[Sp] Well, Happy Birhtday Uri Skullhong :)

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Lee Hongki [FT Island]

*) Duo Pedojumma, masih, tetap dan akan selalu dirahasiakan :p [OC]

*) Song Hye Min [OC]

*) Choi Ha Kyung [OC]

*) Seo Yeon Ha [OC]

*) Choi Jonghoon [FT Island]

*) Lee Jaejin [FT Island]

*) Choi Minhwan [FT Island]

*) Song Seunghyun [FT Island]

Genre : GaJelas

Length : 1836 words

Disclaim : Selain pedojumma dan Song Seunghyun bukan punya kami (pedojumma .red)

a/n : *ngakak* apaan ini? Aku gak tau ini berkualitas ato gak, dibikin pake ide juga waktu yg terbatas. Maksain? Mungkin. Tapi pedojumma udah pesen kalo dia musti minimal sedikit nampang di tiap perayaan ultah anak2 FTI, wkwk~ punya JeHa aku gak tau bakal kaya gimana. Gak ada ide sampe detik ini  juga ==a yah, basabasi’a udahan, happy reading ^^

Hari ini tanggal satu Maret dan tinggal sekitar satu jam lagi menuju tanggal dua. Di dorm para pria tampan nan mempesona yang tergabung dalam band bernama FT Island itu terdengar sepi, seperti kebanyakan malam yang lain karena penghuninya kelelahan setelah aktivitas padat di siang hari. Tapi tunggu! Ada satu orang yang masih terjaga. Dia si pria cantik yang paling berpengaruh melebihi pengaruh leader dari band itu sendiri. Ya! Lee Hongki.

Hongki tengah duduk di sofa dengan tangan dia lipat di dada dan kaki di atas meja. Matanya fokus menatap jam dinding, yang sudah dia pindah ke atas meja. Memperhatikan tiap gerakan jarum panjang kecil di jam tersebut.

“Aku penasaran pedojumma akan memberi aku hadiah apa. Walaupun Minhwan pulang dengan wajah pucat dan Jaejin syok di tempat, tapi mereka berdua mendapatkan hadiah istimewa dari pedojumma itu. Aku juga pasti akan mendapatkan sesuatu yang istimewa.” Oceh Hongki sambil tersenyum.

Hongki kemudian mulai mengkhayal kalau dia akan mendapatkan tengkorak manusia asli. Dia merasa sangat senang karena koleksi tengkoraknya selama ini tidak pernah bisa lengkap. Kenapa?  Karena semua koleksinya itu hanya imitasi. Hongki tidak berani untuk mendapatkan yang asli meski dia mampu. Hongki tidak mau berurusan dengan hukum, karena tengkorak asli bisa saja membuatnya begitu. Kalau pemberian kan lain soal.

Hongki tersenyum semakin lebar membayangkan tengkorak manusia asli yang ukurannya sama itu berada di tangannya –tentu saja dalam khayalan, ingat?

“Hyaa~ pedojumma! Cepatlah kalian datang.” Ucap Hongki semangat.

Tapi kemudian wajah Hongki berubah keruh. “Kalau aku tidak mau berurusan dengan hukum. Mungkin pedojumma juga seperti itu.” Gumamnya sendiri.

Hongki menatap lagi dinding yang ada di meja. Tinggal tiga puluh tujuh menit lagi menuju pergantian hari. Senyum Hongki kembali lebar.

Dia kembali membayangkan hadiah yang akan diterimanya. Dan hanyut di dalam bayangannya itu.

-o0o-

Klekk….

Pintu dorm FT Island terbuka saat jam dinding yang diletakkan di meja oleh Hongki menunjukkan pukul setengah satu pagi. Lima orang perempuan masuk ke dalam dorm yang ruang depannya terang karena Hongki berada di sana.

Kelima orang itu melihat Hongki tengah tertidur dengan tangan melipat di dada. Deru nafasnya begitu tenang. Di bibirnya terlukis sebuah senyuman. Hongki terlihat sedang bermimpi indah. Saking asiknya mengkhayalkan hadiah yang akan dia dapat, Hongki malah tertidur.

“Tebakanku benar. Dia pasti menunggu kita.” Ucap salah satu perempuan yang cukup berumur.

“Tapi kau tidak sepenuhnya benar. Dia tidak memakai piyama tengkorak seperti  yang kau kira.” Timpal perempuan berumur yang satu lagi.

