[J-Line Series] Obsession : 5th Victim

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Im Jaebum [JJ Project]

*) Kim Jongwoon [Super Junior]

Genre : AU, Thriller, Tragedy

Rate : PG-15

Credit Pic : Aishita World

a/n : kyaaaa~~ dedek jeibi yg unyu dapet giliran /plakk. Asalnya mau dibikin lautan raksa, tapi gak jadi ah. Penasaran deh ini jw sekaya apa sampe bisa modalin pembunuhan dia *oke ini random* disini aku udh kasih clue yaa. 4 victim sebelom’a kan remang2 tuh. Buat jelasnya bakal diceritain di part terakhir, tunggu yak! Jongwoon’s brother :p oh iya, ini ratenya aku turunin lagi, gak gimana2 soalnya yg ini. Biasa aja, happy reading ^^’

Previous Victim  1st Victim – Lee Jonghyun | 2nd Victim – Kim Jaejoong | 3rd Victim : Lee Jinki | 4th Victim : Choi Jonghoon |

Rasa sakit di pergelangan tangan Im Jaebum membuat dia membuka matanya. Seingat dia sebelum dia tidak sadarkan diri, seseorang memukul tengkuknya. Jaebum langsung menegakkan tubuhnya, menyesuaikan posisinya begitu dia sadar. Kedua tangannya terikat pada tali yang menggantung ke atas sebuah dahan pohon. Selama dia tidak sadarkan diri, tubuhnya yang berdiri hanya ditopang oleh ikatan di pergelangan tangannya. Dia merasakan perih di tangannya dan yakin pasti ada memar di sana. Beruntung kakinya masih bisa menapak di lantai, dia bisa meminimalisir perih di pergelangan tangannya begitu dia sadar.

“Halo.”

Jaebum menoleh ke sisi kiri, sumber sapaan yang baru dia dengar.

Seorang pria dengan pakaian yang cukup rapi, hitam dari atas hingga ke bawah, sedang duduk di sebuah kursi, di samping sebuah kolam renang dengan air yang bening, tidak tercium bau kaporit dari sana. Jaebum sangat yakin pria yang sedang duduk itu adalah pelaku pemukulan atas dirinya. Dan dialah yang membuat Jaebum berada di posisinya sekarang.

Pria itu bangun dari tempat duduknya, mendekati Jaebum tapi masih dalam jarak yang tidak terlalu dekat. Dia memberikan senyuman dan tatapan mata yang membuat Jaebum berjengit. Jaebum merasa dia berada dalam masalah. Jelas pria itu bukan seseorang yang baik dan mungkin akan berbuat hal yang jahat padanya.

“Karena kau yang paling muda, aku ingin berbaik hati padamu.” Pria itu berucap.

Jaebum cukup pintar, dia mengerti ucapan pria itu. Dia bukan satu-satunya orang yang diperlakukan seperti ini oleh pria itu, dan mungkin bukan yang pertama.

“Aku akan berikan kamu kesempatan untuk mengucapkan pesan pada Im Chaeri sebelum waktu eksekusi.”

Mata Jaebum membulat mendengar satu nama yang disebutkan oleh pria yang tidak dia kenal itu. Im Chaeri, Jaebum mengenalnya sebagai noona yang cukup dekat dengannya. Dia menaruh hati pada gadis itu, tapi menarik diri saat Chaeri mengatakan dia memiliki pacar belum lama ini. Dia bukan pejuang cinta yang suka merebut milik orang lain, meski Chaeri sangat disukai olehnya.

Sebuah pertanyaan kemudian dilontarkan oleh Jaebum. “Apa kau kekasih Chaeri noona?”

Pria itu, Kim Jongwoon, menatap dingin ke arah Jaebum, dia tersenyum tanpa memberikan jawaban pada Jaebum.

Jaebum tidak terlalu yakin dengan dugaannya. Senyuman pria itu terlalu misterius, membuat Jaebum berpikir mendapatkan dua jawaban. Pria itu memang kekasih Chaeri yang tipe pemcemburu parah dan tahu tentang perasaan yang dia miliki pada Chaeri, atau pria yang diam-diam menyukai Chaeri dan seperti dirinya, tidak bisa mendapatkan Chaeri. Tapi apapun jawabannya, Jaebum tetap tidak situasi berbahaya.

“Apa yang akan kau lakukan?” Jaebum bertanya lagi.

“Mengirim nyawamu ke tempat lain.”

Jaebum sekarang sangat yakin dia bertemu dengan pria jahat. Dia kemudian menggerakkan tangannya, berusaha untuk melepaskan diri. Yakinnya, dia tidak akan selamat jika dia tidak melepaskan diri.

“Percuma. Kau akan lebih menyakiti pergelangan tanganmu kalau kau terus berusaha melepaskan diri.”

Jaebum tak peduli. Dia tetap berusaha.

