(SP) Little Birthday Party For Our Hoya

Standard

Author : Asuchi

Cast [Full Cast]:

Kim Family member :

*) Kim Jongwoon [Super Junior]

*) Kim Boram [OC]

*) Kim Seorin [OC]

*) Kim Jaerin [OC]

*) Kim Jaejin [Imagine as Lee Jaejin FT Island]

*) Kim Jinho [Imagine as Cho Jinho/Jino SM The Ballad 11 years ago]

*) Kim Sunggyu [Infinite]

*) Hoya/Lee Howon [Infinite]

Lee Family member :

*) Lee Hyukjae [Super Junior]

*) Lee Minhwan [Imagine as Choi Minhwan FT Island]

*) Lee Minwoo [Imagine as No Minwoo Boyfriend]

*) Lee Yoogeun [Imagine as Jung Yoogeun SHINee’s Hello Baby]

*) L/Kim Myungsoo [Infinite]

Other :

*) Kim Ryeowook [Super Junior]

*) Lee Sungyeol [Infinite]

*) Lee Sungjong [Infinite]

*) Lee Jinki [SHINee]

Genre : AU, Family OOC, Gajelas, Aneh

Length :  Ficlet [1532 words]

Disclaim : Semua cast milik SAYA!!! Hahaha~ tapi cuma buat d’ff ini aja, aslinya punya masing2(?), cerita punya SAYA…

WARNING : YANG TIDAK SUKA HOYA JADI TUKANG BERSIH-BERSIH RUMAH ORANG, MENDING JANGAN BACA. Aku gak pengen ada bash disini, anak Infinite yg laen juga dapet jabatan yang tidak kalah rendah dari Hoya.

a/n : LOL… aku gak sempet edit piku, dibikin sejem pake waktu mepet cz harus pergi… aku tau ini gajelas /plakk… keluarga Kim memang tidak pernah jelas atopun normal. Di cast disebut banyaaakkkkk banget, tapi yg kebagian ngomong cuma beberapa, aku cuma mau pamer aja nama2 keluarga Kim *ditendang* jadi jangan heran ini pendek dan banyak yang cuma nampang bahkan cuma kesebut nama. SAENGIL CHUKKAE LEE HOWON >,< muach muach, happy raeding ^^

28 March 2012

Pagi hari di keluarga Kim, hanya ada satu orang yang sudah terbangun. Dia sedang berada di dapur untuk menyiapkan sarapan keluarga banyaknya, Kim Boram, istri dari kepala keluarga Kim orangnya. Suaminya, Kim Jongwoon masih berada di kamar, Boram tidak tahu suaminya sudah bangun atau belum. Sudah cukup lama mereka tidak sekamar karena Ryeowook, pengacara keluarga Kim, sedang frustasi setelah dicerai istrinya, dan Jongwoon berusaha menghibur Ryeowook. Ryeowook tinggal di rumah keluarga Kim sejak kemelut keluarganya dimulai hingga kini, dan parahnya, selama dia tinggal, dia tidur di kamar utama. Kamar yang seharusnya ditempati Boram-Jongwoon. Karena kasihan, Boram mengalah dan tidur bersama putra bungsunya, Kim Jinho atau akrab dipanggil Jino.

Kim Jaerin dan Kim Jaejin, si kembar beda dua hari, putra kedua dan ketiga keluarga Kim dipastikan belum bangun karena mereka memang sulit bangun tidur. Sedang Jino, dia sedang menggeliat di atas kasurnya, berusaha mengumpulkan jiwanya sebelum dia bangkit dari tempat tidur.

Penghuni kediaman keluarga Kim yang lain, Kim Sunggyu juga masih tidur karena tugasnya mencuci mobil sudah dia lakukan kemarin sore dan masih ada tiga jam menuju tugasnya yang lain, mengantar Jino ke sekolah. Lalu Lee Howon atau Hoya, dia juga masih berada di bawah selimutnya. Tidak tertidur, dia sudah bangun sejak tengah malam kemarin, membalas setiap mention twitternya dan wall post facebooknya dengan ponselnya.

