(Sp) Chicken Chicken… Saengil Chukkae Cutie Drummer, Minari~

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Choi Minwan [FT Island]

*) Duo PedoJumma [nama dirahasiakan/OC]

Other Cast :

*) Song Seunghyun [FT Island]

*) Lee Jaejin [FT Island]

*) Lee Hongki [FT Island]

*) Choi Jonghoon [FT Island]

*) Song Yoon Ho [FT Island’s Manager]

Genre : Comedy gak sampe, Gajelas

Length : 2114 words

Disclaim : Anak2 FTI berikut manajer’a aku bayar buat maen di ff aku pake cinta /plakk… jadi terserah aku mereka mau diapain *dibakarprims*

a/n : entah kenapa pas mikirin ultah si cutie magnae kepikiran’a ayam mulu… jadi yah, tema ultah minari aku bikin ayam aja… mian kalo gaje, akunya gak bakat bikin epep humor tapi tetep maksa… RCL gives more power for author, tapi kalo gak juga gak maksa ko, happy reading ^^

Song Yoon Ho menunduk. Dengan wajah penuh keterpaksaan dia kemudian mengangguk. Dua wanita paruh baya yang semula menatap tajam Yoon Ho kini berjingkrak senang. Mereka berpelukan. Dan mengajak Yoon Ho yang masih diam ini ikut berpelukan. Yoon Ho hanya bisa pasrah, berdoa semoga tidak terjadi sesuatu yang bisa membuatnya menyesal seumur hidup.

“Kau tenang saja. Kami berdua akan bekerja dengan sangat rapi. Tidak akan ada satu orang pun yang tahu. Dan pekerjaanmu tetap aman.” Ucap salah satu wanita sambil menepuk pundak Yoonho.

Yang ditepuk tetap diam. Otaknya masih meyakinkan dirinya bahwa apa yang telah disetujuinnya tidak akan membuat dia kehilangan pekerjaan sebagai manajer dari band FT Island.

-o0o-

Lima namja tampan nan mempesona yang mampu menyihir banyak pasang mata gadis sampai histeris dan mimisan tak terkendali sedang berada di lift yang mengantarkan mereka menuju lantai tempat dorm mereka berada. Siapa lagi kalau bukan FT Island, band yang sudah mulai dikenal oleh masyarakat dunia. Kelimanya baru saja menyelesaikan jadwal manggung di salah satu televisi terkemuka.

“Hyung, aku mau pergi ke supermarket dulu ya.” Seunghyun, member yang paling tinggi mendadak meminta ijin untuk keluar sesaat setelah mereka berlima keluar dari lift.

“Mau kemana?” Jonghoon si leader tampan bertanya.

“Aku lupa beli….” Seunghyun menaik-turunkan kedua jari tengah dan telunjuk yang artinya sesuatu-yang-hyung-tahu.

Jonghoon mengangguk. “Ya sudah sana. Jangan lama-lama!”

Jaejin, bassist yang punya bibir seksi menggoda, yang setengah mengantuk karena lelah menoleh ke arah Seunghyun-Jonghoon. “Apa maksudnya itu? Aku tidak mengerti.” Tanyanya bingung.

“Itu… celana dalam Seunghyun kemarin sobek dan dia mau membeli yang baru.” Terang Jonghoon.

“Hyung~~~” Seunghyun merengek. “Aku sudah membuat tanda agar kata-kata itu tidak diucapkan. Hyung malah mengatakannya.” Keluhnya dengan muka sedikit merah.

“Wae? Kita kan sudah biasa.” Tanya Minhwan si magnae yang punya muka mature tapi kelakuan childish.

Seunghyun manyun. “Tapi kan yang baca tidak.” Ujarnya.

Hongki sang vokalis yang sangat digilai banyak wanita karena wajahnya menantang untuk dibawa pulang, terlihat memainkan bibirnya. Dia lalu menendang pantat Seunghyun pelan. “Sudah pergi sana! Sekalian belikan makanan untuk Elisha.” Usirnya.