“Baiklah. Pesan untuk Chaeri sekarang!”

Jaebum menoleh ke arah Jongwoon. Pria itu menatap Jaebum tajam, cukup untuk mengintimidasi dia dan menghentikan usahanya. Tapi Jaebum bergeming, bicara saat ini berarti dia memang siap untuk mati. Dan jelas dia tidak siap.

Jaebum kemudian melihat Jongwoon mengambil pematik dari sakunya. “Dibakar?” Pikir Jaebum dalam hati, dia bergidik ngeri.

Tapi yang dilakukan Jongwoon tidak seperti bayangan Jaebum. Dia membakar ujung tali yang berada di dekatnya, untuk menurunkan gantungan tangan Jaebum. Jongwoon sudah tahu Jaebum akan kabur setelahnya, dia langsung menarik ujung tali lain yang tidak terlihat Jaebum.

Jaebum tersungkur saat dia akan kabur. Rupanya di kakinya ada tali dengan simpul hidup. Karena tarikan Jongwoon dan langkahnya, tali itu kemudian mengikat kakinya. Jaebum tidak cukup cepat untuk melepaskan ikatan di kaki atau tangannya saat Jongwoon menghampirinya.

Jongwoon mengambil pemukul baseball di dekatnya, menghampiri Jaebum dan langsung memukul kedua kaki Jaebum. Beberapa kali.

“Arrg!” Jaebum mengerang ngilu.

Bukk…

Satu pukulan di pinggang Jaebum.

Jaebum tidak cukup kuat untuk bertahan saat Jongwoon menarik tali yang mengikat lengannya, menyeret tubuhnya.

Jaebum merasakan perih di pergelangan tangannya lebih dari yang sebelumnya. Dia meringis, memberontak, tapi itu membuatnya semakin merasakan perih.

Tak lama tarikan itu berhenti. Jaebum buru-buru duduk dan berusaha melepaskan tali di kakinya yang lebih mudah dilepas.

Jongwoon tidak membiarkan Jaebum begitu saja. Dia menghadap ke arah depan Jaebum, menarik kerah bajunya dan memberikan pukulan di pipi kanannya. “Jangan berusaha melarikan diri. Atau kau akan segera kuhabisi.” Ucapnya dingin sambil menatap Jaebum sedingin ucapannya.

Pria itu sakit, pikir Jaebum. Dia kemudian menendang Jongwoon dan kembali berusaha melepaskan ikatannya. Berhasil.

Jongwoon sedikit terjatuh, tapi dia kemudian membalas tendangan Jaebum. Dia menendang dalam posisi berdiri, berkali-kali, memberikan efek sakit yang lebih daripada yang dirasakannya tadi. “Oke, tidak ada main-main lagi.” Jongwoon bicara kemudian mengangkat lengan Jaebum yang memberontak.

Jaebum menyikut perut Jongwoon dan lari. Tapi kakinya yang sakit tidak bisa dia gunakan untuk berlari cepat dan akhirnya dia kembali tertangkap oleh Jongwoon.

Jaebum diseret Jongwoon mendekati kolam renang dan langsung saja diceburkan ke dalam sana dengan tangan yang masih terikat.

Jaebum berusaha menggerakkan kakinya agar bisa tetap terapung. Merasa Jongwoon tidak terlalu pintar karena berusaha menenggelamkannya dengan cara seperti itu. Tidak terlalu sukses menurutnya. Meski tidak bebas, Jaebum masih bisa berenang untuk menuju ke tepi.

Tak beberapa saat kemudian Jaebum merasakan sakit yang teramat sangat, ada yang menyengat tubuhnya dan bawah sana. Tidak hanya satu atau dua, dia merasakan banyak sengatan. Mata Jaebum membulat, dia merasakan sesak nafas, tubuhnya terlebih di sendi terasa begitu nyeri ditambah rasa panas terbakar. Tangannya yang terikat membuatnya sulit bergerak. Perlahan dia tidak bisa mempertahankan diri dan menghilang dari permukaan. Samar Jaebum melihat benda hampir bening bergerak di dalam air, ubur-ubur.

Dua ubur-ubur kotak menempel di kaki dan tangannya. Mengirimkan racun mematikan ke dalam tubuh Jaebum.

Jaebum merasa mati lebih baik baginya saat ini, karena rasa sakit yang dia rasa begitu menyiksanya.

Di atas sana, Jongwoon tersenyum sambil memperhatikan Jaebum, menunggu pemuda itu mengapung dengan nyawa yang sudah berpisah dengan raganya. Dan tak lama kemudian, apa yang dia tunggu terwujud sudah.

Jaebum mengapung dengan posisi punggung di atas di tengah kolam renang dengan puluhan ubur-ubur di dalamnya. Kulitnya memerah di tempat sengatan ubur-ubur itu. Dan, tanpa nyawa.

-end-

Advertisements

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s