(Short Story) Four Heart, Three Love [1]

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Yesung/Kim Jongwoon [Super Junior]

*) Kim Boram [OC]

*) Kim Heechul [Super Junior]

*) Lee Hyunri [OC]

Other Cast :

*) Cho Kyuhyun [Super Junior]

*) Park Minrin [OC]

Genre : Angst, Romance

Disclaim : Pinjem anak2 suju buat maen di ff aku, gak pake duit tapi pake cinta /plakk… ide cerita juga pinjem. Alias gak murni dari otak aku tapi dapet nyontek sebagian ato garis besarnya dari film yg aku lupa judulnya /plakplakk

a/n : panas ati pas bikin scene Yesung sama Hyunri ==a … rada nyesel bikin ini, tapi tanggung udah setengah jalam, wkwk~ happy reading ^^

 Credit Pic : Ma’ippo

 

“Yeobo, seminggu lagi ulang tahun pernikahan ketiga kita, kau mau hadiah apa dariku?” Kim Boram bertanya pada suaminya, Kim Jongwoon.

Jongwoon nampak berpikir di atas tempat tidurnya. “Emm… aku rasa aku tidak menginginkan apapun karena semuanya sudah lengkap.” Jawabnya sambil menoleh pada istrinya yang juga duduk di sebelahnya. “Tapi kalau kau memaksa….” Ucap Jongwoon menggantung. Membuat istrinya penasaran. “Cukup berikan aku anak.”

Boram melotot mendengar ucapan suaminya. “Ya. Kita kan sudah janji kita akan menunda untuk punya anak. Aku masih ingin berkonsentrasi dengan karirku.” Ucapnya dengan nada sedikit kesal juga kecewa.

“Ayolah…. Kita sudah menundanya begitu lama. Tiga tahun sudah cukup. Apa kau tidak mengharapkan ada suara bayi di rumah kita ini?” Jongwoon berkata sambil memegang kedua tangan istrinya. Dia mengerlingkan matanya agar sang istri mau mengabulkan keinginannya.

“Tapi….”

Jongwoon melepaskan tangannya dan berbalik memunggungi istrinya. “Sudahlah kalau kau memang tidak mau. Aku tidak akan memaksanya.” Ucapnya merajuk.

Boram menarik lengan Jongwoon, berharap suaminya itu menoleh padanya. “Yeobo. Jangan marah seperti itu. Baiklah….” Ucapnya kemudian.

Jongwoon langsung berbalik lagi. “Jeongmal?” Tanyanya sumringah.

“Baiklah aku akan memikirkannya.”

Jongwoon mendesah dan melipatkan kedua tangannya di dadanya. “Pasti akan sangat menyenangkan saat suara tangis bayi menghiasi rumah ini.” Ucapnya sambil menerawang.

“Oh iya, aku bilang padamu belum? Minrin mengundang kita makan malam besok. Katanya undangan makan malam sebelum dia menikah.” Ucap Boram mencoba mencari topik penmbicaraan lain.

“Benarkah? Baiklah. Kita datang besok.”

-o0o-

“Lelah?” Lee Hyunri bertanya pada tunangannya yang baru saja muncul di hadapannya, Kim Heechul.

Heechul baru saja tiba setelah seminggu menghabiskan waktunya di Jepang untuk urusan bisnis. Dia memberikan jasnya pada Hyunri yang dari bahasa tubuhnya memang mengisyaratkan pada Heechul untuk menyerahkan jas yang dipegangnya itu. “Tidak juga. Menyenangkan berada di tempat yang berada jauh darimu.” Ucap Heechul dingin.

Hyunri tersenyum simpul. “Padahal kau bisa memperpanjang waktumu di sana kalau kau mau.” Komentarnya sama dinginnya.

“Aku ingin. Tapi aboji memintaku untuk segera pulang.” Timpal Heechul. Dia lantas masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan untuknya dan Hyunri masuk lewat pintu yang satu lagi. “Dia sepertinya ingin mengatakan hal yang serius.” Ucapnya ketika keduanya sudah berada di dalam mobil.

“Tentang hubungan kita?” Hyunri bertanya tanpa rasa antusias.

“Sepertinya.” Heechul menjawab seperlunya.

“Akhirnya. Waktu bebasku akan segera berakhir.” Hyunri bicara sambil membuang nafasnya kecewa.

Heechul menyeringai. “Kau tenang saja. Aku tetap membebaskanmu melakukan apapun setelah kita menikah. Asal jangan sampai keluarga kita tahu.” Ucapnya.

