Oppa saranghae!!>.< [1 of 2]

Standard

Author : Seorin

Cast :

*) Lee Hyukjae [Super Junior]

*) Han Yoori [OC]

Genre : Romance, =P

Rate : G

Length : 2 shot

Disclaimer : Semua yang maen di ep2 ini bayar saiia pake cintaaaa/plakkk jadi terserah mau saiia apakan*ditabok*.

a/n : Sekali lagi ini ep2 entah dari jaman kapan *nyengir*, bagi yang udah pernah baca, ini ff memang pernah aku publish di blog sama akun pribadi fbku^^. Sebenernya oneshot, tapi sengaja aku bagi dua biar ga kepanjangan banget, hehe… Happy reading ajah^^

Ruang siaran radio SMAku..

Aku menarik nafasku dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Sekaranglah saatnya YooRi, batinku dalam hati. Ini kesempatanmu..

Aku berjalan mendekati mikrofon yang biasa dipakai siaran oleh anak-anak dan mengetesnya dulu sebelum kupakai. Baiklah, aku siap sekarang..

“Namaku Han YooRi!” teriakku cepat. Aku bisa mendengar suaraku yang menggema di semua sudut sekolahku sekarang. Sudah tidak ada jalan untuk mundur lagi.

“Aku Han YooRi, kelas II-3, no.urut absen 20!” teriakku sekali lagi.”Untuk orang yang kusebut namanya setelah ini, aku hanya ingin bilang..” Aku menahan napasku dan menyiapkan mentalku.”S.. SARANGHAE!!>.<! SARANGHAE..”

Brak! Pintu ruang siaran terbuka. Seseorang membekap mulutku sebelum aku sempat menyebutkan nama orang yang kusukai.

“Kau ini sudah gila ya!” sahut cowok itu. Nafasnya ngos-ngosan karena habis berlari. Aku melepas tangannya dari mulutku dan menatapnya hangat.

“Saranghae oppa..” ucapku seraya memberikan senyuman termanisku. Cowok itu memegangi mukanya yang memerah dengan cepat dan berpaling ke arah lain.

Akhirnya.. Untuk pertama kalinya dalam hidupku.. Aku berhasil menyatakan cintaku..

 

_flash_back___

Han YooRi_SD_11 tahun..

Lee Sung Min,  itulah nama cinta pertamaku. Di mataku dia benar-benar terlihat seperti pangeran. Selalu tersenyum manis, menghiburku dan menolongku saat aku kesusahan. Aku benar-benar menyukainya, tapi karena aku sangat pemalu, aku hanya berani mengamatinya diam-diam dan mencoba jadi teman yang baik untuknya. Semua itu berlangsung cukup lama. Lalu, saat aku mau memberanikan diri untuk menyatakan cintaku..

“Aku akan pindah sekolah besok,” ucap Sung Min. Saat itu musim gugur. Semilir angin membuatku yang sudah membeku karena kata-katanya jadi semakin beku saja.

“Terima kasih sudah mau jadi temanku selama ini, YooRi! Selamat tinggal!” Ia membungkuk dengan cepat dan berlari begitu saja, meninggalkanku dalam diam.

Dan…

Begitulah cinta pertamaku berakhir.. Ia ikut terbang bersama daun-daun yang kabur terbawa angin musim gugur tanpa sempat kuungkapkan..TT.TT

 

Han YooRi_SMP, 14 tahun..

Aku kembali jatuh cinta, kali ini dengan teman sekelasku yang bernama Cho KyuHyun. Orangnya sangat menarik sekali. Dia pintar matematika dan kebetulan hobi kami sama, main game. Kami berteman sangat akrab. Ia sering mengajariku matematika dan juga mengajakku bertanding tiap ada game baru yang belum kami coba. Mungkin.. karena terlalu sering bersama itulah rasa suka itu timbul..

Sama seperti cintaku yang pertama, aku juga tidak berani untuk mengatakannya. Aku lebih memilih untuk berada di sampingnya dan menyukainya secara sembunyi-sembunyi. Lalu, sahabatku yang bernama MinRin terus mendorongku untuk mengungkapkan perasaanku. Aku sangat malu, tapi ia terus memotivasiku. Dengan seluruh keberanian yang kumiliki, akhirnya aku membulatkan tekadku untuk jujur pada KyuHyun, tapi..

“Tolong berikan surat ini pada MinRin!” KyuHyun tiba-tiba saja menyerahkan sepucuk surat padaku.

