Change Partner, Get a Partner [Episode 0]

Standard

Author :  Asuchi

Cast :

*) Lee Hyunhee [OC]

*) Lee Sungmin [Super Junior]

*) Lee Sunkyu [SNSD]

*) Lee Minhyuk [BToB]

*) Lee Junki [Actor]

*) Victoria Song [F(x)]

*) Cho Kyuhyun [Super Junior]

Genre : AU, Family, Romance

Disclaim : inspired by Wataru Yoshizumi’s Marmalade Boy

a/n : sebener’a abisan nonton playfull kiss jaman dulu banget, KHJ selalu dimirip2in sama Yuu oleh dua org yg gk tanggung jawab. Sejak itu, ngebet bgt pengen bikin ff yg cerita’a kek keluarga di komik itu. Dan sekarang kebetulan aku nemu ide cerita yg pasti’a gak beneran sama bgt kek komik’a walopun ide cerita keluarga’a emang sama. Gak niat buat plagiat, toh cerita’a jg beda 🙂 itu komik emang ajaib! Whahaha~ happy reading deh :p

 

Change Partner Get a Partner

“Kami akan bercerai~”

Kejutan pagi-pagi bagiku. Aku dan keluargaku baru selesai sarapan sebelum aku berangkat kuliah pagi ini. Dan tiba-tiba saja aku mendapatkan kabar yang tidak baik.

Kedua orang tuaku bicara akan bercerai dengan kompaknya. Dan yang paling ajaib, dengan nada super ceria.

Aku memuntahkan air di dalam mulutku begitu aku mendengarkan ucapan keduanya. “MWOOO???”

“Aish, kau ini jorok sekali Hyunhee-ya.”

Gila! Appa dan eomma gila! Mereka malah sibuk dengan pakaian mereka yang basah karena semburan tidak sengaja dariku.

“Appa, eomma, kalian tidak sakit kan?” Aku bertanya. Masih tidak sepenuhnya bebas dari rasa kagetku.

Eomma dan appa kompak mengangguk. “Kami sudah cek kesehatan sebelum kami berangkat liburan minggu kemarin.” Appa bicara.

Aku mendelik pada appaku yang pura-pura bodoh itu. “Apa kalian yakin tidak terkena virus aneh saat kalian berada di Jepang?” Aku bertanya lagi.

Lagi, orang tuaku kompak. Kali ini menggeleng. “Kami yakin kami sehat Hyun-ah.” Kali ini eomma yang angkat bicara.

Aku melirik ke arah kalender yang terpaku di dinding dan sadar kalau sekarang bukan April tanggal satu. “Kalian bercanda kan?” Aku bertanya lagi, berharap kedua orang tuaku yang memang kadang tidak beres itu sedang bercanda.

“Sangat sangat serius.” Keduanya menjawab kompak.

“Kami bertemu dengan mantan pacar kami waktu SMP di Jepang, ternyata mereka menikah. Setelah menghabiskan liburan bersama di sana, kami merasa cinta yang dulu ada mulai kembali lagi.” Appa bicara lagi.

Eomma mengangguk. “Setelah kami diskusi cukup lama, kami setuju untuk bercerai dan menikah dengan mantan pacar kami. Mengulang kisah cinta waktu dulu.” Lanjutnya.

GILA! Kedua orang tuaku gila!

Aku tidak mau terus menanggapi mereka yang mulai senyum-senyum tidak jelas mengingat kenangan cinta monyet mereka.

Aku bangun dari tempat dudukku. Mengabaikan kedua orang tuaku yang memanggil namaku. Peduli amat pada mereka! Aku harus segera keluar dari rumahku sebelum kepalaku meledak.

“Nanti sepulang kuliah kau mampir ke butik eomma ya Hyunhee! Kita harus membeli gaun untuk pertemuan dengan calon eomma dan appa kamu!” Eomma berteriak sesaat sebelum aku menutup pintu keluar.

Aku mengacak rambutku frustasi begitu tiba di luar.

-o0o-

Kyuhyun oppa hanya memandangku sambil memangku pipinya di kepalan tangannya, sesekali dia terlihat menyunggingkan senyumannya.

Kyuhyun oppa, kekasihku, aku baru saja menceritakan apa yang terjadi di rumahku pagi ini. Aku butuh pendapat orang lain mengenai ide gila orang tuaku. Aku butuh orang yang setuju kalau orang tuaku memang gila.

“Orang tuamu unik.” Kyuhyun oppa bekomentar begitu aku selesai bercerita.

“MWO?” Aku melotot dan menatap horor ke arah kekasihku itu. Benar-benar tidak percaya dengan komentar yang baru saja keluar dari mulutnya. Aku butuh komentar negatif. NEGATIF!

Kyuhyun oppa tersenyum. Dia mengangkat kepalanya. “Kalau mereka bahagia dengan calon pasangan mereka, kenapa kau harus tidak setuju? Cinta memang kadang-kadang terkesan aneh Hyun-ah.” Kyuhyun oppa bicara lagi.

