(Oneshot) Lose For 650 Times

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Lee Hongki [FT Island]

*) Choi Ha Kyung [OC]

*) Choi Jonghoon [FT Island]

Genre : AU, OOC, Half Romance, Gajelas

Disclaim : yg punya Hongki siapa?? Bukan saia, yg punya Hakyung ituu… *nunjuk si Rezti* yg punya cerita baru saia, xoxo~

a/n : antiklimaks… wkwkwk~ jadi diijinkan kalo mau protes, mlongo dan bingung baca nih ff. aku ide’a dapet dadakan dan beda banget sama niatan sebelom’a… XD judul sama sekali gak nyambung /plakk.. dan mian buat yg nama’ a Hakyung, ada sedikit darah di sini. Tapi gak serem ko… oke, happy reading ^^

 

Lose For 650 Times

Dua pria yang ketampanannya menggoda iman tengah berjalan di lorong salah satu bangunan Fakultas Seni sebuah Universitas swasta di Seoul, Korea Selatan. Keduanya sedang berjalan menuju café yang berada di samping bangunan fakultas tersebut. Beberapa pasang mata yang memang sedang menganggur langsung menatap keduanya. Cuci mata gratis.

Kedua pria itu kemudian duduk di kursi di salah satu meja yang tersedia di café tersebut. Baru sekitar dua menit keduanya duduk, salah satu pria itu bangkit lagi dari duduknya.

“Mau kemana Hongki-ya?” Tanya pria  yang satu bingung melihat temannya yang wajahnya sedikit memucat.

“Alarmku berbunyi. Aku harus pergi Jonghoon-a. Tolong kau belikan makanan untukku ya.” Ucap Hongki sekaligus meminta pada temannya yang bernama Jonghoon. Detik berikutnya setelah Hongki bicara, dia langsung pergi dari café dengan langkah tergesa bahkan terkesan lari.

Jonghoon menatap kepergian Hongki sampai pria itu hilang dari pandangannya. “Dasar Hong… HUWAAA….” Jonghoon terlonjak dari duduknya begitu dia berbalik lagi ke depan dan mendapati seorang gadis tengah duduk di tempat tadi Hongki duduk sambil menopang dagu dan menatapnya. Itu yang dimaksud alarm oleh Hongki.

“Oppa, annyeong.” Ucap gadis itu sambil tersenyum manis.

“YA! Choi Ha Kyung!” Jonghoon menyebutkan nama gadis yang duduk di hadapannya. “Berhenti tiba-tiba muncul seperti itu.” Ucapnya.

Ha Kyung adalah hoobae Jonghoon dan Hongki di fakultas yang sama namun beda jurusan. Gadis manis itu sudah mengejar Hongki dan menyatakan cintanya pada Hongki sejak awal-awal dia kuliah. Dan setiap kali Ha Kyung menyatakan cinta, kata ‘tidak’ selalu menjadi jawaban yang diberikan oleh Hongki. Namun gadis itu tidak pernah berhenti untuk mengejar juga menyatakan cinta bagi Hongki. Sampai Hongki juga sudah bisa merasakan tanda-tanda jika Ha Kyung mulai mendekatinya.

Ha Kyung hanya tersenyum menanggapi ucapan Jonghoon yang terlihat kesal. Dia lalu mengganti ekspresinya jadi sedih. “Kenapa ya Hongki oppa selalu menghindariku?” Dia bertanya tapi bukan pada Jonghoon. Dia seolah bicara sendiri.

Jonghoon mendesah pelan melihat ekspresi dari gadis di depannya. “Sudah jelas kan? Kau itu terlalu bersemangat mengejar dia dan dia merasa tidak nyaman. Makanya dia selalu menghindarimu.” Ucap Jonghoon.

“Apa iya?” HaKyung bertanya lagi. Tapi lagi-lagi, pertanyaan itu seolah tidak ditujukan pada Jonghoon. Terlihat dari pandangan matanya yang menatap menerawang langit-langit café. Ha Kyung lalu menoleh pada Jonghoon. “Oppa, apa orang yang jatuh cinta tidak boleh memperlihatkan cintanya? Kenapa Hongki oppa merasa tidak nyaman? Aku kan hanya menunjukkan rasa cintaku, bukan berniat mengganggunya.” Tanyanya.

