(Ficlet) A Note’s Love

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Kim Jisoo [OC]

*) Kim Myungsoo [Infinite]

*) Kim Sunggyu [Infinite]

*) Yang Yeonra [OC]

Genre : AU, Romance

Disclaim : L ma LeadGyu di bawah manj Woollim ent dan terikat kontrak ma aku. si Jisoo sama Yeonra anak dapet nemu… gak tau siapa, tapi mereka juga ada kontrak sama aku. Jadi terserah mu diapain *ditendang inspirit*

a/n : yg mau jadi Jisoo juga Yeonra, silakan daftar sama anak saia, bayar uang pendaftaran juga sama dia *buat bayar gaji dongwoo /plakk* ini imajinasi saia abisan denger si seunghyun yang tampan nan mempesona nyanyi. Yg nyanyi anak FTI tapi yg kbayang buat di ff’in malah anak Infi… fyi,  yg cetak miring gak menjorok itu flashback, yg menjorok itu isi buku… happy reading ^^

 

…. Yang aku lakukan hanya menatapnya dari jauh. Meski aku tahu aku sudah menyukainya sejak sebelas tahun yang lalu. Meski suka itu kemudian berubah jadi cinta. Tapi tak ada yang bisa aku lakukan selain mencintainya dalam diam.

Dia, pria tampan dengan senyum yang manis. Terkesan sombong tapi sangat ramah. Aku menyukai dia. Jika dibilang aku menyukainya sejak pertama kali bertemu, itu salah. Awalnya aku menganggap dia pria yang sulit angkuh dan aku enggan mendekatinya. Tapi dia menyapaku, selalu memberiku senyuman manisnya. Dan kemudian aku menyukainya. Sikap ramah yang selalu dia tunjukkan pada siapapun itu membuatnya tampak istimewa di mataku. Sampai kemudian aku sadar kalau aku sudah jatuh cinta padanya.

Jisoo menutup buku kecil berwarna ungu di tangannya. Dia lantas tersenyum mengingat objek yang jadi tokoh utama di dalam kisah buku yang dipegangnya. Jisoo yang tengah berada di sebuah café, mengambil cangkir di hadapannya dan mencium aroma melati di dalam cangkir tehnya sebelum kemudian dia menghabiskan seperempat dari isi cangkirnya itu. Jisoo menoleh ke arah luar. Sebenarnya bukan dunia luar yang sedang diperhatikan olehnya, tapi bayangan samar yang terpantul dari kaca besar transparan di sampingnya. Jisoo memperhatikan punggung samar seorang pria yang tengah melayani tamu yang duduk di seberangnya.

:: Nal saranghandaneun ni mali wae geutorok seulpeosseotneunji…. ::

Jisoo langsung mengambil ponsel yang dia simpan di tasnya dan menekan tombol hijau begitu nada dering ponselnya berbunyi.

“Eomma, ne wae geurae?” Tanya Jisoo pada si penelepon. “Jeongmalyo? Ne, arraseo.” Ucapnya antusias setelah beberapa lama diam mendengarkan si penelepon berbicara.

Jisoo berdiri dari tempat duduknya, sesaat setelah dia meletakkan uang sejumlah harga teh  melatinya kemudian pergi dari café itu.

-o0o-

Jisoo tidak bisa menyembunyikan raut bahagia di wajahnya saat melihat orang yang dirindukannya tengah duduk di sofa rumahnya sambil berbicang dengan ibunya. “Myungsoo oppa.” Panggil Jisoo sambil merentangkan kedua tangannya.

Myungsoo, orang yang dipanggil Jisoo langsung tertawa. Dia lantas bangkit dari tempat duduknnya lalu mendekati Jisoo. Menempelkan tubuhnya dengan tubuh Jisoo.

Jisoo langsung menangkupkan kedua tangannya di punggung Myungsoo, memeluknnya. “Oppa bogoshipo.” Bisik Jisoo tanpa mau melepaskan pelukannya.

“Na do bogoshipo.” Ucap Myungsoo. “Uri dongsaeng, belum juga tambah tinggi.” Komentar Myungsoo sambil mengacak rambut di puncak kepala Jisoo.

Jisoo lantas melepaskan pelukannya dan menggembungkan kedua pipinya. “Sudah aku bilang jangan pernah berkomentar soal tinggiku.” Protes Jisoo.

Myungsoo tersenyum.

-o0o-

“Eonni, oppa sudah pulang. Haruskah aku ceritakan semuanya?” Jisoo bertanya pada sebuah sosok di dalam bingkai foto yang dipegangnya. Jisoo lantas menutup kedua matanya dan mendekap bingkai foto di tangannya, mengingat pembicaraannya dengan sosok orang yang dipanggilnya ‘eonni’ di masa lalu.

“Jisoo-ya, boleh aku minta tolong padamu? Tolong sampaikan pesan cintaku padany. Seandainya waktu tidak bersahabat denganku dan aku pergi sebelum mengatakannya, tolong sampaikan padanya kalau aku sangat mencintainya.”

“Eonni, kau tidak boleh begitu! Yakin lah kalau umur eonni masih sangat panjang. Eonni pasti bisa mengatakannya langsung pada oppa.”

“Aku juga berharap begitu. Tapi, seandainya aku tetap tidak bisa. Maukah kau berjanji padaku untuk mengatakannya?”

“Aku tidak akan berjanji karena aku yakin eonni pasti bisa mengatakannya sendiri.”

“Jebal….”

“Ara ara.”

“Eonni, Sunggyu oppa sudah pulang. Andai saja eonni masih ada disini….” Jisoo menggantungkan kata-katanya. Dia merasakan panas di matanya. Dan bulir air dari matanya mulai mengalir di pipinya.

