(Short Story) Won Bin Oh Won Bin, He Makes Me Crazy [7]

Standard

Author : Asuchi

Main Cast :

*) Lee Jaerin, Jaejin’s twin [OC]

*) Oh Won Bin

Other Cast :

*) Son Hyora, Jaerin’s friend

*) Jaerin’s family

Genre :  AU, pengen Romance tapi liat tar, gaje sangat, humor aneh bertebaran dimana-mana

Rate : G

Disclaimer : As usual, aku bayar para pemaen yg maen di ep2 aku pake cinta, kecuali para OC J

A/n : Aku belom kenal bener ma WonBin, jadi anggep aja dia emang penyanyi dari FnC tapi beda karakter sama asli’a, haha /plakk… piku ancur, mian.. aku gak bakat ngedit poto *nyengir siwon*. awalnya pengen bikin yg normal, taunya malah jadi ‘normal’. Maklumin yaa… Happy reading ^^

Chap 1 | Chap 2 | Chap 3 | Chap 4 | Chap 5 | Chap 6 |

“Jaerin-ah!”

Aku menleh dengan sangat-sangat pelan. “Hyora-ya.” Aku mengucapkan nama orang yang memanggilku.

Hyora menghampiriku. “Sudah pulang dari perpustakaan? Kok sebentar? Sedang apa di sini?” Hyora menanyaiku bertubi-tubi.

Aku hanya diam sambil pucat, otakku sibuk membaut alasan yang pas.

Mata polisi Hyora beraksi, dia menatapku tajam. “Kau bertemu dengan Tae Shik oppa???” Tanyanya.

Aku hendak menjawab, tapi Hyora langsung membuka pintu dan dia melihat siapa yang ada di dalam ruangan itu.

Hyora melangkah menuju meja dan kemudian membungkuk. “Ahjumma annyeong.” Ucap Hyora sopan pada eommaku.

Aku bingung bagaimana bisa Won Bin oppa berubah menjadi eomma.

Dan di tengah kebingunganku, eomma dan Hyora saling berbincang.

“Tadi ahjumma bertemu Jaerin di depan perpustakaan dan memutuskan makan di sini.“ Ucap eomma yang bisa aku artikan ‘tadi ahjumma bertemu dengan Jaerin di depan perpustakaan dan mengikutinya sampai kemari.’

Kau mau bergabung dengan kami?” Tawar eomma pada Hyora.

“Kamsahamnida ahjumma, tapi appa menungguku. Annyeong ahjumma.” Ucap Hyora kemudian menghampiriku yang masih bingung. “Aku pergi dulu ya. Besok kita bertemu di kampus.” Pesannya sebelum menghilang di balik pintu yang dia tutup.

Aku tersadar dan menoleh pada eomma. “Eom… ma, Won Bin oppa eo… di?” Aku bertanya dengan bingung yang masih tersisa sedikit.

Eomma tersenyum dan menunjuk ke bawah.

“Eh?”

Tak lama kemudian Won Bin oppa keluar dari bawah meja yang memang memiliki kaki yang cukup lebar sehingga bagian sisi yang lain tidak terlihat. “Op… pa.”

Aku berjalan menghampiri eomma dan Won Bin oppa lalu duduk di kursi kosong di dekat Won Bin oppa. “Kok eomma bisa ada di sini?” Pertanyaan itu yang pertama meluncur dari mulutku setelah aku duduk.

“Noona tadi masuk dan menjelaskan kalau dia eommamu. Dia bahkan menunjukkan Kartu Keluarga dan Akte Lahirmu untuk meyakinkan aku kalau dia benar-benar eommamu.” Jawab Won Bin oppa.

“Kartu Keluarga? Akte Lahir?” Aku membuka mulutku mendengar apa yang dibawa eomma. “NOONA?????” Aku bertanya lagi begitu ingat Won Bin oppa memanggil eomma dengan panggilan noona.

“Sudah eomma bilang. Banyak yang tidak percaya kalau eomma yang muda ini bisa punya anak setua kamu. Makanya, eomma selalu membawa Kartu Keluarga juga Akte Lahir anak-anak eomma agar orang lain percaya.” Terang eomma. Eomma kemudian menoleh pada Won Bin oppa. “Noona juga membawa album foto Jaerin loh. Kalau kamu mau melihatnya.” Tawar eomma pada Won Bin oppa.

“Kenapa membawa album foto juga?” Won Bin oppa bertanya dengan tampang penasaran dan serius.

