(Oneshot) For What Reason???

Standard

Author : Ma’ippo/ Seorin

Cast :

*) Lee Hyukjae [Super Junior]

*) Kim Seorin [OC]

Genre : Romance

Length : Oneshot

Disclaimer : semua yang maen di ep2 ini bayar aku pake cintaaa~~, jadi suka-suka aku mau aku apain/plakkk

a/n : Ah, molla ini ff apaan. Judulnya aja ga nyambung banget… TT_TT. Gegara kepanasan*?* tiba-tiba aja ff ini udah tercipta. Bahasa tak beraturan, diksi tak mampu dijabarkan*?*, ketidakjelasan bergelantungan/plakplakplak. Aku ga maksa buat komen atau RCL, tapi jujur aja aku butuh komen kalian buat tau apakah tulisanku layak baca, hhe. Happy reading ajah~ <3.

Let’s get it started…….

“Aku tidak mau bertemu lagi denganmu!”

Hyukjae melongo saat kata-kata Seorin itu terdengar dari speaker hapenya diiringi suara telepon yang terputus. Ia membeku, tapi sel-sel otaknya berlari kesana-kemari untuk memproses data suara yang baru diterimanya.

Wae..

Wae..

WAEEEEEEEEE?????? Hanya kata-kata itu yang bisa terloading oleh otaknya selama beberapa saat.

Tangannya bergerak cepat untuk menekan nomor gadis itu. Ia baru akan membuka mulut saat terdengar nada handphone yang diputus secara sepihak sebelum sempat diangkat. Kesempatan berikutnya dia mencoba menelepon lagi, hanya ada jawaban dari operator. Handphonenya jelas dimatikan karena sms yang dia kirim setelah itu juga mengalami penundaan.

“Yaa~~ Ada apa lagi dengan gadis itu??” Ia mengobrak-abrik rambutnya, nyaris gila sesaat.

Lee Hyukjae benar-benar bingung saat ini. Kim Seorin, gadis yang sudah berhasil dibujuknya untuk menjadi yeojachingunya dua tahun yang lalu itu mendadak meneleponnya dan memutus sambungannya hanya dengan satu kalimat saja. Sebenarnya apa yang terjadi pada gadis itu???

Dia tahu Seorin selalu melakukan hal-hal aneh di luar batas kewajaran manusia*?*, tapi baru pertama kali ini gadis yang terpaut  4 tahun di bawahnya itu meneleponnya dengan nada marah yang tak mampu dijelaskan kata-kata. Ini jelas aneh. Seorin tak pernah emosi padanya sebelumnya. Dia bahkan cenderung cuek terhadap apapun yang dilakukannya. Tapi, bukan berarti Seorin tak mencintainya. Seorin benar-benar tahu kapan ia harus memberikan perhatian saat Hyukjae memang membutuhkannya.*=p*

“Apa aku melakukan kesalahan?” Hyukjae bertanya pada dirinya.  Ia mencoba mengingat-ingat apa yang dilakukannya belakangan ini. “Seingatku aku tidak melakukan apa-apa. Sebulan ini aku bahkan tidak menyembunyikan koleksi DVD Infinite miliknya, menghapus foto-foto Song Seunghyun FTI dari laptopnya ataupun mengganti foto Kamiki Ryunosuke di wallpaper hapenya dengan foto dirinya. Apa ada yang bisa membuatnya kesal padaku selain semua itu?? Aaaaahhh~~ Ottohkeeee????” Rambutnya yang sudah acak-acakan makin tak karuan saat tangannya kembali bergerak tak beraturan. Ia berguling-guling galau sedetik kemudian.

=====================================

Hyukjae mencuri-curi pandang pada gadis yang sedang asik mengemut sedotan minuman di depannya  sementara gadis itu masih asik menatap ke arah lain dengan muka ditekuknya.

Akhirnya, setelah handphone Seorin dimatikan hampir 12 jam, gadis itu bisa juga dihubunginya lagi. Hyukjae sempat kelabakan saat teleponnya tetap direject meski nomor gadis itu sudah aktif kembali, tapi dia sedikit lega saat Seorin mau membalas smsnya. Entah apa yang sebenarnya terjadi pada gadis itu hinggga tak mau mendengar suara kekasihnya.

