선택 – Choice [Jongwoon’s PoV]

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Kim Jongwoon [Super Junior]

*) Kim Boram [OC]

Other Cast :

*) Kim Jongjin [Jongwoon’s Brother]

*) Boram’s Family

Genre : AU, OOC, Romance

Rate : G

Disclaim : Semua cast, cerita, dan properti di ff ini adalah milik saia

a/n : rasanya gak enak banget bikin main cast yesung tapi dia sama sekali gak muncul, jadi aku bikin lanjutan dari Choice. Mungkin nanti bakal ada lanjutan lagi, mungkin gak ada.. happy reading ^^

 

“Hyung, menikahlah. Aku tahu hyung menyukai noona itu. Hyung sudah cukup umur untuk menikah, bahkan kelewat cukup umur. Jangan melewatkan kesempatan itu. Hyung menyukainya dan orang tuanya datang pada hyung secara langsung. Mungkin itu memang takdir. Hyung jangan menolak kesempatan  yang datang. Lagipula, aku juga ingin secera menikah dengan Chaeri, tapi aku akan menunggu sampai hyung duluan yang mengikat janji suci. Jadi, hyung jangan membuat aku menunda rencanaku. Ara hyung?”

Aku tertawa mengingat ucapan Jongjin padaku. Bagaimana bisa dia berkata begitu padaku? Tapi yah, apa yang dimintanya akhirnya aku penuhi. Walaupun tidak semua karena dia. Dia hanya salah satu alasanku.

Usiaku memang sudah cukup bahkan lebih dari matang untuk membina rumah tangga. Tapi entah kenapa aku enggan untuk melakukannya. Sampai kemudian Kim Do Jin menemuiku dan memintaku secara tersirat untuk menjadi menantunya. Menjadi suami bagi putri satu-satunya, Kim Boram.

Gadis itu mungkin tidak tahu soal aku. Tapi aku mengenalnya jauh lebih banyak dari yang orang lain pikir. Dia sering datang mengunjungi kantor ayahnya dimana aku juga bekerja di tempat yang sama. Dia datang hanya sekedar untuk mengirimkan makan siang atau bahkan hanya untuk mengucapkan salam rindu. Gadis itu memang aneh. Usianya sudah dewasa, tapi dia bisa sering bersikap seperti remaja di hadapan ayahnya. Sangat manja.

Dan entah sejak kapan, mataku sering mengikuti sosoknya ketika dia berada di sekitarku. Dia menarik pesonaku tanpa dia tahu.

Dan hari ini, aku masih merasa ini hanyalah sebuah mimpi. Hanya tinggal menunggu waktu Do Jin.. bukan, abonim masuk dari pintu yang berada dibelakangku sambil menggandeng putrinya untuk dia serahkan padaku.

Aku sama sekali  tidak mengerti jalan pikiran gadis yang bernama Kim Boram itu. Pertama kali kami bertemu, dia sudah langsung membahas soal pernikahan kami berdua. Yah memang, saat pertemuan resmi pertama kami dia sudah tahu kalau dia akan dijodohkan denganku. Pertemuan-pertemuan berikutnya, dia tetap membahas hal yang sama.

Satu yang sangat aku sayangkan. Dia menjalani apa yang dia lakukan denganku tanpa hati. Pertemuan-pertemuan kami, pembicaraan kami, rencana-rencana kami, aku tak menemukan perasaan di sana. Mungkin karena dia setuju menikah denganku tanpa ada rasanya cinta. Aku tidak tahu.

Tapi aku akan berusaha untuk membuatnya jatuh cinta padaku. Seperti aku yang sedang berusaha untuk mencintai dia.

“Mwo? Uri Boram menghilang?” Aku mendengar samar suara eommonim, ibu Boram.

Aku menoleh ke belakang, calon ibu mertuaku sedang bicara di telepon dengan nada rendah. Berusaha agar suaranya tidak terdengar orang lain. Dia terlihat panik. Penasaran, aku menghampirinya. “Waeyo?” Aku bertanya.

“An… niyo, gwenchana.” Jawab calon ibu mertuaku itu, tersirat kebohongan di sana.

“Eommonim, tolong jujur padaku.” Ucapku dengan tekanan di suaraku.

“Boram menghilang. Tapi mungkin dia sedang pergi ke toilet. Kau tenang saja. Hyena dan appanya sedang mencari dia di sekitar gedung. Kau tunggu saja.” Ucap eommonim berusaha menenangkanku.

Aku tersenyum miris. Calon istriku pergi? Dia menghilang? Apa semua yang dia ucapkan padaku hanya sebuah omong kosong? Apa yang kami rencanakan setelah pernikahan kami nanti itu hanya sebuah rencana tak penting? Apa pernikahan ini adalah sebuah lelucon? Aneh sekali gadis bernama Kim Boram itu. Kenapa dia bisa menghilang di waktu tidak tepat seperti ini. Apa karena Cho Jinho? Pria yang aku tahu kalau dia menyukai calon istriku itu.

Aku melihat ke belakang. Tadi aku melihatnya ada di antara orang-orang yang hendak melihat pemberkatan pernikahanku, tapi dia tidak ada. Apakah benar Jinho membawa Boram pergi?