Lagi-lagi desahan nafas berhembus dari hidung mancung Jonghoon. “Kau pikirkan saja sendiri.” Ucapnya kemudian beranjak dari duduknya dan pergi dari café tersebut. Meninggalkan Ha Kyung yang terlihat tengah berpikir.

-o0o-

“Hongki oppa, saranghae. Ayo kita pacaran!” Ha Kyung tersenyum pada Hongki yang berdiri di hadapannya.

Hongki baru tiba di kampusnya, dia sedang berjalan di lorong dan bersiap menuju ruang kelasnya saat dihadang oleh Ha Kyung.

“Tidak.” Tolak Hongki dingin kemudian berjalan melewati Ha Kyung.

“Oppa, apa oppa sama sekali tidak punya perasaan untukku?” Ha Kyung bertanya pada Hongki yang berjalan memunggunginya.

Hongki menghentikan langkahnya dan menoleh. “Untuk ke sekian kalinya aku katakan tidak.” Jawabnya tetap dingin.

“Kalau begitu oppa bersiap untuk pernyataan cintaku yang ke-650 kalinya nanti.” Kata Ha Kyung cukup keras agar Hongki yang kembali berjalan memunggunginya bisa mendengar.

Tidak ada reaksi yang menandakan Hongki mendengarnya, tapi Ha Kyung yakin Hongki mendengarnya.

-o0o-

Gadis itu tersenyum kemudian menghampiri parkiran dimana pria yang ditunggunya terlihat oleh kedua retina matanya. “Hongki oppa!” Ha Kyung meneriaki Hongki yang baru saja membuka pintu mobilnya hendak pulang ke rumahnya.

Melihat Ha Kyung, Hongki buru-buru masuk ke dalam mobinya dan menyalakan mesin kendaraannya itu. Hongki sama sekali tidak ingin diganggu oleh Ha Kyung yang dia yakin pasti akan menyatakan cinta lagi.

“AKH….”

Ciiitttt….

Hongki menginjak pedal rem sekuat tenaga. Dia menoleh ke kaca spionnya dan mendapati Ha Kyung terduduk di belakang mobilnya. “Cih.. gadis bodoh itu….” Rutuk Hongki kemudian keluar dari mobilnya dan menghampiri Ha Kyung. “Neo baboya? Kenapa kau menabrakkan diri ke mobilku hah?” Tanyanya. Dia tidak habis pikir kenapa Ha Kyung malah menghampiri mobilnya padahal jelas Hongki sedang memundurkan mobilnya itu tadi.

Dengan setengah hati Hongki mengulurkan tangannya dan mengisyaratkan Ha Kyung untuk bangun. Rasa bersalah muncul di diri Hongki begitu melihat sedikit darah segar keluar di siku kanan Ha Kyung. Efek gadis itu sedikit terpental dan terseret ke aspal saat dia menabrak mobil Hongki tadi.

“Neo gwenchana?” Hongki bertanya.

Ha Kyung hanya mengangguk dan bangun dengan bantuan uluran tangan Hongki. Tapi dia sedikit meringis.

“Kajja. Kita ke klinik.” Ajak Hongki.

“Aiihh~~ perhatiannya. Oppa mulai suka padaku ya?” Tanya Ha Kyung sambil memukul-mukul pelan lengan Hongki. Ekspresi wajahnya sangat sumringah berbeda dengan beberapa saat yang lalu, terlihat mengkhawatirkan.

Hongki langsung menatap Ha Kyung yang mulai bertingkah. Dia menepis tangan Ha Kyung. “Sudah berapa kali aku bilang…”

“Tidak cinta.” Ha Kyung memotong ucapan Hongki. “Tapi aku sudah cinta sih pada oppa. Jadi tidak masalah. Aku akan  berbuat apa saja agar oppa bisa mencintaiku. Lagipula barusan oppa sudah khawatir padaku.” Ucap Ha Kyung sambil mengedipkan matanya berkali-kali. “Senangnyaaa~~~” Tambahnya kini sambil berputar.

Hongki menampar kedua pipinya, frustasi melihat tingkah gadis di depannya. Merasa HaKyung sudah sehat, Hongki pun kembali ke dalam mobilnya.

“Oppa…. Chakkaman….”

Hongki melihat Ha Kyung mengejar mobilnya lewat kaca spion. Tapi dia tidak mengindahkan Ha Kyung dan melajukan mobilnya.

