunri bahkan tidak bisa saling bertemu untuk membicarakan apa yang terjadi dengan hubungan mereka.

Cukup lama tadi Heechul menunggu seorang anak kecil lewat yang bisa dipercayanya untuk menyampaikan pesan pada Hyunri kalau dia menunggunya di atas.

Heechul hampir tertidur karena menikmati udara di sekitarnya begitu mendengar suara pintu bergeser. Heechul membuka matanya, berdiri, menoleh pada si ‘pengunjung’ yang ditunggu Heechul.

Nyaris tak ada kata saat Heechul melihat gadis yang selama ini dirindukannya berada di hadapannya. Heechul menatap lekat gadis yang sudah bertambah tinggi dari saat terakhir mereka bertemu tapi jauh lebih kurus itu. Heechul tidak melihat lampu-lampu kecil yang biasa membuat gadisnya itu terlihat bersinar. Heechul justru melihat raut lelah di wajah Hyunri.

Heechul ingin menghampiri Hyunri, merengkuh gadis itu ke dalam pelukannya. Melepaskan rasa rindu yang sudah dipendamnya selama dua tahun lebih karena tidak berjumpa langsung dengan gadisnya itu. Tapi tubuhnya kaku. Heechul hanya mampu menatap ke dalam mata Hyunri yang juga sedang menatapnya. Tidak ada komunikasi antara dua pasang mata itu. Hanya tatapan yang berbeda makna dari keduanya.

Dan Hyunri yang memang memulai memendekkan jarak di antara keduanya meski kontak mata mereka tetap sama.

Heechul sudah tidak bisa menahan dirinya begitu mereka semakin tidak berjarak. Dia menarik lengan Hyunri dan menenggelamkan gadis itu di dalam pelukannya. “Bogoshipo.” Bisik Heechul.

Hyunri berontak di dalam pelukan Heechul. “Lepas… kan oppa.” Pintanya sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Heechul yang erat.

Heechul cukup, bahkan sangat, kaget mendapat penolakan dari Hyunri. Dia langsung membuka kaitan tangannya, memebebaskan Hyunri dari pelukannya. Heechul berusaha menghilangkan keterkejutannya. Dia lalu berusah untuk bersikap sebiasa mungkin. “Apa kabar?” Tanyanya sedikit kaku.

Hyunri diam beberapa saat. “Baik. Oppa bagaimana? Baikkah?” Hyunri bertanya balik.

Heechul mengangguk. “Kau tidak pernah bilang kalau kau akan datang kemari. Bagaiamana kuliahmu? Sudah lama kita tidak saling berkomunikasi.” Heechul bertanya lagi.

“Oppa sudah sibuk dengan Eun Gi eonni, bagaimana bisa mengingatku.”

“Apa maksudmu?”

“Aku sudah tahu oppa. Aku tahu semuanya. Oppa sudah berpacaran dengan Eun Gi eonni. Oppa memilih dia karena aku memang tidak pantas untuk ditunggu. Waktu dua tahun sudah mengikis cinta oppa padaku. Aku tahu. Aku terlalu lama meninggalkan oppa sendirian, membuat celah agar orang lain masuk di ketiadaanku.” Ucap Hyunri sambil menangis. Dia menumpahkan apa yang selama ini dipendamnya. Meski tidak semua.

Heechul terlihat bingung. Selama ini, dalam pikirannya, Hyunri lah yang menjauhinya. Meminta sedikit privasi agar gadisnya itu berkonsentrasi dengan kuliahnya. Heechul berusaha untuk menahan diri setiap dia ingin marah pada Hyunri yang terlampau mengacuhkannya.

“Apa maksudmu aku berpacaran dengan Eun Gi? Ya! Yang kekasihku itu kan hanya kau Lee Hyunri.” Heechul bertanya. Yang ditanya hanya diam dengan tangis. “Aku bertanya padamu LEE HYUNRI!” Heechul kali ini menaikkan nada suaranya.

“AKU MELIHAT SEMUANYA OPPA! AKU MELIHAT OPPA BERSAMA EUN GI EONNI.“ Teriak  Hyunri. “Orang lain juga mengatakan kalau kalian memang berpacaran. Aku tidak bodoh oppa. Aku tidak akan percaya kalau aku tidak melihatnya sendiri.”

Heechul menaikkan kedua tangannya dan bertolak pinggang. Dia menundukkan wajahnya menahan amarah. Lalu Heechul menatap Hyunri yang masih menangis. Heechul mengacak rambutnya frustasi. “Aish… Jinjja!” Ucapnya kesal kemudian menarik tangan Hyunri.

