[random] Short story.. part 1

Standard

Random drabble and short story…

pic cr : autumnstark @tumblr

Author : Zen

Cast :

*) Exo Derp Squad, maybe other too

*) No Aeri [OC]

*) Jang Hyoji [OC]

Genre : ——undescriptable

Disclaimer : I own nothing except the plots…

Rate : G

a/n : alur tidak jelas, typo bertebaran, ide cerita mungkin pasaran tapi tulisan yang muncul murni pemikiran saiia =3, Baekhyun part still not available.. sebelumnya maaf karena bakat nulis komedi kayaknya gak ada pada diri saiia.

;

;

#1st encounter.. [94 words]

Aeri menatap bocah laki-laki dengan tubuh menjulang di hadapannya. Bocah itu tinggi, jauh lebih tinggi dari Aeri yang jelas-jelas memiliki ukuran badan yang lebih mungil dari bocah-bocah sebayanya. Dan bocah itu tersenyum saat ini, memperlihatkan deretan giginya yang begitu sempurna. Senyum yang dalam sekejap mampu membuat otak Aeri terjungkir dalam pemikiran yang bahkan belum dimengerti benar oleh bocah berumur 10 tahun sepertinya.

“Ayo kita menikah.”

Kata-kata tak waras itu meluncur dari mulut No Aeri. Entah dengan atau tanpa ia sadari artinya.

Musim panas, tahun kelima sekolah dasar, No Aeri memutuskan untuk mulai mengenal cinta.

;

;

#2nd meet [274 words]

Park Chanyeol menggosok-gosokkan tangannya yang nyaris beku ditelan hawa dingin musim salju. Ia lupa membawa sarung tangan yang harusnya jadi kebutuhan utama di cuaca yang seperti ini.

Sambil menggigil ia kembali mengarahkan manik cokelatnya ke ujung jalan, berharap bahwa minibus yang ditunggunya segera datang. Setengah menyesal kenapa tadi ia tak pulang berbarengan dengan teman-temannya yang lain dengan alasan yang begitu sederhana. Chanyeol terlalu sibuk menghitung salju yang turun tadi hingga tak sadar ada kehidupan lain di luar dunianya. Dan memang seperti itulah bocah 15 tahun ini. Selalu tenggelam dalam dunianya sendiri. Tak jauh berbeda dengan seorang yang entah kenapa mulai meringsek masuk ke dalam otaknya.

Ah, bicara tentang gadis itu.. Chanyeol sama sekali belum melihatnya hari ini. Tumben..

“Kau bisa kena flu..”

Suara lembut di tengah guyuran salju membuat Chanyeol sedikit terlonjak. Gadis bernama No Aeri yang baru saja melintas di pikirannya mendadak sudah ada di depannya, mengacungkan sepasang sarung tangan untuk jari jemari Chanyeol yang telanjang.

“Untukku?” Chanyeol mengarahkan telunjuknya ke hidungnya sendiri.

Gadis itu tak menjawab, bahkan bergerakpun tidak, hanya ekspresi datar yang ada, sama seperti biasa. Tapi Chanyeol sudah mengenalnya lebih dari yang bisa ia ingat. Jawabannya sudah jelas. Iya.

“Gomapta..” ucap Chanyeol sambil meraih sarung tangan pemberian gadis itu dan segera memasangkannya di tangannya sendiri.

Hangat.

“Ah iya…”

“Ayo kita menikah.” Chanyeol baru saja akan membuka mulutnya dan gadis itu sudah mendahuluinya bicara. Masih tanpa sedikitpun emosi yang terlukis di wajahnya.

Datar.

Dan tentu saja bukan dengan kata-kata yang ingin diucap oleh Chanyeol sebelumnya.

Park Chanyeol membelalak, terdiam sesaat sebelum terkekeh kemudian, memperlihatkan deretan gigi putihnya. Sudah lima tahun, dan gadis ini tak pernah menyerah rupanya.

;

;

#3rd another confession [225 words]

Lima menit.

Sudah lima menit Jang Hyoji berdiri tanpa melakukan apapun selain membiarkan manik cokelatnya bertatapan dengan manik cokelat milik Do Kyungsoo yang berdiri di hadapannya.

Sudah lima menit juga ia setengah menahan nafasnya akibat lidahnya terlalu kelu untuk berbicara.

Sekarang hyoji-ah. Sekarang atau tidak sama sekali.

Entah sudah berapa kali Hyoji memutar kata-kata itu di playlist otaknya. Mencoba mengumpulkan kembali semua keberaniannya yang kelihatannya mulai luntur bersama keringat dingin yang sudah menganak sungai di dahinya.

“K.. Kyungsoo-ya..” Akhirnya ia mulai berbicara sementara Kyungsoo membulatkan matanya yang sudah bulat, menunggu kata-kata dari mulut Hyoji selanjutnya.

“S.. Sebenarnya..” Hyoji menenggak ludahnya sendiri.

“A.. Aku..”

Hyoji mengatur nafasnya.

“Su..”

Hyoji mencoba mengendalikan derap tak beraturan di dadanya.

