Four Heart, Three Love [2]

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Yesung/Kim Jongwoon [Super Junior]

*) Kim Boram [OC]

*) Kim Heechul [Super Junior]

*) Lee Hyunri [OC]

Other Cast :

*) Cho Kyuhyun [Super Junior]

*) Park Minrin [OC]

*) Seo Yeon Ha [OC]

Genre : Angst, Romance, Smut, OOC, AU

Disclaim : inspirasi dari film korea tapi jelas BEDA, cerita dan OC’s Kim Boram punya aku, sisanya bukan.. Kredit gambar dari @zen404

a/n : ini ff gagal. banyak banget kritik di part 1 dan aku coba buat tulis ulang tapi gak sukses, terus aku mikir ini gausah dilanjut aja sekalian. tapi gara2 ada yg masih mau baca ff ini, akhirnya aku lanjut juga ^^ mian buat semua salah cerita di part 1, aku usaha buat jadi lebih baik lagi.. gomawooo buat yg udah sempetin baca ff gagal’a, dan ini lanjutan’a 🙂 happy reading ^^

Previous Part | Part 1 |

Jongwoon menatap lekat wajah Hyunri yang sedikit membengkak namun tetap terlihat cantik itu. “Sudah merasa lebih baik?” Tanyanya.

Hyunri mengangguk setengah menunduk. Masih berusaha untuk mengusap air mata yang masih mengalir meski sedikit.

Antara sadar dan tidak, Jongwoon mengulurkan tangannya, membantu Hyunri untuk mengusap air matanya. Dan saat kedua tangan itu menyentuh pipi Hyunri, kedua mata mereka saling bertemu. Jongwoon melihat dengan jelas bahwa gadis di sampingnya begitu rapuh, berbeda dengan beberapa saat yang lalu.

Dan entah setan datang dari mana, Jongwoon mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Hyunri, memiringkan kepalanya dan menyapukan bibirnya di bibir asin Hyunri.

Four Heart, Three Love

Byuuurrr~~~

Heechul melompat ke tengah sungai. Diikuti teriakan panik dari orang-orang yang sedang berkumpul sambil menunjuk-nunjuk seseorang yang tengah melambaikan tangannya, tepatnya berusaha agar tetap berada di permukaan. Heechul berenang dan terus berenang menghampiri orang itu.

Di atas kapal, Kyuhyun berusaha mencari pelampung, untuk membantu Heechul.

“Jagi, ini….” Minrin menyerahkan apa yang Kyuhyun cari.

Dengan cepat Kyuhyun melemparkan pelampung ke arah Heechul. “Hyung, cepat ambil pelampungnya!” Teriak Kyuhyun pada Heechul saat dia melihat Heechul sudah berhasil menangkap tubuh yang hampir tenggelam tadi.

“Ya Tuhan, tolong selamatkan Boram.” Mohon Minrin sambil menutup matanya.

Heechul mengerti, dia berenang menuju pelampung dengan tangan kanannya memegang tubuh Boram. Beberapa awak kapal kemudian menyusul menolong Heechul yang menempatkan tubuh Boram di atas pelampung untuk kembali ke atas kapal.

Tak lama kemudian Heechul sudah berada di atas kapal lagi. Heechul panik begitu melihat Boram yang tak sadarkan diri., efek kekurangan oksigen juga meminum air telalu banyak. Heechul langsung menekan-nekan dada Boram, berusaha mengeluarkan air di tubuh wanita itu. Dia lalu mengambil nafas sebanyak mungkin dan mulai memberikan nafas buatan. Begitu beulang sampai Boram sadar.

“Uhhuuukkkk….” Boram terbatuk dengan air keluar dari mulutnya.

Raut wajah Heechul yang panik berubah begitu melihat wanita itu sadar.

Minrin langsung menyelimuti Boram dengan selimut yang dia ambil dari kamar di kapal tersebut. Kyuhyun juga melakukan hal yang sama untuk Heechul.

Tapi Heechul menolak, dia justru membantu Minrin menyelimuti tubuh Boram dengan selimut yang seharusnya untuknya. “Biar aku yang bawa Boram.” Ucap Heechul pada Minrin. Dia lantas mengangkat tubuh Boram dan membawanya menuju kamar terdekat.

Minrin dan Kyuhyun sebenarnya agak heran dengan sikap Heechul yang berlebih pada orang yang baru dua kali bertemu dengannya itu, juga tenaga lebih yang dimiliki Heechul setelah usaha dia menyelamatkan Boram. Tapi mereka mengacuhkan rasa heran itu dan ikut pergi untuk memastikan kondisi teman mereka itu.

