(Ficlet) My Ice Princess

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Lee Hongki [FT Island]

*) Cha Seora [OC]

*) Choi Jonghoon [FT Island]

Genre : AU, OOC, Little Angst, Little Thriller

Length : Ficlet

Disclaim : yg punya cerita itu saia, yg punya cast bilang aja, bukan saia ko.. cuman pinjem /plakk

a/n : LOL… gak tau kenapa bikin ginian, padahal yg didenger pas bikin itu Like a Knife’a Secondhand Serenade dan niat mau bikin kaya lirik lagu’a tapi jadi’a jauuhh banget…  happy reading ^^’

 

-o0o-

Jika pria sakit hati karena cinta, maka luka itu akan sangat sulit untuk disembuhkan. Perempuan mungkin berpikir kalau mereka paling sakit jika dikhianati. Tapi sejatinya, pria lah makhluk yang paling tak bisa menerima sesuatu yang dinamakan pengkhianatan…

-o0o-

Seorang pria tengah tertawa sekeras yang mampu dihasilkan pita suaranya dengan kesadaran yang hanya tinggal seperempatnya. Dia memegang sebuah gelas dengan cairan putih bening di dalam gelas tersebut. Pria itu kemudian meneguk habis cairan bening di gelasnya hingga tak bersisa.

“Hiik….”

Pria itu cegukan karena minuman yang telah mengalir di tenggorokannya merupakan jenis minuman yang memabukkan dan dia sudah menghabiskan lebih dari sepuluh gelas minuman itu. “Lee Hongki, kau makhluk paling bodoh di dunia.” Ucapnya pada dirinya sendiri.

Dia lantas tertawa lagi. Kesadarannya memang sudah semakin minim, tapi dia masih mengingat kejadian saat dia masih sepenuhnya sadar sebelumnya.

“Hongki-ya, mianhae.” Ucap gadis yang sangat dicintai Hongki.

Alis mata Hongki terangkat dan dari ekspresinya memperlihatkan kalau Hongki tidak mengerti ucapan maaf yang terlontar dari bibir gadis yang berstatus sebagai kekasihnya itu, Cha Seora. “Wae? Kenapa meminta maaf?” Tanya Hongki kemudian. Kedua tangan Hongki menarik kedua jemari Seora dan meremasnya pelan.

Keduanya tengah berada di atas sofa di dalam apartemen Seora dan saling berhadapan.

Seora terus menunduk sejak pernyataan maafnya pada Hongki.

 Hongki lantas melepaskan satu tangan Seora dan mengangkat dagu gadisnya itu. Dilihat Hongki sebutir air mata menggenang di masing-masing kelopak mata indah Seora. Hongki makin bingung dengan sikap yang ditunjukkan oleh kekasihnya itu.

“Seora, ada apa?” Hongki bertanya lagi dengan rasa cemas.

“Aku….” Seora mulai berkata lagi. Tapi dia menggantungkan ucapannya, agak ragu untuk mengatakannya pada Hongki.

“Hm? Wae?” Hongki bertanya lagi dengan nada lembut, menahan rasa penasarannya yang membuncah.

“Aku… aku hamil, anak orang lain. Aku berkencan dengan orang lain selain denganmu.” Ucap Seora akhirnya.

Tangan Hongki di dagu Seora jatuh ke sofa, dan genggaman tangannya yang lain perlahan mengendur. “M… mwo?” Hongki bertanya dengan nada bergetar. Dia berharap bahwa apa yang baru saja didengarnya bukan suatu kenyataan, dia berpikir kalau dia salah dengar. Efek dari hobinya yang menonton sinetron dengan kisah yang mirip seperti apa yang baru saja didengarnya.

“Aku hamil, dengan orang lain.” Seora berkata lagi.

Tanpa sadar Hongki langsung membuat jarak dengan kekasihnya itu. Dia, masih dalam posisi duduknya, mundur perlahan hingga ujung sofa. “Bagaimana bisa kau….” Hongki bertanya, tapi dia tak sanggup bertanya hingga selesai, dia tidak sanggup mengatakan empat kata terakhir yang tadi diucapkan Seora.

Seora menggeleng sambil menunduk, tidak sanggup menatap pria yang sudah disakitinya itu. “Ini semua kesalahanku. Aku yang tidak setia, meski aku mencintaimu tapi aku tidak bisa menolak orang lain yang menawarkan cintanya padaku.” Jawab Seora sambil menumpahkan air mata sebanyak yang bisa diproduksi kantung air matanya.

Hongki kemudian bangkit. Dia menatap nanar Seora yang terus menunduk. Dan tanpa harus Seora mengangkat kepalanya, dia tahu Hongki menghilang di balik pintu apartemennya.

 

“HAHAHAHAHAHAHAHAHA…….” Hongki tertawa bak orang gila. Kesadarannya makin menipis. Tapi di sela tawanya, bulir-bulir air mengalir dari matanya. Hongki merasakan sesak yang teramat sangat di dadanya. Dia menyimpan gelas yang tadi dipegangnya ke meja lalu tangannya beralih ke dadanya. Menepuk dadanya itu berharap sesak dan sakit yang dirasakannya dapat berkurang. Tapi percuma, sakit itu malah semakin menjadi membuat Hongki semakin frustasi.