-o0o-

“Hai Jonghoon-a.” Hongki menyapa teman akrabnya sambil melambaikan tangannya pada Jonghoon. Dia menghampiri Jonghoon yang terlihat membeku di tempat begitu melihatnya.

“Y… ya! Lee Hongki. Ada apa dengan rambutmu?” Tanya Jonghoon sambil memegang rambut Hongki yang berubah menjadi keriting seperti mie rebus impor dari negeri yang punya Pulau Komodo.

Hongki tersenyum. “Aku baru saja selesai menonton drama Marry Me Marry dan aku rasa model rambut ini cocok untukku.” Jawabnya santai sambil ikut memegang rambut keritingnya itu. Ekspresi Hongki tiba-tiba berubah. “Akh, gadis itu….” Keluhnya.

Hongki bersiap untuk pergi tapi kemudian dia mendengar suara yang tidak asing baginya.

“Jonghoon oppa! Apa oppa melihat Hongki oppa?” Ha Kyung yang berada di belakang Hongki menghampiri Jonghoon dan Hongki. “Eh, oppa sedang bersama siapa?” Ha Kyung bertanya lagi. Dia lalu berjalan ke samping Jonghoon dan menatap wajah orang yang berambut keriting itu. “HONGKI OPPA!!!!” Teriak Ha Kyung yang sontak membuat orang yang mendengar suaranya langsung menolehkan kepala melihat ada apa.

Tanpa dikira, detik berikutnya Ha Kyung langsung pergi meninggalkan Hongki juga Jonghoon.

“Dia kenapa?” Tanya Jonghoon heran karena tingkah Ha Kyung benar-benar beda.

Lain dengan Jonghoon yang terlihat bingung, Hongki malah tersenyum senang. “Ternyata benar kalau Ha Kyung tidak suka pria yang rambutnya keriting. Akhirnya aku bisa bebas juga darinya.” Ucap Hongki puas.

Hongki kemudian merangkul pundak Jonghoon dan mengajak temannya itu untuk pergi ke kelas mereka.

-o0o-

Mata Hongki membulat melihat pemandangan di hadapannya sedang Jonghoon mati-matian berusaha menahan tawa. Keduanya baru saja selesai dengan kelas sejarah musik dan langsung dihadiahi pemandangan yang.…

“Apa-apaan rambutmu itu?” Hongki bertanya pada gadis yang berdiri di depannya.

Beberapa saat setelah Hongki dan Jonghoon keluar dari kelas, Ha Kyung memanggil keduanya. Dan Hongki melihat rambut lurus Ha Kyung berubah keriting seperti miliknya.

Ha Kyung tersenyum. “Kita serasi kan oppa?” Tanyanya sambil memilin rambut keritingnnya.

“HAHAHAHAHAHA…….” Jonghoon yang sudah tidak tahan akhirnya meluapkan tawanya melihat dua orang berambut keriting di hadapannya. “Kalian benar-benar serasi.” Ucap Jonghoon di sela tawanya.

Ha Kyung terlihat senang dengan ucapan Jonghoon. Dia langsung saja melingkarkan tangannya di lengan Hongki. “Oppa, Jonghoon oppa saja bilang kalau kita serasi. Ayo, kita pacaran saja.” Kata Ha Kyung dengan nada manis dibua-buat. Itu adalah pernyataan cinta sekaligus ajakan pacaran Ha Kyung yang ke-650 kali.

Hongki berusaha melepaskan tangan Ha Kyung, tapi tangan itu melingkar dengan kuat di lengan Hongki. “Lepaskan.” Pintanya.

Ha Kyung menggeleng kemudian tersenyum dan mengedip-kedipkan matanya.

Hongki bergidik ngeri.

-o0o-

“Choi Ha Kyung.” Hongki memanggil nama gadis yang kini duduk di depannya di sebuah café di samping Fakultas Seni.

“Ne oppa?” Jawab Ha Kyung dengan tampang [sok] manis.

“Kau mencintaiku?” Hongki bertanya dengan nada penuh ketegasan.

Ha Kyung mengangguk mantap.