Jujur, Hyukjae sedikit lega karena ia tak perlu kehabisan pulsa untuk meneleponnya dan hanya perlu menggunakan paket sms gratisan miliknya/plakkk, tapi tetap saja, ia tidak bisa benar-benar lega sebelum mendengar alasan gadis itu tiba-tiba marah padanya.

Gadis itu bahkan baru mau dibujuk bertemu dengannya setelah dia janji akan memberikan foto bertanda tangan Kamiki Ryunosuke, aktor Jepang kesukaannya yang didapat dan disimpan oleh Hyukjae saat pertama kali mereka bertemu di Jepang 2 tahun lalu. Hyukjae sebenarnya ingin menggunakan foto penting itu untuk mengutuk namja muda yang menurut Seorin cute itu supaya tak lagi mebuat Seorin tergila-gila padanya, tapi sepertinya ia harus memendam keinginan terselubungnya dan memberikan salah satu benda yang paling ingin dijampi-jampinya itu hanya untuk membujuk gadis itu keluar. Tunggu, apa semua ini sepadan??? Otak bisnisnya tiba-tiba bekerja begitu saja.

“Kalau oppa tidak berniat memberikan foto itu aku mau pulang sekarang.” Seorin merajuk lalu mengaduk-aduk Strawberry milkshake di depannya. Mau tidak mau Hyukjae segera mengeluarkan kartu As-nya dan meletakkannya di atas meja. Ia masih sempat tarik menarik foto itu dengan Seorin sebelum akhirnya ia melepas pegangannya juga dengan hati seberat-beratnya.

Wajah Seorin berubah sumringah, tapi segera ditekuknya kembali saat melirik Hyukjae yang kelihatannya berharap masalah ini sudah benar-benar selesai.

“Jangan harap aku berhenti marah hanya karena sogokan kecil seperti ini.” Seorin memanyunkan mulutnya sambil terus menatap ke arah lain. Karena satu dan lain hal, dia tidak bisa menatap mata Hyukjae. Di satu sisi dia harus menyembunyikan rasa senangnya dan di sisi lain sesi merajuknya pada Hyukjae belum selesai. Harga dirinya menolak untuk menyerah semudah itu pada pria yang sudah berhasil merebut ruang kosong di hatinya itu.

“Jadi kau memang marah padaku?” tanya Hyukjae dengan mata membulat. Satu petunjuk penting mulai terkuak. Gadis ini memang marah padanya. Tapi kenapa??

“A.. anni! Kata siapa?” elak Seorin cepat. Ia mengaduk-aduk minumannya dengan sedotan, sesekali melirik pada Hyukjae.

“Kau yang mengatakannya barusan.”

“Oppa salah dengar.”

“Aku yakin.”

Seorin terdiam dan tidak menangkis jawaban Hyukjae kali ini. Entah apakah karena gadis itu tak lagi punya jawaban atau memang karena ia sedang tak ingin bertengkar. Ia menyangga dagunya dan menggembungkan pipinya sambil menggumamkan sesuatu yang tak mampu ditangkap Hyukjae. Ah, Hyukjae nyaris kehilangan kewarasannya. Kenapa dia harus menyukai gadis sesulit Seorin? Gadis kekanak-kanakan yang bahkan tak bisa ditebak isi dan jalan pikirannya.

“Kalau begitu, kenapa kau marah padaku?” tanya Hyukjae kemudian.

“Aku tidak marah,” jawab Seorin singkat, tapi sama sekali tidak bisa dianggap jawaban oleh Hyukjae. Gadis itu jelas-jelas mengatakan dia marah tadi dan sekarang terus-terusan mengelak. Jinja. Apa yang sebenarnya diinginkannya???

Hyukjae menghela nafasnya. “Ya, berhentilah bersikap egois dan seperti anak kecil Seorin-ah..”

Seorin mendelik tanpa peringatan. Matanya tajam menatap pria bernama Lee Hyukjae itu. Sumpah, Hyukjae takut pada tatapan mata gadis itu saat ini. Sudah jadi rahasia umum kalau tatapan Seorin benar-benar mengerikan saat dia marah.

