(Ficlet) He Is…

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Song Seunghyun [FT Island]

*) Lee Taeri [OC]

*) Choi Minjoo [OC]

Genre : AU, OOC, Angst

Rate : G

Disclaim : Seunghyun bukan punya saia, Taeri punya Ma’ippo, Minjoo punya saia, cerita punya saia banget!!

a/n : half of this story is true story! Prok prok prokk… maap menyuguhkan ep2 galau kaya gini, xoxo~ mungkin ini ep2 rada gajelas, tapi semoga yg baca bisa langsung nangkap maksud’a pas di part akhir… happy reading ^^’

Gadis itu terus berjalan menyusuri jalanan yang sudah sangat dia kenal. Langkahnya beraturan. Jarak setiap langkahnya hampir sama. Dia tidak mempercepat juga melambatkan langkahnya. Begitu terus. Dia mengacuhkan orang yang menabraknya karena terburu-buru. Dia hanya memberikan senyuman pada orang yang mengajaknya untuk masuk ke toko-toko. Gadis itu lebih senang berjalan sambil menatap jalanan yang hendak dilaluinya daripada melihat orang-orang ataupun pemandangan di hadapannya.

Jalanan yang dia lalui terus mengingatkannya pada sosok yang sedang dirindukannya. Dia masih ingat dulu dia dan orang itu berjalan bersama. Dia melingkarkan tangannya di lengan orang itu dan berjalan dengan bahagia.

Gadis itu tersenyum mengingat sosok yang dirindukannya itu.

Sampai kemudian, saat dia berjalan di dekat café tujuannya…

Dia melihat seseorang, bukan! Dua orang. Matanya terus terfokus pada sosok itu. Sosok yang baru saja mengganggu pikirannya, menimbulkan rasa rindu di dirinya. Gadis itu terus menatap sosok pria yang tengah tertawa senang bersama seorang gadis di sampingnya.

“Chukkae oppa. Akhirnya aku bisa melihatmu dengan gadis lain.” Ucap gadis itu lirih.

Rasa sesak itu kemudian mencuat di dadanya. Selama dua tahun sejak perpisahan resminya dengan pria yang tengah tertawa dengan gadis lain itu, dia terus meyakinkan dirinya kalau perpisahan di antara mereka bukan keinginan hati keduanya. Gadis itu selalu meyakinkan dirinya kalau semua hanya karena keegoisan orang tua, dan cinta mereka tetaplah sama.

Tapi saat dia melihat dengan kedua matanya kalau pria yang selama ini dia yakini masih ada hati pada dirinya itu sudah bisa tertawa untuk orang lain, semua keyakinan yang selalu dipertahankannya itu hancur seketika.

Gadis itu berusaha untuk tidak mengeluarkan air matanya karena dia memang sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau dia tidak akan pernah lagi menangis untuk pria itu. Gadis itu lantas membalikkan tubuhnya, berjalan menjauhi café itu.

Greppp….

Sebuah tangan yang cukup besar membuat gadis itu menghentikan langkahnya setelah dia berada cukup jauh dari café. Gadis itu menoleh dan mendapati pria yang sebelumnya berada di dalam café kini berada di hadapannya dengan tangannya menahan tangan gadis itu.

“Ternyata aku tidak salah lihat. Lama tidak bertemu.” Ucap pria itu.

Gadis itu hanya berusaha untuk mengatur nafasnya juga mengendalikan detak jantungnya saat melihat pria yang sudah sangat lama tidak pernah dilihatnya itu.

-o0o-

Mereka bertiga kini saling berhadapan, gadis itu, si pria dan gadis yang bersama si pria kini berada di meja yang sama di dalam café.

“Taeri-ah, kenalkan, dia Minjoo.” Ucap pria itu mengenalkan gadis itu pada gadis lain yang bersamanya.

“Annyeonghaseyo, Lee Taeri imnida.” Ucap Taeri mengenalkan diri sambil menyodorkan tangannya, mengajak gadis yang bernama Minjoo bersalaman.

“Choi Minjoo imnida.” Ucap Minjoo kemudian sambil menyambut uluran tangan Taeri.

“Dia sepupuku.” Ucap pria itu.

Minjoo terperangah, dia menatap pria yang ada di hadapannya.

Pria itu tersenyum, sangat manis. “Dia baru saja pulang dari Singapura, jadi cara berkenalan dia agak berbeda dengan kita.” Jelasnya. “Kau mau memesan apa?” Tanya pria itu kemuadian pada Minjoo.

Minjoo menggeleng. “Aku tidak haus juga lapar.” Jawabnya. “Kau apa kabar?” Dia bertanya balik.

“Baik. Sudah berapa lama kita tidak bertemu ya?”

“Dua tahun. Entah kurang atau lebih, aku tidak ingat.”

Hati Minjoo berdesir mengingat pertemuan terakhir mereka sebelum sekarang ini. Sebuah pelukan hangat tanda perpisahan membuat Minjoo mau tidak mau menutup kedua matanya, berusaha agar emosinya tidak meluap.

“Seunghyun-a, kau sekarang tinggal lagi disini?” Minjoo bertanya setelah dia membuka matanya dan menoleh pada pria di hadapannya, Song Seunghyun.

