[random] Short story.. part 2

Standard

tumblr_m553ahtz7d1qb0usto1_400

pic cr : autumnstark @tumblr

Cast :

*) Exo Derp Squad, maybe other too

*) No Aeri [OC]

*) Jang Hyoji [OC]

Genre : ——undescriptable

Disclaimer : I own nothing except the plots…

Rate : G

a/n : alur tidak jelas, typo bertebaran, ide cerita mungkin pasaran tapi tulisan yang muncul murni pemikiran saiia =3, dan maaf ini absurd sekali karena hanya kumpulan draft iseng saya dan teman saya.

#5 Words are… [238 words]

Suka.

Jang Hyoji tak habis pikir kenapa kata itu tak pernah berhasil keluar dengan mudah dari mulutnya saat berhadapan dengan orang yang disukainya. Sudah jutaan kali ia mencoba dan jutaan kali ia gagal dengan cara yang sama.

Tapi, tak ada kata putus asa untuknya. Sama seperti tekadnya menjadikan ulzzang sebagai cita-citanya, ia tak pernah menyerah untuk membuat Do Kyungsoo sadar akan perasaannya.

Hari ini juga. Jang Hyoji sedang melatih keberaniannya berbicara sebelum maju ke medan perang sesungguhnya.

Bilang saja suka. Satu kata itu sudah cukup Hyoji-ya. Cukup satu kata itu saja.

Suka

Suka

Suka

Suka

Hyoji terus mengulang kata-kata itu dalam gumamannya, berharap bisa terucap dengan lancar nantinya.

“K.. Kyungsoo ya..” Ia kembali menggumamkan pernyataan cintanya. “K.. Kau harus t.. tahu kalau sebenarnya a..aku…”

Tidak. Tidak. Tidak. Dia bisa dikira ketakutan kalau nadanya seperti itu.

Harus lebih tegas!

“Ya! Do Kyungsoo!!” Jang Hyoji berteriak sambil mengangkat kepalanya yang tadinya menunduk tapi gerakannya langsung terhenti saat manik cokelatnya mendadak menangkap sosok yang beberapa detik sebelumnya belum ada di depannya.

Tekanan darah Hyoji naik dengan sempurna saat lidah kelu kembali menghampirinya.

“S.. S..”

Hyoji masih kaku saat melihat mata bulat itu menatapnya.

Timing yang terlalu tepat.

“Hyoji-ya wae?” tanya Kyungsoo dengan wajah polosnya sementara Hyoji masih membeku dengan indahnya.

“S.. S..”

“Sss?” Kyungsoo mengangkat kedua alisnya.

“S.. Sa..”

“Sa?”

“A..”

“Ah~!” Kyungsoo menepuk tangannya sendiri tiba-tiba. Antusias. “Kau masih mau main tebak-tebakan lagi ya?”

Hening.

—-Words are… only words unless you said it.

 

#6 Sometimes… [580 words]

“Aku menyerah..”

Disertai hembusan angin musim gugur yang dingin, Byun Baekhyun menempatkan dirinya duduk di antara kedua sahabatnya, Park Chanyeol dan Do Kyungsoo yang sedang menyepi seperti biasa, merenungi nasib indah mereka sambil menatap langit di atas gedung utama sekolah. Wajah Baekhyun nyaris tanpa ekspresi kecuali kalau depresi dan frustasi juga bisa disebut salah satu ekspresi.

Ia menghela nafas panjang. Putus asa.

Kedua sahabatnya berpandangan. Bingung.

“Ada apa?” tanya Chanyeol perhatian.

Baekhyun tak menjawab. Masih terlalu shock sehingga lebih memilih untuk diam.

“Apa terjadi sesuatu?” kali ini giliran Kyungsoo bertanya.

Baekhyun tetap diam, tapi dengan air yang mulai menggenang di pelupuk matanya.

Lima detik.

Hanya butuh waktu lima detik sampai tangis Byun Baekhyun pecah dengan alasan yang belum dimengerti keduanya. “Hhiks.. Huweee~~.”

“Aku sudah tidak tahan lagi~ huwee~~” Baekhyun memeluk lututnya sendiri dan mulai meracau di depan Chanyeol dan Kyungsoo yang masih menatapnya bingung.