“Ahjumma, aku ingin mencium Hongki oppa. Dia begitu menggoda.” Ucap perempuan lain. Yang satu ini masih gadis, tidak berumur seperti dua yang lain. Dari tampangnya jelas memperlihatkan tampang mesum yang ingin sekali menerjang objek di hadapannya.

Satu ahjumma yang member FT Island kenal sebagai Kim Jaejin eomma itu menggeleng. “Hye Min, kami sudah membawamu kemari dengan syarat kan? Tidak ada skinship berlebih.” Ucapnya.

Gadis yang dipanggil Hye Min itu merengut.

“Kalau hanya menyentuhnya boleh ahjumma?” Tanya gadis yang lain dengan tampang tidak kalah mesum dari Hye Min.

“Ha Kyung-a, TIDAK! Tidak sekarang” Ucap pedojumma yang lain, Lee Minhwan eomma.

Ha Kyung ikut merengut bersama Hye Min.

“Ahjumma, kau tega sekali. Kami sudah sedekat ini dengan Hongki oppa. Satu sentimeter lagi tanganku bisa menyentuhnya.” Ucap satu perempuan terakhir tangannya sudah sangat hampir menyentuh pipi Hongki.

“Eonni! Kau panggil kami eonni. Tidak sadar umur sekali kau ini Yeon Ha!” Protes Kim Jaejin eomma. Dia mendelik pada orang yang diprotesnya. “Dan cepat singkirkan tanganmu dari pipi Hongki atau kau akan kutendang keluar.” Tambahnya dengan mata berkillat

Yeon Ha mengkeret takut dengan death glare  yang dilayangkan Kim Jaejin eomma.

“Sudah-sudah. Aku akan semprot dia dulu dengan gas tidur ini agar dia lebih lelap. Setelah itu kalian kan bisa menyentuh dia. Sabarlah dulu.” Lee Minhwan eomma berusaha menurunkan suhu panas di ruangan itu.

Kedua gadis dan satu yang lebih dari gadis itu menatap Lee Minhwan eomma seperti anjing yang akan diberi tulang, senang berbinar.

Lee Minhwan eomma kemudian melakukan pekerjaannya, membuat Hongki lebih dalam memasuki alam tidurnya. Sedang Kim Jaejin eomma pergi ke kamar member lain. Mengunci pintu tiap kamar dari luar. Dia tidak ingin member lain melihat aksi mereka. Dia tidak ingin member lain ikut-ikutan. Dan tiga orang lain yang merupakan pecinta berat seorang Lee Hongki hanya diam sambil terus memperhatikan tiap lekuk wajah dan tubuh pria idamannya itu. Ada dari mereka bahkan larut dalam dunia khayal mereka.

“Done!” Lapor Kim Jaejin eomma pada yang lainnya.

“Kalau begitu kita lakukan sesuai dengan yang sudah kita bicarakan. Jangan lakukan selain itu. Atau kalian tidak akan kami ajak lagi tahun depan.” Lee Minhwan eomma memberi wejangan pada tiga perempuan di sampingnya.

Ketiganya mengangguk kompak.

-o0o-

“Euuunnnggghhhhh~~~~”

Hongki menggeliat. Dia mendengar samar suara teriakan-teriakan dari kamar penghuni dorm lain. Hongki yang baru setengah sadar itu kemudian menoleh ke arah pintu tempat suara berisik itu terdengar, hanya menoleh karena memang dia masih belum benar-benar sadar. Hongki kemudian menolehkan lagi kepalanya ke jam dinding di meja.

“YA AMPUN!!!” Teriak Hongki sambil beranjak dari tempatnya begitu melihat jarum jam pendek sudah menunjuk ke angka delapan.

Saat Hongki berdiri, sesuatu meluncur jatuh ke lantai. Sebuah kain, bukan, itu selimut. Sebuah selimut kotak-kotak kuning-putih dengan motif tengkorak hitam di kotak kuning dan pisang di kotak putih. Hongki terus memperhatikan selimut yang tidak dia kenal itu. Wajahnya terlihat mempertanyakan sesuatu non-verbal. Saat sibuk memperhatikan itu, mata Hongki secara otomatis berpindah pada sesuatu yang aneh, yang seharusnya tidak ada di sana.

