[J-Line Series] Obsession – 1st Victim

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Kim Jongwoon [Super Junior]

*) Lee Jonghyun [CN Blue]

Genre : Thriller, Tragedy

Length : Ficlet [670 words]

Rate : PG – 15

Disclaim : pemilik jalan cerita :p

a/n : org2 di sekitar lagi pada pengen bunuh org ==a dan akhir’a aku sukses bunuh 1(?), haha~ sesuai permintaan istri suami saia (jongwoon .red) yg pengen karakter laki’a dibikin beda, aku bikin ini.. ini rencana’a bakal series soal’a yg bakal jadi korban ada beberapa ^-^ tapi aku masih belom nemu ide buat ‘cara’ yg lain, so.. sementara nikmatin aja dulu yaa :p happy reading ^^

Jonghyun tersadar. Dia merasakan sakit di beberapa titik di tubuhnya. Saat hendak bergerak, dia merasakan kalau tubuhnya tidak bebas. Jonghyun lantas membuka kedua matanya dan mendapati dia tengah duduk di sebuah kursi dengan tali mengikat kedua tangannya. Dia hanya memakai celana putih panjang.

“Ukh..”

Mata Jonghyun membelalak begitu melihat banyak duri tertancap di tubuhnya, di beberapa titik yang dirasakannya sakit tadi, dengan darah keluar dari sela duri-duri itu. Itu bukan duri tumbuhan yang kecil, melainkan duri landak dengan berbagai ukuran.

Jlebb…

Sebuah duri yang lain melayang dan tepat mengenai lengan dekat siku Jonghyun. Sukses membuat pria itu meringis.

Jonghyun melihat ke arah sumber duri itu dilempar dan mendapati seorang pria tengah duduk di kursi di depannya dengan cukup banyak duri landak lain di tangan pria itu. Pria itu menunduk sambil memainkan duri-duri landak di tangannya.

“Neo nuguya?” Jonghyun bertanya sambil meringis.

Pria yang bernama Kim Jongwoon itu lantas tersenyum. Dia lalu berdiri dan berjalan menghampiri Jonghyun. “Yang pasti bukan malaikat kematian meski mungkin aku akan mengambil nyawamu.” Bisik Jongwoon tepat di telinga Jonghyun.

“A.. Apa maksudmu?” Tanya Jonghyun dengan suara bergetar. Jelas dia takut. Dia sadar kalau dia berada di situasi yang tidak aman dengan orang gila di depannya. Jonghyun tidak tahu siapa pria itu, yang dia tahu Jongwoon adalah orang yang berbahaya.

“Yah… Seperti ini.” Jawab Jongwoon sebelum dia menancapkan sebuah duri ke pundak kanan Jonghyun.

“Akh…” Jonghyun mengerang. Rasanya sakit luar biasa, sakit di bagian tubuhnya yang lain tidak sebanding dengan sakit di pundaknya itu.

“Dan seperti ini.”

Jongwoon kembali menancapkan duri di pundak kiri Jonghyun. Menambah sakit yang dirasa Jonghyun.

“Aarrgghhh…”

Jonghyun makin mengerang. Dia mengepalkan kedua tangannya. Sambil menahan sakit, dia berusaha untuk melepaskan diri.

Jlebb… Jlebb…

Dua masing-masing di paha kiri dan kanan Jonghyun kembali ditusukkan duri landak, lebih dalam dari duri yang ditancapkan di pundaknya.

“Jangan coba untuk melawan. Atau ajalmu akan datang lebih cepat.” Ucap Jongwoon masih dengan bisikan.

Jonghyun tidak mendengar bisikan itu. Dia sibuk mengerang sambil menutup kedua matanya karena sakit luar biasa di empat titik di tubuhnya. Dia merasakan sakit yang lain, tapi tidak sesakit di empat tempat itu.

Bagian tubuh Jonghyun yang lain kembali ditusuk oleh duri landak, tapi tidak sedalam di empat tempat itu.

Sampai kemudian Jongwoon memberi jeda. Dia kembali ke kursinya, menatap Jonghyun yang masih mengerang dan menikmati pemandangan indah di hadapannya. Banyak tempat di tubuh Jonghyun mengalirkan darah. Meski tidak sederas dari pundak dan paha pria itu. Celana putih Jonghyun kini berwarna merah karena darahnya.

“Ah, kau ini berisik sekali. Penampilanmu saja yang keren, tapi baru merasakan sakit sedikit, sudah seperti apa saja.” Ucap Jongwoon sambil melemparkan duri landak yang berukuran kecil ke tubuh Jonghyun, menambah sakit di tubuh pria itu. “Tskk.. Kau ini benar-benar berisik.” Katanya lagi kali ini kembali berjalan menghampiri Jonghyun, tetap sambil melemparkan duri kecil ke tubuh Jonghyun.

Jonghyun menatap Jongwoon dengan kesakitan sekaligus amarah. “Apa salahku huh?” Tanya Jonghyun dengan mata menatap tajam ke arah mata pria di depannya. Nafasnya tidak teratur.

“Eopseo.” Jawab pria itu pendek. “Kalau orang lain yang menjawab.” Lanjutnya. “Tapi bagiku kesalahanmu terlalu besar sehingga membuatmu seperti ini sama sekali tidak cukup bagiku.”

Jlebb…

“AARRGHHH..!!!” Sebuah duri landak mendarat dengan tepat di mata kanan Jonghyun. Jonghyun menggelengkan kepalanya agar duri itu terlepas, dan sukses. Tapi sakit yang teramat sangat dirasakan olehnya. Matanya buta. Dengan darah mengalir dari bekas duri itu.

Nafas Jonghyun makin tersengal karena berusaha menahan sakit yang sulit ditahannya itu.

“Tskk.. Benar-benar berisik. Kita sudahi saja sampai di sini. Aku lelah mendengar suaramu itu.”

Setelah bicara begitu, Jongwoon langsung menancapkan duri landak yang ukurannya cukup besar ke puncak kepala Jonghyun. Belum selesai, dia juga menancapkan duri yang lain di leher, perut, telinga, dan dada Jonghyun dengan sekuat tenaga.

“Uhukk..”

Jonghyun muntah darah dan menciprati baju Jongwoon.

“Aish, jinjja!” Keluh Jongwoon kemudian menusukkan duri landak yang paling besar yang dia punya ke dada tepat dimana jantung Jonghyun berada. Dia menarik duri itu dan menancapkannya lagi. Terus begitu hingga tidak lagi terdengar erangan ataupun nafas dari Jonghyun.

“Kau benar-benar membuat kematianmu berjalan terlalu cepat, Lee Jonghyun.”

-end-

 

Advertisements

6 responses »

  1. Jujur, Dee seneng bgt wkt liat genre nya pembunuhan\^^/\^^/ Kesan dark nya dapet. Visual imaginary nya langsung bisa kegambar. Mungkin kalo tense enggak, karena singkat. Tapi untuk sadistic, terus senjata pembunuhnya sama pembunuhnya- itu kena banget. Jadi ada bagian yg oh my god, omo omo. Akhirnya, waaaaa!!. Ngasih perasaan takut smp akhir XD XD

    • emang dee, aku aja bikin’a singkat banget.. dan temen2 juga pada bilang ini kurang panjang, jadi kurang…masih ada calon korban lain jadi yah, pendek pendek pendek gitu
      cuma agak ragu sama ‘cara’ yg laen, feel’a rada bkurang sih, komen lagi yak entar

      makasih dee 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s