“Mereka keterlaluan. Aku tidak mau mengajari mereka lagi~”

Mereka?

Chanyeol dan Kyungsoo baru akan bertanya lagi saat sayup-sayup terdengar suara dari kejauhan.

“Baekhyun-ya~~ kenapa kau pergi begitu saja~.”

Dua orang manusia dengan satu bibir mengerucut dan satu wajah tanpa ekspresi berjalan cepat-cepat ke arah mereka. Jang Hyoji dan No Aeri dengan tampilan baru mereka. Tampilan baru yang berhasil membuat Chanyeol tidak mampu menahan tawanya yang langsung meledak dan Kyungsoo nyaris tersedak ludahnya sendiri dengan mata terbelalak lebar.

Kalian pernah melihat mata panda? Ini bahkan lebih mengerikan daripada itu.

“Aku tidak mau mengajari mereka pakai eyeliner lagi~ huwaaa~.” Raungan pedih Baekhyun diiringi gelak tawa Chanyeol dan mata membelalak Kyungsoo segera menghiasi pemandangan di depan mata Aeri dan Hyoji yang segera berbalik. Malu dengan pujaan hatinya.

“Ap-apa yang terjadi dengan mata kalian?!!” Kyungsoo mencoba bertanya, walau lidahnya sedikit kelu akibat shock berlebih. Di sampingnya Baekhyun terus terisak dan mengutuk diri sendiri, sedangkan Chanyeol terlihat hampir mati karena overdosis tawa.

Kedua gadis itu cuma terdiam dengan bertolak belakang. Hyoji dengan wajah semerah tomat, dan Aeri dengan wajah datarnya yang biasa.

“Mereka.. Bilang.. Kalo mereka.. Ingin jadi perempuan sejati. Makanya.. Mereka mendatangiku, dan minta diajari memakai eyeliner..” hembusan nafas panjang terdengar dari mulut Baekhyun setelah penjelasan yang terbata-bata. “TAPI SAMPAI 3 JAM BERLALU, HASILNYA MASIH JUGA SEPERTI ITU!!” Baekhyun menjerit histeris menunjuk 2 gadis menyedihkan yang telah terbukti gagal sebagai perempuan sejati.

“Aku gagal.. Aku gagal sebagai master eyeliner.. Kenapa harus ada perempuan seperti mereka??” kembali ke posisi awal memeluk lutut, Baekhyun terisak lagi.

Kyungsoo menatap Baekhyun dengan tatapan miris. Ia merasa kasihan dengan sahabatnya itu. Entah apa dosanya di masa lalu sehingga harus melalui kejadian yang menghancurkan mentalnya seperti itu. Kyungsoo sungguh iba.

Sebuah helaan nafas panjang, dan kyungsoo kembali menengok ke arah Hyoji dan Aeri yang masih berdiri dengan posisi semula. Chanyeol masih saja tertawa.

“M-maafkan kami Baekhyun ya. Kami cuma ingin jadi cantik demi orang yang kami suka..” Hyoji berkata pelan, diiringi anggukan datar Aeri.

Mendengar hal itu akhirnya Chanyeol berhenti tertawa, dan Baekhyun hanya bergumam pelan. Masih kecewa.

Kyungsoo tersenyum simpul, mendekati Hyoji sambil mengulurkan tisu.

“Hyoji ya,hapus eyeliner panda yang mengerikan itu. Kau tak perlu jadi orang lain, karena kau sudah cukup cantik jadi dirimu sendiri. Orang yang kau sukai pasti akan menyukaimu apa adanya.”

Andai bisa, Hyoji pasti sudah terbang ke langit akibat perkataan Kyungsoo. Dan di sampingnya, Aeri diam-diam berharap Chanyeol akan mengatakan hal yang sama untuknya.

“Yap, that’s rite..” Tak butuh waktu lama bagi Aeri untuk mengenali siapa pemilik suara bass itu. Dan untuk pertama kalinya, rona kemerahan terlihat di wajah datarnya.

——–Terkadang… Yah… Hyoji dan Aeri juga berhak untuk bahagia.

a/n: kolab lagi kolab lagiiiiii~~ sebenarnya gak rela bikin hyoji bahagia*eh* tapi gapapa deh buat perkembangan cerita, =P, kasian kalau mereka berdua terus2an menderita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s