Aku merengut. Kenapa orang yang sangat aku harapkan akan mendukungku malah berbuat sebaliknya? Aku kecewa. “Oppa, tapi nanti eomma dan appa berpisah. Aku tidak sanggup kalau harus berpisah dengan salah satu dari mereka. Aku tidak sanggup memikirkan aku harus memilih siapa.” Aku bicara dengan nada sedih. “Kenapa mereka tidak memikirkan perasaanku? Oppa juga, kenapa malah bicara begitu?”

Kyuhyun oppa mengacak rambut di puncak kepalaku. “Mereka pasti sudah memikirkan hal itu. Makanya mereka bicara tanpa beban padamu.” Dia berkata.

Aku sama sekali tidak mengerti. Aku sama sekali tidak bisa berpikir jernih. Aku pusing.

-o0o-

Walaupun aku malas, aku tetap tidak bisa menolak. Bagaimana bisa aku menolak perintah eomma untuk datang ke butiknya kalau dia mengancam tidak akan memberiku uang saku? Kedua orang tuaku itu memang licik.

Aku berjalan tanpa niat ke dalam butik eomma. Duduk di sofa yang ada di dalam sana tetap tanpa niat. “Eomma~” Aku memanggil eomma dengan nada malas.

Eomma, yang sepertinya memang sudah tahu kapan aku akan datang, menghampiriku beberapa detik setelah panggilan tidak napsuku. “Ah, kau sudah datang sayang? Kajja. Kita berangkat saja sekarang. Eomma sempat melihat gaun yang cocok untukmu di butik teman eomma.” Ucap eomma semangat, sangat berbanding terbalik denganku.

“Kenapa bukan di sini saja sih? Pakaian di sini juga bagus-bagus.” Aku benar-benar tidak ada niat untuk pergi kemanapun, apalagi jalan-jalan mencari gaun.

“Anni. Kau harus memakai gaun yang spesial untuk pertemuan nanti. Kajja!” Eomma menarik lenganku, menyeretku keluar butik dan duduk manis di dalam mobilnya.

Ancaman uang sakuku berlaku sampai pertemuan keluarga lusa, aku sama sekali tidak bisa berkutik sampai waktu itu tiba.

“Kau akan mendapatkan keluarga baru Hyunhee-ya. Mereka punya putra yang usianya setahun lebih tua darimu, dan dia itu sangat tampan….”

Eomma mengoceh mengenai calon suami barunya, calon istri suaminya, aku tidak berusaha mendengarkan, sama sekali tidak peduli dengan semua itu. Tapi mendengar kalimat tentang putra keluarga itu, sepertinya masih ada harapan untuk menggagalkan niat orang tuaku. Aku yakin namja itu punya pemikiran yang sama denganku. Iya! Mana mungkin ada anak yang rela orang tuanya bercerai kemudian menikah dengan orang lain? Benar. Aku harus meyakinkan dia untuk menolak ide gila orang tua kami.

“Hyun-ah! Kau mendengarkan eomma tidak? Eomma tanya pendapatmu.” Eomma mengguncangkan tubuhku, bertanya dengan nada kesal padaku.

“Aku setuju saja.” Aku menjawab asal. Otakku sibuk menyusun rencana untuk pertemuan keluarga nanti. Sama sekali tidak tahu apa yang ditanyakan oleh eomma. Tapi apapun itu aku tidak peduli.

“JEONGMAL? Oh, eomma tidak percaya kamu mau menyetujuinya. Appamu pasti sangat senang mendengarnya.”

Aku mendengar samar lanjutan ocehan eomma. Peduli amat! Toh nanti apapun rencananya pasti gagal karena aku akan mendapatkan dukungan.

-o0o-

“Uang sakumu nanti akan naik.” Appa bicara saat kami berada di dalam restoran, menunggu keluarga teman orang tuaku datang.

Aku menanggapi dengan senyum terpaksa. Lihat saja nanti, semua rencana ini akan gagal begitu dua anak dua keluarga ini tidak setuju. Aku tidak peduli dengan uang saku yang bertambah. Untuk apa aku mendapatkan uang lebih tapi keluargaku berantakan? Tetap tidak masuk di akal kalau aku mengiyakan keinginan mereka.

Tidak sabar rasanya menunggu keluarga itu datang. Eomma bilang mereka pasangan Lee Junki dan Victoria Song, putranya bernama Lee Minhyuk. Namja tampan keturunan orang tuanya yang sempurna.

Ah! Semoga namja yang bernama Lee Minhyuk itu benar-benar sependapat denganku.

“Maaf, sudah menunggu lama ya?”

Seorang pria yang sudah berumur menghampiri meja keluargaku ditemani dua orang lain di samping kiri-kanan dia. Ah! ahjusshi itu memang tampan walaupun sudah ada kerutan di wajahnya. Andai saja situasinya berbeda, aku mungkin akan memandang positif keluarga Lee itu. Tapi tidak sekarang, mengetahui namja yang bicara itu ingin menikahi eomma.

“Anniyo, kami bahkan belum memesan apapun.” Eomma bicara, berdiri dan memberikan ciuman di pipi namja itu.