Seunghyun kemudian pergi dengan pipi kembung karena mendapat ‘hadiah’ dari Hongki. Dan yang lain kemudian melanjutkan perjalanan mereka menuju dorm.

“Aku sudah mengatakan pada wartawan kalau aku akan memamerkan tubuhku nanti pas di…” Hongki yang sedang bicara langsung berhenti saat melihat dua orang wanita paruh baya berada di dalam dorm mereka. “Nuguseyo??” Tanya Hongki.

“Annyeong~~~” Sapa kedua wanita itu kompak. “Kami ditugaskan oleh Yoon Ho untuk menyiapkan makanan untuk kalian dan juga membersihkan dorm kalian.” Terang keduanya dengan, lagi-lagi, kompak.

Jonghoon berjengit. “Yoon Ho hyung tidak mengatakan ini sebelumnya.” Komentarnya.

Salah satu wanita paruh baya itu kemudian menyerahkan ponselnya dan memperlihatkan sebuah pesan yang mengatakan kalau keduanya memang dikirim untuk mengurus dorm FT Island.

Jonghoon mengangguk. “Kalau begitu kalian siapkan makanan yang enak. Kami lapar. Setelah selesai mandi kami akan langsung makan.”

Dua wanita itu mengangguk lalu pergi menuju dapur.

-o0o-

Seluruh member FT Island, minus Seunghyun yang sepertinya lupa jalan pulang, sudah duduk untuk menikmati makan malam mereka. Jonghoon, Hongki dan Jaejin langsung menoleh pada dua wanita yang kini senyum-senyum memperhatikan mereka.

“Kenapa ayam?” Tanya Jaejin saat melihat makan malamnya serba ayam. Sup ayam, nugget ayam, nasi goreng dengan ayam, ayam goreng, jus ayam(?) [yg terakhir abaikan!!].

Dua wanita itu kemudian memperlihatkan senyuman yang sangat-sangat manis. “Karena besok ulang tahun CHOI MINHWAN yang cuteeee~~” Jawab keduanya sok manis.

Yang disebut nama senyum-senyum senang sambil makan ayam gorengnya.

Hongki tersentak. “Kok… ahjumma bisa tahu?” Tanyanya.

“Usia ahjumma terlalu tua untuk jadi fangirl.” Tambah Jaejin yang terlihat bingung.

“Hehehehehehehe~~~” Dua wanita itu terkekeh, membuat Jonghoon, Jaejin dan Hongki [acuhkan Minhwan, dia sibuk] sedikit merinding.

“Kita itu berjodoh kok.” Ujar wanita yang satu dan diangguki yang lain.

“Nama anakku Lee Minhwan, usianya sama seperti si cutie magnae.” Kata wanita sebelumnya mengangguk.

“Dan anakku bernama Kim Jaejin. Usianya juga sama denganmu….” Ucap wanita yang satu lagi sambil mencolek dagu Jaejin.

Jaejin langsung jatuh dari kursinya karena kaget dengan skinship yang dilakukan oleh wanita paruh baya di sampingnya. Jonghoon dan Hongki bereaksi cukup normal karena tidak disentuh, mereka hanya membuka lebar kedua mulut mereka saat…

“Dan kami adalah Primadonna!!!!!” Ucap dua wanita itu lantang sambil membuka pakaian luar mereka dan memperlihatkan kaos berwarna kuning matahari yang mereka pakai lengkap dengan logo FT Island di depan dan belakang baju itu.

“Ahjumma daebak!” Ucap Minhwan sambil tetap memakan ayamnya, kali ini dia mencoba nugget di hadapannya.

“Gomawo Minari…. Tidak salah ahjumma memilihmu jadi idola kedua.” Ucap wanita yang mengaku memiliki nama anak yang sama dengan Minhwan itu.

“De. Kau juga daebak Minari. Ahjumma senang menjadikanmu idola ketiga di FT Island.” Timpal yang satu lagi.

Jonghoon yang sudah sadar dan sudah mampu mengatupkan lagi mulutnya kemudian bertanya, “kalau Minhwan itu kedua juga ketiga, siapa yang pertama?”

