LIFE [3]

Standard

Author :  Asuchi

Cast :

*) Yoo Nayeon [OC]

*) Ricky / Yoo Changhyun [Teen Top]

*) Oh Sehun [Exo]

*) Nayeon’s friends [OC]

*) Kevin / Woo Sunghyun [U Kiss]

*) Kim Kibum [SHINee]

*) Sementara segitu :p

Genre : AU, OOC, Romance, Angst <- di otak sih gitu :p

Rate : General

Disclaim : selain OC’s Nayeon’s friends dan jalan cerita semuanya bukan punya aku, eh tapi kalo kasih kepin gak bakal ditolak /ditimpukkiseop

Credit Pic : Aishita World

a/n : Dita sama kepin lagi miskin, jadi dikontrak lagi sama aku buat maen bareng, tapi ini sekalian sama dua namja dita yg laen, sekalikali bikin dita seneng :p lanjutannya mungkin lama, mian (_ _) happy reading ^^

Previous Part : LIFE | LIFE [2] |

Nayeon tidak kembali ke kelasnya seperti yang dia katakan pada Kevin, tapi dia berjalan menyusuri gedung sekolahnya. Nayeon masih belum benar-benar mengenal sekolahnya itu. Setiap melewati kelas, Nayeon menatap papan petunjuk ruangan. Kadang dia berjinjit di jendela kelas orang lain yang sedang belajar, mengintip. Dan pada akhirnya Nayeon sampai di ujung gedung kelasnya dimana ada sebuah ruangan tanpa petunjuk. Ukuran ruangan itu lebih kecil dari ruangan-ruangan lain dan berada di lantas empat gedung sekolahnya. Seperti sebelumnya, Nayeon mencoba untuk mengintip.

Matanya membulat begitu melihat apa dan siapa yang ada di dalam ruangan itu. “OMO..!!”

LIFE [3]

Nayeon meletakkan dagunya di kedua tangannya, sambil kadang menoleh ke sampingnya. Dia menatap pria yang duduk di sampingnya itu. Masih setia menatap ke arah luar jendela.

“Hhhhh….” Nayeon mendesah pelan. Sudah cukup lama mereka berdua di kelas dalam diam. Nayeon enggan kembali ke ruang kesehatan karena tahu akan diacuhkan. Tapi dia juga malas untuk berkeliling. Malas jika berpapasan dengan guru dan diinterogasi macam-macam. Tapi dia juga jenuh dengan suasana kelasnya yang sepi. Terlebih dia bersama orang yang sangat pelit bicara.

“Sehun oppa, kau tidak bosan huh?” Nayeon akhirnya membuka suara setelah sekian lama bungkam. “Pelajaran olahraga masih lama selesai. Aku bosan, apa oppa akan terus diam seperti ini sampai nanti?” Dia bertanya lagi.

Tahu yang ditanya tidak akan menjawab, Nayeon berkata tanpa menatap Sehun di sampingnya. Dia menatap ke arah meja di hadapannya dengan wajah bosan.

“Hhhhh….”

Merasa semakin bosan, Nayeon kemudian mengambil buku catatan di dalam tasnya dan sebuah pensil dari kotak pensilnya. Nayeon mencoret-coret satu halaman di buku catatannya. Pada akhirnya Nayeon berhasil menemukan sesuatu yang bisa menghilangkan rasa jenuhnya.

“Waah, gambarmu bagus sekali Nayeon-ah.”

Nayeon langsung mengangkat kepalanya. Menyadari Jihyun kini berdiri di depannya sambil menatap buku catatan miliknya. Sadar dengan apa yang dilihat Jihyun, Nayeon buru-buru menutup buku catatannya itu dan menjejalkannya ke dalam tas. Karena asik dengan coretan gambarnya, Nayeon tidak sadar kalau jam olahraga sudah selesai dan sebagian banyak teman-teman sekelasnya sudah berada di dalam kelas.

“Kenapa kau menyembunyikannya? Ayolah, aku ingin melihat jelas gambarnya, itu namja kan? Nugu? Pacarmu?” Jihyun mencecar Nayeon dengan banyak pertanyaan.