Seunghyun menoleh. “Anni. Kebetulan aku dan sepupuku mendapat libur yang sama jadi kami pergi kemari. Aku masih tetap tinggal di Jepang.” Jawab Seunghyun. “Taeri-ah, aku pergi dulu sebentar. Kalian mengobrol saja.” Ucapnya kemudian pada Taeri kemudian beranjak pergi dari hadapan keduanya.

Minjoo menatap Taeri yang tengah memperhatikannya. Taeri kemudian tersenyum dan mau tidak mau Minjoo juga ikut tersenyum. “Taeri-ah, bisa sampaikan maafku pada Seunghyun? Aku harus pergi sekarang.” Pinta Minjoo kemudian.

Taeri menaikkan sebelah alisnya dan menggeleng. “Sebaiknya tunggu oppa kembali.” Ucapnya.

Minjoo tetap tidak peduli, dia beranjak dari duduknya. “Aku harus pergi.” Ucapnya. Minjoo sebenarnya tidak punya sesuatu yang sangat penting yang bisa dijadikan alasan untuk dia pergi secepat itu. Tapi jantung dan tubuhnya mengisyaratkan dia untuk menjauh dari Seunghyun sebelum perasaannya yang sudah lama tersimpan di dalam hatinya meluap ke permukaan.

Greeppp….

Minjoo menoleh ke pemilik tangan yang menahan lengannya.

“Kau mau pergi kemana? Kita baru bertemu sebentar. Dan apa kau tidak tahu kalau aku sangat merindukanmu?” Tanya Seunghyun dengan mata menatap tajam Minjoo.

-o0o-

Minjoo terkesiap. Dia kemudian tersenyum sambil menatap seseorang yang tengah duduk di seberang kaca di dalam café. Minjoo masuk ke dalam café tersebut dia lantas duduk di sofa di depan orang yang tadi dilihatnya dari luar.

“Oppa mianhae aku terlambat.” Ujar Minjoo.

Orang yang dipanggil oppa itu mengangguk mengerti. “Mau memesan apa?” Tanyanya.

“Hot Chocolate!”

Minjoo terus menatap pria dengan status pacar di hadapannya. Dia merasa bersalah sudah mengkhayalkan sesuatu yang sudah lampau. Seunghyun adalah masa lalunya. Dia dan Seunghyun sudah tidak memiliki sesuatu yang dinamakan hubungan. Orang tua Seunghyun sangat tidak setuju dengan hubungan keduanya, jadi memang sudah sepantasnya Minjoo menyerah untuk terus memikirkan pria itu.

Minjoo tersenyum mengingat sosok Taeri, dalam benaknya dia memang masih berharap hubungan Seunghyun dan gadis itu hanya sebatas sepupu. Tapi Minjoo sangat tahu kalau Taeri lah yang sekarang ini mengisi hati cinta pertamanya itu.

“Oppa mian, aku tidak bersyukur karena masih memikirkan orang lain padahal ada oppa yang sangat baik padaku. Aku sangat menyesal.” Ucap Minjoo dengan wajah sendu memandang kekasih di hadapannya yang baru saja memesan pesanan mereka.

“Choi Minjoo, apa maksudmu?”

Minjoo menggeleng. “Aku akan berusaha untuk benar-benar melupakannya. Gwenchana. Saranghae oppa.”

-end-

Advertisements

11 responses »

  1. Mau kasih saran…Buat semuat author kalo mau nulis pake bahasa Korea harus konsisten.. saat pake formal terus pake formal.. jangan pake banmal lalu formal.. kaya contoh diatas “anyeong… lee Taeri imnida” anyeong itu banmal..dan ga sopan kalo dipake buat org yg pertama ketemu…

    makasih~♡

    • makasih banget buat saran’a 😀
      aku sok tau asal comot sih, jadi’a gak apal yg bener mana yg salah mana,
      maaf banget buat inkonsisten bakor’a, tar diperbaiki 🙂

      -kei-

  2. makasi atas saran’a^^,,
    hhe.. kami di sini juga masi belajar,jdi maklum kalau salah2..
    kalau saiia pribadi jujur emang pengetahuan’a masih kurang><
    makasi bgt dah mau ngingetin^^

    -ma'ippo-

    • Sama-sama….
      Aku suka gatel kalo orang salah bahasa Koreanya..hahaha abis tiap hari pake bahasa korea…ㅋㅋㅋㅋ
      Tetep berkarya..jangan lupa belajar juga BaKor nya…
      Oh iya….jangan lupa setiap menulis jgn lupa ttg kebudayaan koreanya..
      Semangat yaaa ^^

      • tiap hari pake bakor? O.o,hebat dunk,,
        basic.ku Japan sampai skrg juga,hehe.. jdi blm bnyak tau ttg korea^^,,kalau emang ada salah g usah ragu buat ingetin,,asalkan saran dan kritik membangun kita terima senang hati kug,
        makasii~ ❤

  3. Ouh~ Seunghyun berhasil move on, begitu jg kah dgn Minjoo?
    Ga nyangka kl perkenalan Taeri yg dikata ‘sepupu’ ke Minjoo itu trnyta cm khayalan Minjoo ._. Ini udah bagus kok, cm kependekan menurutku wakakaka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s