Hongki yang juga sadar kini senyum-senyum sok pede, yakin sejuta persen dia yang akan dipilih.

Jaejin langsung bangun dari ‘jatuh ke lantai’nya dan pura-pura membenarkan kerah kaos tak berkerahnya [ngerti kan?].

“Itu….” Dua wanita itu saling berpandangan dan menatap Hongki, Jaejin dan Jonghoon [tetep abaikan Minhwan, dia super sibuk sama sup].

“Aku pulang~” Ucap Seunghyun dengan kantong kertas belanja di tangan.

“KYAAA~~ SEUNGHYUNNIEEEEE~~~~” Teriak dua wanita itu kemudian berlari menghampiri Seunghyun. Mereka lalu memeluk Seunghyun kelewat erat hingga Seunghyun terkapar di lantai. “Kau idola kami yang nomor WAHID!!!!” Ucap dua wanita paruh baya itu antusias.

Hongki syok karena pesonanya ternyata tidak membuat dua wanita paruh baya menjadikan idola pertama. Jaejin hanya diam karena tampang cutenya tidak bisa menaklukan para ahjumma tersebut. Jonghoon bernafas lega, dia tidak terlalu suka disenangi oleh wanita yang kelewat berumur seperti dua ahjumma yang masih senang mengerubuni Seunghyun.

“Hyung~~ Bantu aku.” Pinta Seunghyun sambil meronta-ronta karena salah satu dari wanita paruh baya itu tengah mencubit pipinya dan yang satu lagi terus memeluk tubuh Seunghyun yang sudah bangun dari terkaparnya.

“Kau nikmati saja lah moment indah itu.” Ucap Hongki kemudian mengambil chicken nugget dan memakannya.

“Beri servis yang memuaskan untuk para fansmu itu.” Timpal Jaejin sambil mengambil paha ayam yang sedang dipegang Minhwan.

“Hyung~~~~” Minhwan merengek.

-o0o-

4:43 AM KST

Minhwan merasa ada yang aneh dengan dirinya. Seharusnya dia sedang tidur di kamarnya. Tapi dia merasa sedang bergoyang-goyang. Minhwan lalu membuka kedua matanya dan mendapati dirinya sedang berada di kursi belakang sebuah mobil yang tengah melaju.

“Nan eodiga?” Tanyanya bingung sambil berusaha membuat dirinya sadar seratus persen.

Si penumpang di samping kursi kemudi kemudian menoleh. “Kau sudah bangun Minari?” Tanyanya yang merupakan satu dari dua wanita paruh baya yang beberapa jam yang lalu ada di dorm FT Island.

“Ahjumma?” Minhwan tidak melihat jelas wajah orang yang bertanya padanya. Tapi dia masih sangat hafal dengan suaranya. Itu suara wanita yang mengaku punya anak yang namanya sama dengannya. “Ahjumma mau membawaku kemana?” Minhwan bertanya lagi.

“Saengil chukkahamnida~ Saengil chukkahanida~ Saranghaneun uri Minariii~ Saengil chukkahamnida~~~” Dua wanita paruh baya yang berada di kursi depan mobil itu malah bernyanyi selamat ulang tahun.

“Ahjumma, kita mau kemana?” Minhwan bertanya lagi.

“Kami mau memberikanmu kejutan. Kau pasti akan senang. Sekarang tidur saja dulu. Lokasinya masih jauh.” Ucap si pengemudi, yang mengaku punya anak yang namanya sama dengan bassis FT Island itu.

Minhwan menoleh ke kanan dan kiri lalu belakang. Dia kemudian melihat keluar. “AHJUMMA TIDAK MENCULIKKU KAN????” Minhwan bertanya dengan panik.

“Anniyo~ kami sudah mendapatkan ijin dari Yoon Ho untuk membawamu. Kau tenang saja.”

Minhwan mana bisa tidur dengan keadaan seperti itu. Dia baru bertemu dua wanita paruh baya itu tadi malam dan sekarang dia sudah dibawa entah kemana. Yang membuatnya bingung adalah mengapa Yoon Ho hyung bisa memberikan ijin untuk membawanya. Apa istimewanya dua wanita paruh baya itu sampai bisa melakukan hal seperti itu?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat Minhwan terus terjaga.