-o0o-

…. Dia lebih senang berdiam diri daripada berbicara seperti kebanyakan temannya. Hampir saja keberadaannya tidak diketahui oleh orang-orang di sekitarnya. Tapi dia memang dia, dalam diamnya dia menyembunyikan banyak hal. Teman-temannya tetap tahu sosoknya. Tetap bisa melihat dia meski dia hanya diam, karena dia bersinar dengan caranya.

Aku menyukainya? Ya, sangat. Sosoknya yang gagah. Bertindak cepat disaat tepat. Memberi kejutan yang indah untuk setiap temannya. Dia pandai memberikan kesan yang mendalam untuk teman-temannya. Tak ada yang bisa melupakan semua kebaikannya, termasuk aku. Meski tahu sikapnya tidak dia tunjukkan hanya padaku, tapi aku bahagia. Bahagia menyukai sosok sepertinya.

Jisoo menutup buku cokelat di tangannya. Dia lantas meminum cokelat panasnya setelah menyimpan kacamata yang sebelumnya dia pakai. Jisoo mengecek jam tangannya dan menatap ke sekitarnya. Dia sedang berada di café favoritnya, menunggu seseorang yang sudah dia ajak untuk bertemu.

Keputusannya sudah bulat. Dia sudah berjanji dan harus memenuhi janjinya itu. Jisoo sudah berjanji pada Yeonra, kakak kelas yang sangat dekat dengannya, untuk menyampaikan pesan cinta Yeonra pada Sunggyu, kakak sepupunya yang baru saja pulang dari kuliahnya di Jepang bersama Myungsoo, kakaknya. Yeonra sudah pergi meninggalkan dunia sebelum dia mengatakan sendiri pada Sunggyu, jadi tugasnya lah untuk mengatakan semuanya.

Senyuman terkembang di bibir Jisoo saat melihat sosok yang dia tunggu masuk ke dalam café dan berjalan menghampirinya. “Sunggyu oppa.” Panggil Jisoo pada orang itu.

-o0o-

“Oppa sedang apa?” Tanya Jisoo pada Myungsoo. Dia melongokkan kepalanya diantara pintu kamar Myungsoo.

“Hanya diam sambil membaca berita, wae?” Myungsoo balik bertanya pada adiknya itu.

“Boleh aku masuk?” Tanya Jisoo lagi.

“Masuklah.” Ucap Myungsoo.

Jisoo masuk ke dalam kamar kakaknya itu. Dia lantas mengambil tempat duduk di atas kasur kakaknya. Jisoo memperhatikan Myungsoo yang tengah asik berkutat dengan laptopnya.

“Wae? Apa aku tampan sampai kau terus melihatku seperti itu?” Tanya Myungsoo sambil berbalik menatap Jisoo.

“Ne, oppa sangat tampan.” Jawab Jisoo jujur. “Oppa, saranghae.” Ucap Jisoo kemudian yang disambut senyuman oleh Myungsoo. “Nan jeongmal saranghae.” Ucap Jisoo cepat saat melihat Myungsoo siap berucap. “Aku tahu aku tidak pantas mengucapkan ini. Tapi aku tidak bisa terus menyembunyikan semuanya. Kita adik kakak, ya. Tapi kita sama sekali tidak ada hubungan darah. Aku hanya orang luar yang diangkat anak oleh keluarga kalian. Aku mungkin kurang ajar karena berani mencintai kakakku sendiri. Tapi aku tidak ingin berbohong lagi. Aku tidak menganggap oppa sebagai kakakku. Awalnya mungkin ya, tapi kemudian aku sadar kalau cinta yang aku punya adalah cinta yeoja pada namja, bukan cinta dongsaeng pada oppa. Oppa mianhae, saranghae.” Terang Jisoo panjang lebar. Dia lantas memberikan buku kecil berwarna ungu pada Myungsoo sebelum dia menghilang di balik pintu kamar Myungsoo.

-o0o-

Jisoo dan Yeonra menatap langit yang cerah. Keduanya tengah tidur terlentang di taman sekolah mereka. Langit sore membuat bias warna yang indah di langit sana.

“Jisoo-ya, eonni punya sesuatu untukmu.” Ucap Yeonra kemudian bangkit dari tidur terlentangnya. Dia mengambil tas sekolah yang dia simpan di samping lalu mengeluarkan dua buah buku kecil berwarna ungu dan cokelat dari dalam tasnya itu.

“Ige mwoya?” Tanya Jisoo yang juga sudah bangkit dari tidurnya. Jisoo menatap bingung satu buku berwarna ungu di tangannya yang baru saja diberikan Yeonra padanya.

“Bisa dikatakan buku diary. Ayo kita tulis tentang Myungsoo dan Sunggyu oppa di dalamnya. Agar rasa cinta yang kita punya tidak hanya tersimpan di hati. Agar suatu saat nanti, saat ada waktu yang tepat, mereka bisa tahu apa yang kita rasakan terhadap mereka. Agar saat kita menemukan cinta yang baru, cinta pada Myungsoomu dan Sunggyuku tidak pernah terhapus.” Terang Yeonra.

Jisoo tersenyum, dia kemudian mengangguk.

-end-

Sengaja dibikin gantung! wkwkwk~ bayangin aja pegimana reaksi Sunggyu oppa juga L abisan itu… aku gak mau bilang aahh~ met membayangkan

Advertisements

2 responses »

  1. saeng, mampir lagi..
    hobi banget ya ternyata bikin cerita gantung
    .___.
    tapi baguslah endingnya ga boring kaya typical happy ending/sad ending hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s