Minrin berbelok sebelum menuju dapur untuk membuatkan teh hangat untuk Heechul dan Boram.

“Hyung.” Kyuhyun memanggil Heechul yang sedang membaringkan tubuh Boram dan membuat posisi wanita itu agar senyaman mungkin.

“Ne, wae?” Tanya Heechul yang kini sedang menyelimuti lagi Boram.

“Gwenchana?” Tanya Kyuhyun.

“Aku harap iya. Dia sepertinya kedinginan. Air sungai Han tadi memang sangat dingin.” Jawab Heechul.

“Aku bertanya apa hyung baik-baik saja?”

“Aku belum baik sebelum melihat dia baik.”

-o0o-

Hyunri menatap dirinya di cermin setinggi dua meter yang berada di kamarnya. Tangannya perlahan menyentuh leher bagian depannya. Pandangan matanya lurus menatap gerakan tangannya. Tangannya terus bergerak sampai menyentuh bercak merah yang ada di dekat lehernya itu. Selang beberapa detik, tangannya menelusuri lagi daerah lehernya dan berhenti lagi di bercak merah yang lain.

Lebih banyak bercak merah tercipta di tempat yang tidak terjangakau oleh mata.

Hyunri tersenyum sambil memandangi bercak-bercak itu. Dia tersenyum bahagia. Senyum yang sempat dilupakan olehnya.

-o0o-

Boram melamun di atas kasurnya. Mengingat kejadian yang kemarin menimpanya di pesta pernikahan Kyuhyun-Minrin. Mengingat saat dia tersadar, Kim Heechul sedang menggenggam tangannya. Boram masih mengingat bagaimana hangatnya tangan pria itu. Dia tidak lupa bagaimana cara Heechul menatapnya, begitu lembut. Sesaat dia mengingat sosok suaminya yang selalu menatapnya seperti itu. Penuh dengan cinta.

-o0o-

Jongwoon menatap kosong layar televisi di hadapannya. Otaknya memutar kejadian terlarang yang dilakukannya dengan Hyunri. Sesaat dia melupakan Boram, istrinya, dan larut dengan ingatannya. Tapi kemudian dia ingat. Dan rasa bersalah itu mulai menjalarinya. Tapi di sisi lain, Jongwoon tetap mengingat perbuatannya bersama Hyunri adalah sesuatu yang indah.

-o0o-

Heechul mendorong kursi kerjanya dengan kakinya, menjauhkan tubuhnya yang berada di kursi itu dengan meja kerjanya. Heechul sama sekali tidak bisa berkonsentrasi dengan berkas-berkas kerja yang ada di hadapannya. Rasa cemas terlihat dengan samar di wajahnya. Pikirannya masih melayang pada sosok wanita yang kemarin diselamatkannya. Bertanya pada dirinya sendiri apakah wanita itu baik-baik saja sekarang. Apakah wanita itu tidak sedang demam dan yang lainnya. Tapi terang pertanyaan itu sama sekali tidak bisa dijawab oleh Heechul.

-o0o-

Kim Boram dan Seo Yeon Ha, asistennya, sedang mempersiapkan beberapa hal sebelum mereka berangkat ke kantor Heechul saat pintu ruang kerja Boram diketuk.

“Masuk.”

Hyunri masuk ke dalam ruang kerja Boram. “Apa saya terlalu cepat datang?” Tanyanya pada Boram yang terlihat kaget mendapati Hyunri di depannya.

“Loh, bukannya Heechul-ssi sudah mengatakan kalau kita bertemu di kantor dia? Saya sedang bersiap untuk pergi ke sana.” Jawab Boram.

Hyunri berjengit. “Dia tidak mengatakan apa-apa.” Ucapnya.

Hyunri dan Boram lama terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Kalau begitu, saya hubungi Heechul dulu.” Kata Hyunri setelah sekian lama.

Boram mengangguk sedang Hyunri kemudian pergi keluar. Ada sekitar lima menit kemudian Hyunri kembali ke ruangan Boram. Dia mengatakan kalau dia setuju pertemuan mereka dipindah ke kantor Heechul dan pamit untuk pergi duluan ke kantor calon suaminya itu. Sedang Boram melanjutkan persiapan yang sebelumnya dia tunda karena ketidakjelasan mengenai tempat pertemuan kliennya itu.

“Aku heran. Ada juga pasangan yang tidak kompak seperti mereka. Kemarin mereka bilang kalau mereka mau kemari, terus tempatnya diganti oleh si calon suami. Sekarang si calon istri malah tidak tahu menahu mengenai hal itu.” Komentar Yeon Ha.