“Kau akan melakukan apa saja untukku?” Hongki bertanya lagi dan lagi-lagi Ha Kyung mengangguk dengan mantap. “Kalau begitu…”

Hongki menatap tajam ke kedua bola mata Ha Kyung. “Jangan memberiku hadiah lagi, apapun. Jangan bersikap seperti ini, mengikuti gayaku seakan ingin kita terlihat serasi. Jangan bilang lagi kalau kau mencintaiku. Dan kalau bisa, jangan muncul di hadapanku.”

“Hyaa…. Aku tidak bisa oppa! Aku tidak bisa kalau aku tidak bertemu denganmu. Aku pasti akan sakit rindu.” Tolak Ha Kyung dengan nada panik. “Tapi kalau oppa mau menandatangi surat perjanjian kalau oppa akan bertanggung jawab karena sudah menyebabkan gadis sakit rindu dan tanggung jawab itu berupa ikatan cinta, aku siap oppa. Aku akan menerimanya.” Lanjutnya. “Dan hadiah… aku senang saja memberimu hadiah. Lalu cinta, bagaimana bisa aku tidak mencintaimu oppa? Kau begitu mempesonaku dan membuatku mabuk kepayang.”

Hongki menunduk lalu membenturkan kepala ke meja berkali-kali.

“Oppa gwenchana?” Ha Kyung bertanya sambil menepuk pundak Hongki.

Hongki berhenti dari kegiatannya membenturkan kepala ke meja. Mengabaikan rasa perih di keningnya, Hongki menatap tajam Ha Kyung. “Aku serius. Kalau kau tidak mau menuruti apa permintaanku. Aku akan membencimu dan menganggapmu tidak ada.” Ucapnya dengan nada sangat dingin kemudian berdiri dan meninggalkan Ha Kyung yang kebingungan seorang diri.

­-o0o-

One Week Later….

 

“AJAIB!” Jonghoon bersorak. “Kau bilang apa pada Ha Kyung sampai dia tidak terlihat sama sekali seminggu ini?” Tanyanya pada Hongki yang berjalan di sampingnya.

“Kalimat yang pasti dia takuti. Sudahlah Jonghoon-a, kau jangan bahas dia terus. Ah, nanti pukul sembilan malam kau datang ke rumahku. Kita kerjakan tugas di rumahku saja.” Ucap Hongki.

Jonghoon mengangguk menyetujui.

Malamnya sesuai janji, Jonghoon datang ke rumah Hongki dan keduanya langsung sibuk mengerjakan tugas kuliah mereka.. Keduanya sibuk sampai larut malam. Jonghoon bahkan terpaksa menginap di rumah Hongki karena tugas mereka benar-benar memakan waktu.

Pukul tiga pagi, mereka menghentikan kegiatan mereka dan tidur dan terbangun sesuai alarm yang telah dipasang, pukul sepuluh pagi. Hongki pergi ke kamar mandi lebih dulu karena Jonghoon masih ingin melanjutkan tidurnya. Selesai dengan semuanya, Hongki dan Jonghoon pergi ke ruang makan untuk menyuplai makanan ke lambung mereka.

Selesai dengan semuanya, Jonghoon pamit pulang. Dia ingin melanjutkan tidurnya di rumahnya. Tapi ketika dia sampai pintu depan, dia dikejutkan oleh sesosok tubuh yang tengah bersandar di tembok di samping rumah Hongki. Jonghoon langsung masuk lagi ke dalam rumah dan memanggil tuan rumah.

“Hongki oppa annyeong.”

Sapaan yang berasal dari mulut Ha Kyung menyambut Hongki begitu Jonghoon membawanya keluar. Kedua bola mata Hongki sontak membulat melihat sosok di hadapannya yang sedang senyum-senyum tidak jelas.

“Sedang apa kau di sini?” Tanya Hongki.

Yang ditanya bukannya menjawab, malah terus saja tersenyum. “Aku rindu padamu oppa. Mmaf seminggu ini aku pergi darimu, oppa pasti merindukanku.” Ucap Ha Kyung kemudian.

Hongki menoleh pada Jonghoon. “Bawa dia pergi.” Ucapnya dengan nada memerintah.

Jonghoon mengangguk dan menyeret Ha Kyung untuk masuk ke dalam mobilnya dan membawa gadis itu pergi.

Hongki terlihat gusar lalu kembali masuk ke dalam rumahnya.

“Oppa!”