“Oh…” Seorin mencebik. ”Oppa lupa?? Aku memang egois, aku masih anak-anak, aku tidak berpikiran dewasa, ingat??” cerocos  Seorin dengan alis terangkat sebelah. ”Aku pulang sekarang.” Tanpa menunggu jawaban ataupu persetujuan Hyukjae, gadis itu menyambar tas ransel yang selalu dibawanya kemana-mana dengan brutal dan berjalan meninggalkan tempat duduknya dengan dengusan kesal.

“Y.. YA! Tunggu Seorin-ah!”

Hati Hyukjae langsung berbunga-bunga saat Seorin berbalik tiba-tiba dan kembali ke tempat duduknya sebelum ia perlu mengejarnya.

“Eomma bilang aku tidak boleh menyia-nyiakan makanan,” ucap Seorin sambil menyeruput habis milkshakenya yang tersisa tadi sebelum benar-benar pergi dan meninggalkan pria yang terdiam dengan mulut menganga di tempatnya.

==================================================

“Ahjussi, aku turun di sini..” Hyukjae berkata pada supir pribadi yang ada di depannya. Tidak, ini bukan supir pribadi miliknya dan dia tidak cukup kaya sebagai mahasiswa untuk punya mobil dengan supir pribadi di dalamnya. Salah seorang temannya yang memiliki kelebihan harta mengajaknya berlibur ke Malibu tiga hari yang lalu dan mereka baru kembali ke Seoul hari ini. Supir ini diminta untuk mengantarnya sampai ke apartemen super murah miliknya.

“Gomawo ahjussiii~~,” ucapnya sambil membungkuk dan memamerkan gummy smilenya. Ahjussi supir yang ada di dalam mobil membalasnya dengan anggukan kepala lalu segera memacu mobilnya pergi.

“Haaaah…” Hyukjae menghembuskan nafasnya yang membentuk gumpalan-gumpalan uap di tengah dinginnya udara lalu melangkah menuju apartemennya.

Akhirnya ia kembali ke Seoul juga setelah tiga kali dua puluh empat jam yang lalu diculik secara paksa oleh temannya hanya dengan alasan temannya itu kesepian berlibur sendirian. Ah, orang kaya ternyata memang beda ya, bisa main culik dan main ajak orang sesukanya. ==. Tapi, sebenarnya dia tidak keberatan juga sih, =p, toh kampus memang sedang liburan dan semuanya sesuai gratisan, kekekeke~.

Salah satu dari beberapa hal yang sempat mengganggu pikirannya selama liburan paksa yang dinikmatinya adalah handphonenya yang tak sempat terbawa saking terburu-burunya. Masalahnya dengan Seorin belum terselesaikan  dan dia jadi tak bisa menghubungi gadis itu selama perjalalanan. Ini masalah besar untuknya. Bahkan di Malibu pun otaknya tak bisa terlepas dari gadis itu.

Apa gadis itu baik-baik saja? Apa gadis itu mencoba menghubunginya? Apa gadis itu bertanya-tanya dia kemana? Apa gadis itu peduli padanya? Atau justru gadis itu makin marah padanya??? Aarrrrrggh! Bagaimana jika gadis itu benar-benar makin marah padanya? Biarpun gadis itu sering berkelakuan seenaknya, tak jelas sifatnya, merepotkan, banyak kemauan, beberapa tingkat kepelitan di bawahnya/plakkk, cukup, tak ada gunanya membicarakan kekurangannya saat ini, Hyukjae benar-benar mencintainya. Jika tidak, tak mungkin dulu ia meminta gadis itu menjadi kekasihnya meski  ia  sudah tahu hampir semua ‘kelebihan terselubung’nya  yang sebagian sudah disebutkan di atas.

“H… hatchi!” Langkah Hyukjae terhenti hanya beberapa meter dari gedung apartemennya. Suara bersin yang dikenalnya terdengar. Ia bersembunyi di balik pohon terdekat yang ada di dekatnya dan mengintip meski sebenarnya hal itu tidak diperlukan. Benar saja, gadis sakit-sakitan itu ada di sana. Bolak-balik di depan pintu apartemennya.