“Minumlah.”

Minhwan menatap Lee Minhwan eomma yang menyodorkan sekaleng minuman padanya. Minhwan kemudian mengambilnya dan meminum minuman tersebut setelah membuka penutupnya. Tak lama setelah minum, dia merasa kepalanya jadi berat dan sangat mengantuk. Dia kemudian tertidur lagi.

Dua wanita paruh baya yang berada di depan langsung tos. “Mianhae Minari. Kau jadi harus minum obat tidur dua kali. Untung yang pertama dosisnya sangat kecil.” Ujar wanita yang mengemudikan mobil. [FYI, kalo gak tau. Itu ceritanya anak2 FTI jg pada tepar di kamar gara2 obat tidur di makanan malam mereka. Alesan Minan ampe gak sadar dia diangkut keluar dari dorm]

-o0o-

Minhwan membuka matanya. Hal pertama yang dilihatnya adalah balon-balon yang memenuhi langit sana. Tubuhnya sedang berada di atas ranjang empuk yang sangat nyaman. Minhwan hampir terbuai sebelum telinganya mendengar sesuatu

Petookkk… pettookkk…. Pettoookkkk…..

Minhwan bangkit dari tidurnya, duduk di ranjangnya, menatap sekeliling dan mendapati dia berada di antara puluhan ayam.

Tepatnya Minhwan sedang berada di sebuah ruangan dari kayu dengan dinding kawat. Di dinding bagian atas sudah dihiasi oleh pita-pita berbagai warna lengkap dengan balon-balon seperti balon yang memenuhi langit-langit ruangan tersebut.

“HYYYAAAAA~~~~~ IGE MWOYA?????” Minhwan berteriak panik. Dia meremas sprei dengan sangat erat karena takut pada ayam-ayam yang berada di bawahnya.

Petookkk… pettookkk…. Pettoookkkk…..

“MINARII~~~ KAU SANGAT MENYUKAI AYAM KAN??? KAMI SUDAH MEMPERSIAPKAN INI SEMUA KHUSUS UNTUKMU..!!!” Teriak seseorang dari luar dinding kawat karena suara puluhan ayam itu begitu berisik.

Minhwan menoleh dan mendapati eomma dari Kim Jaejin tengah melambaikan tangannya dan eomma dari Lee Minhwan sedang asik memotretnya. “AHJUMMA~~~ AKU TAKUT AYAM HIDUUPPP….” Ucap Minhwan dengan suara bergetar. “WHHOOAAA~~~” Dia kaget karena seekor ayam terbang ke arahnya.

Petookkk… pettookkk…. Pettoookkkk…..

“MWO??? KAU SENANG YA BERADA DI SANA? BAGUSLAH.”

Minhwan menggeser posisi duduknya, tapi dia berusaha untuk tetap di atas ranjang. “AKU TAKUT AHJUMMA. BUKAN SENANG..!” Teriaknya.

Petookkk… pettookkk…. Pettoookkkk…..

Ada sekitar satu setengah jam Minhwan dibiarkan ‘bermain’ dengan ayam-ayam tersebut. Dan meski Minhwan hanya berada di atas ranjang, peluh memenuhi tubuhnya. Suara Minhwan bahkan habis saking seringnya dia berteriak ketakutan. Minhwan terlihat sangat pucat ketika dua wanita paruh baya yang memberinya ‘hadiah’ itu menghampirinya. Tenaga Minhwan benar-benar dikuras habis.

“Hadiahnya indah kan? Kau pasti tidak akan pernah melupakannya seumur hidupmu.” Ucap Lee Minhwan eomma dengan sangat percaya diri.

Yang ditanya hanya diam. Masih syok dan mulai berpikir kalau dia mungkin akan membenci ayam.

“Kau pasti senang bisa berada di antara hewan yang paling kamu sukai.” Tambah Kim Jaejin eomma.

Minhwan tetap diam.