“Oppa, lepas!” Pinta Hyunri saat Heechul membawa, setengah menyeretnya ke bawah, menuju lift.

“Andwae.” Ucap Heechul dingin.

Hyunri terus berusaha untuk melepaskan diri namun Heechul tetap menahan tangan Hyunri agar tidak lepas saat lift mengantar keduanya menuju basement tempat mobil Heechul berada.

Heechul bahkan bersikap sedikit kasar saat dia memaksa Hyunri untuk masuk ke dalam mobilnya. Hyunri hanya bisa  diam pasrah. Tidak mengerti apa yang akan dilakukan Heechul padanya.

Lewat dua puluh menit, mobil Heechul berhenti di sebuah basement gedung apartemen lain. Dia, dengan tetap memaksa, membawa Hyunri menuju lift yang mengantarkan keduanya ke lantai sembilan. Begitu sampai di lantai sembilan, Heechul mendekati sebuah pintu. Dengan tangan kirinya yang bebas, Heechul mengambil kartu dari saku jasnya. Dia menggesekkan kartu itu, lalu menekan angka ‘498674’ [tau maksudnya gak???] di tombol yang ada di pintu dan pintu tersebut terbuka.

Heechul baru melepaskan tangannya begitu dia dan Hyunri berada di dalam ruang apartemen itu. “Kau tidak akan pernah melihat tempat ini jika aku tidak mencintaimu.” Ujar Heechul.

Dengan air mata yang masih setia mengalir di pipinya, Hyunri melihat sekitarnya. Ruangan di dalam apartemen itu didominasi dengan warna merah juga merah muda. Ada satu hal yang menarik perhatian Hyunri. Dia berjalan menghampiri dinding di samping kanan. Hyunri memperhatikan jelas dinding itu. Ada potongan-potongan gambar yang dibuat seperti komik.

Gambar itu dibuat oleh tangan Heechul sendiri. Gambar komik Heechul dan Hyunri, kisah mereka. Perjalanan cinta mereka digambarkan dengan indah. Gambar-gambar itu menghiasi hingga ke dinding dapur, ruang makan, ruang tengah dan berakhir di dinidng dekat jendela.

Hyunri terus menyusuri gambar-gambar itu. Sampai ke bagian mereka berpisah di bandara. Hyunri menoleh pada Heechul yang diam di tempatnya. Hyunri menoleh lagi ke gambar-gambar di dinding. Dia melihat gambar Heechul yang sedang membayangkan wajahnya, merindukannya. Terus, Hyunri berjalan lagi. Dia melihat Heechul tertawa, gambar selanjutnya adalah suasana bandara dimana Hyunri melambaikan tangannya dari jauh. Mereka bertemu, dan berpelukan. Gambar selanjutnya, Heechul mengajak Hyunri ke sebuah gedung apartemen, dia mempersilakan Hyunri masuk lalu membuatkan minuman untuk Hyunri. Saat Hyunri minum, Heechul terlihat gugup dengan kotak kecil di tangannya. Heechul kemudian menyodorkan kotak yang berisi cincin itu pada Hyunri dan bertanya, “Wanna marry with me?” Gambar terakhir adalah gambar Heechul dan Hyunri yang sedang tertawa bahagia dengan pakaian pengantin mereka.

Apartemen tempat Heechul dan Hyunri berada kini adalah apartemen yang Heechul beli tujuh bulan yang lalu. Tak ada seorang pun yang tahu mengenai apartemen tersebut. Adiknya, Kim Boram sekalipun tidak tahu. Dari jendela di dekat berakhirnya cerita bergambar yang dibuat Heechul, terlihat jelas sebuah klinik hewan, tempat pertama kali Heechul bertemu dengan Hyunri [ff yg ini data’a kehapus dan belom ada mood buat bikin ulang plus lupa karena udah lama banget banget /plakk].

Hyunri menoleh lagi pada Heechul yang tengah duduk di sofa karena pegal menunggu Hyunri menyelesaikan penelusuran gambarnya.

“Oppa….” Hyunri memanggil Heechul.

-end-

Bilang saia sadis ngasih ending kaya gini, LOL…. Ending yg sebenernya ada di tangan si Hyunri, saia maa cuma ngasih jalan ‘khayal’ aja tapi karena gak ada other side lagi, maka’a itu dikasi cap END.. wkwkwkwk~

Advertisements

3 responses »

  1. Pingback: WAIT YOU [HEEHYUN; ENDING OF COMPLICATED. . .] « nopedunlope

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s