Otakku mengepulkan asap emosi.

Beberapa detik kemudian giliran appa yang berdiri dan mencium Victoria Song.

Ya Tuhan, kenapa ini harus terjadi padaku?

Aku kemudian melirik pada satu-satunya orang di antara keluarga itu yang aku harap senormal aku. EHM! Namja yang bernama Lee Minhyuk itu memang sesuai seperti yang eomma bilang. Dia TAMPAN.

Dan dia melirik ke arahku, tersenyum.

Buru-buru aku menutup mataku, menjernihkan otakku. ‘Kyuhyun oppa jauh lebih tampan. Kyuhyun oppa jauh lebih tampan. Bibirnya lebih seksi.’ Aku memberikan sugesti pada diriku. Begitu pikiranku sudah kembali ke jalan yang benar, aku membuka kedua mataku lagi. Keluarga Lee sudah duduk. Dan namja yang rencananya akan jadi saudaraku itu duduk di sebelahku.

Deg.. degg…

Namja ini langsing, perawakannya tidak terlalu tinggi tapi dia tampan sekaligus manis. Wajahnya tipe namja yang berotak lebih dari rata-rata. Dan bibirnya, bagian tubuhnya yang mendapat nilai sempurna.

Tunggu! Aku menggelengkan kepalaku, mengerjapkan mataku berkali-kali. Aku tidak boleh menyebutnya calon saudara, karena dia tidak akan menjadi saudaraku. Aku tidak boleh terlena karenanya, karena aku punya Kyuhyun oppa.

Aku mengambil daftar menu, untuk menutup bagian wajahku. “Pssttt…. Minhyuk-ssi, kau tidak akan menyetujui rencana orang tua kita kan. Kau kemari untuk menolak rencana mereka sepertiku kan?” Aku bertanya tanpa basa-basi. Tak butuh basa-basi untuk hal sepenting ini.

Minhyuk menoleh padaku, tersenyum dengan indahnya. Aku mencubit pahaku sendiri agar tetap sadar. “Anni. Aku tidak pernah berencana menolak rencana mereka.” Dia berkata.

“MWO????”

Banyak pasang mata menoleh ke meja kami, ke arahku. Orang tuaku langsung memberikan death glare yang walaupun tetap terlihat cute padaku.

Aku mengerjapkan mataku berkali-kali. Tidak peduli dengan tatapan yang lain. “Kau serius?” Aku bertanya lagi, meyakinkan diri kalau aku tidak salah dengar.

Minhyuk mengagguk.

Tuhan, bunuh saja aku.

Aku menunduk, tidak percaya kalau ternyata hanya aku yang waras di sini. Aku tidak percaya kalau tak lama lagi aku harus berpisah dengan salah satu orang tuaku. Aku tidak mau memiliki eomma tiri, appa tiri. Aku tidak mau memanggil orang lain eomma, appa. Aku…

Tanpa sadar aku mulai menangis. Aku tidak mau semua ini terjadi. Kenapa mereka begitu kejam padaku.

“Hyun-ah, wae geurae?” Eomma bertanya.

Aku tak menjawab, tetap menangis.

“Hyunhee-ya, apa kau sakit?” Suara Victoria Song terdengar olehku. Tapi aku tetap tidak peduli.

“Jawab kalau ditanya.” Kali ini appa yang bicara. Suara cutenya menghilang, berganti dengan suara dingin menyeramkan. Appaku menakutkan kalau bicara seperti itu.

Aku melihat sebuah tangan sedang menyodorkan sapu tangan padaku, Minhyuk. Aku mengambilnya, mengusap air mataku yang ada di pipi dan mendongak. Aku lalu menatap ke arah kedua orang tuaku.

“Apa kalian benar-benar akan bercerai? Apa kalian tidak memikirkan perasaanku? Aku tidak ingin kalian berpisah, aku tidak mau memilih salah satu dari kalian.” Aku bicara dengan kadang terisak.

“Kau ini bicara apa Hyun-ah? Kau kan sudah tahu kalau appa dan eomma akan tetap tinggal satu rumah.”

“M… mwo? Kapan eomma bilang begitu?”

Eomma melirikku sebal. “Di mobil, waktu kita membeli gaun. Kau lupa huh?”

Aku menatap memelas pada kedua orang tuaku. Jadi aku tidak harus memilih? Aku menatap keluarga Lee. Junki ahjusshi dan Victoria ahjumma menatap sayang padaku. Aku tidak berani menoleh ke sebelah, mataku pasti bengkak.

Apa aku harus menyetujuinya? Tak ada lagi yang mendukungku sekarang.

“Baiklah. Sebelum membahas pernikahan Minhyuk dan Hyunhee, sebaiknya kita makan dulu.” Junki ahjusshi bicara.

“MWO?????????????”

-To Be Continued-

Advertisements

2 responses »

    • emang dasarnya dua keluarga lee itu agak2 sih
      pokoknya yg otaknya waras di antara semua cast itu yaaa si ‘aku’
      tapi entar kek’a dia ikut gak waras /dan rizka dateng bawa parang/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s