“Terdengar kau ingin mendapat kebebasan dariku juga.” Hyunri menoleh keluar, ke mobil-mobil yang terlihat oleh kedua matanya.

“Baguslah kalau kau mengerti.”

Hyunri mengalihkan perhatiannya pada tas yang berada di pangkuannya, dia kemudian mengambil sebuah kartu undangan di dalam tas tersebut.

“Ige mwoya?” Heechul bertanya saat Hyunri menyerahkan kartu itu tanpa kata.

“Undangan makan malam dari Kyuhyun. Kau tahu kan kalau lusa dia akan menikah? Dia mengundang kita untuk datang ke pesta sebelum menikahnya nanti malam. Kau bisa datang? Aku sudah menngatakan pada Kyuhyun kalau aku akan datang jika kau mau datang.” Terang Hyunri.

“Aku punya pilihan?” Heechul bertanya lagi.

Hyunri menatap lurus ke depan. “Terserah.”

“Baiklah. Aku datang. Bangunkan aku nanti sore. Aku mau tidur seharian setelah sampai.”

-o0o-

Sebuah restoran di salah satu hotel bintang empat di Seoul disewa oleh pasangan Cho Kyuhyun dan Park Minrin untuk mengundang para sahabat dekat mereka. Kyuhyun dan Minrin yang lusa akan mengadakan pernikahan mereka membuat pesta kecil sebelum masa lajang mereka berakhir.

Meski hanya teman dekat, tapi yang datang cukup banyak sampai memenuhi  hampir seluruh meja yang tersedia di restoran itu. Canda gurau terdengar di setiap meja tersebut. Sebagian banyak dari mereka memang teman satu sama lain. Jadi, selain makan malam sebelum pernikahan yang diadakan Kyuhyun dan Minrin, ini bisa juga dijadikan ajang temu kumpul teman lama.

“Minrin-ah. Chukkaeyo. Akhirnya kau menyusulku menjadi seorang istri.” Ucap Boram sambil memeluk Minrin saat dia tiba dan disambut sahabatnya itu.

“Gomawo. Ya, setelah tiga tahun menunggu akhirnya status kita bisa sama.” Ucap Minrin menimpali.

“Tunggu lusa, Park Minrin.” Ucap Jongwoon yang berdiri di belakang Boram.

Minrin melepaskan pelukan Boram dan meninju pelan pundak Jongwoon. “Ara ara. Tunggu lusa.” Ucapnya sambil setengah tertawa.

“Eh, mana calon suamimu?” Boram nampak memutar kepalanya, mencari sosok Cho Kyuhyun dan mendapati pria itu tengah berbincang dengan pasangan yang baru saja tiba di pintu yang lain.

“Kajja. Aku sudah siapkan meja untuk kalian.” Ajak Minrin.

Boram dan Jongwoon mengangguk lalu mengikuti langkah Minrin.

 

“Hyung, gomapta sudah datang. Padahal hyung baru tadi pagi sampai ke Seoul.” Ucap Kyuhyun sambil memeluk sahabatnya, Kim Heechul.

Heechul tersenyum setelah dia melepaskan pelukan Kyuhyun. “Aku tidak mungkin melewatkan pestamu Kyu. Lusa kan kau sudah tidak lajang lagi.” Ucapnya.

“Hyung kapan menyusul? Hyung dan Hyunri terlihat sudah cukup pantas untuk menikah.” Tanya Kyuhyun pada Hyunri yang sedari tadi melingkarkan tangannya di lengan Heechul.

“Kau tunggu saja. Kami pasti akan menyusulmu juga.” Ucap Hyunri sambil tersenyum sangat manis.

Kyuhyun mengangguk. “Kajja. Meja kalian sudah aku siapkan.” Ajaknya dan berjalan bersama  pasangan Heechul-Hyunri.

“Loh, jagi. Ini meja untuk Boram.” Ucap Minrin saat Kyuhyun, Heechul dan Hyunri bersiap duduk.

Kyuhyun terlihat bingung. “Aku sudah menyiapkan meja ini untuk Heechul hyung. Aku kan sudah bilang padamu sebelumnya.” Ucap Kyuhyun pada Minrin.

Minrin sama bingungnya dengan calon suaminya itu. “Tapi meja yang lain sudah penuh.” Ucap Minrin.

“Sudah sudah. Kami bisa berbagi meja kok.” Ucap Jongwoon menengahi. “Iya kan?” Dia menoleh pada Heechul-Hyunri, meminta persetujuan mereka.

“Kami tidak masalah.” Ucap Hyunri cepat.