“Anniyo. Bukan siapa-siapa. Ayo kita keluar. Aku sudah lapar.” Ajak Nayeon sambil menyeret lengan Jihyun agar mengikutinya. Kebetulan kelas olahraganya merupakan kelas terakhir sebelum jam istirahat.

“Jihyun-a, apa kau tahu ruangan yang ada di lantai empat? Di sebelah utara yang paling ujung.” Nayeon bertanya begitu keduanya sudah duduk di kantin.

Mata Jihyun terlihat awas setelah Nayeon bertanya. “Kau kesana?” Dia balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Nayeon.

Nayeon mengangguk. “Aku mengintip dan melihat banyak sekali lukisan di sana. Aku sempat melihat siluet seseorang, tapi ternyata bukan apa-apa. Aku ingin masuk tapi pintunya dikunci.” Jawab Nayeon.

“Itu asalnya gudang tempat menyimpan beberapa perlengkapan sekolah. Tapi kemudian ruangan itu menjadi milik guru seni yang lama. Tapi sekarang sudah tidak digunakan karena guru itu pindah. Katanya dia pindah ke Amerika untuk melanjutkan S3nya disana. Aku tidak terlalu tahu soal itu karena aku belum masuk ketika guru itu pergi. Tapi ada gosip miring tentang guru itu soal kepergiannya. Gosipnya apa, aku tidak tahu jelas. Ruangan itu tempat guru seni itu melukis juga menyimpan hasil lukisannya. Ada orang dalam sekolah yang melarang ruangan itu diubah. Harus tetap begitu seperti terakhir ditinggalkan guru seni itu.” Terang Jihyun panjang lebar. Dia memberikan informasi sebanyak yang dia tahu.

Nayeon mengangguk mengerti.

-o0o-

Minggu berikutnya, saat jam olahraga berlangsung, Nayeon kembali mengintip ruangan yang membuatnya penasaran. Nayeon tertarik pada sebuah lukisan yang tepat menghadap ke jendela tempatnya mengintip. Dia ingin sekali mendekati lukisan itu tapi tidak mungkin. Akhirnya yang dia lakukan hanya melihat dari jauh sambil memperhatikan lukisan itu.

“Apa yang kau lakukan?”

Degg….

Nayeon meluruskan kaki yang dia jinjitkan dan juga tangannya yang dia sampirkan di kusen jendela begitu mendengar suara asing di belakangnya. Nayeon menoleh dengan perlahan, berusaha mencari alasan jika dia diinterogasi nanti. Matanya membulat begitu melihat si pemergok. “Sehun oppa.” Ucap Nayeon menyebut nama orang itu.

“Aku tanya apa yang sedang kau lakukan..!” Ucap Sehun dengan nada dingin.

“Aku… aku hanya ingin melihat ruangan ini.” Jawab Nayeon dengan perasaan campur aduk sambil menunjuk ruangan yang baru saja dia intip. Itu kali pertama dia mendengar suara Sehun, tapi suara itu terdengar cukup menakutkan bagi Nayeon. Terlebih ekpresi pria di depannya itu jauh lebih dingin ketika hari pertama dia sekolah. Wajah Sehun menyiratkan amarah yang berbeda dengan sebelumnya. Terlihat begitu nyata.

Sehun menarik lengan Nayeon. Dia membawa Nayeon menjauhi ruangan itu. Nayeon meringis kesakitan, selain tangannya yang dicengkram Sehun dengan keras, dia juga merasakan linu di kakinya karena Sehun menyeretnya dengan langkah yang cepat.

“Oppa, tolong lepaskan.” Mohon Nayeon sambil meringis. Tapi Sehun sama sekali tidak menghentikan langkahnya juga melepaskan cengkraman tangannya. Dia tetap menyeret Nayeon.

Tak lama keduanya sampai di depan ruang kesehatan. Sehun membuka pintu dengan cukup keras sehingga membuat Kevin yang kebetulan ada di ruangan itu langsung menghampiri pintu.

“Sehun-a, ada apa?” Tanya Kevin dengan wajah bingung saat melihat Sehun membawa Nayeon yang terlihat pucat.

