(Sp) Late Gift

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) L/Kim Myungsoo [Infinite]

*) Kim Sunggyu [Infinite]

*) Jang Dongwoo [Infinite]

*) Hoya/Lee Howon [Infinite]

*) Nam Woohyun [Infinite]

*) Lee Sungyeol [Infinite]

*) Lee Sungjong [Infinite]

Genre : OOC, Gajelas :p

Length :  Ficlet [1213 words]

Disclaim : Anak Infinite di bawah manj Woollim ent dan terikat kontrak ma aku. Khusus Woohyun dibayar pake cinta *ditendang inspirit*

a/n : LOL… aku tau ini gajelas /plakk… seharusnya ada birthday moment empat hari yang lalu, tapi karena tiap mikir ultah el-gun yang keinget cuma pembunuhan ==a, jadi’a aku gak bikin ff buat ultah dia. Tapi si el dateng mulu ke pikiran aku(?) minta kado, jadi ini deh hasilnya… happy reading ^^

 

 

 

17 March 2012, 08.20 AM – Infinite’s Dorm

 

Kim Sunggyu yang sudah biasa harus bangun lebih dulu dari yang lain membuka kedua matanya, dia melihat Nam Woohyun dan Jang Dongwoo, teman sekamarnya masih bermain di dunia mimpi. Dia kemudian keluar dari kamarnya menuju kamar mandi. Membersihkan diri secukupnya.

Setelah itu, Sunggyu pergi menghampiri televisi dan menontonnya. Infinite sedang tidak memiliki jadwal kecuali Kim Myungsoo alias L yang sudah pergi bersama manajernya untuk syuting drama.

“Hyung~ aku mimpi buruk.” Sungjong yang tiba-tiba duduk di samping Sunggyu membuat leader Infinite itu kaget.

“Mimpi apa?” Tanya Sunggyu tidak tertarik.

“L hyung mengancamku karena dia tidak mendapat hadiah saat ulang tahunnya kemarin. Mengerikan.” Lapor Sungjong. “Hyung, kau mendengarku tidak?” Tanya Sungjong dengan nada sedih dibuat-buat setelah sekian lama tidak ada tanggapan dari Sunggyu.

“Hm….”

“Sunggyu hyung!” Hoya yang baru keluar dari kamar dan langsung berhambur ke depan televisi, menghalangi pemandangan Sunggyu.

“Menyingkir kau Hoya! Aku sedang menonton televisi.” Ucap Sunggyu kesal.

“L masuk ke dalam mimpiku, dia menangis hyung karena kita hanya memberi ucapan pas ulang tahunnya kemarin.” Lapor Hoya.

“Terus?” Tanya Sunggyu masih kesal. “Ulang tahun dia kan empat hari yang lalu.”

“Aku akan pergi mencari hadiah untuk L-ah.” Sungyeol tiba-tiba berada di tempat itu juga. Tiga pasang mata langsung menatap ke arahnya. “Masa semalam dia mengigau dia akan membunuhku? Aku yakin pasti karena dia hanya mendapat ucapan empat hari yang lalu.” Tambahnya.

“Kalau begitu, aku ikut. Mengerikan mengingat L menangis di mimpiku semalam.” Hoya angkat bicara.

Sebagai seorang leader yang tidak ingin terlihat cela di mata dongsaengnya, akhirnya Sunggyu menyuruh Hoya dan Sungjong untuk membangunkan dua member lain yang masih belum sadar. Setelah semuanya berkumpul, dia membuat rencana untuk pergi bersama mencari hadiah untuk Myungsoo.

“Jadi, apa yang akan kau belikan untuk Myungsoo?” Tanya Sunggyu pada Sungjong.

Member yang paling muda itu menggeleng. “Aku tidak tahu hyung, masih tidak ada ide.” Jawabnya jujur.

Mata Sunggyu beralih pada Hoya yang kemudian menggeleng, dan beralih lagi pada member lain yang juga menggeleng. “Kalian ini… apa tidak ada satu pun yang bisa memberikan ide?” Tanyanya.

Semua menggeleng kompak.

“Ah! Aku tahu!” Kini Sungyeol yang bicara sambil mengacungkan telunjuknya.

“Apa?” Dongwoo bertanya.