Minrin dan Kyuhyun saling pandang. “Baiklah. Mianhae Jongwoon-a, aku tidak ingat kalau Kyu sudah menyiapkan meja ini untuk orang lain.” Ucap Minrin pada pasangan Jongwoon-Boram.

Boram terkekeh. “Gwenchana. Teman Kyu berarti teman kami juga. Bukan masalah.” Ucapnya berusaha membuat Minrin tidak merasa bersalah.

Akhirnya ketiga pasangan itu duduk di meja yang memang memiliki enam kursi.

“Kenalkan, ini Kim Heechul, sunbaeku waktu di universitas dulu. Dan yang ini Lee Hyunri, tunangannya.” Ucap Kyuhyun memperkenalkan sahabatnya.

“Kim Jongwoon imnida. Dan ini istriku, Kim Boram.” Ucap Jongwoon memperkenalkan dirinya dan istrinya.

“Chakkaman.” Boram terlihat berpikir. “Kim Heechul dan Lee Hyunri. Anda putri Lee Hyukjae kan?” Tanyanya pada Hyunri.

Hyunri mengangguk dengan tampang kaget. “Ottohke….”

“Benar!” Potong Boram sebelum Hyunri. “Mereka juga akan segera menyusul kalian Kyu.” Ucapnya antusias pada Kyuhyun. “Lee Hyukjae-ssi baru kemarin mengontakku dan memintaku untuk merancang pakaian pengantin mereka. Wah… kebetulan sekali aku bisa bertemu calon pengantinnya di sini.” Lanjutnya.

Hyunri dan Heechul saling bertatapan.

“Appamu ternyata bergerak cepat.” Ucapnya dingin pada tunangannya.

Hyunri tersenyum namun jelas dipaksakan. “Kau sudah tahu dia seperti apa. Terima saja. Toh kita sudah sepakat kan?” Balas Hyunri.

“Eh?” Kyuhyun terlihat bingung dengan suasana dingin di antara Heechul dan Hyunri. “Hyung, kok terlihat tidak tahu menahu soal ini?” Tanyanya.

Heechul dan Hyunri saling mengalihkan pandangan. Berusaha untuk menutupi perang dingin di antara keduanya. Heechul tertawa. “Hahaha…. Kau tahu aku sangat sibuk Kyu. Aku bahkan belum bertemu dengan orang tua Hyunri. Mungkin mereka dan keluargaku berinisiatif untuk mengatur semuanya agar aku tidak pusing dengan semuanya. Benarkan… sayang?” Heechul bertanya sambil menatap Hyunri.

Hyunri, lagi-lagi tersenyum dipaksakan, mengangguk. “Ne. kami memang sudah menentukan tanggal pernikahannya. Tapi karena kami berdua sama-sama sibuk, bahkan untuk mengatur semua pun harus orang tua kami yang turun tangan.” Jawab Hyunri.

Kyuhyun, Minrin, Boram dan Jongwoon mengangguk mengerti meski mereka merasa sedikit janggal dengan hubungan Heechul dan Hyunri yang terlihat dingin itu.

Jongwoon, yang baru beberapa menit mengenal Heechul dan Hyunri, bahkan bisa melihat dengan jelas kalau memang ada sesuatu yang ditutupi pasangan tersebut. Jongwoon dapat melihat ke mata Hyunri kalau gadis itu terlihat tidak bahagia meski Hyunri selalu memperlihatkan senyumannya.

“Yeobo….” Boram menepuk pundak Jongwoon. Membuat suaminya itu sedikit terperanjat. “Apa Hyunri-ssi secantik itu sampai kau memperhatikannya terus. Aku cemburu loh.” Ucap Boram sambil bercanda.

Jongwoon hanya tertawa mendengar ucapan istrinya. “Tenang saja. Hanya kau, istriku, yang mampu menarik perhatianku.” Ucapnya gombal.

“EHM….” Minrin berdehem mendengar gombalan live itu. “Ini pesta kami tuan dan nyonya Kim. Kenapa malah kalian yang terlihat bahagia?” Ucap Minrin setengah meledek.

Jongwoon tertawa lagi. “Bersama seorang Kim Boram membuatku bahagia setiap saat.” Jawabnya tak kalah gombal dengan sebelumnya.

“Jinjja? Ah, aku jadi penasaran.”

Lima  pasang mata langsung menatap Heechul, orang yang berkomentar barusan.

“De?” Tanya Boram.

“Anniyo.” Kata Heechul sambil menggeleng. Dia tersenyum, sangat tampan.