“Dia sakit, dan harus berada di sini sampai kelas olahraga selesai.” Jawab Sehun datar. Dia mendorong lengan Nayeon dan membuat gadis itu hampir menabrak Kevin. “Kau, jangan pernah datang kesana lagi!” Ucap Sehun pada Nayeon dengan nada mengancam sebelum kemudian menghilang.

Kevin menatap kepergian Sehun dengan bingung. Tapi kemudian perhatiannya teralih pada Nayeon yang masih pucat. “Gwenchana?” Tanya Kevin. Tapi Nayeon tidak memberikan respon apa-apa. Kevin lantas memapah Nayeon menuju kasur terdekat dan mendudukkan gadis itu di sana. Dia lantas membuatkan teh manis untuk Nayeon.

“Apa yang terjadi?” Tanya Kevin begitu Nayeon sudah merespon dengan mengambil teh manis yang disodorkannya dan meminumnya.

Nayeon menggeleng. Tidak tahu harus menjelaskan apa karena dia sendiri tidak tahu apa yang terjadi.

“Arasseo. Kau istirahat saja dulu di sini. Oppa ada di meja oppa.” Ucap Kevin lembut sambil menepuk punggung Kevin.

“Oppa!” Panggil Nayeon setelah Kevin pergi.

“Ne?” Tanya Kevin setelah berbalik.

“Kakiku sakit.” Ucap Nayeon setelah menyadari sakit di kakinya.

Tanpa perlu penjelasan yang panjang, Kevin tahu apa yang dibutuhkan oleh Nayeon. Dia segera mengambil obat di kotak obat dan memberikannya pada Nayeon. “Ini akan mengurangi rasa sakitnya.” Ucap Kevin begitu menyerahkan obat yang dibawanya pada Nayeon. Dia kemudian duduk di samping Nayeon. “Apa Sehun menyeretmu kemari? Dia terlihat sangat marah tadi.” Tanya Kevin setelah Nayeon selesai meminum obatnya.

Nayeon menggeleng. Tidak bicara apapun.

“Sepertinya aku tahu kenapa. Anak itu akan sangat emosional untuk hal-hal tertentu. Apa kau pergi ke ruangan di pojok di lantai empat?” Kevin bertanya.

Mata Nayeon membulat dan menatap ke arah Kevin.

“Sudah kuduga.” Ucap Kevin sebelum Nayeon bicara. “Sebaiknya kau jangan kesana lagi. Tidak ada larangan sebenarnya, tapi akan jadi masalah jika Sehun bertemu denganmu di sana. Dia melarang siapapun untuk mendekati ruangan itu. Dan akan sangat sensitif dengan hal yang berhubungan dengan itu.” Terang Kevin.

“Oppa tahu tentang hal itu?” Nayeon bertanya dengan wajah penasaran.

Kevin mengangguk. “Tapi tidak baik menceritakan privasi orang lain.” Ucapnya. “Kau istirahat saja di sini sampai kelas selesai. Kakimu juga perlu diistirahatkan. Nanti oppa antar ke kelas.” Tambahnya kemudian pergi. Memberikan waktu untuk Nayeon beristirhat.

Banyak pertanyaan di benak Nayeon, tapi kemudian dia mengacuhkan semuanya. Obat yang diberikan Kevin ada efek samping kantuk jadi dia membaringkan tubuhnya di kasur setelah membuka kedua sepatunya dan memejamkan mata. Tak lama, Nayeon pun tertidur.

-o0o-

“Nayeon-ah, gwenchana?” Jihyun langsung menghampiri Nayeon yang datang ke kelas bersama Kevin. Jam istirahat siang habis sebentar lagi.

“Dia tidak apa-apa. Hanya lupa waktu saat tadi di ruang kesehatan.” Jawab Kevin mewakili.

Mata Nayeon membulat, dia menatap Kevin yang berdiri di sampingnya seolah bertanya “kenapa bilang begitu?”

Kevin membalas tatapan Nayeon dengan senyuman manisnya. Kevin membungkukkan tubuhnya agar kepalanya sejajar dengan kepala Nayeon. “Tidak ingin temanmu cemas kan? Apalagi kalau Ricky sampai tahu.” Bisik Kevin.