Eomma menepuk pundak Won Bin oppa sok akrab. “Ada beberapa orang yang tidak percaya hanya melihat Kartu Keluarga dan Akte Lahir. Makanya noona juga bawa album foto untuk jaga-jaga. Kan orang akan percaya jika melihat noona memang eomma dari anak-anak noona.” Jawabnya.

“YA! Kenapa Won Bin oppa memanggil eomma dengan panggilan noona?” Aku bertanya lagi karena eomma dan Won Bin oppa tidak menjawab pertanyaanku. Malah asik berbincang.

“Sudah jelas karena eomma masih pantas dipanggil noona.” Jawab eomma dengan pede selangit. “Benar kan Won Bin?” Eomma menoleh lagi pada Won Bin oppa.

Won Bin oppa hanya tersenyum kemudian menutup mulutnya dengan kepalan tangan. Sangat jelas sekali dia sedang menahan tawa.

“Kalau begitu noona pergi dulu, harus membeli ayam untuk cucu noona yang akan berkunjung ke rumah. Kalau kamu punya waktu luang, datang lah ke rumah.” Ucap eomma kemudian pamit dan pergi meninggalkan aku dan Won Bin oppa berdua.

“FUWAHAAAHAHAHA~~~~~~” Won Bin oppa tertawa dengan sangat sangat puas. “Eommamu benar-benar aneh Rin-ah. Baru kali ini aku bertemu dengan orang yang isi tasnya itu Kartu Keluarga, Akte Lahir dan album foto.” Lanjutnya sambil memegangi perutnya.

Aku hanya bisa mendesah pasrah.

“Jaerin-aaaa~~~” Hyora menghampiriku sambil ber’aegyo ria.

Aku sedang berada di kamarku, tepatnya di depan laptopku, sedang mengerjakan tugas. Aku melihat risih apa yang dilakukannya, terang sekali kalau dia ingin meminta sesuatu dariku. “Wae?” Tanyaku setengah malas.

Hyora senyum-senyum. Makin jelas kalau dia memang menginginkan sesuatu dariku.

“Bilang padaku sekarang kau mau apa?” Tanyaku setengah memerintah.

“Pertemukan aku dengan Tae Shik oppa.” Pintanya.

“M… MWO??? Anniyo! Shirreo!” Tolakku.

“Waeee???” Hyora berkacak pinggang sambil menatapku tajam.

Aku gelagapan, bingung harus memberi alasan apa pada Hyora. “Err…. Won Bin oppa!”

“Mwo? Won Bin oppa wae?” Hyora kini memasang tampang heran.

“Kalau kau begitu penasaran, berarti kau tidak benar-benar menyukai Won Bin oppa. Buktinya kau mau bertemu dengan orang yang suaranya mirip Won Bin oppa. Berarti kamu hanya menyukai siapa saja asalnya dia mirip Won Bin oppa.” Ucapku panjang lebar.

Hyora nampak memikirkan ucapanku. Dia kemudian mengangguk-anggukan kepalanya. “Benar juga. Won Bin oppa pasti akan sedih kalau aku seperti itu.” Ucapnya pada diri sendiri. “Baiklah. Aku tidak akan mendesakmu untuk  mempertemukan aku dengan Tae Shik oppa lagi.” Tambahnya sambil menoleh padaku. Hyora kemudian duduk di atas kasurku dan memperhatikan aku yang kembali fokus pada tugas yang sedang aku kerjakan. “Ngomong-ngomong… aku baru sadar sekarang kau memanggil Won Bin oppa bukan dengan nama lengkapnya lagi.”

Degg…

Aku lupa. Seharusnya aku memanggil Oh Won Bin jika sedang di hadapan Hyora. Kebiasaanku sekarang memanggil Won Bin oppa membuatku melupakan keharusan itu. “Err… itu… kau kan selalu memanggilnya Won Bin oppa, jadi lama-lama aku ikut juga. Aku sendiri tidak tahu.” Jawabku asal.

Beruntung Hyora bisa menerima penjelasan anehku itu. Dia tidak bertanya apa-apa lagi padaku.

Tok…. Tokk…. Tokk….

Pintu kamarku diketuk kemudian dibuka. Jaejin, saudara kembarku masuk ke dalam kamar. “Kau sedang belajar?” Tanyanya.

“Lihat sendiri.” Jawabku.

“Bagus!” Ucapnya semangat. “Belajar lah yang rajin. Aku akan pergi keluar. Nanti aku akan membelikanmu es krim.” Tambahnya.