-o0o-

Sebuah kapal pesiar sedang disewa [lagilagi sewa, ga modal nih KyuRin /plakk] oleh Kyuhyun dan Minrin untuk pernikahan mereka. Konsep resepsi pernikahan mereka memang di atas kapal pesiar yang berlayar di sungai Han. Pemberkatan sudah mereka lakukan di gereja yang letaknya dekat dengan dermaga [aku gak di sungai sama ato gak kaya di laut /plakk]. Dan resepsinya mereka lakukan di kapal pesiar tersebut.

“Mianhae Minrin-ah. Suamiku tiba-tiba dikirim kantornya untuk pergi ke Mokpo mengurusi masalah yang ada di sana.” Ucap Boram saat pengantin wanita itu mempertanyakan keberadaan suaminya yang tidak tampak. “Tapi dia menitip salam kok. Dia bilang dia bisa menyediakan paket khusus untuk kalian pas kalian bulan madu nanti.” Tambahnya.

“Ne, gwenchana.” Kata Minrin. “Suamimu tetap promosi yaa meski dia tidak ada di sini.” Komentarnya setelah mendengar ucapan Boram yang terakhir.

“Kau tahu sendiri dia memang bekerja di perusahaan travel agent. Aku istrinya harus membantunya promosi juga dong.”

Minrin tertawa. “Iya deh yang pasangan kompak.”

Minrin dan Boram tertawa bersama. Mereka tidak menyadari kalau ada dua pasang mata yang memperhatikan keduanya.

“Istrimu cantik sekali.” Ucap Heechul yang berada agak jauh dari Minrin dan Boram yang saling berbincang.

“Gomawo hyung. Aku pintar kan cari istri?” Kyuhyun bertanya.

Heechul mengangguk tanpa menjawab. Matanya masih terfokus pada teman si objek pembicaraan. Entah apa yang membuatnya terus menatap wanita itu. Yang ada di pikirannya hanya pernyataan kalau wanita itu menarik.

“Hyunri kemana hyung? Kenapa dia tidak datang?” Kyuhyun bertanya hal lain tanpa curiga dengan apa yang diperhatikan Heechul.

“Dia lupa kalau hari ini ada acara pembukaan cabang toko perhiasannya, jadi dia tidak sempat memberitahumu kalau dia tidak bisa datang. Tapi dia sudah menitipkan kado pernikahan kalian.” Jawab Heechul.

Kyuhyun mengangguk-anggukkan kepalanya.

-o0o-

“Aish….” Jongwoon menjatuhkan tubuhnya ke sofa. Dia melonggarkan dasinya yang terasa mencekiknya. Masalah di perusahaan yang mengharuskannya berada di Mokpo dan melewatkan acara pernikahan Minrin-Kyuhyun membuat moodnya turun. Beruntung masalahnya cepat selesai.

Kini Jongwoon berada di salah satu café di dekat pantai Mokpo. Keindahan pantai tidak membuat mood Jongwoon membaik.

“Tidak baik bagi seseorang yang sedang berada di dekat pantai malah mengeluh dan bukan menikmati keindahan pantai itu.”

Jongwoon mendongak. Melihat seseorang yang berbicara padanya. “Hyunri-ssi.” Ucapnya menyebut nama orang itu.

“Annyeong Jongwoon-ssi. Kebetulan sekali kita bisa berjumpa di sini.” Ucap Hyunri sambil tersenyum pada Jongwoon.

Entah mengapa perasaan Jongwoon yang sebelumnya semrawut kini berubah. Dia membalas senyuman Hyunri, mempersilakan gadis itu untuk duduk di sofa di depannya.

“Baru menikmati pantai sepertinnya.” Ucap Jongwoon membuka pembicaraan.

“Bagaimana anda bisa tahu?” Hyunri bertanya dengan sedikit bingung.

Jongwoon memajukan tubuhnya, dan sedikit bangkit dari duduknya. Tangannya terjulur ke depan yang mengambil sesuatu dari rambut Hyunri. “Ada daun bakau kering di rambut anda.” Ucapnya sambil memperlihatkan daun yang baru saja diambilnya.

Hyunri tersenyum. Sangat manis dan tulus.

“Anda sangat cantik kalau tersenyum tulus seperti itu.” Ucap Jongwoon tanpa sadar.

“De?”

Jongwoon hanya tersenyum sambil menatap intens Hyunri, membuat gadis di depannya itu jadi salah tingkah dan muka memerah.

-o0o-

“Lusa kita bertemu di kantor saya Heechul-ssi.” Ucap Boram sambil menatap bangunan-bangunan dari atas kapal.

Heechul menoleh pada wanita di sampingnya. “Besok memangnya kita ada janji apa?” Tanya Heechul tanpa menggunakan bahasa formalnya.

