Summer Rain.. part 4

Standard

Author : Zen

Cast :

*) Lee Taeri, Lee Taemin’s (SHINee) twins>>OC

*) Song Seunghyun (FT Island)

*) Lee Taemin (SHINee)

*) Lee Jinki aka Onew (SHINee)

Genre : molla~~~, wkwkwk,, ga pinter nentuin genre,,angst? romance???

Rate : G

Disclaimer : semua yang jadi cast di sini bayar aku pake cintaaaa~~~/plakkkkk

A/n: Sebenernya saiia ga pinter bikin ff/plakkk~~ maklum yah kalau critanya ga jelas, masih amatir><,, happy reading aja

oh iya,, catatan… kalau yang tulisannya semua miring itu artinya flash back^^

Let’s get it started________

SH_raining

Kau takkan pernah tahu apa itu sepi sebelum keramaian memaksamu tenggelam di dalamnya

Kau takkan pernah tahu apa itu sakit sebelum kau terluka

Kau takkan pernah tahu apa itu sedih sebelum kebahagiaan terenggut dari hidupmu

……[].[].[]……

Tapi aku menyukaimu^^. .

Seunghyun menuliskan kata-kata itu di kertas sambil menatapku dan tersenyum.Hanya tiga kata dan kali ini jantungku seakan dipaksa melompat keluar. Mukaku terasa begitu panas. Aku bahkan tak mampu mengucap satu kata pun.

Cheongmal…. Ottohke???

“Taeri-ah, ayo kita pulang.”

“Eh?” Aku mendelik kaget ketika seorang namja  yang wajahnya persis sama denganku sudah berdiri di sampingku. Tangannya menyahut lenganku dengan tarikan halus. Raut mukanya terlihat tidak baik-baik saja. Apa terjadi sesuatu dengan Taemin??

“Kajja.” Ia kembali berkata dengan nada ketus. Sesuatu yang jarang sekali kulihat darinya.

“T.. tapi… A…ah, a..ara ara…” Sekali lagi Taemin menarik tanganku, kali ini dengan lebih kuat dan terpaksa aku harus mengikuti kemauannya.”Mianhe Seunghyun-ssi, aku harus pulang sekarang. Terimakasih atas traktirannyaaaa~~.”

Aih.. aku bahkan harus setengah berteriak karena Taemin benar-benar ingin membawaku keluar dari tempat itu secepatnya. Kami bertemu dengan Onew oppa di pintu masuk dan dia hanya menggeleng ketika aku bertanya “ada apa?” dengan ekspresi mata.

“Taeminnie, jelaskan dulu ada apa?” ucapku begitu kami ada di koridor apartemen. Ia melambatkan langkahnya  sedikit, supaya aku bisa mengimbanginya, tapi sama sekali tidak mengeluarkan suara. Aku sangat bingung dengan sikapnya saat ini. Apa aku berbuat salah padanya? Atau, ada sesuatu yang membuatnya marah? Biarpun kami kembar, bukan berarti kami bisa benar-benar membaca semua pikiran satu sama lain. Taemin menghentikan langkahnya tiba-tiba.

“Apa kau.. menyukai bocah itu?” tanyanya kemudian setelah cukup lama tenggelam dalam diam. Aku memutar otakku. Sedikit petunjuk, tapi kurasa bocah yang dia maksud adalah Seunghyun.

“Emmm… Mungkin…” ucapku tak yakin.Taemin melirik padaku saat kuucapkan kata itu. Tapi aku benar-benar tak yakin dengan perasaanku. Suka? Aku tak terlalu mengerti perasaan macam itu. Aku hanya tahu kalau jantungku sering keluar dari iramanya saat bersama orang itu dan debaran yang aneh menyusup di dadaku. Sensasi menyenangkan sekaligus membingungkan. Apa itu yang dinamakan suka?

“Wae?” tanyaku. “Apa terjadi sesuatu antara kau dan Seunghyun?” Aku menatap Taemin yang mulai menggigit bibir bawahnya.

“Aku.. hanya… saat kau bersama orang itu..” Taemin menghentikan ucapannya. Ia mengalihkan tatapannya kea rah lain.

“Apa… Jangan-jangan kau cemburu ya?” tanyaku seraya mencoba menangkap tatapan matanya yang selalu mengelak dariku. Taemin masih membisu dalam diamnya. Aku tersenyum dan merangkul lengannya yang masih digunakannya untuk menggandengku dari tadi.

“Kurasa…”aku menyandarkan kepalaku dibahu Taemin.”..akupun akan cemburu kalau kau menyukai seseorang lebih dari aku,” sahutku kemudian. Lagi-lagi Taemin hanya melirikku sekejap lalu berusaha melepaskan rangkulanku dari lengannya.

“Aku sama sekali tidak cemburu.”

“Cheongmal yo? Kalau begitu apa? Takut aku tak ingin main lagi denganmu? Takut aku melupakanmu? Atau…”

“Yaaa~.”

“Aigooo~ jadi saudara kembar itu kompleks ya?” Tiba-tiba saja Onew oppa main rangkul dan membuat jarak di antara kami sebelum Taemin sempat meneruskan protesnya.