“TIDDDAAAAAKKKKKKKK!!!!!!!!!!!!!!”

Hongki langsung berteriak histeris sambil memperhatikan kuku-kukunya. Nail Art super mahal yang seharusnya berada di kukunya sudah menghilang. Berganti dengan nail art yang terlihat aneh sebagian, bagus sebagian, tak bisa dijelaskan dengan kata-kata sebagian.

“HYUNG, KAU TIDAK APA-APA?”

“HONGKI, TOLONG BUKA PINTUNYA!!! KAU ADA DI LUAR KAN?”

“HYUNG, APA TERJADI SESUATU?”

“HYUNG, TOLONG BUKAKAN PINTUNYA. KAMI KHAWATIR.”

Butuh waktu sangat lama untuk Hongki bisa mendengar teriakan-teriakan panik dari rekannya yang lain. Hongki berjalan gontai menuju pintu kamar terdekat, membuka kuncian di pintu tersebut. Dan tak lama semua member FT Island yang lain sudah berdiri di depan Hongki yang wajahnya terlihat pucat.

“Hyung gwenchana?” Tanya Seunghyun.

“Hongki-ya, wae?” Kali ini Jonghoon yang bertanya.

Dengan wajah yang masih pucat, Hongki memperlihatkan kuku-kukunya. “Kukuku…. TT” Hongki bahkan tidak sanggup berkata apa-apa, sama seperti member yang lain yang sepertinya syok melihat karya yang berbeda dengan kemarin tercetak di kuku Hongki. “Aku benci pedojumma TT. Aku benci mereka…. Mereka sudah merusak kukuku.”

Bahkan seorang Lee Hongki yang biasanya lebih memilih mengamuk saat emosinya naik hanya mampu memperlihatkan wajah pucatnya saking syok dengan apa yang menimpa kukunya.

Jonghoon terpaksa memapah Hongki untuk duduk di kursi makan mereka. Jaejin melihat hidangan khas untuk perayaan ulang tahun sudah tersedia di meja makan. Minhwan yang melihat sebuah kertas lalu mengambil kertas itu setelah dia dan keempat member lainnya sudah duduk.

Minhwan lalu memperlihatkan tulisan yang tercetak di kertas itu pada member lain. Dan Hongki membacanya paling akhir.

“Hongki oppa, bagaimana dengan selimutnya? Itu satu-satunya selimut di dunia loh. Oppa tidak akan mendapatkan selimut serupa dimanapun. Semoga oppa menyukainya dan akan selalu memakai seimut itu. Kami berdua sedang tidak punya banyak uang, jadi kami berdua hanya bisa memberikan sesuatu yang tidak mahal. Tapi oppa, kami sudah memasangkan bed cover juga sarung bantal dan guling yang serupa dengan selimutnya. Oppa tinggal tidur saja. Saengil chukkae Hongki oppa, kami menyayangimu :* -Ha Kyung & Hye Min-

“Oppa, kemarin sepupuku pergi ke Indonesia. Dan aku ingat kalau oppa sebentar lagi ulang tahun. Jadi aku sengaja meminta sepupuku itu untuk membawakan makanan kesukaan oppa. Aku sudah meletakkannya di samping lemari pendingin…

Hongki menoleh ke tempat lemari pendingin berada dan dia melihat ada 15 tandan pisang utuh tersimpan rapi di samping lemari pendingin itu. Member yang lain suda menoleh ke arah tempat pisang-pisang itu berada sebelumnya. Bahkan Jaejin memperhatikan ada dua jenis pisang, masing-masing lima dan sepuluh tandan. Meski Jaejin tidak tahu jenis pisang tersebut.

Hongki kembali melanjutkan membacanya…

… semoga oppa senang menerima semuanya. Ah, fyi.. kalau oppa tidak tahu, yang lima tandan itu pisang ambon dan yang sepuluh tandan itu pisang lampung. Tanjoubi omedeto oppa~ saranghae ❤ –Yeon Ha-