Boram agak terkesiap dengan gaya bicara Heechul. Tapi dia kemudian beranggapan mungkin karena dia teman dari temannya. “Pertanyaan anda aneh sekali.” Ucapnya kemudian. Boram menoleh, dan mendapati Heechul tengah menatapnya dengan bingung, meminta jawaban atas pertanyaannya. Boram sedikit tersenyum terpaksa dan mengalihkan pandangannya ke bangunan-bangunan lagi. “Lusa Hyunri-ssi sudah membuat jadwal menemui saya untuk menentukan model pakaian pengantin kalian.” Terangnya kemudian. Boram menoleh lagi pada pria yang juga melihat ke depan, ke bangunan-bangunan yang seolah bergerak. “Tidak mungkin hanya calon pengantin perempuan yang datang kan?” Tanyanya.

Heechul tersenyum kemudian meminum minuman di gelas  yang dipegangnya. “Hyunri belum mengatakannya padaku. Mungkin dia lupa.” Jawabnya. “Ah….” Heechul membalikkan tubuhnya, menyandarkan pinggangnya ke pagar kapal. “Bagaimana kalau kau ke kantorku saja lusa? Kita pindahkan tempat pertemuannya. Kebetulan lusa aku punya beberapa pertemuan dan tidak yakin memiliki waktu yang cukup untuk menemuimu. Bagaimana?” Heechul bertanya dengan nada sedikit bersemangat.

Boram nampak berpikir. “Jika anda memang menginginkan seperti itu.” Jawabnya kemudian.

Heechul tersenyum puas.

-o0o-

“Bagaimana? Menyenangkan kan menikmati pantai seperti ini?” Hyunri bertanya pada Jongwoon yang sedang duduk di atas pasir bersamanya. Menikmati pantai sore.

Jongwoon mengangguk. “Masalah-masalahku memnbuatku melupakan bahwa pantai ini memang sangat indah.” Jawabnya.

Beberapa saat berbincang di café, keduanya sudah terlihat sangat akrab dan tidak lagi canggung.

“Andai saja aku bertemu denganmu lebih dulu….” Hyunri bicara tanpa menatap lawan bicaranya.

Jongwoon menaikkan alisnya. “Waeyo? Apa ada masalah?” Tanyanya.

Hyunri tidak menjawab. Dia justru menundukkan kepalanya, menenggelamkannya di antara kedua pahanya. Isak tangis pelan terdengar di sela deburan ombak.

Jongwoon berjengit. “Hyunri-a, gwenchanayo?” Tanyanya. Tapi Hyunri sama sekali tidak menjawab. Dia masih sibuk dengan kegiatan menangisnya. Jongwoon lantas menarik Hyunri ke pelukannya. “Aku tidak tahu masalahmu. Tapi menangislah yang puas.” Ucapnya sambil mengelus rambut gadis itu. Menenangkannya.

Hyunri makin terisak di pelukan Jongwoon.

Entah berapa lama waktu berlalu, tapi langit sudah semakin menggelap saat Hyunri mulai menaikkan kepalanya. “Mianhae.” Ucapnya sambil mengusap air mata yang masih tersisa di pipinya sesaat setelah dia melepaskan diri dari pelukan Jongwoon.

Jongwoon menatap lekat wajah Hyunri yang sedikit membengkak namun tetap terlihat cantik itu. “Sudah merasa lebih baik?” Tanyanya.

Hyunri mengangguk setengah menunduk. Masih berusaha untuk mengusap air mata yang masih mengalir meski sedikit.

Antara sadar dan tidak, Jongwoon mengulurkan tangannya, membantu Hyunri untuk mengusap air matanya. Dan saat kedua tangan itu menyentuh pipi Hyunri, kedua mata mereka saling bertemu. Jongwoon melihat dengan jelas bahwa gadis di sampingnya begitu rapuh, berbeda dengan beberapa saat yang lalu.

Dan entah setan datang dari mana, Jongwoon mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Hyunri, memiringkan kepalanya dan menyapukan bibirnya di bibir asin Hyunri.

-to be continued-

Advertisements

10 responses »

  1. jadi #lemparSmirk ke Yesung..

    eh.. kepala gede.. kamu tu nakal banget tau di FF ini? kalo cuma pgn punya anak, kenapa ,esti gitu?
    #envy

    aku ga suka deh, biarpun kamu suami aku.. tapi ga sekejam ini, kamu boleh jadi orang aneh, seenaknya, dingin, but please.. stay with one heart 🙂

    #nyampah #marahMembabiShindong.. #eh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s