(Drabble) Distance

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Song Seunghyun [FT Island]

*) Lee Jaejin [FT Island]

*) Choi Jonghoon [FT Island]

*) Choi Minhwan [FT Island]

*)Lee Hongki [FT Island]

*) Misa [OC]

Genre : AU, Angst

Length : 5 drabble (1060 words)

a/n : liat MV distance, ff ini tercipta semalem… judul beda sama isi, cerita juga beda sama MV. Aku cuma ngambil beberapa scene yg ada di MV itu… happy reading ^^

 

Mereka menunggu….

Masih menunggu di tempat yang sama….

Tetap menunggu, meski semuanya adalah sia-sia….

 

Seunghyun menyandarkan punggungnya ke pohon yang sudah tak lagi berdaun karena dinginnya cuaca tak mengijinkan pohon itu menumbuhkan daun-daunnya. Dia menengadahkan kepalanya ke langit sana, menghela nafas panjang lantas memejamkan kedua matanya.

Pikirannya melayang pada janjinya tiga tahun yang lalu.

“Aku janji aku akan menunggu. Di bawah pohon sakura ini aku akan menunggumu.  Sampai kau kembali. Dan saat itu, kau akan lihat aku masih setia menunggu.” Ucap Seunghyun pada seorang gadis sambil menggenggam jemari gadis itu.

Gadis itu hanya tersenyum. “Jangan menungguku. Meski aku sangat ingin kembali ke Sapporo, tapi aku tidak tahu kapan itu terjadi.”

Seunghyun balas tersenyum. “Tak apa. Aku tidak terpaksa menunggumu. Justru dengan begitu kau akan selalu berpikir untuk kembali. Itu baik kan?” Tanyanya sambil mengedikkan kepalanya.

“Baik untukmu.” Ucap gadis itu.

Tiga tahun berlalu dan Seunghyun masih setia menunggu. Saat musim dingin tiba, Seunghyun selalu berada di tempat sesuai janjinya. Seunghyun melihat ke sekelilingnya.

 

 

Jaejin menatap pohon tua yang sudah tumbang sejak seminggu yang lalu. Dia lalu menghampiri pohon itu dan mendudukinya.

“Pohon ini sudah tumbang saking tuanya. Aku tidak menyangka waktu berjalan begitu cepat.” Gumamnya sambil mengelus pohon itu. Matanya kemudian menerawang, melihat sekelilingnya. “Terakhir kita bertemu saat pohon ini berdaun dengan sangat lebat.” Ucapnya lagi.

Jaejin menoleh ke arah bangku yang tak jauh dari tempatnya berada. Mengingat kejadian dulu yang tidak bisa dilupakannya.

“Misa-chan, kau akan pindah ke Hawai?” Jaejin bertanya pada gadis di depannya.

Gadis yang bernama Misa itu mengangguk. “Ng…. Otoo-san sangat menyukai Sapporo, tapi kami harus pergi.” Jawabnya.

Jaejin menarik tangan Misa. “Bisakah, suatu saat nanti kamu kembali ke sini?” Dia bertanya lagi sambil menggenggam tangan Misa.

Misa tersenyum. “Of course!” Jawabnya.

Jaejin mulai merasa dingin, maka dia mengeratkan pegangan tangannya di dalam sakunya. Dia lalu meninggalkan tempat duduknya.

 

 

Jonghoon menghampiri pohon tumbang di hadapannya. Saat dia duduk, tempat duduk itu terasa hangat. Jonghoon tersenyum sambil tertunduk. Jari-jarinya mulai bermain, seolah dia sedang berhadapan dengan sebuah piano dan sedang memainkan tuts-tuts piano tersebut.

“Misa-chan, aku punya kejutan untukmu. Kau harus ikut aku.” Ajak Jonghoon pada gadis manis yang langsung dia tarik tangannya saat tak ada jarak di antara keduanya.

“Kau mau membawaku kemana?” Tanya Misa yang sedikit terengah karena Jonghoon menariknya sambil berlari.

Jonghoon tidak menjawab, dia terus menarik lengan Misa. Keduanya kemudian berhenti di sebuah gereja.

“Aku sudah meminta ijin, jadi kau tidak perlu khawatir.” Ucap Jonghoon saat melihat ekspresi Misa yang sedikit ragu. Dia seolah tahu apa yang akan dilakukan Jonghoon.

Dan seperti apa yang dipikirkan Misa, Jonghoon mulai menghampiri piano yang ada di gereja tersebut. Dia menekan tuts-tuts piano tersebut. Merangkai tiap suara yang keluar menjadi sebuah lagu.

“Janjiku, aku akan bisa memainkan lagu ini sebelum kau berangkat ke Hawai.” Ucap Jonghoon sambil tersenyum.

Misa menangkupkan kedua tangannya di mulutnya, menahan haru. “Arigatou.”

Jonghoon menatap butiran salju yang mulai turun, memutih setiap apa yang terlihat oleh matanya.

 

 

Minhwan menengadahkan kepalanya ke langit. Dia merasakan dingin dari butiran salju yang menyentuh kepalanya. Minhwan mengulurkan tangannya, berusaha menangkap es yang langsung mencair di tangannya itu.