Hongki menoleh dan mendapati Ha Kyung sudah ada lagi di depan rumahnya. Hongki mengacak rambutnya frustasi. Dia lalu berjalan menghampiri Ha Kyung, menarik lengan gadis itu dan membawanya menjauh dari kediaman keluarga Lee.

“Hongki oppa, aku sangat merindukanmu. Seminggu itu sangat lama. Padahal aku sedang sedih karena nenekku meninggal sehingga aku harus pulang kampung dan meningggalkanmu. Oppa malah mengusirku. Padahal aku ingin sekali melihatmu sejak seminggu yang lalu. Oppa… hhffff…. Hhffff…”

Ha Kyung terus mengoceh sepanjang jalan sampai Hongki harus membekap mulut gadis itu agar dia tidak lagi bersuara. Keduanya kemudian sampai di taman kecil yang lokasinya masih dekat dengan rumah Hongki.

Baru sejenak Hongki melepaskan bekapan di mulut Ha Kyung, gadis itu sudah mulai mengoceh lagi. “Oppa! Aku sengaja pulang karena aku ingin mengatakan padamu kalau aku…. Hhhffff…. Hhhfff….”

Hongki akhirnya membekap lagi Ha Kyung. Hongki membekap mulut Ha Kyung dari belakang,

“Diam. Kau itu sama sekali tidak bisa berhenti mengoceh ya?” Hongki bertanya dengan nada kesal. “Sekarang diam dan dengarkan aku!” Perintahnya.

Ha Kyung tidak bisa berbuat apa-apa selain mengangguk karena dia sama sekali tidak bisa melepaskan diri dari Hongki.

Hongki tetap dalam posisinya membekap mulut Ha Kyung karena dia tidak ingin mendengar ocehan gadis itu. “Choi Ha Kyung, kau sudah mengucapkan 650 kali kata cinta padaku tapi kau sama sekali tidak pernah memberi aku kesempatan untuk mengucapkannya huh?” Tanya Hongki sambil menatap Ha Kyung dari samping.

Ha Kyung yang kepalanya dbuat agak menoleh ke samping hanya bisa membelakakan matanya. Kaget campur bingung. Tapi apapun kata yang keluar dari mulutnya, Hongki sama sekali tidak menggubrisnya.

“Kau tahu aku ini namja dengan harga diri yang tinggi. Kenapa setiap kali aku ingin mengatakan kalau aku menyukaimu, kau selalu saja mendahuluiku? Kau tidak akan pernah tahu rasanya didahului seorang yeoja. Tugas namja menyatakan cinta dan tugas yeoja menjawabnya. Tapi kau….” Hongki menatap Ha Kyung geram.

“… Kau mengcaukan segalanya. Aku menyukaimu Choi Ha Kyung. Dan aku tidak ingin kau mengatakannya lebih dulu dari aku. Mulai sekarang, kau harus menungguku mengatakannya, baru kau boleh menjawab. Mengerti?”

“Hhhfff…. Hhhffff….” Ha Kyung berusaha untuk bicara. Kali ini dia juga berusaha untuk berontak.

“Diam! Aku tidak mau tahu! Kau punya hutang 650 kali untuk menungguku dan setelah hutang itupun selesai kau harus tetap menungguku mengatakannya duluan.”

“Hhhfff…. Hhhfff….” Lagi-lagi Ha Kyung berusaha melepaskan diri.

Ha Kyung menatap Hongki dengan tatapan memelas, dan kemudian, bulir air mata mengalir di pipinya.

Hongki yang merasakan tetesan air di tangannya langsung membuka bekapan di mulut Ha Kyung.

“Oppa babo! Kupikir oppa akan selamanya menolakku. Dan kupikir oppa menolakku karena aku memang mengganggu.” Ucap Ha Kyung sambil memukul dada Hongki pelan begitu dia berbalik. “Tapi oppa, sebelum kita membahas semuanya, aku harus ke toilet sekarang. Aku sudah tidak tahan.”

Setelah mengatakannya, Ha Kyung langsung berlari mencari toilet terdekat. “OPPA SARANGHAE~~~” Teriaknya di sela lari.

“Tuhan, kenapa aku bisa menyukai gadis seperti dia?? Padahal aku baru saja berhasil menyatakan cinta setelah sekian ratus didahului olehnya, tapi dia malah mementingkan toilet dan meninggalkanku.” Hongki bertanya sambil menengadahkan kepalanya.

-end-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s