Jino menghampiri ibunya yang sedang memasak di dapur setelah dia berhasil mengumpulkan jiwanya dan sepenuhnya sadar. “Eomma. Apa eomma tahu hari ini hari apa?” Jino bertanya pada ibunya yang sedang mengaduk masakannya.

“Hari Rabu, wae?” Jawab Boram, nyonya rumah keluarga Kim.

“Apa eomma tahu sekarang tanggal bulan tahun berapa?” Jino bertanya lagi.

“28 Maret 2012. Memangnya kenapa dengan hari ini Jino-ya?”

Jino duduk di kursi yang ada di dapur. “Hari ini Hoya hyung ulang tahun. Apa kita tidak akan merayakan ulang tahun Hoya hyung?” Jino bertanya lagi.

“Untuk apa merayakan ulang tahun dia?” Sebuah suara menginterupsi sebelum Boram sempat menjawab pertanyaan Jino. Tanpa perlu Jino dan Boram menoleh, keduanya bisa tahu kalau itu suara Jaerin. Jaerin menghampiri dapur dan duduk di kursi di samping Jino dengan rambut  yang masih sangat berantakan. “Tahun kemarin, hanya ulang tahun Jino yang dirayakan, itu juga aku tidak ikut karena aku dan Jaejin belum resmi jadi keluarga ini.” Ucap Jaerin. Untuk informasi lebih lengkap, baca ff spesial ulang tahun Jino tahun kemarin. “Terus, saat ulang tahun eonni juga eomma tidak merayakannya. Ulang tahunku dan Jaejin juga.” Tambah Jaerin. “Bahkan saat Jaejin ulang tahun, eomma malah pergi ke Jepang untuk merayakan ulang tahun Jaejin FT Island. Tidak adil kalau seorang tukang bersih-bersih rumah ini [tidak tega saia buat bilang pembantu /plakk] mendapat perhatian lebih dari eomma daripada anak-anaknya sendiri.” Keluhnya.

Boram mengecilkan api kompornya lalu berbalik menatap Jaerin. “Ulang tahun Jino, appa mendapat hadiah jalan-jalan ke Jepang dan memang kami sudah punya rencana dari awal untuk merayakan ulang tahun Jino. Ulang tahun Seorin, eomma sedang stress gara-gara tugas akhir eomma. Ulang tahunmu, eomma sedang wisuda. Tidak mungkin eomma meninggalkan wisuda hanya untuk ulang tahunmu. Dan ulang tahun Jaejin, ceritanya kan eomma pakai Lee Jaejin yang diganti marga jadi Kim sebagai anak di keluarga ini. Jadi secara tidak langsung eomma juga merayakan ulang tahun Jaejin. Lagipula, selalu ada sup rumput laut setiap ulang tahun kalian.” Jawab Boram menyebutkan satu per satu alasannya.

Jaerin terlihat kesal mendengar alasan yang diberikan Boram. “Eomma tahu tidak ada kendaraan di Indonesia yang namanya  bajaj?” Jaerin bertanya.

Boram menggeleng. “Anni.” Jawabnya pendek.

“Eomma itu persis bajaj, hobi ngeles.” Ucap Jaerin kesal.

Boram menggeleng lagi. Kali ini dengan versi lambat. “Tidak seperti itu. Eomma ini pakai otak, memberikan alasan yang pas dan tak bisa dibantah.” Ucapnya.

Jaerin menoleh pada Jino. “Tuh kan, seperti bajaj.” Bisiknya.

Jino mengacuhkan kakaknya, dia menoleh lagi pada ibunya. “Eomma, jadi tidak ada perayaan spesial untuk Hoya hyung?” Jino mengulang pertanyaannya yang belum sempat dijawab Boram.