Aku berusaha menghilangkan prasangka negatif di pikiranku. Sulit memang, tapi aku tetap berusaha.

“Hyung, wae geurae? Ada masalah?” Jongjin menepuk pundakku dan bertanya.

Aku menggeleng pelan. “Anniya. Calon istriku sedang bermain petak umpet, itu saja. Tolong kau atur bagaimanapun caranya agar orang-orang di sini tidak berpikir negatif. Aku keluar dulu.” Ucapku sebelum aku melangkahkan kakiku keluar dari ruangan tempat pemberkatan pernikahanku akan dilakukan.

Kuacuhkan suara bisik-bisik dari belakangku. Mempertanyakan kenapa calon mempelai pria malah pergi dari altar dan bukan menunggu calon mempelai perempuannya datang.

-o0o-

Aku menatap sekelilingku. Melihat setiap jalan yang bisa dilalui manusia, mencari sesosok perempuan yang berbalutkan gaun pengantin. Mencari calon istriku.

Aku berlari kesana kemari. Mencari calon istriku di sekitar gedung pernikahan kami. Tapi aku sama sekali tidak melihat sosoknya.

“Kim Boram.. neo eodiga?” Aku bertanya frustasi.

“Oh, Jongwoon-ssi. Kenapa kau ada disini?” Sebuah suara di belakangku membuatku berbalik.

Tuhan, itu dia.

Aku langsung saja berlari. Berlari dan memeluk tubuhnya begitu aku sudah tidak memiliki jarak denganku. “Jeongmal. Kupikir, karena kau tidak mencintaiku, kau akan pergi dan membatalkan pernikahan kita.” Ucapku dengan perasaan penuh syukur.

“Eoh?”

Aku melepaskan pelukanku. Menangkupkan jari-jariku di kedua pipinya yang memperlihatnya ekspresi bingung. “Anni. Kau dari mana? Eommonim bilang kalau kau menghilang tadi.” Aku bertanya.

“Aku tadi mendengar suara anak kecil menangis di luar ruang tungguku. Jadi aku keluar untuk memastikan. Dan ternyata ada anak kecil yang kehilangan orang tuanya. Tidak ada siapa-siapa yang bisa kumintai tolong, dan ponselku juga mati. Jadi aku memutuskan untuk mengantarnya langsung ke ruang informasi. Apa terjadi sesuatu?”

Setelah menjelaskan soal dia yang menghilang, dia bertanya dengan wajah polosnya. Gadis ini, apa dia tidak tahu aku sudah berpikir yang tidak-tidak?

Aku menggeleng. “Tidak ada. Kau segera lah kembali. Abonim menunggu, aku juga harus kembali.” Ucapku berusaha untuk menganggap tidak ada apa-apa.

Aku berjalan membelakanginya, hendak kembali ke tempat seharusnya aku berada. Menunggu gadis itu menghampiriku bersama ayahnya.

“Jongwoon-ssi.”

Aku menoleh saat Boram memanggilku. “Ne?”

“Itu skinship pertama kita.” Ucap Boram sambil tersenyum kemudian berbalik dan berjalan memunggungiku.

Aku menggaruk tengkukku sambil tersenyum dan kembali berjalan. Aku tidak sadar tadi sudah memeluknya dengan lancang.

-end-

Advertisements

6 responses »

  1. “Hyung, menikahlah. Aku tahu hyung menyukai noona itu. Hyung sudah cukup umur untuk menikah, bahkan kelewat cukup umur. Jangan melewatkan kesempatan itu. Hyung menyukainya dan orang tuanya datang pada hyung secara langsung. Mungkin itu memang takdir. Hyung jangan menolak kesempatan yang datang. Lagipula, aku juga ingin segera menikah dengan Chaeri, tapi aku akan menunggu sampai hyung duluan yang mengikat janji suci. Jadi, hyung jangan membuat aku menunda rencanaku. Ara hyung?”

    -Jongjin Quotes to Jongwoon about His Promise To marry Im Chaeri-

    #ngesot Dilantai #sms Jongjin minta dia dateng #Lupa Jonghyun topless tadi pagi di depan mata XD

    ini Boram lebih ababil dari Uri Hubbie ya? baguslah… pasangan aneh datang lagi 🙂
    daaaa… envy sih, cuma lucu aja pas Hubbie meluk Eonni, kkkkk
    daebak deh Eon.. aku aja ga kepikiran kalo suasan nikahan bakal penuh kekhawatiran kaya gini :p

    #NEWS
    di strong heart Yunho minta Jongwoon nikahin adeknya, Hmmm kayanya aku mau dimilikin absolute ma Yunho.. tapi bubarin J-Lines juga ga mungkin 😛

    • karena eon gk pengen kamu jeles banget pas baca ini, makanya eon kasih jongjin buat kamu *niat’a sih nyogok* wkwk~
      yay! kita emang aneh donk, nama tengah keluarga kita aja ‘aneh’, wahaha~ eon suka sama ini, manis.. apalagi yg scene peyukpeyuk itu, kyaa >///<
      ini jinonya masih gangguin loh entar.. haha~ rencana'a sih gitu :p

      #KomenNews
      hanya meminta, gk kudu dipenuhin.. whaha~ kalo iya, hm hm.. yun jadi salaj satu korban jewe di obsession boleh ? *jeleskumat*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s