“Ini..” Aku menatapnya bingung, tapi KyuHyun hanya tersipu malu.

“Karena kau sahabatku, aku akan memberitahumu satu rahasia..”

“He?”

“Itu surat ajakan untuk bertemu dengannya di taman sore ini. Aku akan bilang kalau aku sudah lama suka padanya, hhe..”

Krek. Pranggg!! Hatiku pecah berkeping-keping seperti kaca yang baru saja terbanting keras ke lantai. Sahabat yang kusukai.. ternyata suka pada sahabatku yang lain..

Setelah itu, KyuHyun benar-benar menyatakan rasa sukanya pada MinRin. Tadinya MinRin menolak karena ia tahu aku suka pada Kyu Hyun, tapi aku terus meyakinkannya bahwa aku baik-baik saja. Lagipula, aku juga tahu kalau sebenarnya ia juga memendam rasa pada KyuHyun. Ia tidak pernah bilang karena akulah yang selalu ribut soal Kyu Hyun dan dia hanya jadi pendengar setiaku.

Aku tidak menyesal saat mengorbankan cintaku untuk seorang sahabat yang kusukai, tapi.. lagi-lagi.. cintaku layu sebelum sempat kuutarakan.. T^T

 

Han YooRi_SMA, 16 tahun, 1 bulan sebelum kejadian di ruang siaran..

Saat ini, aku kelas 2 SMA. Aku sedang dalam masa-masa untuk meyakinkan diriku supaya aku lebih berani untuk menyatakan rasa sukaku secara terang-terangan pada orang yang kusukai. Aku tidak ingin gagal seperti cinta pertama dan keduaku, karena itu..

“A.. Aku..” Aku menelan ludah dalam-dalam saat menatap cowok yang ada di depanku itu. Choi Siwon, itulah namanya. Keringat dingin mulai menetes dari keningku. Sudah hampir ¼ jam aku berdiri di taman belakang sekolah.

“S..” Entah kenapa lidahku kelu.”S.. Se.. Se..”

“YooRi! Awaasss!!!”

“He?”

Brukkk! Sesuatu yang keras berbenturan dengan kepalaku. Aku ambruk dalam kegelapan bersama bintang yang melayang-layang dan dunia yang mendadak berputar.

___***___

Aku sudah ada di UKS saat sadar. MinRin di sampingku, sedang menjagaku.

“Aishh, appuh…” ucapku sambil mengernyit kesakitan dan memegangi kepalaku. Aku duduk di dipan dibantu oleh MinRin. Kepalaku nyut-nyutan tidak karuan. Aku tidak tahu berapa lama aku pingsan.

“Apa yang terjadi?” tanyaku kemudian.

“Kau pingsan setelah tertabrak Hyukjae-sunbae yang main skateboard sembarangan di halaman belakang sekolah,” jelas MinRin.

“Tertabrak..  H.. Hyukjae-sunbae?” Aku meloading kata-kata MinRin agak lama sebelum nyaris terlonjak di atas tempat tidur dan berteriak panik dengan tiba-tiba.”H Hyukjae-sunbae??! Bagaimana keadaannya?? Apa dia baik-baik saja?? Apa..”

“Dia di situ,” potong MinRin kalem sambil menunjuk tempat tidur yang tertutup tirai di sampingku. Aku buru-buru melompat dan menyingkap tirai itu.

“Hwaaaa!!! HyukJae-hyuuuuunggg!!!”

Duakk! Segenggam tangan berhasil mendarat dengan mulus di ubun-ubunku.

“Appuh..”

“Harus kuingatkan berapa kali sih supaya kau tidak memanggilku hyung lagi. Kau kan perempuan, panggil aku oppa atau paling tidak sunbae!” sahut cowok yang ada di depanku itu bersungut-sungut.

Dia Lee Hyukjae, siswa kelas 3, setahun di atasku. Kami pertama kali berkenalan karena tabrakan yang tidak disengaja. Ipod kami yang bentuknya sama tertukar sehingga kami harus bertemu untuk yang kedua kalinya. Setelah itu, kami jadi sering ketemu dan ngobrol karena ternyata selera musik  kami sama. Dia.. sudah jadi kakak sekaligus sahabat yang sangat baik dan menyenangkan untukku.

“Hhe..” Aku cengengesan tidak jelas. “Tapi hyung tidak apa-apa, kan?” Aku menatapnya khawatir, dari ujung atas sampai ujung bawah tanpa peduli pada protesnya akibat kupanggil hyung.