Boram tersenyum. “Kau kesini, lihat apa yang sedang eomma masak.” Ucap Boram sambil melambaikan tangannya meminta Jino untuk mendekat.

Jino melihat ke arah panci kecil yang berada di atas kompor dengan bantuan Boram yang mengangkat tubuh Jino karena Jino masih terlalu pendek untuk melihat isi panci kecil di atas kompor. “Sup rumput laut?” Jino bertanya begitu dia diturunkan lagi oleh Boram.

Boram mengangguk. “Dan masih ada hadiah spesial untuk Hoya. Nanti Jino yang berikan pada hyung ya.” Ucap Boram sambil mencolek hidung Jino.

Jino mengangguk bersemangat. Dia kemudian kembali ke kamarnya untuk mandi, karena setelah bangun tadi dia tidak langsung mandi. Jino terlihat tidak sabar untuk sarapan.

“Kau bantu eomma siapkan semuanya.” Perintah Boram pada Jaerin.

“Tidak mau.” Tolak Jaerin.

Boram mentap Jaerin. “Kau tidak lihat apa yang sedang eomma pegang?” Tanyanya sambil memperlihatkan tangan kanannya yang sedang memegang ponsel, Jaerin menatap ponsel milik Boram kemudian menatap ibunya itu. “Semalam eomma sudah mengundang Sungjong untuk sarapan di sini, dan sekarang eomma akan menelepon dia untuk membatalkan undangan itu kalau kau tidak mau membantu eomm.” Ancam Boram.

Mau tidak mau akhirnya Jaerin membantu Boram. Dia takluk pada ibunya yang pintar mengancam itu. Jaerin membantu Boram sambil menggerutu. Menyalahkan dirinya yang tidak mendapatkan titisana kejeniusan buyutnya, Kim Kibum.

-o0o-

Pukul delapan pagi, semua anggota keluarga Kim yang sudah disebutkan tadi di atas kecuali pemain utama yaitu Hoya, sudah berkumpul di ruang makan yang mejanya sudah ditambah agar bisa menampung orang lain yang sudah diundang Boram untuk sarapan bersama. Putri pertama keluarga Kim, Kim Seorin, yang tidak pernah absen untuk menumpang makan bersama suami anak [Hyukjae, Minhwan, Minwoo dan Yoogeun] pun sudah duduk manis di tempatnya. Begitu juga tetangga dekat kediaman keluarga Kim sudah tiba, Lee Jinki tukang tahu langganan Boram dan Lee Sungyeol, tukang sate langganan Jino berikut adiknya Lee Sungjong sudah duduk di tempat yang disediakan Boram.

Boram dibantu Jaerin juga Jino sedang memindahkan makanan yang cukup banyak untuk perayaan sederhana ulang tahun Hoya begitu si pemain utama datang ke dapur.

Hoya terlihat kaget begitu melihat begitu banyak orang [padahal hanya bertambah tiga orang ==a] di ruang makan.

“Saengil chukkahamnida..!!!!!” Koor semua orang, kecuali Hoya tentunya, begitu mereka melihat Hoya.

Hoya sontak terharu, keluarga yang sudah memesannya untuk menjadi tukang piring bahkan sebelum dia lahir begitu perhatian padanya. Tak terasa Hoya pun menitikkan air matanya, hanya sedikit karena dia gengsi, tentu saja. “Gomawo semuanya.” Ucap Hoya.

Tidak ada acara salam-salaman, tidak ada acara peluk-pelukan. Hoya langsung diminta untuk duduk di tempat yang sudah disediakan. Jongwoon yang duduk di samping Hoya kemudian menyalakan lilin yang ada di atas kue yang sudah dibeli Boram sehari sebelumnya.

Semua berjalan cepat karena pesta kecil itu dilakukan di pagi hari di hari kerja. Jadi, begitu Hoya meniup lilinnya, semuanya langsung sibuk dengan sarapan mereka. Meski begitu, Hoya tetap saja bahagia bisa berada di keluarga yang sangat menyayanginya itu. Dia berjanji akan akan membuat rumah ini lebih kinclong lagi.