 

 

22.48 PM

 

Kim Myungsoo, atau orang lain mengenalnya sebagai L member Infinite masuk ke dalam dorm setelah seharian hingga malam dia berada di lokasi syuting. Tubuhnya terasa sangat lelah. Makanya dia langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya, menunda mandinya untuk esok hari.

Tapi sebelum dia sampai ke kamar, matanya tertahan pada cahaya yang aneh di dekat dapur. Dia pun kemudian berbelok dan mendatangi tempat bercahaya itu. di ruang tengah, di atas meja, beberapa lilin menyala membentuk sebuah lingkaran. Di tengah lingkaran itu menumpuk enam buah kado dengan enam warna yang berbeda.

“L-ah!” Teriak Sungyeol.

Myungsoo terperanjat dan lampu yang mulanya padam kemudian menyala. “Apa ini?” Tanyanya bingung. Dia melihat keenam rekan satu grupnya sekarang menghampirinya.

“Karena kami hanya memberikan ucapan saengil padamu, jadi kami sepakat untuk membelikanmu hadiah.” Jawab Sunggyu.

“Hyung tidak usah begitu….” Ucap Myungsoo yang tampak kaget.

Dongwoo menggeleng. “Tidak masalah. Karena kau sibuk, kami berpikir tidak usah memberikan hadiah kejutan padamu. Kami tahu kau juga pasti lelah. Tapi akhirnya kami memutuskan untuk memberimu hadiah. Sebagai tanda cinta kami padamu.” Ucap Dongwoo tumben bisa sebijak itu.

Myungsoo tersenyum senang. Dia kemudian memeluk rekannya satu per satu. “Gomawo.” Ucapnya sambil memberikan pelukan.

“Sekarang ayo buka kadonya.” Ucap Woohyun yang mendapat pelukan terakhir.

Myungsoo kemudian mengambil kado paling atas dan membukanya. Sebuah kemeja kotak berwarna hijau toska menjadi hadiah yang diberikan Sunggyu. Myungsoo menyimpan kemeja itu di lengan kursi sambil tersenyum dan membuka kado yang lain setelah mengucapkan terima kasih. Kemeja dengan motif yang sama tapi berwarna biru laut menjadi hadiah dari Dongwoo. Myungsoo tersenyum lagi, menyimpan kemejanya di atas kemeja yang diberikan Sunggyu lalu membuka kado yang lain. Dan lagi, sebuah kemeja dengan motif yang sama menjadi hadiah yang diberikan Hoya, kali ini berwarna merah hati.

Perasaan Myungsoo sudah campur aduk. Dia menoleh ke arah teman-temannya. “Isinya semua kemeja?” Tanyanya.

Dan semua member Infinite kecuali Myungsoo mengangguk semangat.

“Dengan motif yang sama?” Myungsoo bertanya lagi.

Member lain mengangguk lagi.

“Woohyun hyung, kau memberi warna apa?” Tanya Myungsoo yang sudah tidak bernafsu untuk membuka sisa kadonya.

“Biru tua.” Jawab Woohyun.

Myungsoo mengarahkan pandangannya pada roommatenya.

“Hitam.” Jawab Sungyeol pendek.

“Aku pink!!!” Ucap Sungjong sebelum Myungsoo memintanya menjawab.

Myungsoo tampak sedikit, sangat sedikit kecewa. Tapi kemudian dia tersenyum. “Gomawo semua. Kalian tahu saja kalau aku belum punya kemeja dengan motif seperti ini.” Ucapnya.

“Gwenchana. Karena kami membeli kemeja yang sama, pemilik toko memberikan diskon pada kami.” Hoya keceplosan.

Dan Woohyun yang berdiri di samping Hoya langsung menyikut tulang rusuk Hoya.

“Ya sudah, kau bawa hadiahnya ke kamar. Aku mau tidur, ngantuk.” Ucap Sunggyu sambil berjalan menuju kamarnya diikuti member lain kecuali Myungsoo dan Sungyeol yang sedang membereskan lilin dan hadiah di atas meja.

“L-ah! Ayo mengaku!” Ucap Sungyeol pada Myungsoo ketika berjalan menuju kamar mereka.