“Kau salah kalau khawatir padanya. Yang jadi korban kan dirimu,” komentar MinRin.

“Tapi aku kan juga pingsan!” bela Hyukjae-hyung tidak mau kalah.

“Apa? Hyung pingsan?? Hahahaha!!” Aku langsung tertawa geli.

“Aishh, sepertinya aku salah ngomong,” gumam Hyukjae-hyung tidak jelas. Aku makin ngakak saja.

“Hahahaha!! Hyung bodoh! Masa’ nabrak sendiri pingsan sendiri! Hha!”

“Brisik! Walau bagaimanapun aku ini sunbae-mu ya! Hormatlah sedikit! Enak saja bilang bodoh!”

“Hahaha! Hyung memang bodoh! Sangat bodoh! Hahaha! Bod..”

Duakk! Lagi-lagi aku dijitak oleh hyung.

“Appuhda..”

“Makanya jangan berisik!”

“Hyung jahat! Sukanya main jitak!”

“Kau ini kan memang pantas dijitak!”

“Ya! Kalian ini kan sudah SMA, bukan anak kecil lagi! Bisa berhenti tidak sih!” lerai MinRin.

“Shireo!” jawab kami berbarengan. Kami segera adu argumen lagi setelah menengok ke arah MinRin selama sepersekian detik.

“Aishh, kalian ini.. cheongmal..” MinRin mendengus pelan sebelum menggelengkan kepalanya prihatin melihat tingkah kekanak-kanakan kami.

Ya, beginilah masa SMA-ku.. ketika akhirnya aku berani untuk jatuh cinta lagi.. Begitu menyenangkan.. damai.. dan penuh warna..

___***___

“Jadi yang kau sukai itu Siwon?” tanya Hyukjae-hyung. Aku bisa merasakan wajahku langsung memerah saat itu. Tatapanku berkeliaran entah kemana dan tidak berani sedikitpun mengarah pada Hyukjae-hyung. Kami sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah naik sepeda masing-masing. Kebetulan arah rumah kami sama.

“A.. Annio..”kilahku.

“Bohong. Tadi pagi kau bilang mau mencoba menyatakan perasaanmu pada orang yang kau sukai, kan? Lalu aku melihatmu di belakang sekolah, apa saat itu..”

“Annio~,” ucapku cepat.”Annio. Annio.Annio,”aku masih bersikeras dengan jawabanku.

“Aishh, berarti tadi aku mengganggu pernyataanmu ya? mianhe~. Aku jadi merasa bersalah.”

“YA~~!” Aku mengerem sepedaku mendadak dan menatap HyukJae-hyung tajam.”Sekali lagi hyung mengatakan hal itu, aku tak kan segan membunuh hyung.”

“Aih aih.. sepertinya aku membangunkan singa dari tidurnya ya??” sahut hyung, masih dengan wajah inosennya.  Aku mendengus pelan.

“Hanya sedang tidak mood saja untuk membicarakan hal seperti itu.”

“Ara ara. Mianhe YooRi-ah.” Hyung memamerkan puppy eyesnya.”Tapi tenang saja, kalau kau butuh bantuan aku siap bantu kok. Kalau kau butuh kencan romantis dengan Siwon, aku pasti akan menyiapkannya untukmu. Atau.. mungkin kau butuh sesuatu yang lain untuk menyatakan cintamu, mungkin saja.. hmm, apa ya..Biar kupikirkan dulu..”

“Aishh, hyung mulai ngaco! Aku duluan saja ah!” Aku memacu sepedaku lebih cepat hingga jauh di depannya. Telingaku sudah panas mendengar ocehannya barusan.

“Ya! YooRi ah! Tunggu!” Hyukjae-hyung segera menggejarku dengan cepat. Kami masih sempat mengobrol lebih banyak lagi sebelum berpisah saat sudah sampai depan rumahku.

___***___

Aku menatap foto cowok yang kusukai. Sebuah foto yang sengaja kuselipkan di sudut terdalam dompetku supaya tidak seorangpun tahu..

Aku menyukainya sejak kami pertama kali bertemu.. Lebih menyukainya lagi setelah melihat senyumnya yang tulus.. Lebih lebih menyukainya lagi setelah mengenalnya.. Benar-benar menyukainya.. Tahukah dia tentang perasaan ini.. Tahukah dia kalau dadaku selalu berdebar saat di dekatnya.. Tahukah dia kalau aku selalu menunggu kata-kata cinta keluar dari mulutnya.. Tahukah orang itu..