Boram terkekeh mendengar asisten yang juga teman saat dia SMA dulu. “Kau tidak usah ikut campur mengenai urusan pribadi mereka.” Ucap Boram.

“Arasseo.” Kata Yeon Ha kemudian berjalan menuju pintu luar karena persiapan mereka sudah selesai.

-o0o-

Hyunri mengetukkan alas sepatunya saat dia sendirian di dalam lift gedung kantor Boram berada. Hyunri tidak terlalu memikirkan sikap Heechul  yang seenaknya sendiri. Itu sudah jadi sesuatu yang biasa baginya.

Tingg….

Pintu lift terbuka dan Hyunri kemudian melangkahkan kakinya keluar karena dia sudah berada di basement. Hyunri berjalan menuju tempat mobilnya terparkir.

“Lee Hyunri?”

Sebuah suara membuatnya menolehkan kepalanya ke belakang, tempat dimana sumber suara itu berasal.

“Kim Jongwoon.” Hyunri menyebutkan nama orang yang memanggilnya. Perasaannya membucah melihat namja tampan yang berjarak tujuh meter di hadapannya itu. Hyunri merindukan Jongwoon. Dengan sedikit tergesa, Hyunri menghampiri Jongwoon.

Keduanya tersenyum begitu jarak di antara mereka hanya terpaut setengah meter. Wajah Hyunri memerah tanpa dikomando. Pikirannya langsung melayang ke kejadian yang mereka lakukan di hotel tempatnya menginap saat di Mokpo.

Tak ada kata terucap dari bibir keduanya. Mereka hanya saling menatap intens sambil tersenyum. Sampai akhirnya Hyunri melangkahkan kakinya, meniadakan jarak di antara keduanya. Detik berikutnya, Jongwoon menarik pinggang Hyunri dan Hyunri melingkarkan kedua tangannya di leher Jongwoon.

Mereka berciuman. Menumpah kerinduan juga nafsu yang ada di diri keduanya.

Sambil terus memagutkan bibirnya di bibir Hyunri, Jongwoon mengajak Hyunri untuk bergerak. Mereka berjalan menuju mobil Jongwoon yang terparkir tak jauh dari tempat mereka berdiri. Jongwoon membuka pintu belakang mobilnya, mendorong tubuh Hyunri agar masuk terlebih dahulu kemudian dia menyusul. Mereka kemudian melanjutkan kegiatan mereka yang sempat terhenti saat keduanya masuk ke dalam mobil.

Jongwoon melupakan niatnya untuk menemui istrinya. Jongwoon lupa dia ingin memberi kejutan pada istrinya untuk mengajaknya makan malam nanti. Yang ada di pikiran Jongwoon saat ini hanya gadis di hadapannya. Jongwoon bahkan lupa kalau mereka sedang berada di gedung kantor istrinya. Jongwoon lupa istrinya bisa saja melihatnya bersama Hyunri saat ini.

-o0o-

Boram dan Yeon Ha keluar dari mobil begitu mobil tersebut berhenti di basement gedung kantor Heechul. Mereka langsung menuju lobi, menemui resepsionis yang memberitahu letak ruang kerja klien mereka. Boram dan Yeon Ha kemudian bertemu sekretaris Heechul yang mempertemukan keduanya dengan Heechul.

“Hyunri-ssi belum tiba? Atau dia sedang keluar?” Tanya Boram heran saat mendapati hanya ada Heechul di dalam ruang kerja itu.

“Dia belum tiba.” Jawab Heechul kemudian mempersilakan keduanya untuk duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.

“Padahal tadi dia kan berangkat duluan.” Bisik Yeon Ha pada Boram.

Boram mendelik. “Jangan begitu.” Ucapnya sama pelan. “Ng, kalau begitu, kita tunggu sampai Hyunri-ssi tiba.” Ucapnya pada  Heechul yang duduk di depannya.

“Terserah saja. Ngomong-ngomong, kau sudah lebih baik? Tidak flu kan? Tidak sangka, orang yang terlihat kuat sepertimu ternyata tidak bisa berenang.” Komentar Heechul.

Sebenarnya Heechul sangat senang saat dia melihat sosok Boram yang bisa dikatakan baik-baik saja. Rasa cemasnya menguap. Tapi Heechul cukup tahu diri untuk tidak memperlihatkan kecemasan juga kelegaannya di hadapan perempuan yang kali ketiga bertemu dengannya itu.

“Saya baik-baik saja Heechul-ssi. Terima kasih atas perhatiannya.