Sesekali gadis itu menatap jendela kamarnya yang ada di lantai dua. Tak berapa lama ia menjejak-jejakkan kakinya di tanah dengan kesal. Setelah itu, meniup-niup tangannya yang sepertinya kedinginan. Ah, kenapa Hyukjae merasa tingkah gadis ini begitu menggemaskan? Jelas tak ada arti lain gadis itu ada di sini, berkali-kali menengok ke hapenya dengan muka hampir menangis saking kesalnya selain karena ingin bertemu dengannya.

Jinja, walau tahu sepertinya kepercayaan dirinya terlalu luar bisa, Hyukjae yakin dan hampir guling-guling bahagia karena terlalu senang dengan analisisnya. Gadis itu merindukannya. Gadis itu pasti khawatir padanya. Yey!! >.< . Tapi, bukan itu yang harus dipikirkannya. Gadis dengan imun lemah itu bisa sakit kalau terlalu lama ia membiarkannya berdiri di sana dan bisa-bisa dia dibunuh oleh appa dan ummanya setelahnya.

Hyukjae menyiapkan hatinya, berusaha terlihat senormal mungkin saat keluar dari tempat persembunyiannya dan berjalan santai ke arah Seorin.

“Seorin??” ucapnya dengan akting heran. Gadis itu menoleh padanya. Alisnya turun, pipinya menggembung dan matanya mulai berkaca-kaca. Tunggu, jangan bilang dia mau menangis!

“Y.. Ya, Seorin-ah, aku bisa jelaskan…”

“HUWAAAAAAAAAA~~~~~.”

Terlambat, tangisan yang lebih tinggi beberapa oktaf dari orang biasa itu sudah meluncur dari mulutnya.

===========================================

“H.. hiks…” Seorin masih terisak bahkan setelah nyaris satu jam Hyukjae membawanya ke dalam apartemennya dan membiarkannya duduk di sofa ditemani beberapa botol susu segala rasa kesukaannya. Paling tidak kali ini ia tidak menolak ketika Hyukjae duduk di sampingnya meski tak bisa melakukan apa-apa selain menepuk-nepuk punggung gadis itu dan berusaha menenangkannya.

“Oppa tidak membalas teleponku… Hiks… Oppa juga tidak membalas smsku.. Hiks… Apa oppa tahu berapa pulsa yang kuhabiskan untuk menghubungi oppa?? Huwaaaa~~~~,” tangis Seorin pecah dan membuat pria di sampingnya sedikit ragu dengan analisisnya. Sebenarnya gadis ini memang merindukannya atau kesal karena kehabisan pulsa?? ==.

“Seorin-ah…”

“Kenapa oppa tidak bilang oppa pergi kemana??? Apa oppa tahu berapa lama aku menunggu di depan apartemen oppa?? Aku pikir oppa marah padaku. Aku pikir oppa tidak mau bicara lagi padaku. Huwaaaa~~.” Seorin nyaris tak memberi kesempatan Hyukjae untuk bicara. Pria itu, tersenyum, nyaris tertawa saat mendengar penjelasan gadisnya. Terakhir kali bertemu, gadis ini yang marah padanya dan sekarang dia yang takut kalau Hyukjae marah padanya. Aigo, dia bahkan bingung harus marah atau apa menghadapi sikapnya.

“Jadi kau sudah tidak marah padaku?” tanya Hyukjae saat Seorin sudah berhenti menangis ataupun bicara. Seorin meliriknya dan menggeleng pelan dengan sedikit isakan yang masih tersisa.

“Aku kan sudah bilang kalau aku tidak marah..” jawab Seorin sambil memain-mainkan jarinya.

“Lalu?”

“Aku hanya kesal karena temanku bilang ia menyukaimu..” Seorin mengerucutkan bibirnya. “Padahal jelas-jelas dia sudah punya orang lain, tapi dengan santainya dia bilang tergila-gila padamu. Aku tak bisa marah padanya karena dia temanku. Aku tak tahu harus marah pada siapa, karena itu… makanya…” Sekarang ia memainkan bibir dengan jemarinya.

“Karena itu kau melampiaskannya padaku??” Seorin mengangguk malu-malu sementara Hyukjae langsung ngakak karena tak sanggup menahan tawa. Jadi ini alasannya??? Penyebab gadis ini bersikap aneh luar biasa tiba-tiba?? Jinja, gadis ini polos atau memang bodoh dari sananya?