Shining star.. like a little diamond..

Suara nada dering itu menyentakku dari lamunan. Siwon-oppa memanggil.

“Y.. Yobboseyo,” ucapku gelagapan saat mengangkatnya.

“Kau terdengar gugup,” sahut Siwon-oppa dari seberang sana.

“Ah, anni.. h hanya sedikit kaget saja..” elakku.

“Oh ya, masalah kemarin..”

Deg. Aku terdiam. Keringat dingin mulai muncul lagi di sekujur tubuhku dan waktu terasa berputar lebih cepat sekarang. Kejadian di belakang sekolah sebelum Hyukjae-hyung menabrakku terbayang kembali. Aku hanya berdua dengan Siwon-oppa saat itu..

“A..aku..” Aku melirik ke sana kemari, mencoba mencari alasan, tapi otakku buntu.

“Kau belum mengatakan apa yang ingin kau katakan, kan?”

“I.. itu..” Aku menggigit bibirku.”Apa oppa benar-benar ingin tahu apa yang ingin kukatakan?”

“Tentu saja.”

“Emmm.” Aku menelan ludah dalam-dalam. Haruskah aku mengatakan apa yang kurasakan tentang Siwon oppa sekarang..

___***___

Paginya..

“Kemarin Siwon-oppa menelponku dan tanya soal kejadian di belakang sekolah.. Hwaaaa… MinRin~ bagaimana ini..” Aku mengambrukkan diri di kasur MinRin dan menenggelamkan diri di bantal. Hari ini Minggu, sekolah libur, aku main ke tempat sahabatku satu itu.

“Memangnya kau jawab apa?”

“Aku bilang kasih aku waktu.. tapi.. tapi..”

“Kalau begitu semuanya terserah kau sekarang.”

“Mwo? Kenapa terserah aku?”

“Ya! Lalu kau inginnya jawaban seperti apa?”

“Ya!Kenapa malah balik tanya?”

“Han YooRi!” MinRin memanggilku dan membuaatku menatapnya lekat-lekat.”Sadarlah! Sampai kapan kau mau seperti ini terus?? Kalau suka bilang saja suka, kalau tidak suka bilang saja tidak!”

“Masalahnya tidak semudah itu..”

“Kau sendiri yang membuat semuanya rumit.”

Haaah.. Aku menghela nafas panjang. Benar, akulah yang membuat semuanya jadi rumit. Padahal tinggal berdiri di depan orang yang kau sukai lalu menyatakan suka dan semuanya akan beres. Terserah yang terjadi selanjutnya, apakah orang itu akan menerima cintaku atau tidak, tapi.. Lagi-lagi aku takut.. bukan takut ditolak, tapi.. aku takut.. ada sesuatu yang akan rusak.. bukan cuma satu.. tapi dua sekaligus.. Hupf.. ottohke…

___***___

Aku baru akan berbelok menuju kelas III-1, kelas Hyukjae-hyung dan Siwon-oppa ketika aku melihatnya.. Orang yang kusukai..

Ia berdiri di depan kelas bersama seorang gadis manis berambut ikal, kelihatannya gadis itu sekelas denganku.

“Ini sengaja kubuat untuk oppa..” sahut gadis itu seraya memberikan sebuah bungkusan kecil berisi kue yang dibuatnya saat pelajaran tataboga tadi. Aku bisa melihat semu merah di pipinya saat cowok di depannya itu mengambil kue di tangannya dan mengucapkan kata itu sambil tersenyum.

“Terima kasih..”

Aku terhenyak. Sebelum dua orang itu melihatku, aku buru-buru menyembunyikan diri di balik tembok dan menghela nafas panjang.

Aissh.. kenapa melihat pemandangan yang seperti itu nyaliku jadi ciut ya.. Aku menatap bungkusan kue yang agak gosong di tanganku. Padahal aku dan gadis membuatnya dalam waktu yang sama, dengan bahan yang sama dan untuk orang yang sama, tapi kenapa hasilnya begitu berbeda ya.. hupf.. kalau dibandingkan dengan gadis itu, aku pasti kalah manis dan kalah pintar memasak.. haah..

Apakah kisah cintaku juga akan berakhir seperti ini saja?? TT_TT

 

To be continued…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s