선택 – Choice [Jongwoon’s Side]

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Kim Jongwoon [Super Junior]

*) Kim Boram [OC]

*) Jino / Cho Jinho [ex. SM The Ballad]

a/n : cerita saat aku berada di rumah sakit. Gara-gara situasinya mendukung, akhirnya bikin ini. Tapi sampe sekarang aku beloman bikin lanjutannya -_- happy reading ^^

Previous Story : Boram PoV | Jongwoon PoV | Jino PoV | Boram PoV [2] |

Choice

Melihat istrinya terbaring sambil terus menurut mata membuat Jongwoon tersiksa. Cairan infus mengalir ke pembuluh darah di lengan kiri dan cairan darah mengalir di lengan kanan. Pagi itu Jongwoon memaksa untuk mengantarkan istrinya pergi bekerja. Dan dia menyesal.

Di sebuah perempatan, saat Jongwoon membelokkan mobilnya, mobil lain dengan pengemudi yang sedang mabuk menabrak mobilnya. Tubuh Boram terbentur kaca dan badan mobil yang penyok juga pecah karena benturan. Dan sekarang Boram masih tak bergerak di atas ranjang rumah sakit.

“Nyonya Boram tidak mengalami benturan serius. Dia memang kehilangan cukup banyak darah, tapi selain itu tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”

Ucapan dokter yang menangani Boram tidak membuat Jongwoon merasa lebih baik.

Fisiknya tidak terluka, hanya sedikit memar efek benturan. Tapi Jongwoon merasa sakit yang teramat sangat setiap melihat hembusan nafas yang keluar dari mulut Boram. Tersiksa karena wanita itu tidak juga membuka kedua matanya. Padahal sudah empat jam berlalu sejak kecelakaan itu terjadi.

“ireona jebal.” Mohon Jongwoon sambil menggenggam tangan kanan Boram. Matanya sayu, sendu, tersiksa.

“Noona!”

Sebuah serua terdengar sepersekian detik setelah bunyi pintu ruangan tempat boram dirawat terbuka.

Jongwoon menoleh dan mendapati jino berjalan menghampirinya. “Bagaimana anda bisa membuat noona seperti ini?” Jino bertanya dengan mata berkilat. Sesaat. Karena pandangannya kini beralih pada sosok yang masih terbaring tidak sadarkan diri. Jino menempatkan diri di sisi seberang Jongwoon, dia menggenggam tangan kiri Boram. “Noona, naeya. Ireona jebal.” Ucap Jino.

Jongwoon, hatinya sakit melihat istrinya disentuh seperti itu. Jongwoon memang menyimpan Jino di daftar paling atas dari pria yang dicemburuinya. Pria yang dikenal dekat dengan Boram, pria yang juga mencintai istrinya itu. Dan hatinya makin sakit saat mendapati Boram mulai membuka matanya. Keala Boram refleks menoleh ke arah Jino, bukan dirinya.

“jino-ya, nan eodiga?” Boram bertanya dengan suara lemah.

Bahkan Boram tidak menyadari sosok Jongwoon yang bahagia bercampur sedih dan marah. “Di rumah sakit, mianhae.” Kata Jongwoon cepat. Berharap istrinya menyadari keberadaan dirinya.

Dan benar. Dengan lemah Boram menoleh, melihat sosok pria yang menjadi suaminya itu tengah menatapnya. “Ah, Jongwoon-ssi.”

Jongwoon tahu, sangat tahu kalau da masih belum berhasil mendapatkan cinta Boram. Jongwoon selalu berusaha bersabar. Jongwoon berusaha menyesuaikan diri. Tapi entah kenapa, hatinya bergolak mendengar panggilan yang biasa diucapkan Boram. ‘Jongwoon-ssi’, ‘Jino-ya’, Jongwoon merasa berada di posisi yang jauh lebih bawah daripada posisi Jino. Dan sakit itu terasa bertambah dari yang sebelum.

Jongwoon berusaha mengendalikan ekspresinya, tapi dia tidak yakin emosi yang dirasakannya bisa benar-benar tertutupi. “Gwenchana?” Jongwoon bertanya dengan senyum sedikit memaksa.

Boram mengangguk lemah. “Aku pasti akan jelek dengan banyak bekas luka.” Ucapnya setengah tersenyum bercanda.

“Noona akan tetap dan selalu cantik dengan atau tanpa bekas luka.” Ucap Jino.

Jongwoon menatap tajam Jino yang dibalas dengan tatapan tajam juga. Atmosfer di ruangan itu berubah tidak mengenakkan.

“Jongwoon-ssi.” Panggilan dari  boram menghentikan tatap-menatap di antara dua pria itu. Jongwoon menoleh. “Bisa berikan aku waktu bicara dengan Jino?” Boram bertanya. Masih dengan nada lemahnya.

Hati Jongwoon bimbang. Kenapa istrinya meminta waktu untuk bicara dengan pria yang dicemburuinya? Apakah dia telah kalah?

Perlahan Jongwoon mengangguk. Melepaskan dengan enggan genggaman tangannya, dan pergi melewati pintu. Hatinya resah tak tenang. Lama dia berdiri di balik pintu, tak mendengar apapun yang dibicarakan dua orang di dalam. Penasaran, Jongwoon melihat ke dalam lewat kaca di samping pintu. Dia melihat istrinya menangis dengan Jino yang terlihat sedih.

Apa dia menang?

Baru sesaat dia merasa di atas angin, hati Jongwoon kembali terluka saat melihat Jino mengecup kening Boram.

Kalahkah?

Jongwoon tidak tahu.

Advertisements

6 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s