Minhwan tersenyum. Tersenyum getir. Selalu, setiap musim salju menjelang, kerinduan yang teramat sangat selalu menjalari tubuhnya.

“Kenapa? Padahal kau lahir dan tinggal di tempat dingin. Kenapa kau malah pindah ke tempat panas seperti Hawai?” Tanya Minhwan sambil menarik tangan gadis yang memunggunginya.

“Minari, gomen nasai. Kami pasti bisa hidup di sana. Kau tenang saja. Tidak perlu khawatir seperti itu.” Ucap gadis itu.

“Tapi Misa, panas dan dingin itu musuh.” Minhwan bersikeras untuk hal yang jelas sia-sia.

“Hai. Tapi kami pasti bisa beradaptasi di sana.”

“Kau akan kembali kan?” Minhwan bertanya dengan wajah sedih.

Misa tertawa melihat ekspresi Minhwan. “Hai. Sapporo adalah tempat terindah di dunia. Jadi aku pasti kembali.” Jawabnya sambil mengerling nakal.

Musim dingin ketiga sudah tiba. Dan Minhwan selalu melakukan hal yang sama. Berusaha menangkap salju utuh. Berharap penantiannya berakhir setelah dia sukses menangkap salju itu.

 

 

Hongki menoleh ke belakang, berharap saat dia melakukannya seseorang akan menyambutnya dengan senyuman. Tapi itu hanya sebuah harapan kosong. Dia menolehkan lagi kepalanya menatap setiap salju yang menimpa dirinya di hadapannya. Menatapnya dengan sedih. Dia mengulurkan tangannya. Membiarkan butiran salju itu membasahi tangannya. Masih dia ingat dengan jelas saat tangan itu melepaskan gadis itu. Membiarkannya pergi.

“Misa-chan!!!” Hongki berlari dan berhenti dengan nafas terengah. “Kenapa tidak bilang kau berangkat hari ini?” Tanyanya pada gadis yang sedang menarik kopernya.

Misa menoleh. “Hongki. Kenapa bisa ada di sini?” Tanya Misa heran karena dia kini sedang berada di bandara Narita.

“Kenapa tidak menjawab pertanyaanku?” Hongki balik bertanya lagi.

Misa tersenyum. “Aku tidak ingin membuat sedih teman-temanku. Makanya aku tidak memberi tahu soal keberangkatanku.” Jawab Misa kemudian. “Hei, bagaiamana bisa kau ada di sini?” Misa bertanya lagi.

“Aku menyusulmu saat melihat kalian pergi.” Jawab Hongki. Hongki menarik tangan Misa. “Berjanjilah kau akan kembali. Berjanjilah kita berenam akan bersama lagi. Berjanjilah kau akan menyanyi lagi denganku dan Jaejin.” Pinta Hongki dengan nada menuntut.

Misa tertawa. “Hai. Kau tunggu saja. Nanti kita bermain bersama lagi.” Ucapnya. “Aku pergi sekarang.” Lanjutnya saat mendengar informasi mengenai keberangkatan pesawat menuju Hawai. “Ja ne.” Ucapnya sambil melepaskan tangan Hongki yang terlihat enggan melepaskan.

Hongki terus menatap punggung Misa sampai menghilang dari pandangannya.

Hongki menunduk dan mengepalkan kedua tangannya. Berusaha menutupi wajahnya juga menahan emosinya. Tapi pada akhirnya dia kalah. Hongki merasakan air hangat mulai membasahi pipinya.

 

 

Hongki, Jonghoon, Seunghyun, Jaejin dan Minhwan berkumpul saat musim dingin tiba. Mereka sudah berjanji, meski mereka tepisah dan pindah ke daerah lain, mereka akan tetap bertemu di Sapporo, di taman dekat jam yang paling terkenal di kota tersebut. Mereka berkumpul, untuk menanti kepulangan Misa. Karena Misa pernah berkata dia akan pulang saat musim dingin tiba. Musim yang paling disukainya karena dia memang sangat menyukai salju.

Dan hari itu, Misa berjanji akan tiba di tempat itu begitu dia sampai ke Sapporo. Setelah dua tahun menghabiskan waktunya di Hawai, Misa berjanji akan pulang.

Raut bahagia tidak hilang dari wajah kelima pria tampan itu. Mereka sangat merindukan Misa. Jaejin dan Jonghoon saling menyenderkan punggungnya ke pohong besar yang ada di tengah taman itu. Sedang Seunghyun memilih pohon yang lebih kecil yang berada di pinggir taman. Hongki dan Minhwan lebih senang berdiri di tengah, di antara hujan salju saat itu.

 

“Pesawat dari Narita menuju Sapporo mengalami kecelakaan karena cuaca tiba-tiba berubah menjadi buruk. Pesawat jatuh ke Aoikigahara dan tim SAR belum bisa melakukan evakuasi karena cuaca belum juga membaik. Kecil kemungkinan penumpang dapat selamat dari kecelakaan tersebut.”

 

-end-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s