Wajah Nayeon langsung memerah. Sepertinya asisten dokter sekolah itu tahu banyak tentangnya. Bukan hanya jadwal pelajarannya saja. Sampai Ricky yang sedikit sister complex pun sepertinya sudah diketahui pria itu.

“Ehm, kalian sepertinya dekat sekali.” Komentar Jihyun yang sukses membuat Nayeon kembali menoleh padanya.

“An… anniyo.” Kilah Nayeon dengan wajah makin merah. “Aku tadi ketiduran di ruang kesehatan.” Terangnya tidak sepenuhnya bohong. “Oppa, kembali saja ke ruang kesehatan. Banyak pasien menunggu.” Ucap Nayeon sambil mendorong tubuh Kevin agar segera pergi dari depan kelasnya. “Sudah kuduga menerima tawaran dia untuk mengantarku ke kelas bukan ide  yang bagus.” Gumam Nayeon sambil berjalan ke dalam kelas. Mengacuhkan Jihyun yang melemparinya banyak pertanyaan.

Kriiiingggg….

Baru Jihyun membuka mulut untuk kembali bertanya, suara bel tanda istirahat benar-benar selesai berbunyi. Mau tidak mau dia kembali ke bangkunya. “Kau harus memberiku penjelasan nanti!” Tuntut Jihyun sebelum benar-benar pergi ke bangkunya.

Nayeon mendesah. Barusan dia terlalu sibuk dengan Jihyun hingga melupakan orang yang duduk di sampingnya.

Degg…

Dengan perasaan sedikit takut, Nayeon menoleh. Dia mendapati Sehun seperti biasanya, menatap ke arah luar jendela. Nayeon tidak bisa membaca ekspresi Sehun dari samping. Tidak terlalu jelas. Dia lantas mengambil buku catatannya. Menyobekkan sedikit kertas di halaman belakang dan menulis.

Mianhae, lagi-lagi aku membuat kesalahan. Aku sama sekali tidak tahu soal ruangan itu. Aku tidak tahu kalau tempat itu dilarang untuk didatangi. Mianhae oppa.

Aku mohon, oppa bisa memafkan aku.

Setelah menulis catatan kecil itu, Nayeon menyodorkan kertas itu. Dia tidak langsung memberikannya pada Sehun tapi menyimpan catatan itu di meja tepat di depan Sehun.

Sehun bergeming, meski tahu dia pura-pura tidak tahu. Emosinya belum sepenuhnya mereda karena gadis di sampingnya. Dia memang bersikap seperti biasanya, diam sambil menatap ke luar. Tapi kali itu pikirannya penuh dengan gadis yang sebangku dengannya. Gadis yang sukses mengganggu kenyamanan dirinya sebagai orang yang dingin. Gadis yang membuatnya yang biasanya bungkam, meledak karena perbuatan tidak menyenangkannya.

Sehun ingin sekali berada di tempat yang berbeda dengan gadis di sampingnya.

“Ukh…”

Sehun menolehkan kepala sedikit, berusaha untuk tidak disadari oleh Nayeon. Dia melihat Nayeon meringis sambil memegangi paha kirinya.

“Aish, aku sepertinya harus meminta obat lagi pada Kevin oppa.” Ucap Nayeon yang hanya berupa bisikan tapi cukup terdengar oleh Sehun.

“Park Saem!” Nayeon mengangkat tangannya ke atas saat guru Bahasa Korea tengah menjelaskan tentang peribahasa korea. “Aku perlu ke ruang kesehatan sekarang.” Ucapnya setelah menerima sinyal kalau dia boleh bicara.

Nayeon kemudian berdiri dan berjalan keluar kelas setelah mendapatkan ijin dari gurunya itu. Jihyun memperhatikan Nayeon yang berjalan tidak seperti biasanya. Dia makin mantap untuk menginterogasi temannya itu.

Drrtt… ddrrtt…

Jihyun merasakan getaran ponselnya di saku. Dia mengambil ponselnya lalu membaca sebuah pesan masuk.

