(Drabble) Fighting..!

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Park Minrin [OC]

*) Kim Kibum [Super Junior]

Genre : AU, OOC, Not Romance :p Friendship maybe?

Rate : G

Disclaim : isi SMS itu punya ninin, dan selain itu milik aku sepenuhnya di ff ini ajaa

a/n : ada yg stress pagipagi :p dan karena keinget pengen bikin KiRin Couple *walopun ini bukan KiRin couple*, terus gak asik juga bales SMS si org stress pake balesan yg biasa, akhirnya ini ff rampung dibikin stelah pake mikir di kamar mandi tadi pagi ==a in drabble, so.. jangan protes kalo pendek (: happy reading ^^

Fighting

Huo huoo.. Uts tergalau.. Ujian bsk sore, boleh open book, open rumus, open laptop bhkn.. Lha tp ini yg buat serem,, sgtu’a susah atw ga bs diitung atw dpahami kah?? Multivariat lw bwt gw lbh galau smalamn ktimbang dl saat gw cerain bum -,- *loh?

Tak ada hal lain yang dilakukan Park Minrin selain berguling-guling di atas kasurnya. Dia baru saja bangun tidur, dia baru saja mengirimkan pesan acak pada teman-temannya. Dia baru saja teringat dengan ujian menantinya besok. Sial baginya memang, jam baru menunjukkan pukul empat pagi, dia terbangun dan langsung mengingat hal yang membuatnya stress tiba-tiba.

Cukup lama Minrin melakukan aktivitas berguling-gulingnya, kali ini ditambah dengan tingkah layaknya kebanyakan orang yang stress sebelum ujian. Minrin mengacak rambutnya frustasi masih dalam posisi berbaring, meracau tidak jelas dan lainnya. Cukup lama sampai jam di dinding menunjukkan pukul setengah enam pagi.

Akhirnya, setelah bergumul dengan sarapan stress pagi-paginya, Minrin bangkit dari tempat tidur. Membenarkan rambutnya supaya tidak terlalu acak-acakan sebelum kemudian keluar dari kamarnya untuk mengambil air minum.

Mata Minrin menatap sosok malaikat yang tengah tersenyum manis padanya tepat setelah dia melangkah keluar dari kamar. Cukup lama Minrin terbuai dengan sosok malaikat itu sampai kemudian dia sadar. “Kibum oppa.” Minrin menyebut pria yang punya senyum bak malaikat itu.

“Morning.” Ucap Kibum sambil tersenyum dan menghampiri Minrin.

“Bagaimana oppa bisa ada disini?” Minrin bertanya heran, dia yakin pintu apartemen sewaannya itu sudah terkunci. Dan dia tahu kalau Kibum tidak tahu nomor kombinasi yang jadi salah satu kunci apartemen itu.

“Donghae hyung.”

Nama yang disebut Kibum membuat Minrin mengerti. Dalam hati dia sedikit mengomel kenapa Donghae bisa dengan mudah memberikan password pintunya. Bukan karena Minrin tidak suka didatangi Kibum, bukan itu. Tapi Minrin tidak suka berada dalam kondisi seperti sekarang. Mendapatkan tamu pagi-pagi buta tanpa ijinnya, bahkan dalam keadaan dia yang acak-acakan.

“Oppa kebetulan melewati tempat ini selesai syuting tadi, jadi oppa memutuskan untuk datang. Sekalian..” Kibum menggantungkan ucapannya, semakin menghampiri Minrin yang diam tak bergerak. “Jangan berpikir yang negatif. Anggap saja dosen kali ini ingin mahasiswanya mendapatkan nilai yang bagus. Apa salahnya mahasiswa dibebaskan mendapatkan jawaban dengan cara yang lebih mudah? Bukan berarti soal yang akan diberikan besok sangat sangat sulit. Lagipula, kau ini cukup pintar.” Kata Kibum panjang tapi dengan suara kecil.

Minrin makin membeku, matanya melebar kemudian mendongak menatap Kibum yang berdiri tepat di depannya. “Eottohke…”

Belum sempat Minrin mengucapkan kalimat lain, Kibum menunjukkan layar ponselnya. Di layar itu ada pesan singkat yang tadi disebar Minrin. Kibum tersenyum setengah tertawa melihat ekspresi mantan kekasihnya itu.

“Omoo~” Minrin menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Malu menderanya begitu mengingat kalimat terakhir di pesan singkat yang dia kirimkan.

“Tidak usah malu begitu Minrin-ah. Gwenchana, oppa tidak marah sama sekali. Tapi yah, tidak suka ada hal yang lebih membuatmu galau daripada saat kita putus dulu.” Kata Kibum, dari nada suaranya jelas dia terdengar kecewa tapi tersirat kalau pria tampan itu sengaja menjahili Minrin.

“Mianhae oppa.” Ucap Minrin penuh sesal setelah menurunkan kedua tangannya.

Kibum tidak tahan dan akhirnya tawanya meledak. “Kau lucu kalau begini.” Ucapnya di sela tawa. Kibum tersenyum kemudian mengelus puncak kepala Minrin. “Tetap semangat! Kau HARUS berpikir positif. Jadi ujian itu bukan masalah apa-apa.” Katanya lembut.

Minrin mendongak lagi. Menatap pria yang dulu pernah amat sangat dicintainya. “Gomapta. Aku akan berpikir positif. Semoga saja.” Dua kata terakhir Minrin diucapkan hanya dengan bisikan.

Kejutan pagi-paginya cukup memberikan energi positif bagi Minrin.

HWAITING PARK MINRIN..!!!

 -end-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s