“Kau jahat Cha Seora! Nappen yeoja.” Ucap Hongki sambil menangis dan tetap menepuk dadanya semakin kuat.

Tak lama, Hongki ambruk dan kesadarannya benar-benar menghilang.

-o0o-

3 Months Later…

Hongki menggeliat di atas kasurnya. Dia mengangkat kedua tangannya untuk meregangkan otot-ototnya. Sesekali Hongki menguap. Setelah dirasa dia sudah sadar sepenuhnya, Hongki bankit dari tempat tidurnya. Dia lantas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Tiiittt…

Setengah jam setelah Hongki bangun, bel rumah tempatnya tinggal berbunyi. Hongki menghampiri pintu dan meninggalkan sandwich yang tersisa sepertiga di piring di meja makan. Hongki mengintip siapa pengunjung pagi harinya lewat lubang kecil di pintunya. Dia melihat seseorang yang dikenalnya tengah berdiri menyamping di depan pintu rumahnya itu. Hongki kemudian membuka pintu.

“Jonghoon-a, tumben kau kemari pagi-pagi.” Ucap Hongki pada temannya yang bernama Choi Jonghoon.

Jonghoon berbalik menghadap Hongki dan tersenyum. “Aku ingin mengajakmu pergi.” Ucap Jonghoon. Tanpa dipersilakan oleh yang punya rumah, Jonghoon masuk ke dalam rumah Hongki dan langsung menuju dapur untuk mendapatkan minuman kaleng dari dalam kulkas Hongki. “Kau masih sarapan ternyata.” Ucapnya saat mendapati sisa sandwich di atas meja makan.

Hongki yang mengikuti Jonghoon dari belakang kemudian mengambil sandwich miliknya dan menghabiskannya. “Mau pergi kemana?” Tanya Hongki tak menanggapi ucapan Jonghoon yang terakhir.

“Sudah tiga bulan kau tidak punya pacar. Ayo! Aku akan mengenalkanmu pada gadis yang sesuai dengan tipemu.” Terang Jonghoon.

Hongki menggeleng. “Aku tidak mau.” Ucapnya.

Jonghoon menghela nafas. “Sudah saatnya kau punya kekasih lagi Hongki-ya.” Ucapnya sambil menepuk pundak Hongki.

Lagi-lagi Hongki menggeleng. “Aku bahagia saat ini dan aku sedang malas berhubungan dengan perempuan. Nanti saja kalau aku mulai kesepian.” Kata Hongki sambil  sedikit terkekeh.

“Ah! Memang sulit kalau kau sendiri tidak mau. Tapi aku sudah membuat janji dengan mereka. Kau tetap harus menemaniku. Aku malas pergi sendiri.”

Hongki mengangguk.

-o0o-

Senyuman terkembang dengan sangat lebar di bibir Hongki. Segelas minuman bening di tangannya menemani Hongki menikmati keindahan di hadapannya. Dia sedang berada di dalam ruangan yang baru tiga bulan yang lalu berdiri di belakang rumahnya. Ruangan itu terpisah sendiri dari rumah Hongki. Setengah dari bangunan ruangan itu berada di atas tanah dan setengahnya berada di bawah. Hongki sebenarnya ingin membangun ruangan bawah tanah, tapi tidak bisa. Jadi hanya setengah bangunan itu yang berada di bawah tanah.

Hongki mengetukkan gelas yang dipegangnya ke sebuah kaca yang berada tepat di depannya hingga menimbulkan bunyi ‘tingg’.

“Cheers…” Ucap Hongki kemudian meminum setengah dari isi gelasnya. “Cha Seora, kau sangat cantik di dalam balok es itu.” Guman Hongki tetap dengan ulasan senyum di bibir tipisnya.

Sebuah kaca yang berbentuk persegi panjang melingkupi balok es yang cukup besar. Tingginya mencapai dua meter dengan panjang dan lebar hampir satu meter. Di dalam balok es yang sangat dingin itu berdiri sosok Cha Seora, mantan kekasih pujaan hati Hongki. Dua setengah bulan yang lalu Hongki membius Seora yang membekukan gadis itu bahkan dalam keadaan masih hidup. Hongki memakaikan gaun pengantin di tubuh Seora. Gaun yang sudah dibeli Hongki seminggu sebelum Seora mengatakan kenyataan yang membuat hati Hongki hancur.

Hongki sangat mencintai gadisnya, bahkan terlalu mencintai. Dia tidak ingin gadisnya dimiliki oleh orang lain, maka dari itu dia melakukan semuanya. Memonopoli Seora untuknya sendiri.

“Kau tidak akan pernah pergi dari sisiku lagi sayang, selamanya.” Ucap Hongki sembari menghabiskan sisa cairan bening di gelasnya.

-end-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s