(Ficlet) End Of Marriage

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Shin Jungrae [OC]

*) Kim Ryeowook [Super Junior]

Other Cast :

*) Shin Donghee [Super Junior]

*) Kim Boram [OC]

*) Kim Jongwoon [Super Junior]

Genre : Angst, AU, Family

a/n : jangan tanya kenapa pendek dan endingnya gajelas, cuma pengen nulis, dan cuma seperti ini. Kalo misal mud lagi, mungkin ada kelanjutan’a, tapi itu tergantung jungrae’a juga.. entahlah, ini juga masih kurang kalo dibilang ficlet, tapi kebanyakan kalo jadi drabble ==a happy reading ^^

 

==End Of Marriage==

Shin Donghee menatap putrinya yang tengah duduk di depannya dengan kepala tertunduk. Dia menghembuskan nafas berat.

“Apa kau yakin?” Donghee kemudian mengeluarkan suaranya setelah sekian lama bungkam.

Putrinya, Shin Jungrae, mengangkat kepalanya, menatap sepasang mata yang masih setia menatapnya. Dia mengangguk. “Ne appa.” Jawabnya lirih.

Untuk kesekian kalinya, Donghee menghembuskan nafas beratnya. “Kalau itu keputusanmu, appa tidak bisa berbuat banyak. Tapi appa hanya meminta kepadamu, tolong jangan pernah seperti ini lagi nanti.” Pesannya kemudian beranjak dari tempat duduknya di ruang tamu kediaman keluarga Shin. Dia meninggalkan putrinya yang menatap kepergiannya.

Dan lagi, Donghee menghembuskan nafas beratnya.

-o0o-

“Apa? Bercerai? Jangan bercanda eonni, ini tidak lucu!”

Jungrae hanya tersenyum menanggapi komentar dari sahabatnya, Kim Boram. Dia, beberapa saat yang lalu mengatakan pada Boram kalau dia akan bercerai dengan suaminya, Kim Ryeowook. Bukan keputusan yang mudah mengingat sudah ada empat orang anak hasil pernikahan Jungrae dengan Ryeowook. Tapi Jungrae sudah memutuskan masak-masak. Dia tidak ingin menyakiti suaminya dengan menjalani pernikahan  yang sudah tidak lagi dilandasi cinta.

“Eonni jebal, katakan kalau eonni hanya bercanada.” Ucap Boram sambil menatap Jungrae meminta kejujuran.

Jungrae menggeleng. “Ini sudah keputusan final. Aku sudah meminta cerai pada Wookie dan dia sudah menyetujuinya setelah aku menjelaskan alasannya. Kami tinggal menunggu persidangannya, dan selesai.” Terang Jungrae.

Boram menatap sedih ke arah sahabat yang tiga tahun lebih tua darinya itu. Dia tahu bagaimana perjalanan cinta Jungrae dan Ryeowook dulu. Jungrae memutuskan berpisah dengan tunangannya yang sangat kaya raya dan sempurna hanya demi cinta seorang Kim Ryeowook. Pengacara muda yang baru menangani sedikit kasus. Ryeowook belum punya nama saat itu, Ryeowook tidak mudah menjalani profesinya dan Jungrae lah orang yang paling berjasa bagi karir Ryeowook sekarang. Tapi kini, setelah pernikahan yang cukup lama, akhirnya Jungrae memutuskan untuk berpisah dengan Ryeowook.

“Eonni, apa kau mencintai orang lain?”

Jungrae menoleh ke arah Boram dan tersenyum. “Mungkin salahku karena begitu mudah jatuh cinta.” Ucap Jungrae. “Ya, aku mencintai orang lain. Dan aku tidak bisa lagi hidup bersama Wookie sedang hatiku tertambat pada yang lain.” Lanjutnya.

Boram tidak terlalu kaget mendengar penuturan jujur sahabatnya itu. Dia memang tahu sifat Jungrae.

“Apa eonni yakin? Aku takut eonni akan terluka setelah memilih bercerai dengan Ryeowook oppa. Apa orang itu juga mencintai eonni?” Boram bertanya lagi.

“Dia bahkan sudah mendatangi appa dan meminta restu darinya untuk menikahiku setelah aku menjanda.”

“Nugu? Siapa pria itu? Apa aku mengenalnya?”

“Donghae, Lee Donghae.”

“KAKAKNYA MINRIN? Ya Tuhan.” Boram terlihat kaget dengan jawaban Jungrae. Dia tidak pernah menyangka nama itu akan terucap dari bibir Jungrae sebagai jawaban.

Jungrae tersenyum lagi dan mengangguk pelan. “Tentu saja tidak ada yang menyangka, bahkan aku sendiri tidak. Orang yang begitu dekat, yang merupakan saudara iparku sendiri adalah orang yang sekarang aku cintai. Untuk orang yang hanya terpaku pada satu orang sepertimu mungkin sulit untuk mengerti hal seperti ini. Tapi itulah kenyataannya. Aku mencintai dia dan dia juga mencintaiku. Tanpa rencana dan diduga.”

Boram hanya diam sambil menatap sahabat yang tersenyum tapi juga terlihat memiliki beban.

-o0o-

Ryeowook diam, kadang tersenyum yang sangat jelas dipaksakan. Dia kemudian mengambil cangkir kopi dan menyesap bau khas kopinya. Ryeowook menyimpan kembali cangkir kopinya tanpa meminumnya lebih dulu.

“Aku tidak bisa mengatakan apa-apa selain kau harus bersabar menerima semuanya. Tuhan pasti sudah membuat rencana yang lebih indah setelah ini.”

Ryeowook tersenyum lagi, masih dipaksakan, tapi tidak sangat terpaksa seperti sebelumnya. “Ne hyung. Aku dan Jungrae pasti sama-sama tersiksa jika tetap bersama. Meski aku masih mencintainya, tapi aku sudah memutuskan untuk menerima keputusannya. Aku pria, dan aku pasti jauh lebih kuat daripada yang dipikirkan orang lain. Hyung tenang saja.” Kata Ryeowook tanpa memandang orang yang berbicara dengannya, sahabatnya, Kim Jongwoon.

“Lalu bagaimana dengan anak kalian?” Jongwoon bertanya.

Ryeowook menggeleng. “Entah. Aku dan Jungrae belum sepakat. Tapi aku sangat ingin Hongki dan Minhyuk tinggal bersamaku. Tapi Jungrae ingin semua putra kami tinggal bersamanya. Aku mungkin akan menyerah soal Jungrae, tapi aku akan mengusahakan untuk akan kami.” Jawabnya.

“Aku berharap yang terbaik untuk semuanya.”

Ryeowook mengangguk. ”Gomawo hyung.”

-end-

Advertisements

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s