“Apa kau sadar kalau kau itu cemburu?” tanya Hyukjae begitu berhasil mengendalikan tawanya.

Seorin mengejap. “Cemburu?” tanyanya polos.

“Ya, kau tidak suka kalau ada gadis lain yang menyukaiku. Itu artinya kau cemburu,” jelas Hyukjae. “Tapi sikapmu ini terlalu kekanakan Seorin-ah. Kau tak perlu berbuat seperti itu. Harusnya kau bilang padaku. Tak peduli siapapun gadis itu, kau tak perlu takut karena aku takkan pernah berpaling darimu. Arasso?”

“Tidak ada jaminan oppa setia padaku,” jawab Seorin manyun.

“Apa aku perlu membuktikannya?” Hyukjae menatap gadis di depannya lekat-lekat. Raut mukanya berubah serius. Tangannya bergerak meraih bahu gadis itu. Perlahan, ia mendekatkan wajahnya ke arah Seorin. Hanya tinggal beberapa senti saja sebelum..

“Eomma bilang aku masih belum cukup umur untuk melakukan kissue..” Gerakan Hyukjae dihentikan oleb botol susu yang ditempelkan Seorin ke bibir yang dianggap begitu seksi olehnya. Ah, jinja. Hyukjae membentur-benturkan kepalanya berulang kali ke sofa. Lagi-lagi ia ingin mempertanyakan alasannya memilih gadis ini untuk jadi kekasihnya pada jaman dahulu kala. Gadis yang bahkan tidap peka, ceroboh dan sama sekali tak punya pengalaman ataupun minat dalam cinta. Kenapa harus gadis ini yang disukainyaaaa???? TT_TT.

Ia menghela nafasnya yang mendadak berat. Lagi-lagi diarahkannya bola matanya ke tatapan polos gadis itu.

“Tapi kalau hanya memelukmu seperti ini boleh, kan?” Hyukjae merangkulkan tanganya ke bahu Seorin dan membuat gadis itu bersandar di lengannya.  Seorin berkedip sebentar, memutar bola matanya, berpikir selama beberapa detik sebelum mengangguk pelan dan bersandar di bahu pria di sampingnya. “Kurasa appa mengijinkannya.”

“Sekarang kau sudah tenang, kan?” tanya Hyukjae.

Seorin mengangguk.

“Kau tidak akan marah meski dengar banyak gadis yang menyukaiku, kan?”

Seorin menggeleng.

“Tidak akan tiba-tiba bilang tak ingin bertemu, kan?”

Lagi-lagi Seorin menggeleng dan detik itu juga Hyukjae mengucap syukurnya.

Mereka berdua terdiam cukup lama, menikmati tiap detik saat mereka bersama. Yah, Hyukjae benar-benar lega sekarang. Paling tidak kesalahpahaman di antara mereka usai sudah. Dan lagi, ia sekarang tahu kalau gadis ini bisa cemburu juga. Ah, ternyata cintanya masih normal dan tidak bertepuk sebelah tangan saja.

“Tapi oppa, bisakah kau berhenti jadi orang jelek paling tampan di dunia?” tanya Seorin tiba-tiba.

“Mwo?”

“Pilihlah salah satu saja, jangan keduanya. Aku tidak suka melihatmu semakin tampan dan banyak yang suka.”

“Lalu kalau aku jelek apa kau tetap akan suka?”

“Molla.”

“Yaaaa~~~!!”

…..End…..

Ige mwoya???

Mian yah sudah mengganggu para reader dengan ep2 ga jelas macam ini*tabok*. Hha, ga tau ini kenapa kemaren sempet panas karena ada yang bilang lagi tergila-gila ma itu ikan teri satu*?* trus malah bikin ep2 yang nggak bener ini/plakkk. Padahal ngaku bias sejak pertama kalai kenal k-pop tapi bertahun2 kemudian baru bikin ff pairing-an ma dia, ==a Kalau bisa minta komennya yaa~, XD. Kalau jelek juga bilang aja biar author ga perlu nulis lagi dan nyampah di mana2*tendang*.

PS : Kalau ada yang mau ceburin seorin ke jurang bilang saiia, biar saiia wakili aja/plakkk.

About myself >> Ma’ippo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s