“Su..”

Hyoji meremas ujung kemejanya.

“Su..”

Ia menelan ludahnya sekali lagi.

“Su..”

Ia menelan ludah lagi untuk yang ketiga kali.

“Su..”

Empat kali.

“Su..”

Lima kali.

“Su..”

“Sebenarnya, apa yg ingin kau katakan Hyoji ya?” Kyungsoo menghela nafas, terlihat tak sabar menunggu gadis di depannya menyelesaikan kalimatnya.

“Aku su…”

“Susu?” tanya Kyungsoo.hyoji menggeleng.

“Su..”

“Sudah?” Kyungsoo bertanya lagi.

Dan hyoji menggeleng lagi.”Su.. Su..”

“Sulit?” Kyungso masih mencoba menebak.

Dan hyoji masih saja menggeleng.”Su..”

“Supaya?”

Hyoji menggeleng.

“Suram?”

Hyoji masih menggeleng.

“Sungkan?” dan Hyoji terus menggeleng.

Dan hal itu terus berlanjut sampai malam menjelang, dan pagi di depan mata, dgn pola yg sama : Kyungsoo menebak, Hyoji menggeleng.

Another pity confession.

a/n: separo awal tlsn saya dan separo akhir tulisan teman saya,wkwk maaf gak ada jelas2nya sama sekali/plak

;

;

#4th Love is.. [395 words]

No Aeri baru saja pulang dari sekolah saat menemukan adik sepupu jauhnya, Oh Sehun, yang lebih muda 2 tahun darinya sedang asik menggunakan meja belajarnya untuk menulis sesuatu di laptopnya.

Ia merebahkan dirinya ke kasur begitu saja, tak begitu peduli pada keberadaan makhluk pendatang baru di kamarnya itu. Baginya tak ada yang perlu dipedulikan kecuali Chanyeol menjawab ajakan menikahnya, atau tiba-tiba Chanyeol bilang cinta padanya, atau tiba-tiba Sehun berubah jadi Chanyeol di depannya, ah.. oke.. Dia mulai berpikir di luar kewajaran manusia. Dia harus berhenti tersesat di dunianya kadang-kadang.

Dia tahu itu.

Sepertinya.

Mungkin.

Tunggu.

Mungkinkah?

“Noona!” Suara Sehun membuat debat di otak Aeri terhenti secara tiba-tiba. Sadar diri, ia segera mereset otaknya sebelum mengalihkan tatapan tanpa ekspresinya ke arah bocah itu.

“Apa?” ucapnya singkat dan datar, seperti biasa.

Sehun membalikkan punggungnya dan memasang wajah antusias penuh harap.”Noona pintar bahasa Mandarin, kan? Bantu aku menulis email untuk temanku yang di China ya! Aku bosan bicara dengannya dengan bahasa Inggris. Noona mau kan? Ya? Ya?”

Aeri berkedip pelan.

Membantu Sehun mungkin bukan hal yang menyenangkan. Tapi tidak membantunya juga sepertinya tak lebih menyenangkan.

“Baiklah.” Aeri bangkit dari tempat tidurnya dan segera menggantikan posisi Sehun di depan layar berukuran 12 inch yang tadi disandingnya.”Aku boleh menulisnya sesukaku, kan?”

“Hm”

“Kau mau menulis apa?”

“Aku ingin bilang kalau aku suka padanya sejak pertama kali kami saling kenal,” sahut Sehun cepat.

Coba Chanyeol yang bilang seperti itu padanya…

“Lalu?”

“Bilang juga kalau aku ingin segera bertemu dengannya.”

Kapan ya Chanyeol akan bilang ini padanya?

“Apa lagi?”

Dan dengan otak yang justru berada di lain dunia, jari-jemari Aeri bergerak cepat di atas keyboard sementara Sehun hanya bisa melongo sambil sesekali menjawab pertanyaan Aeri karena bahasa Mandarinnya yang sedikit di bawah garis kemelaratan.

Setelah entah berapa ratus pertanyaan, No Aeri berhenti mengetik dan menatap tulisan yang dibuatnya dengan memikirkan Park Chanyeol sebagai substituen teman Sehun di otaknya. Puas.

“Sudah?”

“Hum.” Sehun mengangguk meski sedikit tak yakin.Ada detail penting yang sepertinya terlewat.

“Kalau begitu akan kukirim sekarang.”

Pointer mouse baru saja menekan tanda send ketika tiba-tiba Sehun berteriak di telinga Aeri. “Ah, jangan lupa, dia laki-laki ya noona.”

Aeri membeku sesaat. Kata terakhir Sehun barusan membuatnya tersadar betapa gender dapat menjadi masalah yang begitu fatal.

“Terlambat,” sahut Aeri.

Sehun mengernyit. “Memangnya noona tadi menulis apa?”

Hening sesaat.

“Surat cinta.”

Sehun terdiam.Untuk sesaat, sekali seumur hidupnya, Sehun menyesali kebodohannya.

—Love is misunderstanding..

 

 

another part will be released as soon as  my paper finished i think…

Advertisements

13 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s