Aku menatapnya heran. Pasti ada sesuatu yang disembunyikan saudaraku itu. “Kau mau pergi kencan ya?” Tebakku.

Jaejin setengah membatu begitu mendengar pertanyaanku. Dia kemudian salah tingkah. Sepertinya tebakanku itu benar. “A… anniyo. Aku mau pergi bersama Jino kok. Mau ke rumah Seorin noona.” Jawabnya.

Aku memajukan bibirku kesal. “Pantas saja kau baik padaku mau membawakan aku oleh-oleh. Tskkk…. Kenapa harus ada larangan aku datang ke rumah Seorin eonni? Menyebalkan.” Keluhku.

“Kau sadar diri lah. Kau pasti mengacau di sana. Mengejar Minhwan, Minwoo dan keponakan tiri yang lain. Penyakitmu itu harus hilang dulu, baru kau bisa kesana.” Jawab Jaejin.

“Aku kan memang suka namja cute. Kenapa harus disebut penyakit segala sih?”

“Sudah ah, aku pergi. Annyeong.” Jaejin kemudian pergi dari kamarku tanpa menjawab pertanyaanku.

Dia memang menyebalkan. Tapi wajahnya itu cute >,<

Hongdae, aku pergi lagi ke Hongdae. Tanpa Hyora. Dan jika aku pergi ke suatu tempat ramai seperti Hongdae tanpa Hyora, berarti aku akan bertemu dengan Won Bin oppa. Sudah beberapa kali aku bertemu dengan Won Bin oppa di restoran yang dulu. Kebetulan Won Bin oppa memang sedang tidak banyak kegiatan. Dia punya cukup banyak waktu. Menyenangkan sekali.

Ngomong-ngomong, semakin sering aku memperhatikan Won Bin oppa, dia semakin tampan saja. Aah~ Jaejin sepertinya akan senang. Aku jatuh cinta pada namja tampan, bukan namja cute. Dia paling sebal kalau aku sudah membandingkan ke’cute’an dia dengan orang lain. Selalu ingin dianggap yang paling cute sedunia.

“Jaerin-a….” Won Bin oppa memanggilku yang sedang mengunyah pasta.

“De?”

“Saranghae.” Ucapnya.

“Ohokk… ohookk….” Aku terbatuk karena pastaku menyangkut di tenggorokan gara-gara mendengar ucapan Won Bin oppa barusan.

Won Bin oppa langsung bangkit dari tempat duduknya dan dia kemudian menyodorkan air minum padaku. “Gwenchana?” Tanyanya begitu aku terlihat lebih baik.

“Ne, gwenchana oppa.” Jawabku.

“Mian.” Won Bin oppa yang sedang berdiri di sampingku menggaruk kepalanya. “Aku mulanya ingin menyiapkan sesuatu yang romantis saat mengatakan ini. Tapi, aku tidak terlalu pintar untuk hal yang seperti itu.” Ucapnya. Aku bisa melihat dengan  jelas bagaimana tampang Won Bin oppa yang malu-malu. “Dan aku tidak tahu sejak kapan, yang pasti aku menyukaimu. Menginginkan status yang lebih dari seorang teman.” Lanjutnya. “Jadi, apa kau mau menjadi pacarku?” Dia kini bertanya.

Yang aku lakukan hanya diam dan menatap tampangnya yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Dia tampan dan lucu sekaligus. Wajah malu-malunya benar-benar mempesona.

“Rin-ah… Jaerin.”

Aku terkesiap. Sadar kalau aku mulai melamun lagi. “Mianhae oppa.” Ucapku sambil salah tingkah.

“Jadi?” Won Bin oppa bertanya lagi. Sepertinya dia tidak sabar.

“Na do saranghae.” Ucapku akhirnya.

Brakkkkk….

Aku dan Won Bin oppa kaget saat mendengar pintu terbuka kasar. Saat kami menoleh, Hyora sedang menatap kami dengan wajah yang aku tak bisa artikan itu apa. Di belakangnya ada seorang pelayan yang berusaha meminta Hyora untuk pergi.

“Jadi ini yang kau sembunyikan selama ini?” Tanya Hyora sambil kemudian mengeluarkan air matanya.

-to be continued-

Advertisements

2 responses »

  1. Pingback: (Short Story) Won Bin Oh Won Bin, He Makes Me Crazy [End] « [Kim n Lee Famz]'s Family

  2. Pingback: (Short Story) Won Bin Oh Won Bin, He Makes Me Crazy [8] « [Kim n Lee Famz]'s Family

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s