Cukup lama ketiganya berada di dalam ruang kerja Heechul tapi Hyunri tidak juga menunjukkan tanda-tanda kalau sudah tiba.

“Aku akan telepon Hyunri dulu.” Ucap Heechul kemudian. Dia lantas bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju pojok dekat jendela ruang kerjanya, memberi jarak yang cukup jauh dengan Boram dan Yeon Ha.

“Sebenarnya Hyunri-ssi itu kemana sih? Tadi kan dia yang duluan berangkat kemari, tidak mungkin kan kalau dia itu nyasar?” Tanya Yeon Ha sambil berbisik dan menatap Heechul yang masih sibuk dengan ponselnya.

“Sudah kubilang kan? Kita tidak usah ikut campur urusan mereka. tugas kita di sini hanya memenuhi pesanan pakaian pengantin mereka. jangan sampai mereka membatalkan semua hanya karena kita terlalu kritik pada hubungan mereka.” Jawab Boram dengan berbisik juga.

Ada lewat dari lima menit kemudian Heechul kembali ke tempat duduknya dan mengatakan kalau Hyunri sedang dalam perjalanan. Heechul mengatakan kalau ban mobil Hyunri bocor, jadi calon istrinya itu pergi ke bengkel dulu sebelum datang ke kantornya.

-o0o-

“Lucu. Alasanmu itu cukup bagus.” Heechul tengah menatap sinis Hyunri yang sedang memandangi pemandangan kota dari jendela ruang kerja Heechul.

Hyunri menoleh pada calon suaminya. “Apa maksudmu?” Tanyanya dengan tampang bingung.

Heechul terlihat tersenyum mengejek. “Aku tidak bodoh Lee Hyunri. Aku yakin kau sudah menemukan orang yang bisa kau jadikan pacar sekarang ini. Dan aku juga yakin, kalian saling bertemu sebelum kau datang kemari.

“Aku benar-benar tidak mengerti ucapanmu tuan Kim.” Ucap Hyunri dingin.

Heechul berjalan menghampiri Hyunri, dia kemudian menyibakkan blazer yang digunakan gadis itu. “Tanda merah bekas kecupan, dan terlihat masih baru. Apa aku salah?” Tanya Heechul.

Muka Hyunri langsung memerah. Campuran antara malu juga marah. Sulit memang menyembunyikan sebuah rahasia dari Kim Heechul, tebakan pria itu sangat tepat. “A… ka… kita sudah membicarakan ini sebelumnya kan?” Tanya Hyunri gagap. “Kau tidak akan pernah bermasalah dengan ini semua asal keluarga kita tidak tahu.” Tambahnya , kali ini ada rasa percaya diri dalam nada bicaranya.

“Tentu! Aku juga mulai menemukan seseorang yang menarik perhatianku. Walaupun agak sulit mendapatkannya. Oh iya, apa kekasihmu itu tahu kau akan jadi istri orang sebentar lagi? Aku tidak ingin hubunganmu itu menimbulkan masalah, ingat perjanjiannya.”

-To be Continued-

Advertisements

6 responses »

  1. demi langit dan bumi aarrrrrrrrgggggggggggghhhhh moni, hyunri serasa gadis jalang /plakkkk
    aku nyesek sumpah moni, miris BANGET. sakit banget rasanya jika hyunri ketemu chul. DINGIN KAYAK KUTUB… dan sejujurnya baca kemesraan Hyunri ma Jongwoon agak geli…. malah anehhhhhhhhh hahahahahahaaaa……..

    moni sedih syumpah lihat chul yang kayak gitu ke hyunriii /plakkkkk

  2. okay,, ini saling selingjkuh lebih dapet Fellnya Eon.. kaya film Changging partner gituh..

    buat karakter Heevhul, aku suka deh.. #pelukHeenim cuma yah, agak loncat-loncat Eon.. pengaturan alur juga rada jeli dikit deh Eon..

    but after all.. aku tetep gemes sama si KEPALA GEDE! #lariKeYUNHO #KencanMaG.O aku pengen bgt ulek dah tu kepala! #envy #envy

    keep writing Eon.. ^^

    • bikin ff kek gini tuh butuh tenaga super ekstra, eon tipe org yg mending gak baca daripada jeles
      dan sekarang malah bikin yg ginian.. hahaha,
      iyaa
      ini emang sengaja kok dibikin loncat.. jadi cuma potongan2 gitu.. pindah2 scene’a cepet
      soalnya kejar durasi, gak biasa bikin ff panjang :p
      tapi entar coba dibenerin lagi deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s