From : Nayeon

Aku bosan dengan pelajaran Bahasa Korea, mata pelajaran itu sudah aku pelajari tahun lalu. Aku bolos :p jangan bilang siapa-siapa ya ^^

Jihyun mendengus kesal. Dia memajukan bibirnya dan urung untuk mengiterogasi Nayeon. “Dia bolos sendiri. Menyebalkan! Aku juga bosan.” Keluh Jihyun dalam hati.

-o0o-

Karena Jihyun selalu dijemput oleh kakaknya setiap pulang sekolah, dia dan Nayeon hanya berjalan bersama sampai gerbang sekolah mereka. Setelah itu keduanya berpisah. Kebetulan Ricky ada janji dengan Kevin, jadi Nayeon pulang sendiri. Pikirannya sudah melayang ke rumahnya, bagaimana dia nanti akan disambut oleh sang ayah.

Perasaannya berubah menjadi suram setiap melihat bahkan membayangkan ekspresi kecewa yang tergambar jelas di wajah sang ayah.

Grepp….

Nayeon yang sedang berjalan menuju halte bis menghentikan langkahnya begitu sebuah tangan menahan lengannya. Nayeon menoleh dan melihat siapa yang memegang lengannya itu. “Kibum oppa.”

“Ayo kita pulang.”

-to be continued-

Advertisements

2 responses »

  1. Eooon, aku dataaaang. Punten pisan ini kalo bacanya telat banget ;_; Beberapa minggu ini aku lagi (terpaksa) hiatus soalnya gak punya uang buat beli pulsa modem ;_; *nisedih. Log in twitter sama log in ke wordpress itu perjuangan banget kalo kuota modem udah abis. Tadi siang pas berhasil nge-post ff di ffindo aja rasanya seketika pengen joget ;_;

    Oke, udahanlah curhatnya. Bener euy, ini part-nya udah mulai panjang. Jadi hepi sendiri bacanya :3

    Penasaran ih, sebenernya apa hubungannya ruangan misterius itu sama Sehun? Kok kayaknya dia gak terima banget ada deketin ruangan itu? 😐
    Kepin, my angel ❤ *diinjek. Baik banget sih kamu yaAlloh baaang. You know me so well pisanlah. Jadi makin cinta ih. Kepin asa tau banyak tentang Nayeon ya di sini 😮 Aku mah curiga da jangan-jangan si Kepin teh sesaeng fans-nya si Nayeon 😐
    Abang konciii, karek ge masuk atos TBC. Niwatir ih 😐

    Asty onnieee, aku tunggu banget part 3-nya yaaa. Maap pisan kalo nanti onnie mention dan aku telat liat/bales mentionnya. Sumpah, ini juga sebenernya udah kesel banget sama provider-nya, sekarang-sekarang kalo mau internetan suka susah 😦 Aku ga bisa internetan lewat hape, soalnya hape aku masih hape jadul. Kalo mau internetan ya paling pinjem hape adek, itupun kalo dibolehin 😦 *curhat deui*
    Udah ya eon, sekali lagi maaf kalo aku bacanya telat padahal udah dibikinin ff sama Asty onnie ;_;

    Dadah onnie, muah~~~ *cipok dari bandung*

    • akhirnya dita muncul juga, komen dari kamu itu power buat eon lanjutin ini ff dit, gk dikomen jadi gk maju2 itu ff’a *bilangajaidementok /plakk*
      eh, kirain kamu tuh lagi sibuk sama status mahasiswa baru, ternyata nyaa.. gaji dr eon gk muat apa buat beli modem? eh belom dibayar apa ya itu gaji maen di ff? lupa

      iya donk panjang, kan udah janji 🙂

      ada deh /plakk.. entar juga dikasih tau sih ada apa,
      oyoy~~~ kepin gk sesenggang itu kali dit sampe jadi sasang fans, lagian nayeon siapa? sepenting itukah buat kepin *ditendang nayeon*
      tapi itu juga entar ada penjelasannya kok, insya Allah kalo gk lupa *maksud

      haha~ tapi inti cerita’a mah ada di bang konci da, jadi tenang ue, dia bakal dapet banyak jatah entar, wkwk~
      oke! semangat muncul lagi kalo udah gini, tapi bentar yh, kerjaan banyak :p

      muach~ *cipokbalikpakekepin*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s