“Uri sarang Hongki yang manisnya lebih manis dari madu manapun,  selamat bertambah tua sayang… jaga sikap yaa, jangan terus mengerjai pangeran kami Seunghyunnie 🙂 maaf kami berlima sudah merusak kuku tersayangmu. Kau harus berterima kasih, semua karya di kukumu itu diukir oleh Primadonna yang amat sangat mencintaimu, itu juga sebagai bukti kecintaan kami padamu. Walaupun memang ada yang abstrak. Maklum itu semua di antara kami nilai seninya memenuhi syarat kelulusan saat sekolah dulu :p Yah, sudah kuduga kau akan bereaksi apa, syok tak terhingga hingga tak sanggup berkata apa-apa. Makanya, Lee Minhwan eomma memberimu hadiah voucher untuk nail art di tempat terbaik. Semoga kau senang menerimanya. Ingat! Kau dilarang marah kepada Primadonna yang mencintaimu dengan tulus, mengerti? Ah, dan Kim Jaejin eomma juga sudah memesan kacamata khusus hanya untukmu. Yah, kami tahu itu tidak seberapa. Habisnya, memikirkan hadiah yang unik dan cocok untukmu itu sangat-sangat sulit…

Hongki berhenti membaca. Dia mencari sesuatu yang dimaksud oleh pedojumma. Merasa tahu apa yang Hongki cari, Jonghoon dan Jaejin menyerahkan dua buah kotak yang mereka berdua temukan di antara mangkuk dan piring di meja makan. Hongki mengambil satu kotak kecil yang saat dia buka berisi voucher senilai dua kali lipat dari harga nail art yang berada di tempat langganannya. Setelahnya, Hongki berpaling pada kotak lain yang ukurannya lebih besar. Dia membuka kotak tersebut. Sebuah kacamata berbentuk seperti tengkorak berwarna hitam dengan sebelas butir berlian kecil di setiap sisian frame depannya.

“Aku tidak jadi membenci pedojumma….” Ucap Hongki meralat ucapan yang terlontar sebelumnya olehnya. Hongki pun melanjutkan sisa kalimat yang tercetak di kertas yang sebelumnya dia letakkan di meja.

“… tapi semoga semua hadiah yang kami berlima berikan padamu tidak mengecewakan. Ingat! Dewasalah! Kami menyayangimu, walaupun sayang kami berdua pada Seunghyunnie lebih besar >,< HAPPY BIRTHDAY!!!! –Kim Jaejin & Lee Minhwan eomma- ”

Hongki tersenyum tidak jelas begitu selesai membaca. Dia kemudian tertawa. “HAHAHAHA~~~ benar kan? Mereka memang DAEBAK! Aku mendapatkan hadiah yang istimewa.” Ucapnya senang.

“Aku juga senang hyung. Pedojumma memasakkan banyak ayam. Saengil Chukkae hyung, panjang umur.” Ujar Minhwan yang dengan tidak sopannya mendahului orang-orang yang lebih tua darinya untuk menikmati makanan yang tersaji di meja makan. Minhwan tengah menikmati ayam goreng kesukaannya.

Jaejin yang melihat Minhwan sudah mulai makan, langsung mengambil makanan apapun yang dia suka. “Hahenghil hukhhahe huung….” Ucap Jaejin mengucapkan selamat ulang tahun dengan makanan penuh di mulut.

Seunghyun tidak mau kalah. Dia juga langsung menyendok nasi berikut lauknya. “Ingat pesan pedojumma ya hyung, kau harus lebih baik kepadaku.” Kata Seunghyun sambil mengerlingkan matanya. “Selamat berkurang usia.” Tambahnya kurang ajar.

Hongki ingin memukul kepada Seunghyun tapi posisi bocah itu tidak terjangkau oleh tangannya. Hongki menunggu dan menunggu satu orang lagi mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Tapi meski Minhwan sudah mengambil ayam goreng yang baru, karena yang sebelumnya sudah habis, Hongki tetap tidak mendengar suara dari seorang lagi. Hongki menoleh pada leader band tempatnya berkiprah yang duduk di sampingnya. Dan dia hanya bisa melongio saat Jonghoon, sang leader, sepertinya sedang tidak sadarkan diri. Tepatnya melamun.

Hey, ulang tahunnya hanya berjarak lima hari setelah Hongki! Boleh kan kalau Jonghoon berharap sesuatu yang istimewa juga dikirimkan oleh pedojumma padanya??

We’ll see…

Advertisements

2 responses »

    • lol.. kudu’a kita kenalan dulu yaa sebelom bikin ini, jadi bisa numpang jadi cast..
      tapi kapan2 masuk aja deehh k’kamar hongki, free kok(?)
      makasi udah baca sama komen 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s