“Sudah kubilang aku tidak cemburu!!” sahut Taemin cepat, kali ini berontak dari rangkulan Onew oppa.

Aku dan Onew oppa terkekeh geli sedangkan Taemin hanya manyun sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.

Mungkin… kalau Taemin sampai menyukai seorang gadis, aku akan bersikap sama sepertinya saat ini. Entahlah, ada hal-hal yang mungkin tak dipahami orang lain dan hanya berlaku untuk kami. Perasaan kehilangan saat ia mulai menjauh perlahan dariku karena menemukan seseorang yang penting baginya. Mungkin bagi sebagian orang itu hal biasa. Tapi, sejak kami kehilangan sesuatu yang dinamakan kehangatan keluarga, bagi kami terkadang hal itu bisa sangat menyiksa.

……[].[].[]……

.:Now.. At Home..:.

“Appa akan menikah lagi..” Kata-kata yang keluar dari mulut appa itu terasa seperti angin gurun bagiku. Begitu kering..

Appa.. menikah lagi?? Candaan macam apa lagi, ini???

“Apa.. maksud appa?” tanyaku. Suguhan ‘manis’ yang diberikan appa atas undangannya kembali ke rumah ini menohok sesuatu dalam dadaku. Jadi kami dipanggil ke tempat ini hanya untuk mendengar berita menyakitkan ini?

Taemin menggenggam erat tanganku, berusaha membuatku lebih tenang. Kugigit bibir bawahku dan kucoba untuk bernapas senormal mungkin meski paru-paruku terasa akan meledak saat ini juga.

“Bagaimana dengan eomma? Apa eomma sudah tahu semua ini?” tanyaku getir.

“Eommamu sudah menyetujui semuanya.”

Sesak… Entah sejak kapan aku selalu berharap kalau keluarga ini akan kembali utuh suatu saat nanti. Apa harapanku selama ini akan jadi sia-sia saja??

“Appa akan mengenalkan calon appa pada kalian saat ini juga,” ucap appa kemudian.

Hentikan.. Kata itu terus berputar di otakku tapi tak mampu keluar dari mulutku. Jebal..

”Yeobo, bisakah kau keluar sekarang?” Terlambat… Kudengar appa memberi isyarat pada calon ummaku yang baru untuk keluar.

Aku ingin sekali menolak untuk melihat siapa calon pengganti ummaku, tapi bahkan tatapan mataku tak bisa teralihkan dari sosok yang muncul dari balik kamar appa.

Tangisku pecah seketika.

……[].[].[]……

.: 19  July, apartmen:.

“Ingat pesan Taemin, kau ke sana cuma untuk minta maaf  karena pergi kemarin Taeri-ah, setelah itu kau harus pulang. Tidak ada acara traktiran lagi dan tidak ada acara berdebar-debar di depannya.”

Eh? Aku bilang berdebar-debar????

Plakkkk! Kutampar diriku sendiri seketika. Aku hampir gilaaaaaaa! Kenapa aku harus menyebut kata-kata itu? Aku kan jadi ingat dengan perasaan aneh yang menyerangku dari kemarin><.

Aku mengatur nafasku dan berusaha menenangkan degupan aneh yang sejak kemarin tak mau juga pergi dari dadaku. Kau harus tenang Taeri-ah. Kau tidak ingin ia bisa mendengar detak jantungmu yang abnormal ini saat ia ada di depanmu kan?

Aku menyentuh dadaku dan menikmati satu demi satu debaran yang kurasakan. Entah sejak kapan perasaan melankolis menguasaiku. Rasanya terlalu aneh. Aku bahkan tak terlalu mengenalnya. Aku bahkan baru bertemu empat kali dengannya. Aku bahkan belum tahu apa yang disukai dan dibencinya.

Otakku seakan sudah lelah untuk menelan logika. Yang kuinginkan hanya bertemu dengannya. Aiissshh, sebenarnya ada apa denganku??? Apa aku memang sudah gila??

Tapi.. Kalau aku menang gila pun, aku benar-benar ingin tahu lebih banyak tentangnya. Aku ingin lebih mengenalnya. Apa aku punya hak untuk melakukan itu?

“Ya! Apa sih yang kupikirkan??” Aku menjitak kepalaku sendiri dan kembali fokus menunggu pintu lift di depanku untuk terbuka. Entah kenapa rasanya lama sekali menunggu lift itu turun meski sebenarnya hanya beberapa menit saja.

Ting! Suara lift yang baru saja mencapai lantai tempatku berada membuatku langsung menghela nafas lega. Akhirnya…

Aku baru saja akan masuk ke dalam lift ketika pintunya terbuka, memperlihatkan pemandangan seorang gadis yang sedang memeluk erat pria di depannya.

“A..A… J..jeosonghamnida!” ucapku cepat sambil menunduk. Aih, kenapa aku harus melihat Seunghyun berpelukan di saat begini?

Eh?

Aku menatap ulang lift di depanku, nyaris tak berkedip. Sakit… Rasa itu tiba-tiba saja menyerangku. Sesak… Aku tak bisa memasukkan oksigen ke dalam paru-paruku.

Seunghyun…

Berpelukan…

Dengan seorang gadis???

 To be continued…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s