“Mengaku apa?” Tanya Myungsoo dengan wajah bingung.

“Kau pura-pura mengigau kan semalam? Kau tidak bermimpi akan membunuhku kan?” Cecar Sungyeol.

Myungsoo menoleh ke samping dan sedikit mendongak karena perbedaan tingginya dengan Sungyeol. Dia kemudian tersenyum penuh arti pada Sungyeol sebelum kemudian masuk ke dalam kamar, meletakkan hadiahnya dan langsung menuju tempat tidurnya.

“L-ah! Jawab aku!” Perintah Sungyeol sambil mengguncangkan tubuh Myungsoo.

“Aku ngantuk, capek, ingin tidur.” Ucap Myungsoo mengacuhkan Sungyeol.

Sungyeol menyerah, dia kemudian melangkahkan kakinya menuju tempat tidurnya sendiri.

Di kamar lain, Hoya sudah merebahkan diri di kasurnya dan bersiap untuk tidur. Dia kemudian mengambil iPod miliknya dan menekan tombol play.

“Hiks… hyung jahat. Hiks, aku sepertinya tidak berarti bagi hyung…”

Hoya tersentak dengan apa yang didengarnya. Dia kemudian memeriksa iPodnya dan mendapati ada file baru di sana. Bukan dia yang menaruh file itu. Tapi Hoya bisa menebaknya. “L~~~ Kalau mau hadiah bilang saja, tidak perlu membuatku bermimpi seperti itu.” Ucap Hoya geram.

“Wae hyung?” Tanya Sungjong yang bingung melihat Hoya yang terlihat marah.

Hoya melemparkan iPod miliknya pada Sungjong. Dan seolah mengerti, Sungjong langsung menekan tombol play. “Daeebaaakkkkk~” Ucap Sungjong memuji. “L hyung pintar juga. Pas ulang tahunku aku mau melakukan hal yang sama ah.” Tambahnya.

Hoya hanya menatap bingung magnae Infinite itu. “Awas saja kalau kau melakukannya.” Hoya bicara dengan nada mengancam pada Sungjong kemudian kembali merebahkan tubuhnya. Hoya berbalik tak lama kemudian. “Kembalikan iPodku!” Katanya sambil mengulurkan tangan meminta iPodnya.

Sungjong lantas memberikan iPod milik Hoya pada pemiliknya itu. Dia mengambil MP5 miliknya dan mulai mencari file yang dia curiga pasti ada file baru yang ditambahkan ke MP5 miliknya itu. “Ah!” Teriak Sungjong girang, tapi tidak membuat Hoya yang sudah tertidur bangun, begitu melihat memang ada file baru di MP5nya.

“Lee Sungjong! Aku tidak akan pernah memaafkanmu! Kau harus memberikan hadiah padaku. Kau akan tahu sendiri akibatnya jika kau tidak membelikan aku hadiah. Tidak akan ada magnae yang disayang lagi, aku akan pastikan tidurmu tidak akan pernah tenang lagi.”

Sungjong menangis mendengar ancaman suara Myungsoo di telinganya. “L hyung jahat sekali. Aku tidak akan pernah lupa untuk memberi kado padanya kalau ulang tahun, hiks.” Ucapnya monolog.

Di luar kamar, tepatnya di depan televisi, Myungsoo tengah duduk di kursi yang ada di sana. dia pergi dari kamar setelah yakin penghuni dorm sudah tidur di kamar masing-masing. Dia mendesah pelan. “Harusnya aku rekam saja aku minta kado apa. Setidaknya, walaupun hanya tiga orang yang memberikan kado, tapi mereka kan bisa memberiku hadiah yang aku inginkan.” Ucapnya di tengah kesunyian malam.

-end-

 

Advertisements

6 responses »

    • wkwkwk~~
      gara2 pas mau bikin inget sesame player tuh
      dan koleksi myungsoo itu kemeja semua, model sama beda motif..
      jadi’a deh dijadiin ide cerita aja
      gomawo udah baca sama komen ^^

  1. ckckkckc,…
    lcu a5t cih cman 5u mnta hadiah ja smpek d.rekam sgala hhaha,..
    kado nyea 6 kemeja dngn motif yx sm lagiy,..wkwk yg sbar ea L-hyung,..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s