“Hh~~ sudah waktunya pulang. Yoon Ho hanya memberi kami waktu sampai siang. Kajja.”

Minhwan bahkan perlu digandeng menuju mobil karena tidak punya tenaga untuk berjalan. Begitu di dalam mobil, dia menatap plang nama tempat yang akan masuk daftar paling atas dari tempat yang wajib dijauhinya, ‘Peternakan Ayam Onyu’.

-o0o-

“Kami mengantarkan kamu sampai sini saja ya. Kami masih ada urusan di rumah.” Ucap  Kim Jaejin eomma begitu mobil yang mengangkut Minhwan berhenti di depan gedung dorm FT Island.

“Sampaikan salam cinta kami untuk member yang lain. Doakan kami bisa merayakan ulang tahun Jaejin nanti bersama kalian lagi.” Tambah Lee Minhwan eomma.

Minhwan buru-buru keluar dari mobil. Dia tidak ingin lama-lama berada bersama dua wanita paruh baya yang memberikannya kenangan buruk di hari ulang tahunnya itu.

Minhwan berjalan gontai menuju lift yang mengantarnya ke lantai tempat dormnya berada. Dia masih ingat dengan jelas bagaimana ayam-ayam itu terbang ke arahnya. Sangat menakutkan. Minhwan juga masih mengingat jelas suara puluhan ayam-ayam tersebut. Dia bergidik ngeri.

“Aku pulaanggg~~” Ujar Minhwan begitu dia membuka pintu dorm.

Empat member FT Island yang lainnya langsung menyambutnya dengan tatapan tajam.

Wajah lelahnya berganti dengan wajah kaget saat dia melihat dua buah kotak yang cukup besar di hadapannya. Dua kotak itu sebesar box es krim dan dibungkus dengan beberapa lembat kertas kado, karena tidak ada satu kertas kado yang bisa membungkus kotak tersebut.

“Ige mwoya?” Minhwan bingung.

Hongki orang yang pertama kali menghampiri Minhwan. “Saat kami bangun dua box ini sudah ada di dalam dan ini hadiah untukmu.” JawabHongki.

Jonghoon kemudian menghampiri Minhwan yang masih menyisakan pucat di wajahnya. “Kau dari mana? Baik-baik saja kah?” Tanyanya dengan nada khawatir.

Ekspresi Minhwan kini berubah jadi sedih. Dia lalu memeluk Jonghoon. “Hyung~~”

Seunghyun dan Jaejin buru-buru menghampiri Minhwan juga, “Neo gwenchana?” Tanya mereka bersama.

Minhwan mengangguk. “Dua ahjumma itu benar-benar menyeramkan hyung. Mereka membawaku ke peternakan ayam dan aku dikurung bersama puluhan ayam. Bayangkan, ayam-ayam itu terbang ke arahku. Huwaaa~~ menakutkan hyung~~”

Jonghoon menepuk punggung Minhwan. “Sudah sudah. Semuanya sudah lewat.” Ucapnya berusaha menenangkan magnaenya itu.

-o0o-

Jonghoon, Hongki, Jaejin, Seunghyun dan Minhwan menatap dua kotak besar di hadapan mereka. Kelimanya saling bertatapan kemudian mengangguk. Mereka lalu membuka tiap lembaran kertas kado yang membungkus kotak tersebut. Kelima namja tampan itu lalu saling menoleh lagi saat melihat kardus besar masih menghalangi sesuatu di hadapan mereka. Dan dengan kompak mereka merobek paksa kardus tersebut hingga memperlihatkan isinya.

Dua buah box pendingin dengan lima puluh kilogram daging ayam di masing-masing box adalah hadiah yang diterima Minhwan.

Seunghyun mengambil sebuah kertas yang ditempelkan di atas kaca box tersebut dan membacanya nyaring,

‘Minari…. Mianhae kami hanya memberimu sedikit ayam. Tapi kami harap kamu bisa makan ayam sepuasnya.’

Minhwan syok dan berlutut di depan dua box itu. “AKU TRAUMA DENGAN AYAAMMMM~~~”

-end-

Advertisements

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s