(Sp) A Gift

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Lee Hyunri [OC]

*) Kim Heechul [Super Junior]

*) Lee Hongki [FT Island]

Genre : Romance(?)

Length : 606 words

a/n :  mian kalo misal sifat para pemaen beda sama karakter aslinya… disesuaikan sama kebutuhan ep2 soal’a, wkwkwk~ happy reading ^^

 

A Gift

Hyunri meregangkan kedua tangannya, sambil menikmati udara pagi yang terasa sangat sejuk.

“Ohayoo….” Sapa Kaname, teman sebelah apartemen Hyunri, pada Hyunri.

“Ohayoo….” Hyunri membalas.

“Mau lari pagi?” Kaname bertanya.

Hyunri menggeleng. “Iya. Aku hanya mau menikmati udara pagi.” Jawabnya.

“Kalau begitu Kaname pergi duluan.” Ucap Kaname sambil kemudian pergi untuk lari pagi.

Hyunri berjalan menuju pagar. Dia lalu melipat kedua tangannya di atas pagar, melihat orang-orang yang sedang berjalan juga berlari di bawah sana.

Cukup lama Hyunri hanya diam sambil memandangi orang yang berlalu lalang. Lalu kemudian Hyunri berjalan ke bawah gedung apartemennya. Sesampainya di lantai dasar, Hyunri menghampiri lokernya dan menemukan sebuah surat.

Sebuah senyuman terhias di bibirnya saat melihat siapa yang mengiriminya surat.

Masih dengan senyuman, Hyunri berjalan kembali menuju apartemennya yang ada di lantai tiga. Dia masuk ke dalam apartemennya sambil terus menatap surat tersebut. Bergitu sampai di dalam, Hyunri mulai menyobek amplop surat itu dan membacanya.

 

Dear Hyunri, nae sarang

Annyeong Hyunri-ya, jagiya…. Merindukanku? Aku sangat merindukanmu di sini? Bagaimana dengan kuliahmu? Lancar? Bisa lulus dengan cepat? Aish, aku ingin sekali bisa pergi ke sana untuk menyusulmu, sekedar untuk mencium aroma tubuhmu.

Jagi…. Saengil chukkahamnida >,<

Mianhae, tidak ada yang menjual kue di sini. Jadi aku tak bisa mengirim kue padamu. Tapi aku sudah meminta Hongki untuk memberikanmu kue, dia sedang berada di Jepang kan? Pas sekali. Bilang padaku kalau nanti dia tidak membawanya. Aku akan memukul kepala bocah itu. Kekeke~

Hyunri, jagi…. Kau sudah bertambah tua sekarang. Jangan menangis terus ya. Kendalikan emosimu. Jangan kau anggap aku tidak tahu kalau kau masih sering menangis setiap merindukanku. Dan ingat, jangan pernah berkencan dengan siapapun!!! Aku tidak akan memaafkanmu.

Aish, aku jadi bicara yang tidak-tidak. Mianhae, aku tidak bisa memberimu hadiah apa-apa. Kau tahu tidak ada yang pantas dijadikan hadiah di tempatku sekarang. Nanti saja kalau aku sudah selesai wajib militer, aku beri kau hadiah yang banyak, ara?

Hyunri, jagi…. Saranghae~

Aku beri hadiah cinta saja. Aku kirim yang banyak untukmu. Cukup kan?

Hmm~~ aku tidak punya banyak waktu sekarang. Kapan-kapan aku akan mengirimimu surat lagi. Oke!

Saranghae, neomu saranghae jagiya~

Neo sarang, Kim Heechul

 

Hyunri meneteskan air matanya setelah membaca surat itu. Ada setetes dari air matanya membasahi suratnya itu. Buru-buru Hyunri mengibaskan surat itu agar air matanya tidak merembes. Hyunri lalu kembali menatap suratnya. Di bawah surat itu Heechul menggambar wajah dirinya yang sedang membawa kue berlilin dan mengucapkan ‘saengil chukkae’ pada Hyunri. Mati-matian Hyunri berusaha untuk tidak mengeluarkan air matanya lagi. Tapi sia-sia. Hyunri menangis sambil memeluk suratnya itu.

Terasa sesak. Tapi Hyunri menangis sambil tersenyum. Hyunri juga merindukan Cinderellanya. Tapi semuanya cukup karena Cinderellanya itu masih ingat hari ulang tahunnya dan mengucapkan saengil chukkae padanya meski hanya lewat surat.

Tiitttt….

Bel apartemen Hyunri berbunyi. Hyunri buru-buru menyeka air matanya. Dia lalu berjalan menuju pintu dan membukanya.

“Tanjoubi omedeto~~”

Hyunri sedikit tersentak saat Hongki, si vokalis FT Island berteriak saat dia membuka pintu.

Hongki langsung masuk ke dalam apartemen Hyunri tanpa menunggu dipersilakan. Hongki menyimpan sebuah kantong di meja. Dia lalu pergi menuju dapur dan mengambil dua piring kecil, dua garpu juga pisau kue.

“Heechul hyung menyuruhku memberimu kue. Dia bilang akan membunuhku jika aku tidak memberikanmu kue.” Ucap Hongki pada Hyunri yang menghampirinya. Hongki mengeluarkan sebuah kotak dari kantong plastik itu dan membuka tutup kotak tersebut. Hongki memasangkan lilin dengan angka 21 di atas kue yang ada di dalam kotak. Dia mengambil pematik di dalam kantong plastik dan menyalakan api di lilin tersebut. “Make a wish.” Ucap Hongki sambil menyodorkan kue yang sudah siap itu ke hadapan Hyunri.

Hyunri tidak protes. Dia menutup kedua matanya. Berdoa. Membuka kedua matanya kemudian meniup api di lilin itu hingga padam. “Gomawo.” Ucapnya pada Hongki.

-end-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s