Pukul setengah sembilan semua orang yang punya kegiatan langsung membubarkan diri. Para tetangga sudah pulang. Keluarga Seorin selain dirinya sudah kembali ke rumahnya, Jongwoon dan Ryeowook sudah ke kantor, Jaejin melanjutkan tidur karena kuliahnya dimulai siang. Jaerin, yang masih tidak terima ada perayaan ulang tahun Hoya, pergi ke depan televisi untuk menonton iklan. Sedang Sunggyu sedang memanaskan mobil di garasi. Tinggal Hoya, Boram dan Jino yang sedang membereskan piring dan teman-temannya. Juga Seorin yang hanya duduk di tempatnya tadi.

“Hoya!” Panggil Seorin sambil menatap Hoya.

Hoya yang sedang mengambil piring di depan Seorin kemudian menoleh pada Seorin. Dia merasakan firasat buruk begitu bertemu mata dengan Seorin. “Ne noona.” Jawabnya sedikit ragu.

“Jangan lupa ya hadiahnya. Kan sudah tidak jaman orang yang ulang tahun mendapat hadiah. Pokoknya aku tunggu hadiah darimu.” Ucap Seorin sambil senyum-senyum.

Benar firasat Hoya. Dia mengangguk pelan. Tidak berani membantah Seorin.

“Kalau begitu aku pulang dulu eomma. Sebentar lagi aku harus mengantar Yoogeun ke Play Group.” Pamit Seorin yang tak lama kemudian menghilang.

“Jino-ya, ambilkan hadiahnya sayang.” Perintah Boram pada Jino setelah Jino memberikan mangkuk kotor pada Boram.

Jino mengangguk kemudian pergi dan kembali ke ruang makan tak lama kemudian. Hoya menoleh pada Jino yang sedang menarik dua buah koper yang kecil dan besar. “Lumayan berat eomma. Isinya apa?” Tanya Jino begitu kembali.

“Hoya, itu hadiah untukmu. Maaf tidak membungkusnya karena tidak sempat.” Ucap Boram pada Hoya. “Sudah biar aku yang bereskan. Kau buka saja dulu hadiahmu, Jino begitu penasaran dengan isinya.” Perintahnya kemudian.

Hoya mendekati Jino, meletakkan koper itu hati-hati karena dua-duanya terasa berat. Hoya kemudian membuka koper yang beasr dulu dan mendapati pakaian empat musim, baru pastinya, lengkap dari atas hingga bawah dari luar hingga dalam. Kemudian ada perlengkapan bersih-bersih rumah. Dia merasa senang karena mendapatkan hadiah yang begitu banyak dari Boram.

Jino tanpa ijin membuka koper yang kecil namun paling berat itu. Matanya membulat begitu melihat isinya. “Eomma, kenapa ada piring kotor, mangkuk kotor, panci kotor di sini?” Jino bertanya begitu dia melihat kado yang lain untuk Hoya.

“Myungsoo, yang membersihkan kamar mandi Seorin sekarang mogok kerja karena pas ulang tahun dia diberi kamar mandi baru oleh noonamu. Dia bilang tidak ada yang perlu dibersihkan karena sudah bersih. Makanya eomma beri Hoya barang-barang kotor agar ada yang bisa dia bersihkan.”  Jawab Boram santai.

Hoya hanya bisa berwajah sedih. “Tidak seperti itu juga kali.” Ucap Hoya dalam hati. Tapi begitulah keluarga yang mempekerjakan Hoya, aneh tiada tara. Hoya seharusnya tahu tidak mungkin keluarga Kim itu sepenuhnya normal sesuai pandangan normal orang lain. “Gomawo.” Ucapnya kemudian.

-end-

Advertisements

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s